Tipikal Pecandu Game

Lagi-lagi Lula memutar bola matanya. Dia hampir lupa bahwa pria ini adalah seorang miliarder. Jutaan mungkin jumlah yang besar baginya, tetapi bagi pria ini, itu tidak ada apa-apanya.

..............................................

"Jadi, kamu masih lajang juga?" Lula melirik Luis. Dia mengira seorang miliarder muda seperti Luis pasti punya pengagum wanita yang mengejar-ngejarnya.

"Aku tidak sanggup memiliki sesuatu yang mewah seperti seorang istri," cibir Luis.

"Ayolah, kamu ini seorang miliarder. Lula membasahi bibirnya. "Bagaimana kalau kita berpacaran saja?"

"Yang benar Saja, aku tidak tertarik. Luis mengibaskan tangannya berulang kali. "Aku hanya ingin berteman denganmu.

Dia belum mengenal Lula dengan baik, jadi dia tidak berencana menjalin hubungan dengannya, setidaknya untuk sekarang.

Tetapi jika Lula mau, dia tidak akan keberatan untuk menjalin hubungan dengannya.

"Jadi, pria sepertimu masih belum punya pacar? Pasti ada banyak wanita di sekelilingmu, 'kan?" Lula bertanya karena penasaran.

Luis bukan pria biasa. Dia adalah seorang miliarder. Kalau dia mau, pasti ada banyak wanita yang mendekatinya bagaikan ngengat yang melihat nyala lampu.

"Tidak ada wanita di sekitarku. Setiap hari aku cuma bermain game di rumah. Intinya, aku tidak pernah keluar rumah. Tak ada yang bisa diajak berkencan. Luis tidak pernah menyadarinya.

Dia adalah tipikal pecandu game. Anak rumahan yang hobinya bermain game setiap hari.

"Kamu tidak punya pacar gara-gara bermain game setiap hari?" Lula berkata dengan nada jijik. Baru kali ini ia bertemu dengan pria menyedihkan seperti Luis. Biasanya ia bertemu dengan seorang profesional atau pebisnis sukses.

Yang lebih menjengkelkan lagi, pria di hadapannya adalah seorang pecandu game yang kaya raya.

"Kenapa kamu tidak mencari pacar? Kamu hanya perlu pergi ke luar dan memperlihatkan dirimu. Pasti banyak wanita yang menginginkanmu, 'kan? Lula bertanya sambil menyelidik.

"Kalau aku punya pacar, kamu kira aku masih punya waktu untuk bermain game?" Luis mengajukan pertanyaan retoris.

Uhuk!

Lula terbatuk dan menyemburkan wine di mulutnya. Dia tidak bisa menyangkal perkataan Luis. "Kamu bisa mencari pacar yang lihai bermain game agar dia juga bisa menantangmu."

"Mungkin suatu saat nanti. Luis mengangguk, tetapi kelihatannya dia tidak peduli. Lagi pula, dia belum putus asa. Untuk mengusir kebosanan, dia bisa keluar dan membayar perempuan untuk menemaninya. Itu bisa menghindari masalah dan jauh lebih hemat daripada punya pacar.

Luis mendadak mengerutkan keningnya. Dia bertanya-tanya, Lagu macam apa itu? [ Aku ingin menjadi bidadari yang kau cintai dalam dongeng... ] Apakah di luar sana ada yang sedang butuh menyalurkan berahinya?

"Lagu yang aneh." Luis menyesap red wine lalu berujar, "Mengejek kita yang masih lajang, ya..."

"Kenapa? Tidak tahan mendengar lagunya?" Lula berlagak acuh tak acuh. "Siapa pun bisa meminta untuk diputarkan lagu dengan membayar 80 dolar. Mungkin ada yang sedang menyatakan perasaannya pada seseorang.

"Pelayan!" Luis berteriak ke arah luar ruangan. Tak lama kemudian, seorang pelayan masuk, lalu Luis bertanya, "Apa yang sedang terjadi di bar sana? Lagu seperti ini membuatku sungguh tidak nyaman."

Pelayan tersebut tertegun. Dia membatin, "Lagu ini membuatnya tidak nyaman?"

Meskipun perkataan Luis membuatnya bingung, ia tidak berani mengatakan apa-apa karena Lula adalah teman bos besarnya. la pun menjelaskan, "Ini adalah lagu permintaan salah seorang tamu kami. Satu lagu dikenakan biaya 80 dolar. Jika ada pelanggan yang minta diputarkan lagu dan bersedia membayar, kami tidak dapat menolaknya."

"Asal bisa membayar, saya bisa minta diputarkan lagu, kan?" Luis mencemooh. "Kalau begitu, saya mau minta diputarkan beberapa lagu.

Luis yang dulu akan langsung menciut tanpa bisa berkata apa-apa. Namun, sekarang sudah berbeda. Dia punya sistem yang berkelanjutan dan solid. Dia bukan lagi seorang pengecut!

"Baik, Tuan," jawab pelayan itu dengan singkat. Sebenarnya, ia senang bisa mendapatkan uang tambahan dari permintaan Luis.

"Lagu apa yang Anda suka? Saya akan segera memutarkannya untuk Anda."

"Pertama, mainkan sepuluh lagu melankolis. Tentang perpisahan yang menyenangkan dan sejenisnya." Luis cuma mengibaskan tangannya. la bahkan tidak tahu satu lagu pun, dan bisa dibilang ia tuli nada. Namun, ia dengan yakin ingin menghentikan lagu cinta-cintaan tadi.

"Saya mengerti, Tuan." Mata pelayan itu berbinar.

Dilihat dari pakaiannya, Luis tidak tampak seperti orang kaya. Jika bukan karena Lula, dia tidak akan menanggapi permintaan pria itu. Sebenarnya, dia tidak menyangka bahwa Luis begitu murah hati. Hanya karena tidak suka lagu tadi, dia rela membayar untuk sepuluh lagu sekaligus. Totalnya 800 dolar, setengah dari gaji bulanannya.

Dalam sekejap, lagu yang diputar diluar berubah menjadi lagu perpisahan yang bahagia.

Sementara itu, Vincent Miller sedang duduk di bilik ketiga bersama seorang wanita cantik. Suasana hatinya langsung memburuk saat dia mendengar lagu-lagu itu. Dia baru saja akan mengungkapkan perasaannya di suasana yang tepat. Namun, rencananya rusak karena musiknya tiba-tiba berubah. Bahkan pasangannya tampak tidak begitu senang.

Suasananya tidak mendukung rencananya untuk mengungkapkan perasaan cinta.

Vincent segera memberi isyarat kepada pelayan yang kemudian menghampirinya dengan gesit. "Ada yang bisa saya bantu, Tuan?"

Vincent segera memindai kode untuk membayar sejumlah 800 dolar, kemudian memberi isyarat kepada pelayan tersebut. "Putarkan sepuluh lagu cinta nanti. Pilihkan lagu-lagu yang ceria.

Dia sudah muak dengan lagu-lagu perpisahan yang bahagia. "Tidak mungkin aku putus sebelum jatuh cinta, 'kan?" pikirnya.

Episodes
1 Membeli Gedung
2 Kamu Membeli Gedung?
3 Tidak Ada Yang Percaya
4 Kopi
5 Disewakan
6 Makan Malam
7 Sangat Kaya?
8 Kehilangan Sekian Juta?
9 Sisakan 1 unit untukku
10 Semuanya Tidak Penting
11 Bisa Membeli Kapan Saja
12 Dasar Orang Kaya
13 Tipikal Pecandu Game
14 Tidak Suka Gigolo
15 Batas Belanja Harian
16 Membeli 10% Saham
17 Pantas Saja Dia Jomblo
18 Belanja
19 Lia Wijaya
20 Lia Wijaya
21 Prioritas Dalam Pernikahan
22 Terlalu Sedikit
23 Tapi Itu Benar
24 Kamu Rasa?
25 Kamu kan Sangat Kaya!
26 Tabrak Lari
27 Kamu Sudah Gila?
28 Mengumpulkan Uang
29 Meminjam Uang
30 Dokter Spesialis
31 Hadiah Langka
32 Kamu Cemburu?
33 Liontin Giok
34 Kamu Terlalu Banyak Minum
35 Aku Dimana?
36 Gurami Goreng
37 Ginseng Liar
38 Dimana Alamat Restoranmu?
39 Membeli Restoran
40 Perpisahan
41 Sungguh Menakutkan
42 Negoisasi
43 Jauh Melampaui Dugaan
44 Ginseng Itu Mirip Wortel
45 Awas Kau
46 Pelanggan Tetap
47 Cinta atau Kekayaan
48 Hazel
49 Dia Direktur?
50 Kunjungan Keluarga
51 Tidak Terlalu Mahal
52 Kontribusi Pada Garis Keturunan
53 Sahabat?
54 Mengacaukan
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Membeli Gedung
2
Kamu Membeli Gedung?
3
Tidak Ada Yang Percaya
4
Kopi
5
Disewakan
6
Makan Malam
7
Sangat Kaya?
8
Kehilangan Sekian Juta?
9
Sisakan 1 unit untukku
10
Semuanya Tidak Penting
11
Bisa Membeli Kapan Saja
12
Dasar Orang Kaya
13
Tipikal Pecandu Game
14
Tidak Suka Gigolo
15
Batas Belanja Harian
16
Membeli 10% Saham
17
Pantas Saja Dia Jomblo
18
Belanja
19
Lia Wijaya
20
Lia Wijaya
21
Prioritas Dalam Pernikahan
22
Terlalu Sedikit
23
Tapi Itu Benar
24
Kamu Rasa?
25
Kamu kan Sangat Kaya!
26
Tabrak Lari
27
Kamu Sudah Gila?
28
Mengumpulkan Uang
29
Meminjam Uang
30
Dokter Spesialis
31
Hadiah Langka
32
Kamu Cemburu?
33
Liontin Giok
34
Kamu Terlalu Banyak Minum
35
Aku Dimana?
36
Gurami Goreng
37
Ginseng Liar
38
Dimana Alamat Restoranmu?
39
Membeli Restoran
40
Perpisahan
41
Sungguh Menakutkan
42
Negoisasi
43
Jauh Melampaui Dugaan
44
Ginseng Itu Mirip Wortel
45
Awas Kau
46
Pelanggan Tetap
47
Cinta atau Kekayaan
48
Hazel
49
Dia Direktur?
50
Kunjungan Keluarga
51
Tidak Terlalu Mahal
52
Kontribusi Pada Garis Keturunan
53
Sahabat?
54
Mengacaukan
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!