Sedikit Gangguan

Tangan itu mengusap wajah nya yang sudahlah dibasahi air mata. Setiap merasa cukup, ia akhirnya menatap seperangkat alat lukisannya. Perlahan tapi pasti kanvas dan kuas ajaibnya ia keluarkan dan tak lama misi berikutnya siap ia laksanakan.

"Baik, mari kita lihat apa misi berikutnya!" Sekarang Hero tak perduli lagi dengan matanya yang tidak mau tidur, sekarang ia lebih baik menyelesaikan misi dan mendapatkan hadiah besar yang akan menantinya.

Tulisan itu muka muncul disertai dengan cahaya yang berkilauan. Sungguh pemandangan yang magical, Hero terus melayangkan jarinya seperti biasa dan ia akhirnya sampai di misi. Manik mata itu menatap tulisan yang terpampang di sana. "Jadi .... berhubungan dengan alam lagi ya. Sepertinya memang tidak lepas dari sana, hehehe." Ia terkekeh sendiri, padahal lukisan memang begitu beragam dan tidak jauh juga dari alam. Misi kali ini adalah melukis salah satu pantai dengan tambahan matahari yang terbenam. Sungguh membayangkannya saja membuat Hero begitu senang, siapa yang tidak menyukai pemandangan indah seperti itu.

Tangan cekatan itu langsung menari di kanvas itu dan juga melayangkan kuas dengan warna yang telah menyatu. Hero mengambil dan melukis sesuai dengan apa yang ia lihat atau ia pikirkan sesuai imajinasi dirinya. "Oh, sungguh aku sangat menyukai ini. Kira-kira apa hadiahnya? Mungkin .... lain kali aku berharap aku bisa melukis sesuai keinginan sendiri. Apakah kau mendengar nya?" Hero sesekali bicara dan menekankan pada kanvas yang hanya mengeluarkan suara saat tertentu saja.

"Lupakan saja, mungkin tidak! Hah!" Meskipun begitu, ia terus melanjutkan lukisannya dan pria itu sekarang berhembus lalu meletakkan kuas nya ke tempat semula.

"Nah, lihatlah! Sungguh begitu indah dan menakjubkan." Pria itu seakan terhipnotis dengan lukisannya sendiri. Pemandangan indah pantai biru yang berpasir putih dihiasi oleh sinar matahari yang perlahan terbenam sungguh perpaduan yang sempurna.

TING!!!

Misi selesai!

"Hahahaha, ayo segera perlihatkan hadiahnya!" Pria itu seperti orang kehausan yang ingin segera minum dan meminta pada softcase minuman.

Tulisan yang ia tunggu akhirnya keluar juga dan membuat Hero tak sabaran. Tapi saat ia menunggu .... tiba-tiba terdengar suara dari balik semak belukar yang berada tak jauh darinya.

Srkkkk! Srkkkk!

"Astaga! Apa itu?" Hero bukannya seorang penakut. Tapi, mengingat sekarang ia ada di mana tentunya perlu waspada akan hal itu. Hanya kegelapan di sana, sinar dari kanvas mulai berkedip karena Hero belum menekan tulisan hadiahnya. Pria itu segera melirik dan berjalan perlahan mendekati semak itu yang semakin mengeluarkan suara.

"Ayo Hero. Kita lihat, sungguh aku harap bukan ...."

"Aghhhh!"

Subuh mulai datang dengan diiringi oleh suara ayam jantan berkokok. Mata itu perlahan terbuka, dan saat ia sudah mengumpulkan kesadarannya. Pria itu segera bangkit, dan langsung mengingat hal yang terjadi sebelumnya. "Sh*it! Hampir saja aku jantungan!" Hero terlihat berkomat kamit karena kejadian semak belukar itu yang ternyata seekor kadal yang tengah kawin.

Dengan segera pria itu langsung membereskan peralatan nya, namun matanya menangkap sesuatu di kanvas nya yang membuat matanya membesar. "Ini .... Hahahaha... Aku kaya!"

Bersambung ......

Hayo, apa yang Hero dapatkan?

Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak ya. Supaya author makin semangat menulis episode berikutnya ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

Terpopuler

Comments

Äï

Äï

pria itu pria itu dan pria itu 🗿
klo yg ngomong hero yah hero aja lah jgn *pria itu* gue malah ngira nya itu org lain🗿
kata *pria itu* di pake di saat yg tepat aja bkn setiap saat

2022-09-03

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!