"Saya punya 64 tempat parkir, "kan?" Dia berpikir sambil mengangkat alisnya. "Simpan empat untuk saya. Anda boleh mengurus sisanya, tetapi pastikan Anda bisa mengambilnya kembali jika saya membutuhkannya."
........................................................
Tempat parkir sebanyak itu entah harus diapakan. Ada 64 tempat parkir. Dia tidak mungkin membeli 64 mobil untuk mengisinya.
Jika tidak disewakan, semua tempat parkir tersebut tidak akan terawasi.
"Tentu saja, tidak masalah," janji Lula.
Tak lama kemudian, para pelayan datang ke meja mereka untuk menyajikan makanan. Mereka menikmati makanan sambil mengobrol, dan butuh satu setengah jam untuk menghabiskan makanan mereka.
Luis terdiam. "Kalau aku makan sendiri, dua puluh menit sudah lebih dari cukup. Wanita memang merepotkan. Lebih baik menghabiskan waktu dengan bermain game daripada makan.." pikirnya.
"Lula, tampaknya seleramu memburuk setelah kita putus, ya? Kamu bahkan rela menerima pria seperti dia?" kata sebuah suara yang muncul tiba-tiba. Tampak seorang pria sedang berjalan ke arah mereka sambil menggandeng tangan seorang wanita.
Luis menengok ke arah datangnya suara itu. Sambil memperhatikan pria itu, ia dengan tenang menyesap tehnya seolah-olah sedang mencicipinya dengan hati-hati.
"Reza Dion, mau apa kamu?"
Lula mengerutkan keningnya saat melihat pria dan wanita di hadapannya.
Reza adalah mantan kekasih Lula, sedangkan wanita di sampingnya adalah kekasihnya sekarang, Lisa Morgan.
Reza merelakan Lula karena alasan sederhana. Lisa berasal dari keluarga kaya yang punya bisnis keluarga. Meskipun ayah Lisa bukan presiden perusahaan, dia memiliki sejumlah saham di sana dan menghasilkan banyak uang dari saham tersebut setiap tahun.
"Tidak ada. Aku hanya ingin melihat keadaanmu."
Reza tersenyum dan tanpa malu-malu duduk di meja sambil menggenggam tangan Lisa. "Wah, coba lihat dia. Standarmu cukup rendah, ya?" tanya Reza.
Lula menjadi kesal. Dia tidak memedulikan perkataan Reza tentang dirinya, tetapi lain halnyajika ia sudah melibatkan Luis. "Reza, tipe pria yang kuinginkan adalah urusanku. Kamu tidak berhak untuk mengatakan apa pun."
Luis mendongak sambil berujar, "Saya mungkin tidak hebat, tapi setidaknya saya tidak akan mengkhianati kekasih saya."
Dia tidak peduli dengan pertengkaran mereka, tetapi dia tidak ingin terlibat.
"Aku cuma ikut saja. Kenapa jadi aku yang disalahkan? Lagi pula, jika Lula terus bertengkar dengannya, aku tidak bisa pulang untuk bermain 'Aliansi Hero'!" pikir Luis.
"Ayo pergi," kata Lula sambil berdiri dan bersiap pergi.
Dia tidak ingin berlama-lama di sana karena bisa frustrasi dengan kehadiran mereka.
"Tidak apa-apa. Bukan kita yang rugi." Luis tersenyum tanpa merasa terganggu sama sekali.
"Tak ada yang perlu ditakuti. Semuanya tidak penting bagiku. Aku tidak akan mengalah pada siapa pun!" batin Luis.
"Tunggu saja penderitaan yang akan kamu alami akibat keputusanmu!" Reza mencibir.
"Apa yang membuat Anda bisa berpikir begitu? Kekasih Anda?" Luis tertawa dengan nada dingin. Jarinya menekan sesuatu di layar ponselnya, lalu informasi tentang pasangan tersebut muncul. Ini adalah fungsi baru di ponselnya yang memungkinkan ia untuk dapat membeli informasi apa pun yang ia inginkan. Informasi tentang Reza dan Lisa kebetulan cukup murah, yaitu 150 dolar saja.
"Setahu saya, kekasih Anda berasal dari cabang keluarga Perusahaan Kamballi, bukan? Keluarganya hanya memegang 0,2% dari saham yang ada. Selain itu, dia punya dua saudara kandung, jadi dia bahkan tidak punya hak untuk mewarisi saham tersebut."
"Bagaimana Anda bisa tahu?"
Lisa terkejut dan matanya yang cantik melebar saat menatap Luis.
"Dulu saya pernah minum-minum dengan Erik Morgan, jadi tentu saja saya tahu sedikit tentang keluarga Anda," jawab Luis dengan acuh tak acuh.
Erik adalah keponakan Lisa, dan statusnya lebih tinggi dari Lisa karena dia berasal dari keluarga inti. Dia adalah satu dari sedikit orang yang punya kesempatan untuk mengambil alih Perusahaan Kambali. Namun, itu masih belum pasti karena apa pun bisa terjadi di perusahaan keluarga.
"Anda kenal Erik?" Lisa tampak gusar. "Pria ini tidak terlihat istimewa, tetapi dia pasti orang penting kalau dia mengenal Erik. Mungkin dia berasal dari lingkaran sosial kami!" tebaknya dalam hati.
"Hei, biar saya beri tahu. Kekasih Anda lumayan populer. Dia playgirl paling terkenal di SMA Samudra dulu. Bukan cuma teman-temannya yang tahu, melainkan juga para guru. Wow, andai saja saya sekolah di SMA Samudra waktu itu. Mungkin saya akan.." Luis memandang Reza sambil menyeringai.
Wajah Reza berubah pucat dalam sekejap. Sebagai lulusan Universitas Layabaya yang punya gelar PhD dan baru kembali dari luar negeri, dia tidak sudi menjadikan seorang playgirl sebagai kekasihnya. Dia sungguh malu karena dia bakal menjadi bahan tertawaan teman-temannya.
"Apakah perkataannya benar?" Reza bertanya dengan suara keras sambil menunjuk Luiis.
"Aku benci ketika orang menunjuk-nunjuk kepalaku," kata Luis dengan suara kaku. Menurutnya, menunjuk kepala seseorang dengan jari itu tidak sopan.
"Saya baru saja melakukannya! Memangnya kenapa?!" Wajah Reza menjadi beringas. Dia merasa kotor setelah mengetahui bahwa dewinya adalah perempuan tidak baik-baik.
"Viola Ortiz. Anda mengenalnya, bukan?" kata Luis dengan tenang sambil melirik ke arahnya.
"A-apa yang Anda bicarakan? Saya tidak kenal." Reza yang tadi begitu murka mendadak terlihat cemas dan wajahnya seolah dipenuhi ketakutan.
Tanpa menghiraukannya, Luis menoleh ke arah Lisa lalu berkata, "Saya cuma ingin memperingatkan Anda secara baik-baik mengingat Anda masih bagian dari keluarga Erik. Kekasih Anda punya wanita simpanan bernama Viola. Saya rasa dia sedang hamil."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
Hades Riyadi
mantaabb Thor 💪👍👍
2022-09-25
0