Vira masuk ke ruang pendaftaran dan menyerahkan berkas berkas persyaratan masuk ke perguruan tinggi.
setelah itu dia berkeliling untuk melihat suasana baru, saking fokusnya memperhatikan kampus Vira tidak sengaja menabrak seseorang.
bruggh!!
"aduuhh sakit" ucap gadis itu meringis kesakitan.
"maaf maaf maafkan aku" kata Vira sambil membantu garis itu.
"tidak masalah kau ingin daftar kuliah disini?"
Vira mengangguk sembari membersihkan pakaian nya.
"wah sama perkenalkan aku zoya" ucapnya sembari mengulurkan tangan.
"aku Vira"
dengan senang hati Vira membalas uluran tangan gadis itu.
zoya adalah gadis berusia 18 tahun sama dengan Vira bahkan tubuh mereka sama sama mungil, kecantikan zoya semakin terpancar saat rambut lurusnya tergerai sampai bahu. zoya memiliki penampilan seperti kebanyakan orang, menggunakan rok selutut dengan baju tanpa lengan membuat penampilan nya semakin terlihat feminim.
"kau sudah selesai daftar kan, ayo makan bersama," ajak Zoya
Vira mengangguk setuju, untuk memulai berdaptasi Vira harus terbiasa berteman dengan banyak orang. mereka pun pergi ke sebuah restoran.
baru saja kenal tapi percakapan mereka sangat nyambung dan sesekali tertawa dengan pembahasan mereka.
"Vira kau tau aku sangat senang bisa mengenal mu, aku kira kau gadis pendiam tapi ternyata kau cerewet dan banyak bicara," ucap Zoya.
"hey pakaian ku saja yang tertutup untuk menjalani kewajiban dalam agama ku tapi soal berbicara maaf sekali jika telinga mu harus rusak saat berbicara dengan ku," kata Vira
"jadi sekarang kita teman?"
"kita teman,"
mereka pun tertawa dan kembali bercerita satu sama lain hingga Vira melupakan waktu. hingga sore Vira belum pulang sedangkan vino sudah sampai satu jam yang lalu dirumah.
disisi lain darah vino mendidih melihat Vira belum juga pulang, vino mulai berpikir yang tidak tidak tentang gadis itu.
"andre!!" teriak vino yang sedang mondar mandir didepan televisi
"iya Vino jangan teriak teriak aku bisa mendengar mu," ucap andre santai
memang andre dan vino sudah seperti saudara pasalnya andre lah yang selalu menemaninya selama ini dan satu rahasia keduanya adalah Andre akan berbicara non formal jika tidak ada orang.
"andre cari dimana Vira dan cari tau kenapa dia belum pulang sampai sekarang,"
andre belum menjawab vino tiba tiba mobil yang menjemput Vira sampai didepan rumah, gadis itu langsung masuk kedalam.
"kemana saja kau begini cara mu ku biarkan bebas sampai lupa waktu, jam berapa ini Vira!!" teriak Vino sampai menggema keseluruh ruangan.
Vira yang sudah terbiasa mendengar bentakan vino merasa biasa saja walau telinganya menjadi korban.
"duduk dulu," ucap Vira berusaha santai dan duduk disofa.
"Vira aku sedang tidak bercanda!" lagi lagi Vino berteriak
"Vino aku juga tidak bercanda duduk dulu kau butuh penjelasan bukan?"
vino masih dengan darah mendidih mencoba menenangkan diri dan ikut duduk di kursi yang terpisah dari Vira
"begini tadi aku menabrak seseorang lalu dia mengajak ku pergi ke restoran untuk makan dan kami berbicara sampai lupa waktu," jelas Vira menatap Vino.
vino mencoba mencari kebohongan dimata Vira namun sepertinya dia tidak berbohong.
"kenapa kau tidak menghubungi pengawal atau supir agar dia bisa memberitahu ku," ujar vino.
"kau pernah melihat ku memegang ponsel?" tanya Vira balik.
vino diam dia mengerti bahwa perempuan itu tidak memiliki ponsel mungkin punya namun semenjak tragedi kabur itu Vira tidak memegang ponsel lagi.
"siapa orang yang menabrak mu laki laki atau perempuan?" tanya vino
"perempuan," jawab Vira singka.t
Andre tidak menyangka vino akan peduli dengan seseorang seperti ini bahkan Vira dengan santainya mampu membuat amarah Vino mereda.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 189 Episodes
Comments
Kayla Khanza
wow., makin kesini ceritanya makin seru....
2023-10-05
0
Eman Sulaeman
vira selalu tenang menghadapi vino
2022-01-13
0
Pratiwi Mulyani
semakin seru thor cerita nya
2022-01-07
0