Sekelompok pemuda itu segera memasuki restoran, pelayan sudah berdiri menyambut kedatangan mereka. Pria bermanik abu-abu itu terus menatap sekeliling ruangan mencari tahu siapa pemilik dari motor keluaran terbaru itu.
"Ayo kita duduk bung. Aku sudah sangat lapar." Sahut temannya.
"Hmm, baiklah. Kita duduk di sana." Mereka pun duduk di tempat yang berisi kursi pas untuk mereka. Semuanya langsung memesan dan sambil menunggu mereka memulai pembicaraan.
"Jadi, saat duduk di restoran seperti ini. Aku jadi teringat akan si ganda itu."
"Huh! Kau ini merusak mood pagi ku saja." Balas yang lainnya.
"Iya, dia itu pembawa si*al. Tidak perlu mengatakan mengenai dirinya, nanti kita ikut ketularan! Hahaha." Semuanya serempak untuk tertawa, bahkan hal itu menjadi pusat perhatian sejenak pelayan di sana.
Suara sekelompok tawa itu membuat sendokan dari tangan lentik itu terhenti,dan wajahnya langsung melirik tempat segerombolan suara itu berasal. "Astaga! Siapa yang tidak tau sopan santun saat makan!" Setelah melirik beberapa saat terlihat tempat para kumpulan suara itu.
"Aku jamin, mereka hanya segerombolan anak manja!" Setelah itu ia segera kembali mengambil suapan terakhir nya.
"Hei! Lihat! Ada gadis cantik!" Seketika semula menoleh pada sosok yang menjadi pusat perhatian seketika.
"Wah, cantik sekali!" Pujinya melihat bidadari dihadapannya.
"Ayo, Lucas! Tunjukkan pesona mu." Ujar pria berambut cokelat pada pria bermanik abu-abu itu.
"Baiklah, ayo ku tunjukkan." Lucas segera berdiri dan menghampiri bidadari itu.
"Hai, apa kursi ini kosong?" Tanyanya membuat pergerakan tangan itu terhenti.
"Kau bicara padaku?" Balas sosok cantik berkulit putih susu dihadapannya ini.
"Iya, tentu saja dengan wanita cantik seperti mu."
"Begitu ya, kebetulan kursi ini sudah ada yang mengisi." Balasnya membuat dahi Lucas berkerut.
"Benarkah? Tapi .... Aku lihat kau sendirian saja." Balas Lucas lagi membuat bibir ceri itu tersungging.
"Tentu saja diisi oleh udara. Lagipula, kita tidak saling kenal, untuk apa aku mengizinkan mu duduk di sini? Bukankah kau duduk di sana? Tempat itu?" Balasnya tak kalah sengit dengan telunjuk tangan yang mengarah ke sekumpulan temannya.
"Wah, aku tidak menyangka. Aku diperhatikan oleh wanita cantik seperti mu." Balas Lucas dengan senyuman manisnya membuat wanita itu geli sekarang.
"Siapapun akan memperhatikan sekumpulan orang yang menganggu ketentraman suasana di pagi hari ini."
" Apa tawaku seperti kicauan burung? Merdu bukan?" Sepertinya Lucas tidak memiliki malu sekarang.
"Kicauan yang sangat buruk, bahkan merusak mood pagi ku!"
"Kenalkan aku Lucas, ayahku seorang anggota dewan." Dengan bangganya ia memperkenalkan dirinya, dan hal itu menjadi perhatian teman-temannya.
"Wah, aku yakin Lucas memulai jerat nya."
"Lalu?" Tanya pemilik wajah cantik itu.
"Kau sendiri? Namamu? Tempat tinggal mu? Ataupun nomormu?"
"Maaf, tapi aku sibuk. Aku tidak punya waktu meladeni mu!" Dengan segera wanita itu bangkit dari sana,tapi Lucas segala mengambil tangan lentik itu membuat pemiliknya kaget bukan main.
"Kau!"
"Nona cantik, jangan begitu. Setidaknya kita bisa mengobrol dulu, atau aku ...." Saat Luca mendekatkan wajahnya tiba-tiba saja ....
Bughh! Bughh!
Terdengar suara tendangan yang membuat ia langsung tersungkur dan kesaksian sambil menyentuh lele keramatnya yang mana hal itu langsung membuat sekelompok temannya datang membantu. "****! Kau!"
"Jangan kira aku wanita biasa! Dasar!" Setelah memukuli Lucas tepatnya lele keramatnya ia wanita itu langsung pergi. Kejadian itu tentu saja menjadi perhatian utama bagi pelanggan di sana tak terkecuali Hero.
Matanya terus menelisik kejadian yang terjadi di belakangnya dan saat ia melihat, matanya langsing menjadi tajam dengan tangannya yang mengepal dan buku jarinya memutih. "Mereka!"
Bersambung ...
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya. Dengan cara like komen dan vote di hari ini, terimakasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
herriyago
sekali skrol kandas...
2022-09-06
2