"secepat itu kau mengendalikan adik ku, aku sudah bertahun tahun ingin melihat tawanya tapi kau berhasil membuat nya tertawa dalam waktu dua menit" ucap vino menatap lurus kedepan
"saya tidak melakukan apapun tuan, saya merasa lina bukan gadis yang perlu dikasihani, dia memang hebat" ucap vira menunduk
"hey kau tidak lelah menggunakan penutup wajah itu? bahkan ini didalam rumah" ucap vino kesal
"maaf tuan selama saya berada disekitar orang yang bukan mahram, saya akan terus mengenakan pakaian seperti ini, kecuali didepan lina, karena dia perempuan jadi saya bisa saja membuka penutup wajah ini" jawab vira
"terserah lah" ucap vino mempercepat langkahnya dan masuk kedalam kamar begitu juga vira
didalam kamarnya vira meneteskan air mata karena teringat dengan kedua orang tuanya
ayah, bunda apa kalian sudah tenang disana? vira sudah mengikhlaskan kalian agar tidak tersiksa disini, vira yakin Allah memiliki jawaban dalam cobaan ini. batin vira
"ayah bunda vira sebenarnya tidak sanggup hidup dengan beban seperti ini. kalian pergi secepat ini? lalu bagaimana nasib vira yang harus tinggal dengan seseorang yang sudah menyakiti mu?" gumam vira, dia berusaha menahan air matanya namun tumpah begitu saja
****
pagi hari vira keluar dari kamarnya mencari vino, tadi malam dia melihat vino masuk disebelah kamarnya lalu ia mencoba mengetuk pintu
tok,,,,,,tok,,,,,,tok
vino membuka pintu dan melihat vira masih mengenakan pakaian yang dikenakan kemarin
"ada apa?" tanya vino ketus
"maaf tuan saya tidak tahu tempat ini, jadi bisakah anda membelikan saya beberapa baju tertutup dan cadarnya?" tanya vira sembari memberikan beberapa lembar uang
"aku tidak butuh uang mu, tunggu 30 menit pakaian yang kamu inginkan akan segera datang" ucap vino hendak menutup pintu
"tapi tuan saya,,,,,"
"anggap sebagai rasa terimakasih karena kamu telah membuat adik ku tersenyum" ujar vino dan menutup pintu kamarnya dengan rapat
30 menit kemudian, benar saja pakaian yang diinginkan vira sudah tersedia namun dengan jumlah yang tidak sedikit
"maaf nona, pakaian ini langsung ditaruh dilemari?" ucap salah satu pelayan
"bi, ini semua? bukannya saya harus memilih beberapa saja sudah cukup" kata vira
"maaf nona, tuan muda sengaja memesan baju dengan bentuk seperti ini dengan jumlah 250 potong dengan ukuran yang sama beserta kain penutupnya" tutur pelayan itu dengan sopan
"hah 250 potong bi? saya hanya meminta 3 atau 4 bi. tidak sebanyak itu" ucap vira dengan lembut
"maaf nona sebaiknya anda menerima pemberian dari tuan muda atau dia akan marah dengan kami, kami masih membutuhkan pekerjaan ini nona tolong mengerti" kata pelayan itu sambil menunduk
"baiklah bi, terimakasihnmaaf merepotkan bibi" ucapnya vira dengan senyum manis. kebetulan saat itu lina sedang tidak menggunakan kain penutupnya
para pelayan terpesona dengan kecantikan alami yang dimiliki vira
15 menit setelah selesai merapikan pakaian pelayan pamit keluar kamat vira
"hey kau lihat wajah nona Vira, dia sangat cantik dan anggun, kecantikan yang dia miliki sangat alami" ucap salah satu pelayan
vino yang baru saja keluar mendengar percakapan para pelayan
"jika lain kali aku mendengar kalian sedang bergosip, aku tidak akan segan untuk memotong lidah kalian, mengerti? jika iya maka pergilah sebelum aku berubah pikiran" kata vino dingin namun mematikan
"ba,,,,,,ba,,,,baik tuan, maafkan kami" ucap kedua pelayan lalu meninggalkan vino
vino berjalan hendak menuju kamar adiknya namun vira tiba tiba keluar
"mau kemana?" tanya vino yang sedang menatap vina dengan balutan pakaian tertutup berwarna cream, hijab pasmina ditambah dengan kain penutup berwarna hitam
"mau ke kamar lina tuan, apa boleh?" ucap vira sopan
"kebetulan aku juga akan kesana, ayo pergi bersama" ucap vino kali ini dengan nada bersahabat
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 189 Episodes
Comments
manisa
hoo holang kaya mah bebas
2023-04-10
0
Pratiwi Ratih
lemarinya sebanyak apa ya thor.....,🤔🤔🤭
2022-11-28
0
Eman Sulaeman
kaya nya seru nih ceritanya
2022-01-13
0