Tak lama kemudian setelah mengecek cctv Vino beranjak dari ruangan tersebut lalu keluar dari rumah membawa mobil.
Vino menyetir mobil dengan kecepatan tinggi tanpa memikirkan keselamatan sampai akhirnya hasil pencarian vino nihil, dia sudah mencari Vira kemana mana namun tetap saja Vira entah dimana
tring..tring
Terlihat dari layar ponsel Vino bahwa Andre menghubungi nya.
"aku tidak ingin mendengar kabar buruk," ucap vino tanpa basa basi.
"tuan nona Vira berada di jalan x saat ini, apa saya harus turun untuk menangkapnya?"
Vino sedikit bernafas lega karena Vira masih hidup, ada banyak musuh diluaran sana jadi ini sebuah keberuntungan bagi gadis itu karena masih bisa melihat dunia.
"jangan! aku akan menyeretnya sendiri berikan alamat lengkapnya pada ku," jawab Vino datar.
"baik tuan,"
Setelah 30 menit mengendarai mobilnya vino sampai tepat dibelakang mobil andre dan anak buahnya.
"dimana dia," tanya vino melihat kira kanan.
"itu nona Vira tuan muda," tunjuk Andre kearah gang kecil.
Tak ingin berlama lama vino mendekati Vira tanpa sepengetahuannya.
"ayah bunda tolong Vira, Vira benar benar tidak sanggup hidup didalam rumah mengerikan itu," gumam gadis itu sembari berjalan walaupun kakinya pincang.
"aduh kaki ku lecet saat berusaha kabur tadi," gumamnya pelan
"jika kau terluka aku akan membantu mu agar tidak sakit lagi bagaimana," saut vino yang baru saja datang dan menyamakan langkahnya dengan Vira.
Vira terkejut saat melihat disampingnya sudah ada Vino yang sedang berdiri menatapnya lekat
Vira menelan ludahnya, namun kali ini terasa sulit karena gugup Vira berusaha berlari dan meronta namun kekuatan vino sangat jauh dibandingkan dirinya.
"tuan saya tidak akan merepotkan anda, saya tau orang tua saya sudah meninggal dan ayah saya tidak bersalah dengan anda jadi saya sudah tidak memiliki urusan untuk tetap berada dirumah anda jadi tolong lepaskan saya," ucap Vira masih meronta
"jangan bermimpi untuk lari dari cengkraman ku, oh mungkin kau lupa bahwa aku yang menyelamatkan hidup mu,"
"lepaskan! saya bisa berterima kasih dengan cara yang lain," ucap Vira meringis kesakitan karena lengannya dicengkeram.
"pergilah," Vino melepaskan tangannya dari lengan gadis itu
Vira berlari menjauh walau kakinya sudah menolak untuk berjalan lebih jauh lagi.
"Vira lihat kebelakang!" teriak Vino
Saat Vira menengok dia sudah melihat senjata api sedang membidik kearah sasaran dan tentu saja sasarannya adalah Vira sendiri.
"kau ingin aku menembak mu di sebelah mana? aku sedang baik hati jadi aku membebaskan diri mu memilih, ah ya pilihan mu hanya 2 dua dijantung atau dikepala, kuberikan waktu untuk berpikir," ucap vino mengeluarkan wajah pembunuhnya.
"a-aku tidak ingin mati," jawab Vira menutup matanya yang telah membentuk anak sungai disana.
"JIKA TIDAK INGIN MATI KENAPA KAU TIDAK MENGIKUTI SEMUA PERINTAH KU!!" teriak Vino sangat keras.
Vino tak segan melesatkan pelurunya ke arah Vira.
dor!!!!
Vira membuka mata karena tidak merasakan apapun, ternyata vino melenceng kan tembakan dan tidak mengenai gadis itu.
Vira terkulai lemas kakinya sudah tidak mampu untuk berdiri hingga ia terjatuh.
"rupanya aku memperlakukan mu terlalu baik," bisik Vino lalu menarik lengan gadis 18 tahun itu hingga berdiri dan membawanya masuk kedalam mobil.
15 menit didalam perjalanan Vira melihat sekelilingnya dan dia melihat sesuatu yang menarik disana namun tidak berani berkutik dengan keganasan vino.
"apa yang kau lihat jangan pernah berpikir untuk kabur lagi," kata vino.
"tidak aku tidak berpikir untuk kabur, bisakah kau membantu ku?" tanya Vira sedikit ragu.
"apa? jangan harap membantu mu untuk lepas," jawab Vino ketus.
"tidak aku hanya ingin ke dalam toko itu jika kau tidak percaya kau boleh ikut dengan ku,"
"tidak," tolak Vino.
Vira langsung menunduk karena keinginannya tidak dipenuhi, vino melihat Vira sekilas entah mengapa dia tidak bisa menolak keinginan gadis ini mungkin karena ia merasa sedikit bersalah telah menuduh orang tua Vira.
"ya sudah tapi hanya sebentar," imbuh Vino datar.
seketika Vira mengangkat wajahnya memancarkan kebahagiaan, walau tak terlihat namun matanya jelas mengucapkan terimakasih karena Vino mau menuruti keinginannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 189 Episodes
Comments
manisa
aku suka deh
2023-04-15
0
Eman Sulaeman
seru ceritanya
2022-01-13
0
Asep Asep
ceritanya menntang
2021-12-29
0