Vino dan Vira selesai dengan aktivitas masing-masing, keduanya keluar dari kamar menuju meja makan.
Vira melihat meja makan sepi hanya makanan yang sudah tersedia tanpa ada nyawa yang ingin menyantapnya.
"dimana orang orang?" tanya Vira.
"tidak ada," jawab vino
Vira duduk sambil melihat lihat seluruh ruangan berharap ada satu orang yang lewat namun nihil. ruangan itu sepi
"maaf tuan muda dimana lina dia tidak turun sarapan?"
"tidak lina sarapan dikamar nya" jawab vino sembari memakan roti yang dilapisi selai coklat.
Vira mengangguk lalu memakan sarapannya. Tidak lama Vira mengingat sesuatu dan sangat ingin bertanya pada pria didepan.
"ehem tuan muda.."
"sampai kapan akan memanggil ku tuan muda" ucap vino memotong kalimat Vira
"lalu?"
"panggil namaku saja," jawab vino.
"ahaha sepertinya itu tidak perlu,"
"kau suka sekali membantah setiap perkataan ku turuti saja apa susahnya,"
"baiklah Vi-Vino,"
Vira langsung memasukkan roti kedalam mulutnya agar rasa canggung tadi hilang.
"bicara saja apa mau mu,"
Vira menggigit bibir bawahnya karena ragu apakah Vino akan setuju dengan permintaan yang akan ia sampaikan.
"mm Vino boleh aku kuliah? aku ingin melanjutkan pendidikan"
Vino langsung menghentikan aktivitas mengunyahnya. dia tidak bergerak bahkan bernafas pun tidak dimata Vira.
"baiklah anggap aku tidak pernah bicara"
dia meminta dan menolak permintaan nya sendiri setelah melihat Vino tidak akan setuju jika dilihat dari ekspresinya sekarang.
"Vira aku tidak melarang mu bahkan kau bebas kemanapun kau mau asal jangan pergi atau kabur itu akan mengundang sifat iblis ku asal kau tau," ucap vino datar
"jadi boleh?" tanya Vira berbinar-binar.
Vino menganggukkan kepala diiringi senyum setipis mungkin.
Vira sangat bahagia sampai sampai bertepuk tangan ala anak kecil dia tidak sadar bahwa dirinya sudah menikah namun sifat kekanakannya masih menempel.
"Vino sebenarnya kemana orang orang disini kenapa seperti tidak ada kehidupan,"
"aku sengaja mengosongkan rumah ini di setiap jam makan"
Vira mengernyitkan dahi mencerna perkataan Vino, hal konyol apa lagi yang dibuat pria ini pikir Vira
"aku tidak mengerti kenapa kau melakukan itu,"
"agar kau bisa melepaskan kain penutup diwajah mu lalu makan dengan lahap tidak bersembunyi seperti itu," jawab vino tanpa memandang Vira
Vira terkejut dan hampir tersedak mendengar jawaban Vino
"aku tidak masalah seperti ini aku sudah terbiasa,"
"tidak ada penolakan," ucap vino tegas
"huuhh baiklah anggap saja aku menjadi penurut karena kau mengabulkan permintaan ku,"
Vino tiba-tiba mendapat ide licik beberapa detik yang lalu.
"kau benar sekali syarat mu bisa kuliah adalah dengan mengabulkan segala permintaan ku" ucap vino tersenyum tipis.
Vira yang hendak memasukkan roti kedalam mulutnya tiba tiba berhenti dan menjatuhkan roti itu ke piringnya
"se-segalanya? aku hanya mengabulkan satu permintaan mu," bantah Vira sembari melepas kain penutup agar lebih leluasa setelah mengetahui tidak akan ada yang datang.
"iya atau tidak sama sekali" jawab vino dengan seringai licik
terlihat Vira memanyunkan bibirnya yang membuat dirinya semakin imut
deg!
apa ini, aku tidak boleh menyukainya, tapi wajahnya menggemaskan sekali seperti itu, batin vino.
"jangan pasang wajah memelas mu kau sangat jelek," ucap vino
Vira yang mendengar perkataan vino sedikit kesal. dia menggigit bibir bawahnya untuk menahan amarah
aduuh apalagi ini kenapa dia menggigit bibirnya aku juga laki laki normal, tidak tidak aku harus bertahan pertahanan ku tidak boleh runtuh begitu saja, batin vino lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 189 Episodes
Comments
faris dibah
vino lagi perang sendiri 🤣🤣🤣
2025-01-30
0
Lia Rochmatuz
Bibir dan hati Vino sepertinya sedang tdak Bersahabat yah Gaes
2022-10-30
0
。.。:∞♡*♥
😅🤣🤣
2022-01-23
0