Luis tersedak sembari tercengang. Dia membatin, "Tidak mungkin aku mencobanya di sini, kan? Kalaupun aku mau, belum tentu dia sadar dan mengizinkanku melakukannya."
.............................................
"Ayo, kirimkan kontakmu. Kita main game sama-sama." Luis meraih ponselnya dengan canggung, lalu mengeklik aplikasi dan menambahkan kontak Lula di ponselnya.
Dengan jijik, Lula berkata, "Itukah yang kamu pikirkan sepanjang hari? Game?"
Dia sungguh tidak mengerti bagaimana orang seperti Luis yang kerjanya cuma bermain game sepanjang hari bisa menjadi miliarder. Mungkinkah dia mewarisi harta keluarganya?" batin Lula.
Ting!
Setelah memindai kode QR, Lula menatap layar ponselnya dengan perasaan geli. Kamu ingin seluruh dunia tahu tentang kekayaanmu, ya? Sampai-sampai nama profilmu 150 ribu dolar'?!"
"Aku ini sangat rendah hati!" Luis memutar bola matanya. Dia sengaja mengubah nama profilnya beberapa hari yang lalu saat jumlah uang di rekening bank-nya melebihi satu juta.
Lula pikir ucapan Luis tak perlu disangkal. Lagi pula, mengingat aset yang dimiliki Luis, menyebut dirinya sendiri sebagai jutawan masih terlampau rendah hati. Barangkali dia bernilai setidaknya ratusan juta.
Luis langsung log in ke akun Master miliknya dan dengan malas berkata, "Ayo fokus bermain game saja. Master akan menunjukkan cara untuk menang! Mampukah kamu bermain denganku di level yang sama?"
"Apa istimewanya? Lebih menyenangkan bermain beberapa ronde Aliansi Hero, pikirnya.
"Aku punya akun alternatif." Lula memutar bola matanya. "Siapa sih yang tidak bermain dengan akun alternatif di Aliansi Hero sekarang ini?" pikirnya. Veteran seperti dirinya bisa punya beberapa akun untuk membantu teman-temannya rank up.
"Sialan! Ada mesin V8 di akun alternatifmu?! Luar biasa! Dasar orang kaya!" Luis menatap logo V8 yang kilauannya hampir membutakan matanya.
Lula memutar bola matanya sambil membatin, "Kebanyakan orang memang menganggapku kaya. Namun itu bukan apa-apa bagimu karena harga satu apartemen di gedungmu saja sudah cukup untuk membuatku hidup nyaman tanpa harus bekerja selama beberapa tahun."
Kamu serius memakai nama ini? Saat melihat nama pengguna yang dipakai Luis, ujung bibir Lula sedikit berkedut.
Peri mungil... serius? Kebanyakan wanita saja malas memakai nama semacam ini, apalagi pria dewasa. Lula mencibir dalam hati.
"Yah, lebih mudah menang dengan memakai nama ini. Luis terbatuk-batuk, seolah rahasia gelapnya sudah terungkap. "Suatu kali, ada seorang lawan yang menunjukkan ketertarikannya padaku. Aku menjawab pesannya hanya untuk memancingnya. Setelah itu, performanya di sepanjang game menjadi sangat buruk."
Lula memasang raut muka yang sedikit menghina sambil berpikir, Benar-benar tak tahu malu. Berpura-pura menjadi seorang gadis hanya demi bisa menang?
Membayangkannya saja sudah membuat Lula merinding. Jangan-jangan para pemain di chatroom publik yang selalu memohon kepada teman bermain pria untuk memimpin mereka sebenarnya adalah orang-orang semacam Luis.
Keahlian bermain game yang dimiliki Lula lumayan baik. Dia mengungguli Luis lebih dari satu setengah bintang. Karakternya sudah mencapai puncak yang diisi pemain-pemain terbaik. Biasanya dia menang telak di level Platinum.
Setelah level empat, Lula selalu bermain habis-habisan. Biasanya, para penembak jitu dan penyihir dari tim lawan akan tumbang setelah diserang. Tim itu akan binasa setelah dua pilar utama runtuh.
Dia mengangkat gelasnya dan minum beberapa teguk wine dengan santai sambil bermain game.
"Kamu sudah minum cukup banyak. Luis melirik Lula selagi menunggu karakternya bangkit kembali. Lula yang sedang mengangkat gelasnya tidak tahan untuk tidak membalas, "Aku sudah biasa minum saat suasana hatiku sedang buruk, dan sahabatku adalah pemilik tempat ini. Tempatnya cukup aman, jadi aku tidak takut ada hal buruk yang akan terjadi padaku. Lucy tersenyum Lalu mengulurkan tangannya dan meneguk red wine di gelasnya.
"Pelan-pelan saja. Jangan sampai konsentrasimu terganggu hingga membuatku kalah," ujar Luis saat Lula hendak minum lagi.
Dia tidak tahu harus bagaimana jika Lula benar-benar mabuk.
"Jangan khawatir, aku peminum yang baik." Lula tertawa dengan acuh tak acuh.
"Di mana pacarmu? Hubungi dia. Tidak baik kalau kita berduaan di sini."
Lula terdiam sesaat, lalu ia tersenyum dan berkata, "Apa? Apakah kamu punya pikiran buruk tentangku? Apakah kamu ingin tahu kalau aku sudah punya pacar atau belum? Lagi pula, dengan penampilan seperti ini, apakah aku terlihat seperti orang yang punya pacar?
Kali ini giliran Luis yang terdiam. "Wanita secantik kamu pasti punya banyak pengagum. Kalaupun kamu tidak punya pacar, setidaknya pasti ada beberapa pria cadangan."
"Dengan watakku yang seperti ini, kamu pikir aku akan punya pria cadangan?" Lula terdiam sejenak sebelum melanjutkan bicara, Banyak pria yang mengejarku. Ada satu yang usianya hampir 30 tahun, punya mobil, rumah dan anak laki-laki berusia 5 tahun. Kekayaannya pun bernilai jutaan. Menurutmu, apakah aku akan memilihnya?"
Uhuk!
Luis baru saja minum seteguk red wine. Saat mendengar ucapan Lula, spontan ia menyemburkan minumannya. Lalu dengan acuh tak acuh ia bertanya, "Jika kamu menyukainya, mengapa tidak? Usia bukan masalah selama kalian sungguh saling mencintai."
Lula memutar bola matanya sambil bergurau, Apakah kamu mau berhubungan dengan nenek-nenek yang rambutnya penuh uban tapi kekayaannya bernilai jutaan?"
"Aku akan memperlakukannya seperti nenekku sendiri," jawab Luis dengan bijak setelah berpikir lama. "Jutaan ... aku tidak tertarik.
Lagi-lagi Lula memutar bola matanya. Dia hampir lupa bahwa pria ini adalah seorang miliarder. Jutaan mungkin jumlah yang besar baginya, tetapi bagi pria ini, itu tidak ada apa-apanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments