Hero menelisik wanita dihadapannya ini. Entah dari mana asalnya, tapi ia bersikap seolah bisa dan membantu dirinya. "Maaf Nona, kita tidak saling mengenal. Lagipula ini bukan urusanmu!" Tolak Hero.
"Yakin? Aku bisa membantu lho! Hanya mendengarkan percakapan mereka itu sangat mudah. Pikirkanlah, sebelum menjawab." Seolah tau yang dipikirkan oleh Hero, wanita itu tentu saja tidak melewatkan kesempatan ini, karena dia memiliki sesuatu di kepalanya.
"Ondel-ondel kau bilang begitu tadi kan?" Tanya Hero yang teringat akan ucapan wanita itu.
"Iya!" Jawabnya dengan cepat.
"Kenapa kau bilang begitu?" Tanya Hero lagi.
"Kenapa? Kau tidak tau ya? Siapapun yang tinggal di sini juga tau, siapa dan kenapa serta bagaimana ondel-ondel itu!" Tunjuknya dengan mulut yang mencerocos.
"Kau tinggal di sini? Sejak kapan?" Hero tentu saja terus bertanya karena hampir tujuh belas tahun ia tinggal di sini, ia tidak pernah melihat wanita ini.
"Aku tinggal setahun ini. Tapi, jangan bandingkan pengalaman ku tentang warga di sini. Aku sangat tau!" Begitu pedenya ia bicara pada Hero.
"Biar ku tebak? Kau pernah tinggal di sini ya? Atau, jangan ..... Jangan ...."
"Jangan apa?" Potong Hero.
"Kau pacarnya ondel-ondel itu ya? Iya kan?" Mendengar tebakan itu membuat mata Hero melotot, berani-beraninya wanita ini mengambil kesimpulan seperti itu.
"Hei! Sebelum asal bicara lihat dulu! Aku .... Tidak terlihat seperti pria yang kau maksud!"
"Kalau tidak merasa kenapa marah?" Balas wanita itu seolah tidak mau mengalah.
"Aku sudah sering melihat banyak pria yang datang ke mari dan bertanya atau melihat ondel-ondel. Entah apa yang begitu menarik darinya, palingan juga uangnya!" Hero termangu mendengar penjelasan wanita itu yang mengatakan bibinya sering membawa pria.
"Katakan dengan jelas!" Hal itu membuat wanita berjaket hitam ini tersenyum senang.
"Seperti yang ku katakan tadi, tidak ada yang gratis. Aku memberikan mu informasi, kau berikan aku sesuatu. Kalau kau memang bukan salah satu dari pria ondel-ondel itu tentunya kau pasti orang yang ber-uang."
"Baiklah, tapi yang pertama kau perlu mengatakan padaku mengenai percakapan mereka. Tanpa mendekat!" Ujar Hero.
"Dan kalau kau gagal, maka tidak ada uang!"
"Baiklah, tapi kalau informasi yang ku berikan tepat, kau harus memberikan hal yang ku minta sebagai bonusnya. Bagaimana? Deal?"
"Deal!" Hero yakin wanita ini akan kalah, bagaimana bisa seseorang yang berdiri di radius yang sama akan mendengar percakapan dari jarak yang cukup jauh.
'Pasti dia ini penipu!' Ujar Hero melirik ke hadapannya.
'Wah, ternyata ia belum tau siapa aku!'
"Baiklah, kalau begitu mulailah!" Wanita itu langsung mengangguk dan kemudian terdiam dan hal itu menjadi hening. Hero melihat aksi dari wanita ini yang hanya diam memandangi rumah bibinya.
" Aaa...."
"Mereka membicarakan mengenai pembayaran atas rumah serta beberapa surat wasiat dan .....".
"Dan apa?" Tanya Hero cepat.
"Dan ......."
"Apa!"
"Kau mau aku mengatakan tentang hal yang menjijikkan?" Sentak nya.
"Heh? Aku meminta mu mengatakan apa yang mereka bicarakan, kenapa jadi ke sana?"
"Memang itu yang mereka katakan! Asal kau tau saja. Pria itu adalah peliharaannya! Kalau tidak percaya lihat saja!" Hero seolah terhipnotis langsungnya melihat ke arah pintu dan matanya membola melihat hal tidak senonoh itu. Bagaimana bibinya saling beradu tak bertulang itu tanpa sadar akan lingkungan sekitar.
"Gila!" Hanya itu yang Hero ucapkan.
"Percaya kan?"
"Kau pikir kau percaya dengan apa yang kau katakan itu? Siapa yang percaya kalau kau tidak membual?"
"Begitu ya? Bagaimana kalau kita taruhan! Kalau aku benar kau harus bayar mahal!"
"Baik! Siapa takut?"
"Kalau begitu, berikan ponsel mu!" Ujarnya dengan tangan mengadah.
"Apa maksudnya?"
"Kau mau cepat atau tidak? Kalau macam-macam aku bisa berteriak dan mengarang cerita pada warga." Hero memberikan ponselnya dan ingin melihat drama penipu ini.
"Ini!" Setelah mendapatkan ponsel Hero ia juga mengeluarkan ponselnya dan melakukan pertemanan di salah satu aplikasi.
"Caranya, kau berdiri di sini dan aku di sana! Kau lihat warung itu? Aku akan pastikan dapat menebak yang kau ucapkan dan akan menulisnya di chat."
"Ok! Kita mulai!" Hero sungguh tidak sabar melihat drama penipu ini terkuak.
"Mana ada orang seperti itu? Dasar penipu. Aku pastikan kau akan malu!" Gerutu Hero sambil melihat wanita itu berjalan ke warung.
"Beraninya ia menuduh ku penipu! Akan ku perlihatkan siapa aku!" Setelah dirasa cukup, Hero segera bicara asal-asalan karena ini pastinya hanya akal-akalan wanita itu.
Dan saat terlihat notifikasi, mata Hero membulat saat melihat teks pesannya. Dasar penipu! Pembual! Aku tidak akan kalah!
"What!" Ujar Hero dan dengan cepat teks pesan datang sesuai dengan ucapan ia barusan, Hero berucap sambil melihat wanita itu yang membelakangi dirinya. Antara tidak percaya atau mengagumkan atau ia sedang bermimpi.
"Bagaimana?" Hero yang asyik melamun tidak sadar dengan kedatangan wanita itu.
"Apa?"
"Sudah cukup! Sekarang kau percaya kan?"
"Bagaimana kau melakukannya? Kau tidak penipu bukan?"
"Tidak! Aku tidak seperti itu! Aku ini memiliki keistimewaan kau tau? Sudah! Sekarang mana bayaran nya? Kau tidak ingkar janji bukan?"
"Kau seperti telepati, bagaimana kalau kita bekerja sama?" Tawar Hero.
"Apa yang akan ku dapatkan? Lagipula seperti yang kau katakan tadi. Kita tidak saling mengenal jadi anggap saja ini sebagai pertemuan saling menguntungkan." Wanita itu segera memasukkan amplop uang yang diberikan Hero.
"Sudah! Aku hanya bertemu dan membantu orang sekali saja. Jadi, selamat tinggal! Jangan lupa yang ku sampaikan tadi mengenai ondel-ondel itu!" Wanita itu perlahan menjauh dan Hero berteriak menyusul.
"Hei! Siapa namamu?"
"Helena!" Jawabnya perlahan pergi dengan angkutan kota.
"Helena ...." Ulang Hero dengan senyuman dan rencana baru di kepalanya.
"Aku pastikan kita akan bertemu kembali dan sepertinya ada kelemahan kemampuan mu, kau tidak bisa menebak isi hati orang hanya bisa mendengar jarak jauh." Ujar Hero dengan seringainya.
"Dan kau bibi, tunggu kejutan dariku. Dengan uang yang banyak ini aku akan membalas dirimu!" Hero tiba-tiba terhenti saat merasakan sistemnya aktif.
"Aku jadi bingung, kenapa ia sekarang aktif tanpa alasan?" Pikir Hero sambil memasukkan kepalanya sedikit ke seperangkat sumber kekayaan nya di dalam tas mahal dan berkualitas tinggi itu.
Misi : Ayo menebak! Dan dapatkan hadiahnya!
Dan tanpa Hero ketahui sistem kuas dan kanvas nya aktif karena sesuatu.
Bersambung .....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments