Semuanya Senang!

Hero melajukan motornya membelah jalanan ko kota yang dipenuhi berbagai kendaraan itu. Terlihat wajah tampannya menarik perhatian wanita atau gadis-gadis yang berpapasan dengan dirinya, tapi Hero tidak perduli. "Sekarang, di mana kira-kira tempat yang cocok? Aku ingin tempat yang jauh dari mulut pedas dan bocor tetangga!" Belajar dari pengalaman, Hero tentu saja memiliki kriteria kos atau kontrakan yang ia tempati. Lampu hijau kembali muncul dan Hero segera membelokkan motornya menuju jalanan yang dihiasi pertokoan.

Hingga beberapa menit ia lalui, manik matanya menatap sebuah tulisan yang menarik perhatiannya. Rumah ini dikontrakkan, bak gayung bersambut, Hero segera menuju ke sana dan memparkirkan motornya. Bunyi dari di roda dua itu membuat sosok pria paruh baya tertarik dan langsung melangkah mendekati Hero. Sepasang mata itu menatap motor keluaran terbaru itu tak berkedip, dan matanya kembali tak berkedip saat melihat sosok dihadapannya, begitu tampan.

"Cari siapa ya?" Tanyanya dengan tatapan yang masih sama membuat Hero segera berbalik dan melihat sosok dihadapannya.

"Permisi pak, saya mencari pemilik rumah ini. Aku mau mengontrak." Ujar Hero cepat.

"Ohhh .... " Hero terdiam menunggu sambungan dari pria dihadapannya ini, terlihat bertubuh berisi dengan tinggi seratus enam puluh, dan bermanik coklat dengan gaya rambut batok kelapa.

"Jadi, bapak tau?" Tanya Hero lagi, dipandangi seperti itu membuat dirinya risih.

"Ohhh .... Tahu, pemiliknya ada di jalan sana." Tunjuk pria itu segera membuat Hero ikut menoleh.

"Rumahnya yang bewarna hijau itu?" Tanya Hero lagi, karena jujur saja di sana ada beberapa rumah, tak mungkin ia mengetuk dan bertanya satu-satu.

"Iya, yang itu paling besar dari yang lainnya dan mencolok." Sambung pria paruh baya itu yang membuat Hero mengangguk dengan cepat.

"Terima kasih pak. Kalau begitu saya ke sana dulu." Hero dengan tersenyum kecil sambil melangkah cepat pergi dari sana dan masih saja terlihat dari kaca spion motornya manik coklat itu masih menatap dirinya.

"Permisi!" Ujar Hero dibalik pagar besi itu. Tak lama, terlihat sosok wanita bersanggul dengan dress bunga keluar dan tersenyum melihat wajah tampan bak artis yang mendatangi rumahnya.

"Iya cari siapa tampan?" Hero ingin rasanya pergi saja kalau ia tidak butuh.

'Genit juga. Tidak ingat umur.' Batin Hero dengan wajah penuh kepalsuan.

"Begini Bu .... Saya ...."

"Panggil Tante saja. Soalnya belum tua." Sungguh minta dibelikan kaca wanita ini begitu pikiran dan hatinya saat ini.

"Rumah kontrakan!" Ujar Hero cepat yang membuat wanita paruh baya itu segera mengerti.

"Mau ngontrak toh! Bilang dari tadi, saya pikir mau nge ..."

"Iya, jadi bisa segera?" Wanita itu terkekeh melihat ketidaksabaran Hero. Sedangkan Hero ingin cepat selesai sebelum ada yang aneh-aneh.

"Ayo, sebentar ya. Tante ambil kuncinya dulu."

"Astaga!" Hanya itu yang keluar dari bibir Hero yang mengalami kejadian ini.

Tak lama mereka berdua sampai, tangan bewarna sawo matang itu membuka pintu dan terlihat ruangan rumah yang menjadi sasaran Hero. Hero segera masuk dan melihat segala penjuru ruangan, ia membuka pintu dan juga melihat segalanya sedangkan pemilu kontrakan hanya tersenyum memandangi wajah tampan itu.

"Bagus, nyaman juga. Saya ambil ya, maksudnya ngontrak." Hero berbicara tapi sepertinya wanita itu masih tak bergeming.

"Bu!" Panggil Hero yang membuat dirinya langsung tersadar dan tersenyum tak karuan.

"Ah ya. Tentu saja bisa! Barang-barang nya, bagaimana? Mau dibantu?" Tanya wanita itu membuat Hero menggeleng cepat.

"Tidak ada barang, hanya tas dan saya saja. Berapa ya?"

"Untuk wajah tampan ini tidak mahal, enam ratus perbulan ya." Ujar wanita itu membuat Hero terdiam, ia tidak salah dengar kan.

"Benar Bu? Maksudnya tidak salah kan?"

"Tidak, segitu saja asal dirawat dengan baik. Dan sepertinya pasti akan dirawat dengan baik."

"Baiklah, ini saya bayar beberapa bulan kedepan." Hero segera memberikan seamplop uang yang membuat mata siapapun langsung berpaling.

"Tentu saja dan semoga betah ya tampan!" Hero dengan cepat menutup pintunya dan bernapas lega.

"Akhirnya pergi juga. Aku harus menyelesaikan misi segera!" Hero dengan cepat masuk di salah satu kamar dan mengeluarkan kanvas serta kuas ajaibnya.

Selamat datang di Sistem! Hadiah akan segera muncul setelah menyelesaikan misi!

Hero menekan tulisan next segera dan misinya langsung keluar. Misi kali ini membuat sesuatu yang berkaitan dengan kilauan, pria itu memutar otak sebentar dan segera membuat tangannya menari-nari di kanvas putih itu. Bayangan Hero adalah sosok dirinya dengan berbagai kekayaan, seperti bos mafia yang dikelilingi dengan emas, beberapa kali dirinya terkejut membayangkan hal itu menjadi kenyataan.

"Aku benar-benar serius bos mafia!" Setelah selesai, tulisan bersinar menampilkan selamat Anda menyelesaikan misi dengan sempurna! Opsi hadiah akan segera keluar!

"Ayo, apa hadiahnya!" Mata Hero segera melihat nomor dengan tulisan berbagai hadiah di sana yang membuat matanya membesar.

"Wow! Aku harus pilih yang mana!" Ujarnya dengan tatapan tak percaya dan ibu jarinya serta anak-anak gemetar karena list hadiah itu.

Paviliun

Uang

Emas satu berangkas

Di sisi lain Hero dilanda dilema, di sisi lain Jill berteriak kegirangan yang membuat suasana istana itu menjadi heboh.

"Aaaaaa! Aku menemukannya!"

Bersambung.....

Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.

Terpopuler

Comments

DEWA SEMESTA

DEWA SEMESTA

up

2022-09-10

2

Hiu Kali

Hiu Kali

lage lage lage teruuus thor..week end crazy up 30 bab..kereen ini..

2022-09-10

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!