Sisakan 1 unit untukku

"Apa maksud ucapannya? Apakah aku terlihat seperti tipe perempuan yang senang memanggil laki-laki tampan dengan suara menjijikkan? Aku ini pemain game sungguhan!" pikirnya.

.......................................................

"Maaf, saya mendapatkannya dengan usaha sendiri. Dan saya ada di peringkat kedua!" Lulamenangkis tuduhannya.

Luis tercengang. "Peringkat kedua? Kalau itu benar, artinya dia memang benar-benar mahir. Dia tidak bermain Curang!"

"Master, tolong bimbing saya!" Luis memohon tanpa ragu.

Dia rela melakukan apa saja untuk naik peringkat!

"Hentikan." Lula jadi merinding. Lagi pula, mana mungkin pria kaya dengan kekayaan bersih bernilai jutaan sudi memanggilnya Master?

"Begini, Tuan Nardo, mengingat hampir semua unit yang Anda percayakan kepada perusahaan kami sudah disewakan, saya ingin tahu apakah saya harus menyisakan satu agar Anda memiliki tempat untuk beristirahat di Menara Adipati."

Luis menggaruk kepalanya sambil berpikir. Kemudian ia menjawab, "Anda boleh menyisakan satu untuk saya. Apakah ada unit bagus yang tersisa?"

Tentu saja ada sejumlah perbedaan di antara bermacam unit di bangunan tersebut, seperti tipe ruangan, gaya renovasi, ukuran, dan posisi.

"Ada satu di lantai 16, ukurannya 150 meter persegi dan desainnya adalah yang terbaik di gedung itu. Di dalamnya ada tiga kamar tidur, satu ruang tamu, satu dapur, dua kamar mandi, dan satu ruang kerja. Anda bisa menempatinya jika Anda membutuhkan," kata Lucy setelah beberapa pertimbangan.

Sebenarnya sudah banyak yang menanyakan unit tersebut, tetapi Lula belum menjualnya kepada siapa pun.

"Baiklah. Saya mau mengambil yang itu. Mungkin sesekali saya akan datang ke sana untuk tinggal selama beberapa hari." Dia mengangguk.

"Ada juga orang yang menginginkan tempat parkir. Apakah Anda ingin menyewakan tempat parkir juga?" tanya Lula.

"Kita bahas ini saat bertemu nanti," jawab Luis setelah ragu-ragu sebentar.

Selain 64 unit di Menara Adipati, ia juga memiliki 64 tempat parkir yang ikut tergabung di dalam sistem. Meskipun tempat parkir tidak dianggap sebagai properti, nilainya setara rumah di kota tingkat ketiga atau keempat.

"Baik. Karena tempo hari Anda yang traktir, kali ini giliran saya. Saya sudah memesan tempat di Restoran Kalironde." Lula tersenyum.

"Sampai jumpa nanti," kata Luis.

Setelah menutup telepon dan kembali ke game, dia sudah tidak bisa bergabung dalam pertempuran tadi. Kemudian dia membuka riwayat pertandingannya untuk memeriksa hasilnya. Seperti dugaannya, pesan di sistem menunjukkan ahwa dia telah kehilangan lima poin dalam pertempuran tadi.

"Sialan!"

Sesuai namanya, Restoran Kalironde terletak di dekat sebuah sungai kecil. Berkat pemandangan yang indah, hidangan yang lezat, dan harga yang terjangkau, banyak orang memilih untuk bersantap di sana.

Saat taksi yang dinaiki Luis tiba di Restoran Kalironde, Lula sudah menunggunya di depan.

Meskipun ini adalah kali kedua dia bertemu dengannya, Luis masih takjub melihat penampilannya yang menarik. Badan Lula tinggi semampai, kulitnya seputih salju dan kakinya ramping. Dalam balutan gaun hitam panjangnya, dia tampak secantik dewi.

Sebaliknya, Luis mengenakan kemeja yang mereknya tidak terkenal dan basah karena dia keluar dengan tergesa-gesa, ditambah sepasang sepatu putih sederhana yang membuatnya tampak seperti gelandangan.

Saat dia duduk di seberang Lula, banyak orang menatap mereka dengan heran, seolah bola mata mereka mau copot. Mereka merasa sang dewi sudah ternoda hanya karena ia duduk bersama Luis.

“Tuan Nardo, saya selalu terkesan dengan selera berpakaian Anda," kata Lula canggung sambil menatap Luis.

Melihat pakaian Luis, dia merasa malu duduk di meja yang sama dengannya. Dia akan segera membayar tagihan dan kaburjika dia tidak tahu betapa kayanya Luis.

"Tadi saya terburu-buru, jadi tidak sempat berdandan." Luis menggaruk kepalanya dan wajahnya memerah karena malu.

Sebenarnya, sudah bertahun-tahun dia tidak membeli pakaian baru. Dia tidak akan membeli pakaian baru kecuali kalau sudah tidak ada pakaian sama sekali di lemarinya. Mungkin karena dia memang pemalas.

"Saya mengerti." Lula mengangguk lalu meminta menu pada pelayan.

Tak lama kemudian, pelayan datang dan menyerahkan menu kepada mereka. Lula memberikan menunya kepada Luis sambil berkata, "Silakan pesan apa yang Anda suka, Tuan Nardo."

"Oke."

Luis mengambil menu lalu membacanya. "Makanan di sini lumayan mahal."

Ia melihat sebuah hidangan bernama Gunung Berapi yang harganya 8 dolar.

Meskipun namanya terdengar mewah, ternyata itu hanya salad tomat. Salad tomat buatan sendiri harganya tidak akan sampai 1 dolar.

"Cuma karena namanya bagus, mereka berani menjual sepuluh kali lipat dari harga aslinya?! Dengan harga semahal ini, aku bisa memesan makanan dari rumah berkali-kali," pikirnya.

"Yah, makanan di sini enak." Lula tersenyum padanya.

Sementara itu, dalam hatinya ia mengeluh, "Anda ini jutawan, Tuan! Menurut Anda makanannya mahal?!"

"Oh, benarkah? Kalau begitu aku akan mencobanya."

Luis memesan beberapa makanan, tetapi dia tidak memilih yang mahal karena tahu Lula yang akan membayar.

"Biar aku tambahkan lagi." Lula mengambil menu dari Luis lalu memesan hidangan lainnya. Dia mampu membayar karena gajinya di atas rata-rata. Terlebih lagi, dia sudah memperoleh banyak uang setelah menandatangani kontrak dengan Luis.

"Tuan Nardo, para penyewa di tempat Anda juga tertarik dengan tempat parkirnya. Selain penyewa, beberapa penghuni yang memiliki unit di sana juga ingin membeli tempat parkir dari Anda." Lula memulai pembicaraan sambil menunggu pelayan menyajikan makanan.

"Saya punya 64 tempat parkir, "kan?" Dia berpikir sambil mengangkat alisnya. "Simpan empat untuk saya. Anda boleh mengurus sisanya, tetapi pastikan Anda bisa mengambilnya kembali jika saya membutuhkannya."

Episodes
1 Membeli Gedung
2 Kamu Membeli Gedung?
3 Tidak Ada Yang Percaya
4 Kopi
5 Disewakan
6 Makan Malam
7 Sangat Kaya?
8 Kehilangan Sekian Juta?
9 Sisakan 1 unit untukku
10 Semuanya Tidak Penting
11 Bisa Membeli Kapan Saja
12 Dasar Orang Kaya
13 Tipikal Pecandu Game
14 Tidak Suka Gigolo
15 Batas Belanja Harian
16 Membeli 10% Saham
17 Pantas Saja Dia Jomblo
18 Belanja
19 Lia Wijaya
20 Lia Wijaya
21 Prioritas Dalam Pernikahan
22 Terlalu Sedikit
23 Tapi Itu Benar
24 Kamu Rasa?
25 Kamu kan Sangat Kaya!
26 Tabrak Lari
27 Kamu Sudah Gila?
28 Mengumpulkan Uang
29 Meminjam Uang
30 Dokter Spesialis
31 Hadiah Langka
32 Kamu Cemburu?
33 Liontin Giok
34 Kamu Terlalu Banyak Minum
35 Aku Dimana?
36 Gurami Goreng
37 Ginseng Liar
38 Dimana Alamat Restoranmu?
39 Membeli Restoran
40 Perpisahan
41 Sungguh Menakutkan
42 Negoisasi
43 Jauh Melampaui Dugaan
44 Ginseng Itu Mirip Wortel
45 Awas Kau
46 Pelanggan Tetap
47 Cinta atau Kekayaan
48 Hazel
49 Dia Direktur?
50 Kunjungan Keluarga
51 Tidak Terlalu Mahal
52 Kontribusi Pada Garis Keturunan
53 Sahabat?
54 Mengacaukan
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Membeli Gedung
2
Kamu Membeli Gedung?
3
Tidak Ada Yang Percaya
4
Kopi
5
Disewakan
6
Makan Malam
7
Sangat Kaya?
8
Kehilangan Sekian Juta?
9
Sisakan 1 unit untukku
10
Semuanya Tidak Penting
11
Bisa Membeli Kapan Saja
12
Dasar Orang Kaya
13
Tipikal Pecandu Game
14
Tidak Suka Gigolo
15
Batas Belanja Harian
16
Membeli 10% Saham
17
Pantas Saja Dia Jomblo
18
Belanja
19
Lia Wijaya
20
Lia Wijaya
21
Prioritas Dalam Pernikahan
22
Terlalu Sedikit
23
Tapi Itu Benar
24
Kamu Rasa?
25
Kamu kan Sangat Kaya!
26
Tabrak Lari
27
Kamu Sudah Gila?
28
Mengumpulkan Uang
29
Meminjam Uang
30
Dokter Spesialis
31
Hadiah Langka
32
Kamu Cemburu?
33
Liontin Giok
34
Kamu Terlalu Banyak Minum
35
Aku Dimana?
36
Gurami Goreng
37
Ginseng Liar
38
Dimana Alamat Restoranmu?
39
Membeli Restoran
40
Perpisahan
41
Sungguh Menakutkan
42
Negoisasi
43
Jauh Melampaui Dugaan
44
Ginseng Itu Mirip Wortel
45
Awas Kau
46
Pelanggan Tetap
47
Cinta atau Kekayaan
48
Hazel
49
Dia Direktur?
50
Kunjungan Keluarga
51
Tidak Terlalu Mahal
52
Kontribusi Pada Garis Keturunan
53
Sahabat?
54
Mengacaukan
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!