**Hai kak, salam kenal dari Author Kopii Hitam
Meskipun hitam, tetap manis seperti reader yang membaca novel ini kan**
**Jangan lupa tinggalkan jejak petualangannya ya
Happy Reading**
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Tok Tok Tok"
Reynold mengetuk pintu yang tengah terbuka lebar, kemudian masuk layaknya seorang tamu yang ingin mengunjungi pemilik rumah.
"Siang Om," sapa Reynold dengan gagahnya.
"Siang, kamu siapa Nak? Ada apa?" jawab Aditama dengan beberapa pertanyaan, dia sama sekali tak mengenali Reynold dengan penampilan yang jauh berubah dari sebelumnya.
"Oh, ada tamu rupanya. Maaf mengganggu waktunya sebentar."
Reynold melirik Elkan yang tengah duduk di hadapan Aditama. Dia bergeming memperhatikan suami Yuna itu dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"Jadi ini suaminya Yuna, tampan juga. Sepertinya bukan orang sembarangan." batin Reynold sembari tersenyum kecil, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Aditama.
"Maaf Om, saya ke sini ingin bertemu Yuna. Apa Yuna nya ada di rumah?" tanya Reynold memulai aktingnya.
Reynold sengaja memainkan perannya untuk memanasi Elkan. Menurut cerita yang dia dengar dari Yuna tadi, dia bisa mengambil kesimpulan bahwa Elkan sebenarnya menyukai adik sepupunya itu.
"Yuna tidak ada di rumah. Untuk apa mencarinya? Memangnya kamu siapa Nak?" tanya Aditama dengan kening sedikit mengkerut.
"Oh iya, kenalkan Om. Saya...," Reynold menjeda ucapannya, matanya berguling liar memikirkan apa yang harus dia ucapkan.
"Saya Rendi Om, pacarnya Yuna. Saya baru pulang dari luar kota. Sebelumnya kami sudah berjanji akan menikah tahun ini. Saya datang untuk menagih janji itu." ucap Reynold sembari menekuk kakinya, dia duduk tepat di sebelah Aditama.
"Seeeer"
Darah Elkan berdesir mendengar itu. Rasanya sangat panas, bahkan lebih panas dari bara api yang tengah menyala. Tentu saja dia tidak bisa menerima itu, jantungnya menggelegak saking panasnya.
"Hei, apa yang kau katakan? Jangan bicara sembarangan!" bentak Elkan yang tak bisa menahan diri, tangannya mengepal erat dengan rahang mengerat kuat. Jika tidak memikirkan kesehatan mertuanya, mungkin sudah dia hajar pria itu dengan bogem mentahnya saat ini juga.
"Hei, siapa kau? Aku bicara dengan calon mertuaku, sebaiknya kau diam saja!" ketus Reynold meninggikan nada bicaranya.
"Sudah, jangan bertengkar di sini!" Aditama mencoba menengahi, dia tak ingin ada keributan di rumahnya.
"Maaf Nak Rendi, Yuna tidak ada di sini. Sedikit yang harus Nak Rendi ketahui, Yuna sudah menikah. Dan pria yang ada di depan Nak Rendi ini adalah suami Yuna. Om harap Nak Rendi bisa mengerti." jelas Aditama.
"Oh, jadi pria ini suaminya Yuna." Reynold berlagak seakan sudah tau tentang Elkan.
"Om tidak perlu memikirkan itu! Saya sudah tau semuanya, Yuna sudah menceritakannya. Pernikahan mereka tidak ada artinya sama sekali bagi Yuna."
"Setelah mereka bercerai, saya dan Yuna akan segera menikah. Saya akan membawa Om dan Yuna keluar kota. Kami sudah membicarakan ini sebelumnya." jelas Reynold sembari tersenyum licik, dia ingin sekali melihat reaksi Elkan setelah mendengar ucapannya.
"Apa?" Aditama nampak syok mendengar itu.
"Bajingan! Beraninya kau menghubungi istriku di belakangku,"
Elkan bangkit dari duduknya. Tanpa aba-aba, bogem mentahnya melayang bebas di wajah Reynold dengan dahsyatnya.
"Plaaak"
"Jangan pernah berpikir untuk mendekati istriku! Sampai dunia runtuh sekalipun, aku tidak akan pernah menceraikan Yuna. Ingat itu!" tekan Elkan dengan tatapan mematikan.
"Kita lihat saja nanti! Siapa yang akan dipilih oleh Yuna? Kau, suaminya yang kejam. Atau aku, pria yang sangat dicintainya." tantang Reynold sembari memegangi sudut rahangnya yang terasa begitu nyeri.
Tak kuat menahan diri, Elkan akhirnya berlalu meninggalkan rumah Aditama tanpa sepatah katapun. Jika menuruti emosinya di tempat itu, bisa-bisa Aditama yang menjadi sasarannya. Dia baru saja mengalami serangan jantung, Elkan tidak mau hal itu terulang lagi.
Di luar sana, Elkan menumpahkan kekesalannya pada kerangka mobil. Dia melayangkan bogem mentahnya hingga mobil mewah itu berguncang. Wajahnya memerah menahan panas di hatinya yang tak kunjung mereda.
"Tidak Yuna, jangan lakukan ini padaku! Kamu tidak boleh meninggalkan aku! Hanya aku yang berhak menjadi suamimu, hanya aku Yuna. Pulanglah, aku mohon! Aku akan berubah, aku tidak akan menyakitimu lagi. Aku berjanji,"
Elkan mengacak rambutnya dengan kasar, dia benar-benar frustasi mendengar ucapan pria di dalam tadi.
Sementara di dalam mobil Reynold, Yuna meneteskan air matanya mendengar ucapan Elkan barusan. Hatinya bergetar, dadanya berdenyut nyeri.
Ingin sekali dia turun dan memeluk Elkan dengan erat. Meluapkan isi hatinya yang juga tak sanggup berpisah dengan suaminya itu.
Tapi dia tak punya daya melakukannya, Elkan harus merasakan bagaimana rasanya kehilangan. Dengan begitu dia akan menyadari kesalahannya terhadap Yuna selama ini.
Setelah mobil Elkan melaju meninggalkan tempat itu, Yuna turun dan berlari menyusul Reynold. Tangisannya pecah saat melihat sosok Aditama yang tertegun di atas kursi yang dia duduki.
"Ayah," Yuna memeluk Aditama erat, tangisannya tumpah di pundak sang ayah.
"Yuna, kamu di sini Nak? Elkan baru saja pergi, dia mencari mu." ucap Aditama sembari mengusap kepala Yuna penuh kasih sayang.
"Yuna tau Yah, Yuna melihatnya. Biarkan saja dia, dia harus menanggung resiko atas perbuatannya selama ini kepada Yuna." isak Yuna.
"Apa yang terjadi dengan kalian? Kenapa tidak memberitahu Ayah?" tanya Aditama penasaran.
Yuna melepaskan pelukannya, kemudian duduk di samping Aditama. Sementara Reynold membuka kacamatanya, dia memegangi rahangnya yang masih terasa ngilu.
"Apa yang terjadi Rey? Kenapa wajahmu jadi merah seperti ini?" tanya Yuna sembari menautkan alisnya, kemudian menyentuh sudut bibir Reynold dengan pelan.
"Ahh, sakit Yuna. Jangan disentuh!" rintih Reynold sembari menepis tangan Yuna.
"Yuna, apa benar pria ini pacarmu? Bagaimana bisa kamu mengkhianati Elkan Nak? Dia masih suami sah mu," tanya Aditama yang mulai bingung dengan situasi yang terjadi.
"Ayah, Yuna tidak melakukan itu. Ini bukan pacar Yuna. Ayah lihat sendiri siapa dia, perhatikan baik-baik!" ucap Yuna.
Mendengar itu, Aditama pun menghela nafas lega. Dia menatap Reynold dengan intim, namun sama sekali tak mengenali putranya itu.
"Siapa dia? Ayah tidak kenal," ucap Aditama dengan kening sedikit mengkerut.
Reynold membuka matanya lebar, lalu menekuk kakinya di dasar lantai sembari menyentuh lutut Aditama yang mulai terlihat goyah.
"Ayah, apa Ayah tidak mengenali putra Ayah lagi?" tanya Reynold dengan mata berkaca-kaca, lalu merebahkan kepalanya di lutut Aditama.
"Ayah? Kenapa memanggilku Ayah? Siapa kamu sebenarnya?" tanya Aditama yang belum bisa mengenali putranya itu.
"Ayah, ini Rey. Putra Ayah," ucap Reynold.
"Rey? Kamu Rey, Reynold putraku?" Aditama melongo, matanya terbuka tanpa kedip.
"Iya Yah, ini Reynold. Kenapa Ayah bisa melupakan Rey?" tanya Reynold sembari menautkan alisnya.
"Tidak Nak, Ayah tidak pernah melupakan kamu. Ayah hanya bingung melihat kamu yang sekarang, kamu sangat tampan, Ayah tidak bisa mengenalinya."
Keduanya saling berpelukan dengan air mata yang mengalir di sudut mata masing-masing. Terlebih Reynold, dia sudah sangat lama merindukan Aditama. Namun keadaan memaksanya untuk menetap di luar negeri dalam waktu yang cukup lama.
Yuna yang melihat itu juga tak sanggup menahan diri, air matanya kembali tumpah, lalu memeluk keduanya dengan erat. Dia sangat bahagia karena hari ini keluarganya berkumpul lagi seperti dulu.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
Alenka
kena prank😝
2022-08-28
8
💞 Nofia 💞
panik gak tuh?
panik lah masa enggak 🤭😂
2022-08-28
7
MIKU CHANNEL
Aduh si Elkan di kasih terapi syok sama Rey, yg kuat yg sabar ya Elkan karna tdk ada yg sia2 kalo km bersunggu2 ☺️☺️☺️
2022-08-21
5