"masuk" ucap vino dingin sambil membuka pintu salah satu kamar
"baik tuan, terimakasih" tutur vira sopan
"ini semua tidak gratis, ayah mu masih memiliki kesalahan pada ku" ucap vino dengan seringai licik dan langsung menutup pintu
didalam kamarnya vira melihat lihat suasana kamarnya yang dipenuhi dengan cat berwarna hitam dan merah, namun vira tidak terlalu memperhatikan warnanya karena ukuran kamar yang ia tempati saat ini jauh lebih besar dari kamarnya dahulu
"subhanallah ternyata sangat luas" ucapnya sambil melepas kain penutup wajah dan memperlihatkan wajah manisnya seketika
"vira cepat keluar dan ki,,,,,ta" vino memotong kalimatnya sendiri karena melihat kecantikan yang luar biasa yang dimiliki vira
seketika vira langsung mengambil cadarnya dan langsung memakainya kembali
"keluar, aku akan memperkenalkan mu dengan adik ku, ingat jangan pernah pandang fisik nya" ucap vino dengan nada tegas
vira hanya mengangguk dan mengikuti vino dari belakang. tak lama mereka sampai dikamar lina, adik angkat dari vino
"lina perkenalkan ini vira, teman baru mu" ucap vino
lina hanya memandang vira dengan tatapan kosong, dia juga tidak mengerti mengapa gadis itu menggunakan kain penutup diwajahnya
"hay lina aku vira, senang bertemu dengan mu" ucap vira lembut sambil mengulurkan tangannya
namun lina tidak bergeming sama sekali. vira melihat vino sekilas lalu kembali menatap lina
"lina aku dengar kau sendiri yang menanam bunga mawar biru itu? kau sangat hebat karena bunga itu tumbuh subur, kau tau aku sering menanam bunga itu halaman rumah ku tapi tetap layu dan mati. boleh aku belajar dengan mu bagaimana cara menanamnya?" tutur vira sembari tersenyum
lina mulai tersenyum mendengar ucapan vira, seakan tertancap sebuah nyawa dalam jiwanya
"bisakah? oh aku sangat senang,,, eits aku tidak ingin penolakan karena aku sudah mencari pawang bunga untuk mengajari ku menanam bunga mawar itu tapi hasilnya tetap saja mati, kau tau lina uang bunda ku hampir habis karena aku terus membeli bibir bunga mawar itu,,, ibu ku hampir memecat ku menjadi anaknya karena terlalu banyak menghabiskan uang" tambah vira lagi dengan wajah kesal saat dia mengingat bundanya mengatakan itu
kali ini lina tertawa terbahak bahak mendengar tuturan vira yang menurutnya lucu, dan vino sendiri baru kali ini melihat lina tertawa karena terakhir kali ia tertawa sebelum kakinya lumpuh
"hey kau kenapa? kau senang bunda ku akan memecat ku menjadi anaknya?" ucap vira pura pura kesal
"tidak kak vira, aku tertawa karena kau bodoh" ucap lina dan kembali tertawa
"hey hey bahkan kau juga mengatakan aku bodoh? asal kau tau aku sangat pintar, otak ku bisa menampung segala macam ilmu termasuk ilmu hitam, jadi kau jangan meledek ku seperti itu atau aku akan merubah mu menjadi tikus kecil" ucap vira
mereka berdua pun tertawa bersama, entah mengapa lina sangat mudah akrab dengan vira walaupun dia masih merasa aneh karena penutup wajah yang digunakan vira.. vino merasa lega karena akhirnya lina mau berbicara dengan seseorang
"lina ini sudah malam aku ada urusan didalam kamar, boleh aku pergi?, aku akan kesini besok pagi dan menagih janji mu yang akan mengajari ku menanam bunga mawar" ucap vira sambil mengelus rambut lina
"baik, kalian berdua pergilah, mulut ku juga sudah lelah bicara dengan mu" ucap lina mengejek
"tidur lebih awal" ucap vino yang dari tadi hanya diam dan memperhatikan lina
lina hanya mengangguk dan mereka pun keluar
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 189 Episodes
Comments
natasha_syref
😍
2024-04-19
1
manisa
vira gadis periang
2023-04-09
0
Dessi Ratna Sari
anggap aja si Vira ini
mudah menyembunyikan perasaan nya,,,jd ayah SM Mak nya meninggal dia biasa aja tp padahal dlm hatinya
Qu 😭😭
2022-01-13
0