"tadi kau hanya mendengar kata kabur kan? aku bilang sudah tidak ada harapan untuk kabur dari mu artinya aku akan tetap disini tidak bisa kemana mana lagi," tutur Vira.
"artinya kau masih ingin kabur kan dari tempat ini" sanggah Vino.
"bu-bukan aiiissshh begini saja jika aku kabur ujung ujungnya aku kembali lagi kau akan menemukan ku dan sekarang aku sudah tidak berniat untuk kabur karena kau menyetujui aku untuk kuliah,"
Vino menatap manik hitam gadis itu dan sepertinya dia tidak berbohong, Vino masih bisa melihat tatapan polos gadis ini karena usianya yang terpaut cukup jauh dengan Vino.
"ya sudah aku percaya padamu, kapan kau akan mendaftar kuliah?" tanya Vino mengalihkan pembicaraan.
"mm mungkin besok," jawab Vira.
"aku akan mengantarmu," ucap vino mengalihkan pandangannya karena tidak tahan berlama-lama menatap Vira
"tidak tidak a-aku"
belum melanjutkan kalimatnya tatapan vino sudah seperti harimau yang siap menerkam mangsa.
"baiklah atur sesukamu," imbuh Vira pasrah.
"tidak ingin mengucapkan terimakasih?" tanya Vino
"terimakasih,"
"hanya itu?" tanya vino lagi
"baiklah tutup mata mu hadiah ku lebih indah daripada rembulan malam" ucap Vira membanggakan diri
Vino menutup matanya mengikuti ucapan Vira toh jika gadis itu macam-macam Vino memiliki insting yang kuat.
"taraaa"
"apa yang imi"
"tanda terimakasih" ucap Vira
mm sebenarnya aku sengaja membawa nya kedalam kamar tapi berikan sajalah, batin Vira.
Vino bingung sendiri melihat bunga yang ada ditangan nya, untuk apa memberikan bunga yang ada di taman pikir pria itu
"heeh untuk apa aku tidak butuh yang seperti ini," tolak Vino.
entah kenapa vino sangat senang untuk melihat wajah mungil yang sedang ia tatap saat ini, vino merasa banyak yang istimewa dari gadis kecil itu.
"aku tau aku cantik oleh karena itu aku menutup kecantikan ku agar tidak ada yang melihatnya dan kau jangan terus menatap ku seperti itu"
"ya kau memang cantik, " jawab vino tanpa sadar.
"eh tidak maksud ku kau cantik tapi masih dibawah standar tipe ku" imbuh vino.
"terserah kau saja aku ingin sholat dulu," Vira beranjak dari kasurnya.
"sholat lagi? tadi pagi kau juga sholat apa belum cukup?" tanya Vino kembali polos jika sudah berkaitan dengan kehidupan Vira.
"aku melakukannya lima kali sehari asal kau tau aku melakukannya pada pagi, siang, sore, dan malam,"
Vino tidak mengerti dan hanya membentuk huruf O di mulutnya.
"keluarlah," usir Vira.
"hey ini kamar ku sebelum kau tinggal disini kamar ku berada disini" ujar Vino kali ini dengan nada bersahabat.
"terserah," Vira acuh saja lalu masuk kedalam kamar mandi sambil membawa mukena untuk mengambil air wudhu.
beberapa menit kemudian Vira keluar dengan mukena panjang sampai dibawah lutut serta bawahannya
Vino bengong melihat Vira yang semakin cantik dengan balutan kain panjang berwarna merah muda itu, wajah mungil nya terlihat sangat cantik dan cerah.
"sebenarnya aku lupa membeli sajadah kemarin kapan kapan saat kita keluar temani aku membelinya," ucap Vira
dia sibuk mencari hijab panjang untuk dikenakan sebagai sajadah.
"sajadah? benda apalagi itu apa bentuknya seperti bahan peledak? tidak tidak jika berbahaya aku tidak akan membelikan mu,"
Vira menggelengkan kepala kenapa manusia didepannya ini tidak mengerti sama sekali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 189 Episodes
Comments
Rohmawati Rimbo
yang kayak gini ku suka bangat Thor selat n sukses sllu y
2022-04-02
0
Eman Sulaeman
😅😅😅😅😅 mafia bego
2022-01-13
0
Asep Asep
mafia memang begitu itu kan sudah setengah syetan
2021-12-29
0