kamar lina sedikit jauh dari kamar vino dan vira, lina sengaja memilih kamar yang jauh agar tidak berinteraksi langsung dengan penghuni penghuni rumah
"maaf sebelumnya tuan, apakah tidak apa apa jika membeli pakaian sebanyak itu?" ucap vira memecah keheningan
"tidak" jawab vino singkat
"tapi tu,,,"
"aku tidak suka dibantah oleh siapapun" memotong kalimat vira, terpaksa vira membisu seribu kata hingga ujung pintu kamar lina terlihat
"hay lina, aku datang menagih janji mu, cepat bangun awas saja sampai kau lupa" ucap vira
"iya kak iya lina nggak lupa, lina sedang bersiap siap, kakak tau sendiri kan keadaan lina" ucap lina sedikit menunduk
"hey lihat tuan putri yang manja ini sedang berusaha menipu ku, dia terlihat sangat sehat tapi sangat banyak alasan, jika tidak mau mengajari ya sudah aku sendiri yang akan menanam bunga mawar,, yaa walaupun akan sedikit layu" ucap vira cengengesan
"ck darimana kakak tau aku sedang berbohong" ucap lina kesal tapi tidak marah
"cih dari sorot mata mu yang tidak ingin meninggalkan kasur ini, apa perlu aku berteman dengan kasur mu lalu aku membujuknya membuang mu?" ujar vira sambil menyilangkan tangan didada
"hiiisss ya sudah ambilkan kursi roda, kakak ini bawel sekali" ucap lina
"yeee bunga mawar ku, i'm comiiingg" kata vira sambil jingkrak-jingkrak
"jangan seperti anak kecil" ucap vino dingin
vira langsung memperbaiki posisinya seperti semula lalu mengambil kursi roda milik lina
"tuan putri silahkan, kita akan berpetualang hari ini" ucap vira senang
kali ini vira tidak berpura pura karena ia memang senang bersama lina, lina adalah teman yang baik untuk diajak bicara, dan lina juga sudah biasa berinteraksi dengan orang yang berbeda agama karena ayahnya sendiri bukan menganut agama islam melainkan kriten
tak lama lina, vira dan vino sampai didepan taman, mereka melihat bunga bunga mawar yang sudah mekar dengan cantik dihadapannya
"lina kesana yuk, aku belum melihat bunga itu dari depan" ucap vira memasang wajah memelas
"huuh baiklah ayo" jawab lina
vira dan lina berjalan kearah taman bunga mawar sedangkan vino diam ditempat sambil memperhatikan adiknya yang sesekali tertawa saat berbicara dengan vira,,,,, vino merasa bisa mengampuni vira karena kesalahan yang ayahnya perbuat jika terus membuat lina bersemangat menjalani hidupnya
tak lama vino mendapat panggilan dari salah satu orang kepercayaannya
panggilan telepon
"maaf tuan muda mengganggu waktu anda, tapi saya ingin menyampaikan bahwa keluarga lauren tidak bersalah dalam pencurian sejata api beberapa waktu lalu, keluarga lauren hanya korban dari salah satu musuh anda, dan yang menaruh bom di depan rumah keluarga lauren adalah saingan anda tuan,,,, dia berharap sekali dayung dua pulau yang terlampaui, karena memiliki dendam dengan keluarga lauren dan juga anda mereka berharap anda dan juga keluarga lauren mati dalam ledakan bom tersebut" tutur salah satu pengawal yang menjadi
"kurang ajar, tangkap dia sekarang juga karena telah berani mengusik bisnis ku dan juga hidup ku" ucap vino emosi
"tuan muda, saya sebenarnya sudah menangkap orang itu dan mengikatnya di gudang samping rumah anda" ucap andrey orang kepercayaan vino
"bagus, gaji mu bulan ini 3x lipat bertambah" memutus sambungan
wahai para musuh vino salvatrucha, sering sering lah datang mencari masalah karena ini bersangkutan dengan gaji ku,,, oh uang aku dataaang. batin andrey
vino meninggalkan dua gadis yang sedang tertawa bahagia itu
vira tak sengaja melihat kepergian vino, ia penasaran kemana vino pergi
"lina, boleh aku tinggal sebentar?, aku ada urusan didalam, sebentar saja" ucap vira lembut
vira mendapat anggukan dari lina yang sedang memegang mawar biru muda, vira segera mengikuti vino dari belakang tanpa sepengetahuannya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 189 Episodes
Comments
manisa
si ajuan ini doa nya ya soal duit
2023-04-11
0
Umar Umar_.12
Yah lumayanlah kalau tiap hari🤗🤣🤣🤣
2022-12-13
0
Febriani Soemantri
La asisten gila 😂😂😂
2022-03-21
0