Pantas Saja Dia Jomblo

Di kalangan masyarakat kelas atas Ardania, tidak ada yang berani memandang rendah dirinya karena dia sangat berpengaruh di industri minyak dan gas. Di tengah masyarakat kapitalistik ini, dia memegang kekuasaan yang sangat besar berkat jenis bisnis yang dia jalankan.

......................................

Meskipun Robin terlihat sangat santai dan tenang, di matanya ada cahaya yang tak pernah padam Dia tampak seperti sedang menunggu sesuatu.

Ponselnya tiba-tiba berbunyi. Robin meletakkan cangkir di tangannya dan langsung menjawab panggilan itu. Dengan anggun, dia berkata, "Ya."

"Tuan, seorang pemuda dari Cania baru saja membeli saham Hennerik."

"Kerja bagus ..." Awalnya Robin masih dapat tetap tenang, meski kata-katanya terdengar sangat mencemooh. Tapi, seakan tiba-tiba tersadar, dahinya berkerut. "Bukankah kamu dengan begitu percaya dirinya bersumpah akan mendapatkan 10 persen itu?"

Dia menginginkan saham 10 persen itu karena ingin mencoba berkecimpung di bidang otomotif energi terbarukan. Kebijaksanaannya membuatnya yakin bahwa industri ini akan mendominasi pasar otomotif suatu hari nanti.

Pada saat itu, keuntungan yang akan dia dapatkan tidak akan terukur.

Dia yakin dengan intuisinya, sama seperti dahulu saat dia merasakan bahwa Industri Koch akan mampu mencapai posisinya yang sekarang.

"Tuan, mungkin kita harus mempertimbangkan kesepakatan dengan Pagani."

"Apakah Anda bermaksud untuk menggurui saya?!" Sambil mengamuk, Robin melemparkan ponselnya ke lantai, seakan ponsel yang harganya luar biasa tinggi itu hanyalah sampah baginya. Ponsel itu pun seketika hancur berkeping-keping. "Lagi-lagi dari Cania."

Setelah cukup lama, Luis dan Lula telah menghabiskan semua minuman yang mereka pesan. Sebagian besar diminum oleh Lula. Meskipun toleransi alkohol wanita itu tinggi, dia tetap mabuk. Pipinya memerah dan dia terhuyung-huyung.

Lula tidak lagi kesal karena bertemu dengan mantan pacarnya beberapa waktu lalu. Sementara itu, Luis mulai memahaminya dengan lebih baik. Meski Lula tampak agak dingin, tetapi sebenarnya dia seseorang yang santai. Tentunya selama orang yang ditemuinya tidak bertindak melewati batas.

Hei, kamu baik-baik saja? Sepertinya kamu akan jatuh. Luis tidak dapat menahan diri untuk menggoda Lula saat melihatnya terhuyung-huyung.

"Jangan khawatir. Toleransi alkoholku tinggi. Biar kuantar kamu pulang," kata Lula sambil mengeluarkan kunci mobilnya dan berjalan menuju mobilnya.

"Kamu gila? Kamu masih ingin mengemudi dalam keadaan seperti ini? Aku akan mencarikan taksi untukmu."

Dia tidak berani membiarkan Lula mengemudi dalam keadaannya seperti sekarang ini. Jika dia yang mengemudi, mereka berdua bisa mati.

"Kenapa memanggil taksi? Kamu bisa mengemudikan mobilku." Lula menyerahkan kunci mobilnya pada Luis.

Apa? Tapi aku juga minum," pikir Luis.

Sebagai warga negara yang berbudi luhur, Luis tidak akan pernah melakukan tindak kejahatan seperti mengemudi di bawah pengaruh alkohol. Dia tidak ingin mengambil risiko masuk penjara.

"Aku akan memanggilkan taksi untuk kita." Luis mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi Uber. Tak lama kemudian, sebuah SUV putih berhenti di depan mereka.

Setelah membantu Lula masuk ke dalam mobil, Luis duduk di kursi depan.

"Hei, kamu belum memberitahuku di mana kamu tinggal," kata Luiskepada Lula, yang setengah berbaring di kursi belakang.

Somarin."

Perjalanan mereka berlangsung cepat. Mereka segera mencapai Somarin. Luis membayar Uber dan membantu Lula keluar dari mobil.

"Kamu baik-baik saja? Jangan-jangan kamu benar-benar mabuk."

Lula tampak lebih buruk setelah perjalanan, mungkin akibat mabuk perjalanan. Dia hampir tidak mampu berjalan.

"Kepalaku sakit sekali, gumamnya lemah. Dia mengira banyaknya alkohol yang dikonsumsinya tidak akan menjadi masalah, mengingat dia sangat kuat minum. Namun, entah mengapa, dia merasa pusing.

"Uh, kalau begitu, aku akan mengantarmu ke atas," kata Luis dengan pasrah.

Jika dia membiarkan Lula sendirian, wanita itu mungkin akan terjatuh.

Untungnya, tubuh Lula tidak terlalu berat. Luis masih bisa menyangga tubuh wanita itu meskipun dia kurus dan lemah akibat lama tidak berolahraga.

Akhirnya, Luis menemukan tempat tinggal Lula dan membawanya ke kamar tidurnya. Dia kemudian meletakkan wanita itu di atas tempat tidurnya.

"Sial, ada apa dengan staminaku? Aku bahkan tidak bisa berdiri tegak sekarang." Luis mengambil sebotol air dari lemari es milik Lula dan berbaring di sofa.

Karena jam sudah menunjukkan pukul 1 pagi, Luis tidak pulang. Perjalanan kembali ke rumahnya akan terlalu lama dan melelahkan. Untungnya, tempat itu dekat dengan Menara Adipati. Luis memutuskan untuk bermalam di sana.

Dia tidak tahu bahwa Lula memperhatikan kepergiannya dari jendela. "Pantas saja dia sudah bertahun-tahun jomblo. Bukan tanpa alasan," katanya.

Luis mengeluarkan ponselnya dan membuka Shopazon. Sekarang sudah lewat tengah malam, jadi status batas belanjanya telah diperbaharui.

Dia harus terus mengeluarkan uang untuk naik level secepat mungkin.

Pakaian yang tengah Luis kenakan tidak hanya berbau minuman keras, tapi juga belum diganti selama berhari-hari. Maka dia memutuskan sudah waktunya untuk membeli yang baru.

Ada berbagai toko di Shopazon, termasuk Prada, Hermes, Louis Vuitton, Chanel, dan Versace. Harga barang-barang mewah bermerek ini jauh lebih terjangkau di aplikasi tersebut. Harganya semurah barang palsu.

Luis hanya mengetahui Hermes karena tas tangan mereka. Itulah sebabnya, dia selalu mengira bahwa mereka hanya menjual tas tangan. Baru hari ini dia menyadari bahwa mereka juga menjual pakaian untuk pria dan wanita.

Tentu saja, harga pakaian mereka juga sangat mahal.

Sepasang celana awalnya berharga 1.000 dolar.

Namun, setelah diskon marketplace, harganya menjadi hanya 10 dolar. Harganya semurah membelinya dari toko barang bekas.

Episodes
1 Membeli Gedung
2 Kamu Membeli Gedung?
3 Tidak Ada Yang Percaya
4 Kopi
5 Disewakan
6 Makan Malam
7 Sangat Kaya?
8 Kehilangan Sekian Juta?
9 Sisakan 1 unit untukku
10 Semuanya Tidak Penting
11 Bisa Membeli Kapan Saja
12 Dasar Orang Kaya
13 Tipikal Pecandu Game
14 Tidak Suka Gigolo
15 Batas Belanja Harian
16 Membeli 10% Saham
17 Pantas Saja Dia Jomblo
18 Belanja
19 Lia Wijaya
20 Lia Wijaya
21 Prioritas Dalam Pernikahan
22 Terlalu Sedikit
23 Tapi Itu Benar
24 Kamu Rasa?
25 Kamu kan Sangat Kaya!
26 Tabrak Lari
27 Kamu Sudah Gila?
28 Mengumpulkan Uang
29 Meminjam Uang
30 Dokter Spesialis
31 Hadiah Langka
32 Kamu Cemburu?
33 Liontin Giok
34 Kamu Terlalu Banyak Minum
35 Aku Dimana?
36 Gurami Goreng
37 Ginseng Liar
38 Dimana Alamat Restoranmu?
39 Membeli Restoran
40 Perpisahan
41 Sungguh Menakutkan
42 Negoisasi
43 Jauh Melampaui Dugaan
44 Ginseng Itu Mirip Wortel
45 Awas Kau
46 Pelanggan Tetap
47 Cinta atau Kekayaan
48 Hazel
49 Dia Direktur?
50 Kunjungan Keluarga
51 Tidak Terlalu Mahal
52 Kontribusi Pada Garis Keturunan
53 Sahabat?
54 Mengacaukan
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Membeli Gedung
2
Kamu Membeli Gedung?
3
Tidak Ada Yang Percaya
4
Kopi
5
Disewakan
6
Makan Malam
7
Sangat Kaya?
8
Kehilangan Sekian Juta?
9
Sisakan 1 unit untukku
10
Semuanya Tidak Penting
11
Bisa Membeli Kapan Saja
12
Dasar Orang Kaya
13
Tipikal Pecandu Game
14
Tidak Suka Gigolo
15
Batas Belanja Harian
16
Membeli 10% Saham
17
Pantas Saja Dia Jomblo
18
Belanja
19
Lia Wijaya
20
Lia Wijaya
21
Prioritas Dalam Pernikahan
22
Terlalu Sedikit
23
Tapi Itu Benar
24
Kamu Rasa?
25
Kamu kan Sangat Kaya!
26
Tabrak Lari
27
Kamu Sudah Gila?
28
Mengumpulkan Uang
29
Meminjam Uang
30
Dokter Spesialis
31
Hadiah Langka
32
Kamu Cemburu?
33
Liontin Giok
34
Kamu Terlalu Banyak Minum
35
Aku Dimana?
36
Gurami Goreng
37
Ginseng Liar
38
Dimana Alamat Restoranmu?
39
Membeli Restoran
40
Perpisahan
41
Sungguh Menakutkan
42
Negoisasi
43
Jauh Melampaui Dugaan
44
Ginseng Itu Mirip Wortel
45
Awas Kau
46
Pelanggan Tetap
47
Cinta atau Kekayaan
48
Hazel
49
Dia Direktur?
50
Kunjungan Keluarga
51
Tidak Terlalu Mahal
52
Kontribusi Pada Garis Keturunan
53
Sahabat?
54
Mengacaukan
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!