Tidak Mudah Melepaskan

Sosok cantik itu masih terpaku saat melihat wajah tampan yang berada dihadapannya. Lidahnya terasa kelu, matanya juga tidak berkeringat membuat sosok dihadapannya kebingungan. "Apa wanita ini tuli?" Itulah pikirnya.

"Halo!" Suaranya mengagetkan mata hitam itu.

"Ah ya?" Balasnya, dan sekarang lega rasanya ia bicara dengan orang normal.

"Apa mobil ini milikmu?" Tanyanya dan lagi-lagi membuat sepasang netra hitam terdiam lagi.

'Bukankah ia adalah pria tadi? Benar! Dia adalah pria tadi!' Sorak bergembira terlantur di hatinya. Fortune cookies itulah gambaran yang cocok, tidak perlu ia cari, sosok itu berada dihadapannya.

"Halo? Apa mobil ini milikmu?" Pertanyaan apakah sama kembali terlontar dan ia dengan segera menjawab.

"Ia, ini mobilku. Ada apa?" Tanyanya balik.

"Bisa dipinggirkan? Karena sekelompok motor itu membuat motorku tidak bisa keluar." Tunjuknya pada sekelompok motor.

"Ahh .... Begitu rupanya, tentu saja." Karena hatinya yang sedang berbunga-bunga ia tentu mau. Ia segera membuka pintu mobilnya tapi ia kembali keluar membuat sosok tampan itu mengerutkan keningnya.

"Ada yang ketinggalan?" Tanyanya.

"Tidak, tapi .... Setelah aku pindahkan mobilku, aku boleh tau namamu?" Tanyanya membuat pria yang dihadapannya semakin bingung.

"Namaku? Kenapa?" Balasnya.

"Eumhh ..... karena....."

'Mati aku! Aku belum menemukan alasan yang cocok! Bagaimana sekarang? Ayo! Pikirkan dengan cepat!' Wanita cantik itu tampak berpikir keras dan netra hitamnya lambat menangkap tas pria tampan itu yang membuat sebuah bola lampu menyala di atas kepalanya.

"Karena, aku ingin sebuah lukisan. Bukankah kau seorang pelukis?" Ujarnya membuat sosok dihadapannya terdiam sejenak.

"Dari mana tahu, kalau aku seorang pelukis?" Tanyanya balik. Karena sungguh ia tidak bisa percaya begitu saja pada orang lain, setelah begitu banyak hal yang menimpa dirinya.

"Tadi, aku sempat masuk dan makan di sini, dan tas nya sedikit terbuka jadi aku melihat sebuah kuas yang berada didalamnya, lagipula dari tampilan mu kau terlihat begitu. Aku ini tidak pernah salah menilai orang tau!" Ucapan panjang lebar itu membuat dirinya berpikir.

'Astaga! Aku harap kuas nya tidak jatuh!' Dengan segera ia membalik tas nya dan membuka resleting tas usang itu. Hatinya menjadi lega saat melihatnya.

"Tenang saja, pastinya tidak akan hilang. Jadi bagaimana?" Suara lembut itu menyadarkan dirinya.

"Hmm, baik. Tapi .... Bisakah singkirkan dulu mobilnya?"

"Tentu,aku harap pria sepertimu tidak ingkar janji!"

"Aku tidak seperti itu." Balasnya sambil melihat kaki jenjang itu memasuki mobil dan tak lama terlihat mobil mewah itu sudah berpindah tempat.

"Jadi namamu?" Tidak sabaran itulah yang ia tangkap saat bertemu dengan wanita ini.

"Hero, namaku Hero."

"Namaku Jill, senang bertemu denganmu."Hero membalas jabatan tangan Jill yang langsung menarik tangan nya. Begitu halus seperti sutra yang dirasakan oleh Hero. Hero yakin, wanita ini bukanlah wanita biasa.

"Jadi kapan aku bisa mendapatkan lukisanku?"

"Sepertinya tidak sabaran sekali. Alangkah baiknya, jika sebutkan dulu idenya atau temanya. Aku tidak mungkin melukis sebanyak itu atau dapatkan menebaknya." Ucapan Hero membuat wajah Jill tersenyum malu.

"Maaf, aku lupa. Karena ini sangat spesial bagiku." Hero merasa sedikit janggal dengan sosok Jill, tapi selama ia tidak merasa bahaya maka ia jalani saja.

"Jadi?" Tanya Hero.

"Aku ingin lukisan yang sederhana saja tapi mengandung makna yang baik."

"Begitu ya. Baiklah, akan aku buatkan. Tapi .... Jujur saja kita baru bertemu dan kau tidak mengenal ku begitupun sebaliknya. Bagaimana jika hasilnya tidak seperti yang kau harapkan?"

"Aku percaya padamu, kau adalah orang yang jujur. Itulah pengamatan ku." Ujar Jill sambil melirik tas usang Hero. Matanya menangkap sinar dari dalam sana.

'Cahaya itu, bukankah itu batu mulia yang langka? Aku rasa aku bertemu dengan orang yang spesial!' Ujarnya dengan mengendalikan wajahnya.

"Kalau begitu, aku minta nomor mu atau alamat rumahmu mungkin."

"Tentu saja. Ini, kalau dapat aku ingin tahu rumahmu."

"Untuk apa?" Tanya Hero cepat.

"Untuk melihat proses pembuatan nya. Tidak masalah kan?"

"Masalahnya aku baru saja datang dari kampung ku. Jadi ... Kau tau, maksudnya ...."

"Kalau kau mau, aku bisa bantu mencarikan rumah yang cocok untuk mu atau kontrakan."

"Tidak perlu, aku sudah ada. Aku akan menghubungi mu segera." Ujar Hero cepat dan ia segera melajukan motornya.

"Sampai jumpa!" Teriak Jill dengan bahagia. Dan tentu saja pemandangan itu tak lepas dari sepasang mata.

"Si*al? Darimana si ganda itu mendapatkan motor itu? Juga ... Ia bicara dengan wanita cantik itu!"

"Sepertinya ia tinggal di kota ini, kita bisa mencarinya dan memberikan pelajaran nanti."

"Kau benar!" Ujarnya dengan senyum jahatnya.

"Aku senang sekali! Kita akan bertemu lagi Hero!" Karena Jill memasang GPS di motor Hero tanpa sepengetahuan nya.

Bersambung.....

Spoiler!!!!!!!

Hero dilema dengan hadiah yang ia dapatkan di misi berikutnya! Penasaran? Saksikan kelanjutannya di episode berikutnya ya.

Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.

Terpopuler

Comments

yuce

yuce

itu sijil punya niat jahat deh kayaknya pengen ambil bagu mulianya.. mencutigakan deh cweknya. mc jangan terlalu percaya deh sama orang yv batu dikenal ntar ditipu.

2022-11-18

1

Zafrullah Effendy

Zafrullah Effendy

ceritanya bagus, tapi belum bisa jadi favorit

2022-09-13

1

DEWA SEMESTA

DEWA SEMESTA

mantap

2022-09-09

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!