Suasana yang ribut menjadi tanda tanya besar bagi Hero. Sesaat ia terdiam sebelum mengumpat dan langsung menuju rumahnya dengan cepat. Hal itu membuat semua orang di sana langsung menatap dirinya. " Nah ini dia!" Tunjuk seorang kakek tua pada Hero.
'Ada apa ini?' Tanyanya dalam hati.
"Wah, jadi dia pemilik benda berkilauan itu?" Hero semakin mendelik dengan perasaan kacau. Semoga saja itu tidak seperti dalam pikirannya.
"Maksudnya apa ya?" Tanya Hero dengan tenang dalam situasi seperti ini.
"Dan benda kilauan apa?" Tanyanya lagi dengan mata warga yang masih menatap dirinya bagaikan mangsa.
"Tentu saja benda itu! Tidakkah itu berkilau?" Tanya mereka, dan mendengar hal itu Heri langsung melihat ke arah tunjuk mereka.
"Mobil siapa ini?" Tanyanya. Ia berpikir tidak mungkin kuas nya bergerak sendiri menyelesaikan misi dan ia mendapatkan hadiah mobil keluaran terbaru bukan.
"Itu mobilku, Hero!" Hero langsung berbalik dan terlihat sosok Jill dengan wajah yang cantik bersinar ditambah dress yang ia padukan dengan blazer hitam dan riasan tipis serta rambut gerainya.
"Jill?" Panggil Hero, dan merasa namanya dipanggil oleh pria idamannya. Jill langsung mendekat membuat semua orang iri akan hal itu.
"Iya, aku datang menemui mu. Kau dari mana?" Tanya Jil dengan menyentuh lengan Hero yang membuat pria itu kelabakan.
"Aku habis belanja. Kau ...."
"Wah, ternyata benar wanita cantik itu kekasihnya Hero!" Ujar wanita pemilik kontrakan Hero yang membuat semua orang melihat ke arahnya.
"Wah! Cocok kok! Tampan dan cantik seperti artis ya!"
"Sudah, ayo kita bubar! Kasihan pasangan ini terganggu."
"Hmmm, asal tidak buat hal mesum saja. Karena kami akan melihatnya!" Hero merasa bergidik mendengar ucapan ketua RT itu, dan ia Han mengangguk tipis sedangkan Jill tersenyum manis.
Perlahan kerumunan menghilang dan Hero segera menjaga jarak membuat Jill tersentak. "Ah, maaf ya. Habisnya aku senang kau datang, aku sejak tadi menunggu mu." Jawab Jill.
"Kau datang dengan mobil ini?" Tanya Hero.
"Iya."
"Lain kali jangan menggunakan ini. Terlalu mencolok dan nanti ....."
"Baiklah, aku merasa haus, boleh masuk?" Hero terganga akan sikap Jill yang langsung mengambil kunci dari tangannya dan membuka pintu.
"Ayo masuk!" Ajak Jill seolah dialah pemilik rumah, Hero melangkah masuk segera setelah cukup kelelahan dengan kerumunan.
"Wah, rumahmu terlihat nyaman dan rapi."
"Tidak seperti rumahmu yang seperti istana bukan? Tidak ada AC ataupun kipas." Ujar Hero sambil meletakkan barang belanjaan nya.
"Tidak masalah, karena kehadiran mu seperti AC bagiku. Kalau tidak percaya sentuh saja tanganku." Jill berujar sambil memberikan tangannya membuat Hero geleng kepala.
"Tidak perlu. Ngomong-ngomong dari mana kau tau tempat tinggal ku?" Tanya Hero sambil memberikan sebotol minuman.
"Hmmmm, karena aku kan Tuan putri jadi mataku ini sangat banyak, bukankah kau bilang aku tinggal di istana?" Balasnya.
"Dasar orang kaya." Gumam Hero yang terdengar oleh Jill.
"Memang begitu." Balas Jill dengan senyuman manisnya.
"Biar ku tebak, kau membeli peralatan masak dan ......"
'Astaga! Kenapa ada benda keramat miliknya di sana? Sepertinya ia membeli itu juga. Astaga!' Jill langsung memalingkan wajahnya dari kantong plastik itu. Kekuatan matanya yang mampu menembus benda membuat ia sering kali melihat benda yang aneh, tapi entah mengapa ia menjadi berbeda sekali saat melihat benda keramat milik Hero.
"Dan apa? Kau ini seperti cenayang ya." Hero bangkit dan mengeluarkan barang belanjaannya itu.
"Aku tidak sengaja melihat bentuk dari wajannya." Elak Jill.
"Ngomong-ngomong, lukisannya belum jadi. Aku belum membuat nya, jadi ....."
"Wah!" Teriak Jill sambil melangkah menuju sudut ruangan dengan tangannya yang sudah menyentuh lukisan kecil.
"Hei!" Panggil Hero.
"Ini lukisan! Kau bohong ya? Ini bagus sekali." Puji Jill sembari terus menatap lukisan itu.
"Tapi itu ..."
"Aku ambil yang ini!" Putus Jill dengan cepat.
"Eumhhh, kalau aku perhatikan ..... Sepertinya mirip seseorang ...." Mata Jill berbolak balik menatap lukisan dan Hero membuat Hero memalingkan wajahnya.
'Ternyata itu dirimu ya. Tampan sekali meskipun berbentuk dua dimensi.' Ujar Jill dalam hatinya.
"Seperti apa?" Tanya Hero
"Seperti pria idamanku!" Jawab Jill dengan senyuman manisnya membuat Hero terdiam sejenak memandangi wajah cantik itu.
'Cantik, unik dan begitu energik!' Tanpa di sadari Jil berbalik dan mereka saling menatap satu sama lain.
Bersambung ......
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Hiu Kali
mantabb.... yooo semangat lagee thor.. gaassss
2022-09-15
2