Hingga tak lama makanan yang dipesan oleh Hero datang, tampak pelayan wanita itu menyajikan dengan segera dengan baik. Bak menyajikan pada kekasih atau suaminya, Hero yang sudah sangat lapar berharap adegan penyajian ini segera berakhir. Sungguh ia sekarang ingin menerkam sajian dihadapannya, setelah selesai pelayan wanita itu memberikan senyuman nya serta ucapan manis. "Selamat menikmati Tuan." Ucapnya dan dibalas Hero dengan anggukan serta senyuman kecil. Setelah melihat pelayan itu pergi, Hero segera mengambil sendok nya dan segera menyuapkan omurice dengan lelehan telur itu.
"Ini luar biasa sekali! Aku seperti merasakan kenikmatan lagi." Hero memejamkan matanya menikmati setiap rasa yang sedang berkecamuk di lidahnya.
Seolah tak peduli dengan sekitarnya, terutama sosok yang tak jauh darinya yang sekarang semakin intens melihat dirinya. "Menarik!" Gumamnya yang tak melepaskan pandangannya dari Hero sejak tadi.
"Sekarang mari kita coba, jus jeruk ini. Hmmmm .... Segarnya!" Seperti juri MasterChef yang pernah ditontonnya sekarang ia tahu rasanya.
Namun, kunyahan itu terhenti saat ia tiba-tiba memikirkan sesuatu. Tanpa sadar ia terdiam dengan menatap dalam sebuah sajian terakhir dihadapannya. "Puding coklat dengan saus vanila." Ujarnya dengan tatapan yang dalam.
Sajian penutup itu adalah sajian yang sering dibuatkan oleh ibunya terutama saat pesta ulang tahunnya. Kehidupan Hero dengan keluarganya yang dulu berkecukupan tentu bahan membuat sajian ini tidaklah sulit. "Apa rasanya sama? Tentu saja tidak! Buatan ibu adalah yang terbaik." Ucapan itu terlontar diiringi dengan satu sendok yang telah mengambil bagian dari puding itu yang lalu masuk ke dalam mulutnya dan bergelut dengan lidahnya.
Bukan seperti film seekor tikus yang mengendalikan atau membantu seorang pria menjadi chef terkenal yang membuat salah satu pelanggannya teringat akan masa kecilnya dengan rasa masakan yang sama. Hero juga teringat hanya saja, rasanya tidak sama, tidak ada yang menandingi rasa buatan ibunya serta cinta dan kasih sayangnya.
Pemandangan itu tidak luput dari sosok itu, senyum kecil terbit di wajah mulusnya. "Apa dia menangis? Atau sedang tidur?" Sebuah dering telepon menganggu pengamatannya membuat ia mengeluarkan benda pipih itu dari jaket mahalnya.
"Ada apa?" Jawabnya sambil kembali memandangi Hero.
"Iya, aku sedang di restoran sekarang. Aku mengisi perutku, kau pikir bagaimana dia akan berkerja jika belum terisi! Dasar gila!" Tampak wajah mulus dengan kulit putih susu itu bergurat kesal.
"Iya! Sudah jangan mengubungi ku dulu!"
Tut! Tut! Tut!
"Dasar!" Gerutunya yang tak lama terganggu kembali dengan kedatangan pelayan yang membawakan pesanannya.
"Nona, ini pesanan anda. Selamat menikmati."
"Terima kasih." Ia melirik sebentar ke arah Hero yang masih menyantap makanannya.
"Aku perlu mengisi energi ku segera, aku merasa ada sesuatu yang tersembunyi dan tentunya memiliki nilai di dalam tas itu." Tatapan tajam yang begitu menghunus pada tas usang itu yang tentunya jika ia bisa bicara, akan segera menyahut pemilik netra hitam itu atau mengadu pada majikannya.
Sedangkan di parkiran, terlihat beberapa orang pria yang datang dengan motor sport mereka. Saat mereka baru saja memakirkan motor, mata semuanya langsung tertuju pada kilauan serta desain dari motor yang berada di deretan ketiga.
"Wah! Lihat! Motor ini bukannya ...."
"Keluaran terbaru!"
"Benar! Siapa pemiliknya?"
"Wah, kami pikir kau yang akan memilikinya terlebih dahulu bung!" Pria berambut coklat itu menepuk pundak tegap pria dihadapannya yang sedang campur aduk antara kagum dan kesal sudah ada yang lebih dahulu memiliki barang impiannya.
'Aku akan mencari tahu pemiliknya! Sehebat apa dia?' Matanya melirik ke arah dalam restoran yang sedang dipenuhi breakfast itu.
Bersambung .....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Hiu Kali
yaaah sekali scroll ke bawah udah habis thor.. yuklaah semangaaat lagee up nya..langsung 20 bab juga mampu ngebacanya iniih.. menarik ceritanya...
2022-09-05
2