Rekan Baru

Segera setelah Lin memilih opsi kedua, sebuah ingatan tentang seni rahasia Shadow Body muncul dalam benaknya.

Kemudian tubuhnya memanas, dia merasakan arus hangat diam-diam mengalir ke seluruh tubuhnya. Lin merasakan tubuhnya menjadi lebih ringan dari sebelumnya, fisiknya menjadi kuat, dan daya tahan telah meningkat.

Lin membuka matanya perlahan.

Saat ini dia merasakan perubahan dalam tubuhnya, dan butuh waktu untuk beradaptasi, setelah kondisinya sedikit membaik, Lin segera melihat panel pribadinya.

[ Nama : Lin Anston

Umur : 21 Tahun.

Tingkat : Beyonder Tingkat 1

Kemampuan : Bayangan.

Seni Rahasia : Shadow Body Cincin 1 (Tidak bisa di tingkatkan.)

Poin Sumber : 0. ]

Di dalam kolom Seni Rahasia, sudah tidak lagi kosong seperti sebelumnya, sekarang Shadow body telah mengisi tempat pada kolom Seni Rahasia.

Shadow Body miliknya saat ini hanya berada di cincin pertama, yaitu berarti dia hanya bisa melebur ke dalam bayangan selama 10 menit.

Jika lebih dari itu dia akan dalam bahaya. dia tidak tahu bahaya apa yang akan terjadi, tapi itulah yang di katakan seni rahasia Shadow Body dalam benaknya. Ada bahaya yang tersembunyi, jadi Lin harus berhati-hati dalam mengunakan Seni Rahasia ini.

Selain melebur ke dalam bayangan, fitur lainnya seperti, fisiknya dapat di tingkatkan dan bisa berteleportasi di antara bayangan yang ada.

Satu seni rahasia dengan tiga efek yang menguntungkan.

Dan itu baru satu seni rahasia, bagaimana jika Lin mempelajari kedua buku sisanya? Mata Lin berkilat dingin, dia sangat menantikan hari itu tiba.

Poin sumbernya hanya bisa membuatnya memahami satu seni rahasia, di masa depan dia harus mengumpulkan poin sumber yang cukup untuk memahami lebih banyak seni rahasia.

Lin mengabaikan semua ini, menutup panelnya. Sekarang dia melihat Roger membuka pintu, tampaknya menjadi ruang kantornya.

"Baiklah, ini dia." ucap Roger.

Saat Lin Dan Roger masuk, dia melihat seorang gadis pirang yang sepertinya sudah lama menunggu mereka di sana. Lin tampak akrab, melihat gadis itu lagi, Lin akhirnya ingat sesuatu.

Bukankah itu wanita yang di resepsionis kemarin? Apa yang dia lakukan di sini?

Wanita dengan rambut pirang melihat Lin dan Roger datang, kemudian dia berkata. "Apa kalian sudah selesai dengan urusan kalian?"

"Hahaha, maafkan aku karena telah membuatmu menunggu lama." Roger tertawa pelan setelah itu dia berkata lagi.

"Perkenalkan Lin, dia adalah Vivian dan Vivian ini adalah Lin, kalian berdua akan menjadi rekan di masa depan."

"Saya Lin, senang bertemu denganmu." Lin mengulurkan tangannya ke Vivian.

"Vivian, senang juga bertemu denganmu." Vivian juga mengulurkan tangannya, lalu mereka berdua bersalaman.

Melihat penampilan Vivian, rambut pirang yang panjang dan mata biru yang cantik, bibir merah yang tipis serta wajah yang bersih tanpa jerawat, membuat Lin sedikit terkesima 'Cukup cantik.' ucap Lin dalam hatinya saat melihat Vivian dari dekat.

"Terima kasih." Kata Vivian sambil tersenyum.

Lin bingung dengan kata-kata berikutnya dari Vivian. kemudian dia bertanya. " Untuk apa?"

"Untuk pujiannya." Kata Vivian.

Pujian? Pujian apa! aku tidak mengatakannya dengan mulutku! Bagaimana kamu bisa tau?

"Apa maksudmu?"

Tunggu! jangan bilang wanita ini tau apa yang kupikirkan?

Melihat kebingungan Lin terhadap Vivian, Roger segera berkata. "Vivian membangkitkan kekuatan tipe Mind Control, kemampuan ini berhubungan dengan pikiran, salah satunya adalah melihat pikiran orang lain saat sedang menyentuhnya."

Setelah mendengar ini, Lin segera melepas genggaman tangannya pada Vivian, dia takut pikirannya akan di baca lagi. Vivian segera terkejut melihat tindakan Lin.

"Kemampuan yang cukup berbahaya untuk bisa melihat pikiran orang lain." ucap Lin.

Akan berbahaya jika dia membaca pikiran lin dan mengetahui tentang sistem, sistem adalah rahasia terbesarnya tidak ada yang boleh mengetahuinya selain dirinya.

Lagi pula jika ketahuan Lin juga tidak bisa menjelaskan kepada mereka bagaimana sistem itu datang.

Jadi lebih baik berhati-hati dalam berpikir saat di dekat Vivian. Lin menekan topinya ke bawah.

"Karena kalian sudah saling mengenal, lebih baik kita mulai saja rencananya." kata Roger mengambil kursi lalu dia duduk.

Vivian Dan Lin juga duduk mengikuti kapten mereka, kali ini mereka mulai membahas rencana untuk menangkap organisasi sekte jahat ini.

Setelah waktu yang lama, akhirnya mereka selesai juga.

"Apa kalian berdua sudah mengerti?" Roger memandang Vivian dan Lin.

"Aku mengerti." Kata Vivian.

"Aku juga." kata Lin.

"Kalau begitu kita lakukan."

.......

............

.................

Santanio Music Hall

Ini adalah salah satu 5 aula musik terbesar di Kekaisaran malam, kebanyakan orang yang datang ke sini adalah bangsawan ternama, tidak terkecuali untuk kalangan menengah ataupun rakyat jelata, selama mereka mempunyai uang mereka bisa datang dan melihat.

"Apakah memang seperti ini setiap hari?" Lin yang mengenakan kemeja hitam melihat deretan pengunjung yang berbaris di depan gedung.

Mereka semua adalah pria tua bangsawan, Gadis muda bangsawan, kadang-kadang Lin juga melihat orang yang sepantarannya.

"Ya, apalagi jika hari pekan, mungkin akan lebih banyak lagi dari ini, ngomong-ngomong apakah kamu tidak pernah mengunjungi aula musik, kenapa kamu tidak tau ini?" Kata Vivian sambil merapihkan gaun merahnya.

"Ini adalah pertama kalinya bagiku." kata Lin.

Sebagai keluarga mafia, dia tidak mempunyai waktu untuk Bersenang-senang seperti anak bangsawan lainnya.

Hal ini di karenakan adanya konflik di antara geng-geng kecil jadi kadang Lin di utus oleh ayahnya untuk menghentikan mereka.

"Kalau begitu bagus untukmu, karena kali ini yang akan memainkan piano adalah tuan Robbert sendiri." Kata Vivian dengan wajah yang gembira.

"Tuan Robbert? Siapa dia?" Ucap Lin dengan wajah yang heran.

"Apa? Bahkan kamu tidak tau tuan Robbert, dia adalah seorang pianis yang terkenal di Kekaisaran malam ataupun di kota lain, setiap pianis yang di mainkan sangat indah." jawab Vivian.

Lin melirik Vivian sebentar lalu berkata. "Jadi begitu... "

"Ada apa dengan ekspresi datar mu itu, kalau kamu tidak percaya kamu akan mendengarnya sendiri nanti." Kata Vivian.

Lin tidak menjawab Vivian lagi, kini dia merapihkan dasinya lalu memikirkan sesuatu dalam benaknya.

'Bagaiamana menemukan orang dari organisasi sekte sesat disini?' Banyaknya orang yang berkumpul membuat Lin cukup sulit untuk menyimpulkan salah satu orang dari sekte sesat.

Bagaimana biro tau jika ada sekte sesat di sini?

Lin tidak mau memikirkannya karena ini tidak ada hubungannya dengan dia saat ini, sekarang adalah gilirannya dan Vivian yang masuk.

"Permisi, apakah anda mempunyai tiket masuk tuan dan nyonya?"

Seorang penjaga di depan gedung bertanya pada Lin dan Vivian.

"Tentu, ini dia." Lin menyerahkan dua tiket masuk kepada penjaga itu.

Penjaga melihatnya dan menilainya sebentar, dia takut tiket yang di berikan telah di palsukan. Kadang-kadang banyak orang yang seperti itu.

Setelah memastikan ke aslian tiket Lin Dan Vivian lantas penjaga itu berkata. "Baik, terima kasih, silahkan masuk dan nikmati musikmu tuan dan nyonya."

Lin dan Vivian masuk bersamaan dan setelah itu mereka melihat ramainya gedung musik ini, sudah ada banyak orang yang duduk. termasuk para VIP, mereka duduk di tempat paling atas podium, hal ini membuat mereka menikmati musik yang lebih baik lagi.

Terpopuler

Comments

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Terus...

2022-10-11

0

DEWA KEGELAPAN

DEWA KEGELAPAN

hoho mantab jiwaaaa

2022-08-05

0

Si Paling Lanjut

Si Paling Lanjut

lanjut

2022-08-02

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!