"sajadah itu bukan bahan peledak tapi sajadah itu tempat seperti ini namun sedikit tebal," tutur Vira sambil menunjuk hijab yang sedang ia kenakan sebagai sajadah.
"oh"
"sudah stop bertanya dan tolong diam sebentar," kata Vira namun lebih kepada perintah.
Vino mengangguk pelan tanda menyetujui perkataan Vira, saat gadis itu mulai shalat Vino melihat wajah Vira lalu bibirnya yang sedang komat kamit entahlah dia sedang membaca apa pikir vino tapi disaat seperti ini wajahnya memancarkan ketenangan tanpa gelisah sedikitpun.
gadis ini sangat patuh kepada tuhannya, batin vino.
kini Vira selesai dengan sholat nya dan merapikan mukena lalu menatap Vino sedari tadi pria itu melihat kemana arah tubuh mungil Vira melangkah
"kenapa?" tanya Vira.
"apa yang kau baca tadi tidak bisakah kau membacanya dengan keras? kenapa harus berbisik bisik?"
Vira tidak menjawab karena semakin kesini Vira semakin tau karakter Vino, jika dia bertanya satu pertanyaan maka akan ada banyak akar pertanyaan lainnya.
"ayo turun makan siang," ajak Vira
"ah ya aku sudah lapar, baiklah ayo" kata vino
Vira mengambil kain penutupnya diatas nakas
"kau tidak perlu memakainya aku sudah memindahkan seluruh pelayan ke rumah belakang mereka hanya datang untuk memasak lalu pergi dan mereka hanya datang untuk membersihkan rumah di pagi hari,"
"rumah ini akan sepi jika kau membuat mereka semua pergi, rumah mu sangat luas tapi seperti rumah hantu jika pelayan mu tidak ada jadi mohon tuan raja pertimbangkan kembali," ujar Vira menyatukan tangannya seperti memohon kepada raja.
lagi lagi Vira membuat sejarah ketika ia berhasil mengukir senyum tipis diwajah Vino dengan kelakuan konyol nya.
"ayolah aku tidak bercanda,"
"kau suka sekali memasang wajah anak kecil seperti itu, berapa usia mu" ucap vino ketus.
namun ia ketus bukan karena tidak suka tapi karena tidak tahan dengan wajah Vira yang seperti itu.
"umur ku 18 tahun masih sangat muda jadi mohon permakluman anda tuan raja," jawab Vira mendramatisir.
"jangan terlalu banyak menonton film otak rusak jika terus melakukan itu,"
"baiklah ayo turun makan siang,"
Vino mengangguk tanda setuju dan keduanya turun ke bawah agar tidak ada perdebatan lagi.
***
meja makan sudah penuh dengan makanan, Vira mengambil nasi dan juga lauk pauknya lalu memberikan vino. pria itu termenung dengan piring yang ada didepannya sudah terisi penuh dengan makanan.
"kau mau makan atau tidak kenapa melamun" sapa Vira menyadarkan Vino
"kau memberikan ini untuk ku?"
"aku hanya mengikuti bunda ku, aku sering melihat bunda menyiapkan makanan untuk ayah terlebih dahulu baru menyiapkan untuk dirinya sendiri,"
walau masih heran dengan seluruh perilaku istrinya Vino tetap memakan apa yang sudah disediakan namun tiba tiba vino ingin menanyakan sesuatu yang penting pada Vira.
"apa kau melihat bunda mu mencium ayah mu juga saat permintaannya dikabulkan?" tanya Vino menghentikan makannya.
uhuk..uhuk..uhuk
Vira tersedak mendengar pertanyaan vino bagaimana bisa dia mengungkit masalah tadi lagi.
"kau sudahlah jangan berbicara lagi, makan saja makanan mu" jawab Vira mengalihkan pembicaraan.
"jika aku bertanya jawab bukan mengalihkan pembicaraan" ucap vino kesal
huhh
Vira mengehela nafas kasar dan mulai menjelaskan apa yang Vino pertanyakan namun terkadang vino banyak bertanya soal apa yang ia tidak ketahui.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 189 Episodes
Comments
Eman Sulaeman
😄😄😄😄😄vira vira
2022-01-13
0
Asep Asep
ini vino kasihan ya tdk pernah punya kasih sayang kali
2021-12-29
0
Hamokitsi Run
ehm vino mulai modus 🤭🤭🤭
2021-12-09
0