"tuan muda anda memanggil saya?" sapa Vira sembari meremas jarinya untuk menghilangkan canggung didepan banyak pelayan.
Vino hanya mengangguk dan menyuruh Vira duduk disebelahnya.
"silahkan pak dimulai," titah Andre.
"baik tuan,"
Vira berusaha memberikan kode agar penghulu itu mengerti jika mereka tidak bisa menikah tapi sayang pak penghulu tidak mengerti.
"tuan sepertinya nona muda ini masih keberatan atas pernikahan,"
pak penghulu itu malah menganggap kode dari Vira berbeda, dia mengira Vira sedang dipaksa walau memang terpaksa namun bukan itu poin utamanya.
"baiklah tuan muda haruskah saya bertindak disini saya rasa hiu ditengah laut itu masih kelaparan sekarang. kasian sekali hiu itu harus memakan tulang belulang seperti ini," ujar Andre sambil menunjuk tubuh penghulu.
"tapi tuan saya benar-benar.."
"hitungan mundur mulai dari tiga,"
sontak penghulu itu membulatkan mata melihat pistol yang dikeluarkan Andre dari jasnya.
"dua" andre bersiap menarik pelatuk pistol
"ti.."
"baik tuan baik saya akan menikahkan mereka," ucap penghulu memohon ampun
"silahkan!" titah andre kembali memasukkan pistol kedalam jas.
"tuan muda saya kira anda hanya bercanda saya belum siap menikah tuan," ucap Vira berbisik.
"apa aku perlu meminta persetujuan mu, dalam hidup ku tidak pernah ada penolakan termasuk diri mu," kata Vino.
"sekali lagi maaf tuan saya tidak bisa permisi" Vira menundukkan sedikit tubuhnya lalu berjalan pergi.
para pelayan melongo melihat Vira benar benar berani melawan apa yang dikatakan oleh Vino
"berani sekali kau menjawab perkataan ku!!" teriak vino emosi
andre langsung bertindak dan memberikan kode kepada para pelayan untuk menyeret Vira kembali.
Vira sempat melawan tapi apalah daya 15 pelayan memegang tubuhnya tanpa bisa bergerak. Vira menunduk pasrah harapannya untuk bebas seketika hilang ditelan bumi pasalnya ketika Vira menikah dengan vino artinya sudah tidak ada harapan untuk pergi dari rumah ini dia akan selamanya terkurung disana.
beberapa menit berlalu dan
sah!!
resmi sudah pernikahan Vira dengan vino yang tak diduga-duga olehnya, Vira meneteskan air mata entah itu air mata sedih atau bahagia namun para pelayan dan pengawal yang melihat itu ikut terharu melihat gadis cantik tersebut banjir air mata.
"tuan muda, nona silahkan pasangkan cincin di jari pasangan anda," ucap penghulu.
Vino mengangguk dan mengambil cincin pernikahannya, Vino mengulurkan tangan berharap Vira akan mengulurkan tangannya juga namun gadis itu masih termenung dan tidak mendengar perkataan penghulu tadi.
"Vira!" panggil vino sedikit meninggikan suara.
Vira terkejut lalu melirik vino dan sekeliling nya bahkan mereka juga sama seperti Vira, sedang berada dibawah tekanan namun ialah yang memiliki tekanan paling berat.
"i-iya,"
"tangan mu," ujar vino.
Vira ragu apakah dia harus menyentuh laki laki yang sudah resmi menjadi suaminya tapi disisi lain tetap saja pernikahan itu belum resmi, tangannya gemetar seakan enggan untuk menyentuh nya namun tatapan tajam Vino membuat nyali Vira menciut.
Vino memasangkan cincin dijari manis Vira lalu mencium keningnya. darimana vino belajar hal itu? tentu saja Andre biang keroknya.
Vira terkejut saat merasakan bibir tipis vino mendarat di keningnya, selain almarhum ayahnya Vira belum pernah diperlakukan seperti itu oleh pria.
sekarang gantian Vira lah yang memasang cincin dijari suaminya, Vino merasakan tangan putih mulus itu sedang memegang tangannya namun tetap saja dengan ekspresi datar. tanpa aba aba Vira mengangkat tangan Vino lalu mencium dan menyalami suaminya persis seperti istri yang menaati suami. tentu saja vino sangat terkejut.
"baiklah saya akan mengantar anda pak penghulu mari," kata Andre setelah merasa semua sudah selesai
setelah beberapa saat berlalu, kini Vira berada didalam kamar sambil menatap cincin yang ada dijari manisnya.
ayah bunda Vira sudah menikah kalian tau Vira tidak akan pernah menyangka karena memiliki status pernikahan seperti kalian bahkan yang lebih parahnya suami Vira tidak percaya pada tuhan. batin Vira tersenyum kecut meratapi nasibnya.
"ayah bunda kenapa takdir berjalan seperti ini," gumam Vira.
ceklek
Vino membuka kamar dan melihat Vira sedang duduk diatas kasur king size nya.
"apa ada masalah tuan muda?" tanya Vira sembari memasang kain penutup wajah nya.
"tidak aku ingin tidur," jawab vino datar dan membaringkan dirinya disamping Vira.
Vira terkejut dan refleks melompat turun dari kasur, dia sampai memegang dadanya karena jantungnya berdetak tidak beraturan.
"tuan muda sebaiknya anda kembali ke kamar anda" ucap Vira.
"memangnya kenapa sudah tidak ada fitnah seperti yang kau katakan," jawab vino ketus lalu menutup matanya tidak ingin ambil pusing.
Vira mulai berani mengangkat wajahnya dan melihat wajah vino yang memancarkan ketenangan saat menutup mata.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 189 Episodes
Comments
Meiti Dasinsingon
pada dasarnya semua kritik dan saran bertujuan baik, namun perlu juga di pertimbangkan untung ruginya jika sudah berkaitan dengan Agama, sebab hati dan pikiran sangat sensitif jika telah menggunakan Agama pada penulisan baik cerita nyata maupun cerita dalam novel, semoga karya author menjadi inspirasi bagi kami pembaca, sejauh ini ceritanya menurut saya bagus, tetap semangat menciptakan novel-novel berikutnya 👍👍👍🙏🙏🙏
2022-11-06
0
Yuni Yuni
Vira yang sabar ya mehadapi suami anda
2022-09-01
0
Kurnit Rahayu
tetep z pernikahany haram krna c vino atheis...tidk percya tuhan...
2022-08-31
0