"Apa? Kamu ingin meminjam uang lagi? Ini adalah yang ketiga kalinya, apakah aku tidak salah dengar?"
Seorang pria paruh baya dengan cerutu penuh asap di mulutnya terkejut mendengar pertanyaan dari seorang pria di depannya.
Di sebelah kanan dan kiri pria paruh baya terdapat pria berjas dengan topi yang tampak elegan, mereka berdua sedang berdiri yang tampaknya seperti bodyguard.
"Anda memang tidak salah dengar Tuan Patrik, saya datang ke sini untuk meminjam uang lagi pada anda." jawab pria tersebut dengan raut wajah yang rumit.
Lanjutnya. "Jika berkenan, bisakah anda meminjamkan saya uang?"
Patrik terdiam sejenak menghisap cerutu di mulutnya, lalu menghembuskan banyak asap rokok, menatap pria di depannya, kemudian berkata.
"Meminjamkanmu uang... Haha.. Hahahahaha!" tiba-tiba Patrik tertawa sangat keras, memenuhi ruangan.
Pria tersebut awalnya merasa bingung ketika melihat Patrik yang tiba-tiba tertawa sangat keras, tapi selanjutnya karena terbawa suasana dia juga mengikuti Patrik tertawa, namun tawanya tidak terlalu keras seperti Patrik, itu pelan.
"Hahahaha... "
"Hahaha! Hahaha!" tidak tau ada angin apa, mereka berdua akhirnya tertawa bersama.
"Jadi tuan patrik apak-"
"Tidak."
Sebelum pria itu menyelesaikan ucapannya Patrik segera memotong kata-katanya dengan wajah datar yang membuat kesenangan pria tersebut dengan cepat menghilang.
"Aku tidak akan meminjamkan uang padamu lagi, sebelum kamu mengembalikan pinjamanmu yang sebelumnya."
"Tapi saya sama sekali tidak mempunyai uang sepeserpun di tangan saya, bagaimana saya bisa mengembalikannya?" pria itu berkata sambil merogoh-rogoh kantung celananya.
"Aku tidak peduli dari mana kamu mendapatkan uang tersebut, yang penting kamu harus membayar utangmu sesegera mungkin, jika tidak.... ckckck.... kamu harus tau konsekuensinya." mata Patrik mengkilat tajam, mengancam pria di depannya.
Pria itu menelan ludahnya sendiri ketika mendengar kata 'ancaman', dia sangat takut dengan ancaman Patrik, pemuda itu tampaknya mengerti maksud yang di katakan Patrik.
Dengan wajah yang pucat dia masih bersikeras berkata pada Patrik.
"Tuan Patrik saya mohon pinjamkan saya uang lagi, saya janji kali ini akan mengembalikannya secepat mungkin." Pria itu memohon-mohon kepada Patrik.
Tapi Patrik tidak peduli apa yang di lakukan pria tersebut, dengan wajah dingin dia menarik tangan pria di depannya.
Duk!
Wajah pria itu segera tersungkur ke atas meja. membuat bagian dagunya berdarah, kemudian pria tersebut mendengar suara dari salah satu kupingnya.
"Sepertinya akhir-akhir ini aku terlalu lunak padamu, yang membuat dirimu semakin melunjak, jangan lupakan siapa diriku." kata patrik.
"Kamu hanyalah orang bodoh yang menghambiskan uang di casino, lalu dengan wajah idiot datang meminjam uang padaku."
"Berkata akan mengembalikan secepat mungkin, apakah kamu pikir aku bodoh? Aku bisa saja membunuh sekarang juga jika aku mau, tapi aku tidak mau melakukannya, karena itu akan membuat tanganku kotor."
Patrik mengambil cerutu di mulutnya, kemudian mengarahkan bara cerutu yang panas ke tangan pria tersebut, pria itu langsung berteriak kesakitan.
"Ahhh!"
"Tuan patrik tolong lepaskan cerutu anda dari tangan saya, itu melukai tangan saya."
"Apakah kamu memerintahku barusan? Kamu pikir siapa dirimu!"
Patrik mengabaikan teriakan kesakitan pria tersebut, dia menekan cerutunya lebih kuat dan kencang yang membuat rasa sakit yang di alami pria itu lebih kuat dan terasa, sampai-sampai membuatnya mengeluarkan air mata.
"Maafkan saya Tuan Patrik!"
Patrik mendengus tidak senang. "Aku beri kamu waktu seminggu, jika kamu tidak membayar hutang-hutangmu, aku akan membunuhmu!" Patrik melepaskan tangan pria di depannya.
"Bawa dia keluar!" Patrik segera memerintahkan kedua orang-orangnya.
Dua pria berjas menarik pria tersebut dengan paksa ke depan pintu keluar.
Ketika keadaan di ruangan membaik, Patrik mengambil cerutu yang baru di kantungnya, sesaat dia ingin membakarnya, tiba-tiba dia mendengar suara yang familiar.
"Tadi itu pertunjukan yang bagus."
Patrik mengalihkan perhatiannya ke arah suara yang datang, kemudian dia tidak bisa tidak terkejut.
"Tuan muda Lin!" teriak Patrik.
Lin bersandar di samping pintu sambil memainkan jari-jarinya.
"Sudah lama, Patrik."
Paul melihat seorang pria muda dengan jas hitam besar dan topi newsboy cap hasnya, melihat ini dia langsung mengenalnya.
"Apa yang anda lakukan di sini?" tanya patrik.
"Hei-hei apakah karena umurmu yang semakin tua membuatmu menjadi pikun? Bukankah sudah jelas aku datang ke sini karena ingin mengambil uang pajak bulan ini."
Benar, Lin datang ke distrik Bernet untuk mengambil biaya pajak bulanan, lebih jelasnya distrik Bernet adalah wilayahnya yang di berikan Holmes padanya.
Sumber keuangan Lin 80 persen di dapatnya dari distrik Bernet, sisanya di berikan oleh ayahnya.
Dan terlebih lagi sekarang dia sudah bekerja di Biro Pertahanan Kekaisaran Malam, membuat sumber keuangannya meningkat.
Sekarang dia tidak perlu khawatir kehabisan uang.
"Mengambil biaya pajak?' Patrik terlihat kebingungan.
Lin yang memperhatikan perilaku aneh Patrik pun bertanya.
"Ada apa?"
"Bukankah belum lama ini Tuan Muda Lin telah mengambil uang pajak tersebut?" jawab Patrik.
"Apa maksudmu? Jelas aku baru saja datang, Patrik apakah kamu sekarang berani berbohong padaku."
"Tidak saya tidak berani, tapi memang benar Tuan Muda Lin telah mengambilnya, jika Tuan Muda Lin tidak percaya, saya dapat menunjukkan buktinya pada anda." Patrik dengan buru-buru mengambil sebuah dokumen dari salah satu penyimpanan di bawah meja.
Selanjutnya, Dokumen itu di buka.
Di dalam dokumen terlihat sebuah cap keluarga Anston dan tanda tangan Lin, yang menandakan bahwa dirinya telah benar-benar menerima biaya pajak bulan ini.
'Ini benar-benar telah di terima.'
Lin menatap dokumen di depannya dengan wajah yang terkejut dan heran, karena di dalam dokumen terdapat cap keluarga Anston, jika hanya ada tanda tangan Lin percaya bahwa seseorang juga bisa melakukannya, tapi ini adalah cap keluarga Anston, selain saya dan Natalia tidak ada orang lain yang mempunyainya.
Natalia jelas tidak mungkin mengambilnya, karena Patrik bilang bahwa dirinyalah yang mengambilnya. itu berarti Patrik telah bertemu dengannya face to face saat itu!
Tapi bagaiamana mungkin? Lin baru saja datang hari ini.
"Apa yang terjadi.... " Lin berguman.
"Tuan Muda, apakah anda baik-baik saja?"
"Patrik, hari apa aku bertemu denganmu saat itu?" tanya Lin.
"Itu adalah hari kemarin, saya terkejut anda datang lebih awal dari hari-hari biasanya." jawab paul.
"Benar-benar kemarin?! Apakah kamu merasa ada yang aneh ketika kamu melihat saya saat itu?"
Mendengar pertanyaan Lin, Patrik merenung sebentar memikirkan pertemuannya saat itu, setelah itu Patrik menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada yang aneh sama sekali saat itu, semuanya tampak normal." kata Patrik.
"Tapi ada satu hal yang membuat saya heran."
"Apa?"
"Anda berkata bahwa anda akan pergi ke taman hiburan untuk bersenang-senang, mendengar ini saya terkejut, karena itu tidak seperti anda."
"Taman Hiburan...... " Lin bergumam pelan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Terus...
2022-10-11
0
Angel.
lanjut bang, seru novelnya.
2022-09-09
1