Pertemuan Karena tepukan

Mata Hero terus mendelik ke arah sekelompok pemuda itu yang mana ia tentu saja teringat akan masa ia dibully habis-habisan. Masih teringat dengan jelas memori pahit itu yang begitu menyayat hatinya saat ia menempuh pendidikan di sekolah menengah atas kerumunan lukas selalu mengganggunya bahkan,ketika ia memiliki perasaan kepada seorang gadis yang menjadi idola di sana justru hal itu membuat ia kembali dipermalukan oleh Lukas. Meskipun Hero memiliki wajah yang tampan, pintar tapi tetap saja tidak membuat ia berhenti di bully karena ibu jari gandanya, entah itu saat sekolah pulang sekolah saat pelajaran kantin atau di kamar mandi.

Hero berusaha menekan ekspresinya yang terlihat marah saat ini, sebuah untaian kata dari ayahnya. Jika ada seseorang yang menghina kita,maka kita harus menunjukkan kepada mereka kita bisa menjadi lebih baik tentunya sukses.

"Astaga kenapa aku bisa bertemu dengan mereka? Padahal begitu banyak restoran, tempat, warung, mall dan yang lainnya atau mungkin bahkan bar tapi....... Kenapa aku bertemu dengan mereka. Oke, baiklah Ayo Hero,kita perlihatkan kepada mereka bahwa kau sekarang dan menjadi pria yang kuat dan juga lebih dari mereka."

Saat Hero kembali memasukkan makanan itu ke mulutnya, pandangan Lukas tertuju kepadanya. "Hei... Bukankah itu si ganda?" Mendengar hal itu beberapa temannya langsung melihat ke arah meja yang dituju.

"Benar, itu si ganda. Uang dari mana ia bisa duduk dan makan di sini? "Lalu salah satu teman yang lainnya ikut menyahut.

"Benar, palingan ia mencuri kau ingatkan? Iya itu dikeluarkan dari pekerjaan sebelumnya karena mencuri. Lagi pula dari mana juga si ganda itu mendapatkan uang? Lagipula,hanya seorang pelayan dan juga miskin tentunya. "

"Hei bung, Bagaimana kalau kita berikan ya pelajaran. Sekalian, memperlihatkan bahwa restoran yang mewah ini tidak cocok untuk pria seperti dirinya." Mendengar hal itu tentu saja senyum di wajah Lukas langsung terbit seolah ia lupa, akan perlakuan dari wanita cantik tadi yang menyebabkan ia terjatuh seperti itu.

" Baiklah, kita ke sana sebelum, si ganda itu menyadari keberadaan kita. "Lukas dan teman-temannya langsung menuju ke arah Hero. Entah mengapa Hero sekarang merasa lebih peka untuk keadaan sekitarnya, Hero pun pura-pura tidak tahu dan tetap melanjutkan aktivitas makannya. Hingga Ia pun merasakan sebuah tepukan di pundaknya dan ditambah sebuah suara dengan kata-kata yang tentunya sudah kebal di telinga Hero.

"Hei kau tidak salah tempatkan ganda? Atau .... Atau mungkin dia buta kali! "Sahut pria di sebelah Lukas. Yang tentu saja membuat mereka tertawa hero yang sudah terbiasa pun tidak menyahut ya tentu saja lebih mementingkan perutnya yang kosong untuk diisi karena begitu banyak misi yang harus ia selesaikan.

Merasa tidak didengarkan, tentu saja membuat Lukas begitu geram. Tangan itu mencengkram pundak Hero agar wajah tampan itu menoleh kepada mereka. "Hei kau tuli kah? Aku ini bicara padamu atau mungkin pelajaran yang kami berikan sepertinya kurang. "

"Sepertinya begitu bung, kita lebih baik memberikan ia pelajaran yang lebih lagi supaya wajah ini tidak berani menoleh lagi atau telinganya kita....." Merasakan sentuhan di telinganya membuat Hero segera bertindak entah keberanian dari mana Hero segera memelintir tangan pria itu yang tentu saja membuat jeritan terdengar dari sana. Melihat temannya yang diperlakukan seperti itu Lukas dan teman-temannya tentu saja terbelalak tak percaya,pria yang biasanya mereka bully sekarang berani seperti itu.

"Sial! Beraninya dia! Sepertinya anak ini benar-benar ingin diberi pelajaran! "Situasi yang sudah mulai tidak kondusif dan tentunya sudah terbaca oleh Hero pria itu segera mengambil cepat tas di sebelahnya dan .....

Bruk! Bruk!

Tendangan dilayangkan beserta tangan yang sudah ikut melayang kursi pun ikut beterbangan hero yang siga pun langsung menghindar dengan cepat sehingga tendangan atau serangan yang dilayangkan ke arahnya tentu saja tidak mengenai dirinya.

Melihat hal itu tentu saja pengunjung yang lain segera berdiri untuk menghindar dari pertengkaran itu, tak lama manajer dari restoran langsung keluar untuk memberhentikan pertengkaran itu yang tentu saja mengganggu pengunjung yang datang bahkan bisa saja memberikan ranting bintang 1 untuk restoran mereka.

"Hei! Apa-apaan ini! Hentikan! Kalian bisa mengakibatkan hal buruk untuk restoranku! Satpam!" Mendengar panggilan untuknya seorang pria berseragam atau lebih tepatnya beberapa datang ke sana dan melerai Lukas yang sepertinya sudah dikerumuni rasa kesal dan marah tidak memperdulikan lagi ia kembali melayangkan tendangan atau serangan kepada Hero.

Hero yang sepertinya mendapatkan sebuah ide justru hanya diam tidak melawan seperti tadi sehingga sedikit pukulan mengenai wajahnya, melihat hal itu tentu saja semua orang merasa Hero adalah korban. Tangan serta kaki yang ditahan membuat pergerakan Lukas terhenti karena dipegangi oleh petugas keamanan. Sedangkan teman-temannya hanya diam tidak berkutik dan membantu salah satu temannya yang tadi tangannya dipelintir oleh Hero "Dia yang duluan pak!"Jawab Lukas sambil menunjuk ke arah Hero tentu saja pernyataan itu langsung mendapatkan penolakan dari pengunjung yang menyaksikan bahwa Lukas dan teman-temannya yang memulai aksi baku hantam tersebut. Mendapat dukungan, tentu saja Hero bersorak ria dalam hatinya. Ini merupakan hal yang sangat langka di mana anak anggota dewan itu berhasil ia permalukan di depan umum.

Tak lama kemudian semuanya dibawa ke ruangan manager restoran dan diinterogasi di sana Hero hanya duduk diam sambil memandangi Lukas yang terus menatapnya dengan kebencian terlihat sang manager menghubungi seseorang di balik teleponnya melihat hal itu Hero sedikit mendekat dan berbisik ke telinga pemuda itu dan mengatakan " Bagaimana rasanya dipermalukan? Bukankah kau sering melakukan hal itu kepadaku? ini baru permulaan! Seharusnya, kau tidak menyinggung diriku yang tengah menikmati waktu santai ku terutama waktu mengisi perutku. Pernah mendengar pepatah kalau kita tidak boleh mengganggu singa yang lapar." Telinga Lukas tentu saja memerah darahnya mendidih mendengar perkataan yang keluar dari mulut bahan buliannya itu. Matanya menatap tajam hero yang dibalas oleh seringai serta kekehan kecil seolah tanpa mengejek.

"Sepertinya kau sungguh ingin main-main denganku ganda! Setelah aku selesai dengan ini kau akan kuberikan pelajaran yang tidak akan Kau lupakan. Kau pastinya tidak lupa dengan siapa Aku kan?" Hero terkekeh sekejap Iya kembali menatap Lukas dengan tatapan tak kalah tajamnya.

"Tentu saja tidak! Tapi ... "sebelum Hero melanjutkan ucapannya sang manager sudah datang.

Di sisi lain terlihat sebuah mobil mewah berwarna merah yang terparkir cantik. Meskipun di sebelahnya terdapat mobil cantik tapi, sang pemiliknya terlihat begitu kesal. "Dasar! Akan ku buat ia menyesal! Lihat saja nanti! Sekarang ... Aku kehilangan pria itu!" Berulang kali ia menendang ban mobilnya karena kesal, beberapa kali matanya menangkap tas orang-orang yang melewati dirinya.

"Hahaha!" Tawa wanita itu terdengar cukup keras karena netranya menangkap sebuah C*d bewarna hijau menyala berada dalam tas mewah itu.

"Mau diapakan benda itu? Hahaha! Dasar!" Ia tertawa terbahak-bahak setelah sang pemilik tas menghilang dari pandangannya. Hingga sebuah tepukan pundak membuat ia terpaku.

"Dia ....." Gumamnya sambil terpesona akan wajah dihadapannya.

Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya. Dengan cara like komen dan vote di hari ini, terimakasih

Terpopuler

Comments

Hiu Kali

Hiu Kali

lage lage lage.. langsung 20 bab juga sanggup thor

2022-09-08

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!