Hiruk pikuk terjadi saat terlihat sebuah tanah yang lapang sedang dalam masa pembangunan. Entah apa yang dibangun tidak begitu jelas membuat berbagai argumen menghiasi pekerjaan itu. "Apa yang mereka bangun?" Tanya seorang pria tua pada kerumunan yang duduk di bawah pohon rindang.
"Tidak tau juga. Tapi sepertinya bangunan yang besar." Jawab pria disebelahnya.
"Sepertinya hotel atau kediaman orang kaya seperti film!"
"Iya, lihatlah? Bahkan begitu besar sekali." Meskipun tertutupi dengan gerbang tinggi tak membuat rasa penasaran kerumunan itu kalah dengan keadaan itu.
"Dan tau, apa yang lebih gila dari bangunan ini?"
"Apa?" Tanya semuanya serentak.
"Bangunan ini akan dibangun dalam tiga bulan dengan lahan sebesar ini!" Ujarnya yang membuat kerumunan bapak bapak itu melongo.
Sedangkan di jalanan yang cukup lengang Hero dihadang oleh beberapa orang dengan motor. Melihat hal itu bukannya takut, Hero malah menyambut dengan senang membuat wajah yang tidak sesuai harapan itu memicu kekesalan. "Wah! Kau sungguh tidak takut ya?" Ujarnya pada Hero yang menatap dirinya dengan nyalang.
"Kenapa? Kita sama-sama manusia? Tidak berbeda. Kau makan nasi aku juga begitu, tidak ada yang spesial selain otak untuk bersikap." Balas Hero membuat asap kemarahan itu semakin mengepul.
"Hari ini kau akan mati! Serang dia!" Perintah itu langsung membuat beberapa pria yang mengarah menuju Hero dengan kecepatan tinggi dan juga berbagai macam serangan dan senjata.
"Beraninya main keroyokan!" Hero yang memiliki sejuta akal tentu langsung menancap gas karena dirinya belum turun dari motor dan motor mahal itu tentunya memiliki keistimewaan. Melihat motor yang berkecepatan tinggi itu melaju membuat beberapa orang terpental dan yang lainnya segera menyerang Hero dengan tongkat besi yang cukup panjang.
Melihat serangan berikutnya, Hero menghindar bak film action dan sedikit lagi pukulan tongkat besi itu dapat membuat ia terluka. Serangan yang terus diluncurkan membuat Hero bertindak mengeluarkan sesuatu dari balik jaket yang ia pakai dan seketika penglihatan kelompok itu terganggu dan mereka berteriak dengan kata-kata tak pantas.
"Anj*ing! Si*al!"
"Wt*! Apa ini!" Melihat hal itu Hero tersenyum dan langsung bergegas dari sana. Tanpa terluka dan membuang tenaga itulah pertarungan yang ia senangi. Dengan senyuman manis ia melenggang menuju kontrakan nya.
"Jangan pernah bermain dengan sosok ganda yang kalian hina ini! Nikmati hadiah dari ku!" Ujarnya sambil membayangkan apa yang akan terjadi pada tikus yang menganggu dirinya.
Merasa gerah, Hero membuka jaket yang membungkus tubuhnya dan langsung berbaring di karpet lembut bewarna krem itu. "Ah! Senangnya! Ini baru hidup. Aku sungguh merasa senang, hadiah terus berdatangan dengan misi yang menyenangkan. Tapi, aku masih bingung kenapa akhir-akhir ini ia aktif sendiri? Tidak mungkin ia berhantu bukan? Atau aku tanpa sadar menekan sesuatu? " Hero tampak berpikir sejenak sambil memandangi sistem kuas dan cat ajaibnya yang baru saja ia keluarkan.
"Sekarang ayo katakan sesuatu? Kemarin kau bersinar dan bicara seperti go*gle." Ujar Hero terus menatapnya lekat kanvas nya yang bewarna biru muda itu dengan tulisan. Silahkan tunggu misi berikutnya.
Deringan ponsel membuat Hero segera menjawab dan dalam pembicaraan itu kembali terlihat senyum manisnya. "Bagus! Segera laksanakan! Aku akan ke sana besok. Sesuai kesepakatan ya."
"Sebentar lagi Hero ganda ini, akan membuat semua orang dapat dan terus melihat diriku di mana mana! Hahahaha!" Gelak tawa Hero menghiasi kamar emas dan berliannya.
Bersambung .....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments