Lia Wijaya

"Reuni SMA? Atau reuni universitas?" Luis bertanya. Waktu itu, Lia pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studinya. ltulah yang menyebabkan mereka berpisah setelah lulus dari universitas.

...........................................

"Tentu saja, reuni kelas SMA. Terlalu sulit untuk mengumpulkan teman sekelas dari universitas."

"Aku ingin rank up di Aliansi Hero. Aku tidak punya waktu untuk bertemu kalian semua."

Luis menolak undangan itu. Telah ada banyak reuni kelas yang diadakan selama beberapa tahun belakangan, tapi dia tidak pernah menghadiri satu pun. Dia tidak suka keluar rumah dan ada seseorang yang tidak ingin dia temui.

"Luis Nardo! Kamu sebaiknya datang! Awas kalau tidak!" Lia berteriak keras. Temannya itu sejak awal memang bukan seorang gadis yang pendiam dan lemah lembut. Sering kali dia hanya berpura-pura begitu.

Luis selalu menjadi korban perundungan saat SMA karena sikapnya yang lemah lembut. Lia-lah yang hampir selalu menyelamatkannya.

"Aku tidak takut padamu." Luis mencoba menyemangati dirinya sendiri. Teriakan Lia mengingatkannya pada masa-masa SMA-nya.

"Aku tahu di mana kamu tinggal. Apakah kamu ingin dipukul? Jika tidak, seharusnya kamu datang."

"Aku tidak yakin kamu bisa memukuliku sampai mati, tapi aku akan tetap hadir."

Luis tidak ingin cari masalah dengan wanita ini.

Dia menghela napas setelah menutup telepon. Di dalam hati dia bertanya-tanya apakah orang itu akan muncul.

Yang dia maksud dengan orang itu adalah mantan pacarnya, Larra Rosse. Mereka berpacaran selama lima tahun, dari masa kuliahnya hingga tahun pertamanya di dunia kerja. Mereka putus karena masalah uang.

Banyak tidaknya uang adalah cara termudah untuk menentukan apakah seseorang sukses atau tidak.

Saat itu Luis tidak sukses. Dia tidak memiliki banyak uang. Larra menginginkan tempat tinggal dengan pemandangan sungai, tetapi Luis tidak mampu membelinya. Dia menyarankan untuk membelinya setelah menabung.

Luis juga mengatakan hal yang sama ketika pacarnya itu menginginkan sebuah BMW. Terlepas dari apa pun yang Larra nginkan, Luis tidak mampu memenuhinya.

Luis tidak membelikan barang-barang yang dia janjikan, meskipun gadis itu bersedia menunggunya. Akhirnya, Larra menerima itu sebagai kenyataan dan putus dengannya.

Luis tidak membenci Larra. Gadis itu telah memberinya empat tahun terbaik dari masa mudanya dan tidak melakukan hal-hal buruk seperti berselingkuh. Dia hanya tidak ingin bertemu dengannya.

Selama bertahun-tahun, Luis terus diam di rumah seolah-olah dia telah memutuskan semua kontak dengan dunia luar. Dia melakukan ini untuk mengurangi kemungkinan bertemu Larra.

"Apa yang terjadi?" Lula bertanya dengan lembut. Dia merasakan ada sesuatu yang tidak beres.

"Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingat sesuatu." Luis menggelengkan kepalanya.

Hotel Suryadanawa ramai pada siang hari. Mobil-mobil mewah berjajar rapi di depan hotel itu.

Ada beberapa orang yang mengobrol di pintu utama.

"Di, menurutmu berapa banyak orang yang akan datang hari ini?

Adi Jhon menjawab, "Seharusnya akan ada banyak orang yang datang karena Lia."

"Dia bilang Luis akan datang juga."

"Benarkah? Aku pikir dia tidak suka keluar dari rumahnya."

Kesan mereka tentang Luis masih sama karena mereka belum bertemu dengannya lagi selama beberapa tahun. Mereka mengira dia masih bocah yang dilindungi, yang akan mati kelaparan jika bukan karena uang yang ditinggalkan oleh orang tuanya.

"Kalau begitu, kita harus minum-minum bersama," kata seorang pria.

Nama pria itu adalah Rony Jackson, anak orang kaya. Dia mengenakan jam tangan Rolex dan setelan jas Armani, seakan dia sedang memamerkan kekayaannya.

"Apakah Lia telah menjadi kaya? Mengapa dia tiba-tiba mentraktir makan kita semua?" seorang teman sekelas bertanya setelah melirik Hotel Suryadanawa.

Mengadakan acara di hotel tersebut sangatlah mahal.

"Sejak awal Lia sudah kaya." Rony mengerutkan bibirnya.

"Lihat, Larra datang."

Sebuah BMW M8 biru berhenti di depan hotel, dan seorang wanita mengenakan gaun putih dan selendang keluar dari mobil. Dia tampak cantik dan elegan. Tas tangan Hermes yang dipegangnya membuatnya persis seperti nyonya keluarga kaya yang ada di film-film.

Wanita itu tidak lain adalah Larra. Dia semakin cantik dibandingkan ketika masih SMA.

Namun, pria yang menemaninya tampak tidak sepadan dengannya. Meskipun berpenampilan bagus, pria itu cukup tua untuk menjadi ayahnya.

Sebuah Bentley merah juga berhenti dan seorang wanita dengan gaun hitam keluar dari mobil itu. Dia jauh lebih menarik dan menggoda dibanding Larra.

Namun, sekalipun wanita itu berpenampilan menggoda, tidak berarti dia memakai pakaian yang terbuka. Sebaliknya, baju yang dikenakannya benar-benar tertutup.

Yang membuatnya tampak begitu menggoda ialah lekuk tubuhnya yang sempurna. Tubuhnya semampainya membuatnya tampak seperti seorang setir yang terhormat.

Dia bagikan sebuah karya seni. Meskipun kacamata hitam menutupi separuh wajahnya, parasnya yang luar biasa cantik tidak mungkin disembunyikan.

Wanita itu tidak lain adalah Lia, sang penyelenggara reuni.

"Tampaknya banyak yang sudah hadir. Mari kita masuk," usulnya saat melihat orang-orang yang menunggu di luar hotel.

"Nona Wijaya, sudah bertahun-tahun kita tidak bertemu. Kamu semakin cantik saja," sapa Rony sambil tersenyum.

"Terima kasih. Lia membalas senyumannya, tapi dia tidak mengulurkan tangannya.

Dia kemudian mengundang semuanya masuk ke dalam ruangan yang telah disewanya. Dia telah menetapkan tempat duduk untuk semua orang. Ada cukup ruang untuk mereka semua.

"Oh, ya. Bukankah tadi kamu bilang bahwa Luis akan datang? Kenapa dia belum datang juga?" Rony bertanya sambil duduk.

Episodes
1 Membeli Gedung
2 Kamu Membeli Gedung?
3 Tidak Ada Yang Percaya
4 Kopi
5 Disewakan
6 Makan Malam
7 Sangat Kaya?
8 Kehilangan Sekian Juta?
9 Sisakan 1 unit untukku
10 Semuanya Tidak Penting
11 Bisa Membeli Kapan Saja
12 Dasar Orang Kaya
13 Tipikal Pecandu Game
14 Tidak Suka Gigolo
15 Batas Belanja Harian
16 Membeli 10% Saham
17 Pantas Saja Dia Jomblo
18 Belanja
19 Lia Wijaya
20 Lia Wijaya
21 Prioritas Dalam Pernikahan
22 Terlalu Sedikit
23 Tapi Itu Benar
24 Kamu Rasa?
25 Kamu kan Sangat Kaya!
26 Tabrak Lari
27 Kamu Sudah Gila?
28 Mengumpulkan Uang
29 Meminjam Uang
30 Dokter Spesialis
31 Hadiah Langka
32 Kamu Cemburu?
33 Liontin Giok
34 Kamu Terlalu Banyak Minum
35 Aku Dimana?
36 Gurami Goreng
37 Ginseng Liar
38 Dimana Alamat Restoranmu?
39 Membeli Restoran
40 Perpisahan
41 Sungguh Menakutkan
42 Negoisasi
43 Jauh Melampaui Dugaan
44 Ginseng Itu Mirip Wortel
45 Awas Kau
46 Pelanggan Tetap
47 Cinta atau Kekayaan
48 Hazel
49 Dia Direktur?
50 Kunjungan Keluarga
51 Tidak Terlalu Mahal
52 Kontribusi Pada Garis Keturunan
53 Sahabat?
54 Mengacaukan
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Membeli Gedung
2
Kamu Membeli Gedung?
3
Tidak Ada Yang Percaya
4
Kopi
5
Disewakan
6
Makan Malam
7
Sangat Kaya?
8
Kehilangan Sekian Juta?
9
Sisakan 1 unit untukku
10
Semuanya Tidak Penting
11
Bisa Membeli Kapan Saja
12
Dasar Orang Kaya
13
Tipikal Pecandu Game
14
Tidak Suka Gigolo
15
Batas Belanja Harian
16
Membeli 10% Saham
17
Pantas Saja Dia Jomblo
18
Belanja
19
Lia Wijaya
20
Lia Wijaya
21
Prioritas Dalam Pernikahan
22
Terlalu Sedikit
23
Tapi Itu Benar
24
Kamu Rasa?
25
Kamu kan Sangat Kaya!
26
Tabrak Lari
27
Kamu Sudah Gila?
28
Mengumpulkan Uang
29
Meminjam Uang
30
Dokter Spesialis
31
Hadiah Langka
32
Kamu Cemburu?
33
Liontin Giok
34
Kamu Terlalu Banyak Minum
35
Aku Dimana?
36
Gurami Goreng
37
Ginseng Liar
38
Dimana Alamat Restoranmu?
39
Membeli Restoran
40
Perpisahan
41
Sungguh Menakutkan
42
Negoisasi
43
Jauh Melampaui Dugaan
44
Ginseng Itu Mirip Wortel
45
Awas Kau
46
Pelanggan Tetap
47
Cinta atau Kekayaan
48
Hazel
49
Dia Direktur?
50
Kunjungan Keluarga
51
Tidak Terlalu Mahal
52
Kontribusi Pada Garis Keturunan
53
Sahabat?
54
Mengacaukan
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!