"Kenapa kamu menghalangi?" Lin memandang Vivian dengan mata acuh tak acuh.
"Jangan bunuh dia, kami membutuhkan salah satu dari mereka untuk di interograsi, apa kamu tidak ingat yang di katakan kapten Roger?" Vivian teguh melindungi pemimpin jubah hitam dengan kekuatan dinding pikiran.
Pada awalnya mereka di tugaskan untuk menangkap orang-orang sesat ini, tapi kalau keadaan tidak memungkinkan, mereka di perbolehkan membunuh beberapa dari orang ini.
Tetapi Lin mengacaukannya, dia membunuh semua anggota sekte Chaos yang membuat Vivian sakit kepala, ketika Vivian melihat Lin hampir membunuh pemimpin jubah hitam, yang satu-satunya anggota sekte Chaos yang masih hidup, Vivian tentu tidak bisa tinggal diam.
Jadi dia menggunakan dinding pikiran untuk menghalangi Lin atau misi mereka akan benar-benar gagal.
Vivian melihat Black di depan, dia tidak tau makhluk apa yang di kendalikan Lin, Vivian tidak pernah mendengar dari buku kuno bahwa pengguna tipe bayangan bisa melakukan ini.
Saat ini Black masih mencoba menghancurkan dinding pikiran Vivian, dia terus menggerogoti dinding pikiran.
Lin akhirnya mengingat sesuatu yang di katakan kapten roger kepadanya.
"Black kembali, semuanya sudah berakhir." Lin memerintahkan Black kembali.
Black yang menggerogoti dinding pikiran segera berhenti, walaupun dia tidak mau, tapi karena ini adalah perintah Lin dia berubah menjadi bayangan di lantai dan bergegas kembali ke bayangan Lin.
Vivian mengangguk, lalu dia menghilangkan dinding pikirannya, selanjutnya dia menggenggam tubuh pemimpin jubah hitam dengan kekuatan pikiran. Dengan ini, pemimpin jubah hitam tidak bisa melarikan diri.
Lin merapihkan jasnya yang terkena debu, lalu dia berjalan mendekati Vivian.
"Bagaimana kamu menginterograsikannya? Apa kamu yakin dia akan menjawab dengan jujur?" Lin memandang Vivian di sampingnya.
"Jangan khawatir, dia tidak akan berani berbohong, serahkan padaku, Klik!" Vivian menjentikkan jarinya setelah itu tatapan pemimpin jubah hitam menjadi bodoh.
"Seni Rahasia?" Lin terkejut.
"Benar, ini adalah salah satu seni rahasia yang aku latih, namanya adalah Hipnosis. Jika kamu sudah menentukan orang mana yang ingin di hipnotis, selanjutnya kamu tinggal menjentikkan jari saja, otomatis orang yang mendengar jentikkan jari, bisa terkena hipnotis." Kata Vivian.
Setelah menjelaskan panjang lebar kepada Lin, Tatapan Vivian segera beralih ke pemimpin jubah hitam.
"Dari mana kamu berasal?" Tanya Vivian pada pemimpin jubah hitam.
"Sekte Chaos... " wajah jubah hitam masih bodoh.
"Ternyata Sekte ini! Orang-orang bodoh ini masih membuat masalah bahkan di Kekaisaran malam." kata Vivian.
"Apa kamu tau orang-orang ini?"
"Ya, orang-orang ini berasal dari Sekte Chaos, organisasi ini hanya menyembah Dewa Chaos yang mereka percayai sebagai tuhan. Dan orang-orang ini sering membuat kerusuhan di Kerajaan atau kota-kota lainnya." Vivian menjelaskan sambil memegang kepalanya.
"Apa tujuan organisasi ini melakukan keributan di kota-kota lain?" Lin bertanya pada Vivian dengan wajah penasaran.
"Mereka melakukan ini, karena mereka ingin membawa Dewa Jahat untuk datang ke dunia kita."
"Dewa Jahat benar-benar datang ke dunia ini? Tunggu... apakah keberadaan dewa benar-benar nyata?"
"Mereka memang bisa datang melalui upacara dan pengorbanan, tapi yang muncul adalah tubuh Virtualnya bukan bentuk aslinya."
"Walaupun yang datang hanyalah Virtualnya, tapi dampak yang di bawa oleh kedatangannya bisa membuat kegilaan untuk orang di sekitar."
"Orang yang melihat Virtual dewa jahat bisa terkena polusi mental dan akhirnya mereka menjadi gila atau bermutasi menjadi monster."
"Kamu tadi bertanya apakah keberadaan dewa benar-benar nyata? Jawabannya adalah iya, mereka sudah ada pada zaman kebodohan, saat itu manusia masih sekumpulan orang bodoh yang gila berperang, salah satu dari mereka melakukan ritual yang tidak di ketahui yang membuat celah di luar angkasa robek, kemudian dari celah itu mata merah yang besar mengintip."
"Tatapannya membuat semua orang yang melihat menjadi gila, mereka menyerang teman mereka sendiri, ada juga yang bunuh diri, dan yang lebih parah, tubuh mereka bermutasi menumbuhkan bagian organ tubuh yang baru."
"Mulai sejak itu, manusia mulai menyadari bahwa ada keberadaan yang sangat jahat di celah-celah luar angkasa, makhluk itu jauh di luar manusia, mereka adalah entitas berdimensi tinggi."
"Zaman Kebodohan? Apa itu sama dengan Era Terakhir?"
Lin pernah mendengar tentang Era Terakhir dari Pak tua Ben, walaupun dia tidak menjelaskannya dengan lengkap, itu saja sudah membuat Lin merasa Luar biasa.
Vivian menatap Lin dengan heran, dia tidak menyangka Lin sudah mengetahui tentang Era Terakhir.
"Zaman Kebodohan sudah ada sejak lama sebelum kedatangan Era Terakhir, mereka sudah sangat kuno dan mungkin hanya sedikit orang yang mengetahuinya sekarang."
"Jika Zaman Kebodohan sudah muncul sebelum Era Terakhir, apakah masih ada zaman yang lainnya yang kita tidak ketahui?" Kata-kata ini melintas dalam pikiran Lin.
Perkataan Lin membuat pikiran Vivian terbuka luas, ia diam memikirkan sesuatu lalu berkata.
"Apa yang kamu katakan mungkin ada benarnya, tapi kita tidak tau apakah itu nyata atau tidak, ini masih dalam tebakan." Vivian menghela nafas.
Yang di katakan Vivian benar, ini masih tebakan saja, jadi Lin tidak bisa terus bertanya, saat ini Vivian mulai mengajukan pertanyaan lain pada pemimpin jubah hitam.
"Apa tujuanmu membuat masalah di Kekaisaran Malam?"
"Untuk membawa virtual dewa jahat datang dan menghancurkan Kekaisaran Malam, semua ini di perintahkan oleh Tuan kami..... "
"Siapa Tuanmu?"
"Tuan Paul Arbetto... "
"Paul Arbetto! Dimana dia sekarang?" Vivian terkejut namun dia segera mengabaikan dengan pertanyaan selanjutnya.
"Tuan Paul masih di Kekaisaran Malam, tepatnya di hotel pinggiran barat Kekaisaran Malam."
"Jadi begitu! Lin kita harus melapor kepada kapten roger secepat mungkin, aku takut Paul ini akan melarikan diri lagi."
"Siapa Paul itu?"
"Dia adalah buronan yang di cari Biro Pertahanan di kota-kota lain, Paul adalah seorang beyonder tingkat 2 dari tipe Ilusionis, kita sama sekali bukan lawannya yang berada di tingkat 1, dan lagi, orang ini pandai melarikan diri, hanya kapten Roger yang bisa menangkapnya."
Vivian dan Lin ingin meninggalkan Aula Musik Santanio, tapi gerakannya berhenti ketika mereka berdua melihat seorang pria setengah baya dan pasukan di belakangnya. Mereka adalah kapten Roger dan pasukan penjaga."
"Aku disini! Apa yang terjadi?" Ucap kapten Roger sambil melihat semua orang yang pingsan, orang-orang ini adalah penonton yang ingin menyaksikan pertunjukan piano.
Vivian senang ketika Kapten Roger datang dia segera maju ke depan lalu berkata "Ini semua ulah dari sekte Chaos, mereka ingin mengadakan ritual kedatangan dewa jahat, untungnya saya dan Lin berhasil menggagalkan mereka tepat waktu."
"Kebangkitan dewa jahat! Berani sekali mereka melakukan ritual ini di Kekaisaran Malam!"
"Bagus untuk kalian berdua yang menggagalkan aksi mereka, Kontribusi kalian akan di catat oleh Biro Pertahanan Kekaisaran Malam."
"Cepat! Evakuasi semua orang yang pingsan di dalam aula music ini." Roger memerintah semua pasukan penjaga untuk memindahkan orang-orang biasa ke tempat yang aman.
"Kapten Roger ada masalah penting lainnya." Vivian segera melanjutkan pembicaraan.
"Masalah apa?"
"Ternyata di balik semua ini adalah perintah dari Paul Arbetto."
"Paul... " Roger mengerutkan keningnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Ayo...
2022-10-11
0
ⁱ'ᵐ ᵗʰᵉ ⁿⁱᵍʰᵗ ᵈᵉᵛⁱˡ
thor great story 👍👍👍
2022-09-11
1
DEWA KEGELAPAN
hoho terimakasih torrrr upupupupu upupupupu upupupupu upupupupu
2022-08-09
1