"Paul Arbetto.... " Roger menyipitkan matanya.
"Ya, Buronan yang di cari Biro, kini dia berada di Kekaisaran Malam!" kata Vivian.
"Apa?! Dimana orang ini sekarang?"
Ketika Roger mendengar Vivian berkata bahwa Paul Arbetto berada di Kekaisaran Malam, Roger menjadi terkejut.
Sebelumnya, Roger pernah mendengar bahwa Sekte Chaos yang di pimpin oleh Paul pernah menghancurkan Kota-kota lain dengan membawa Virtual Dewa Jahat. Hal ini menyebabkan area yang terkena dampak Dewa Jahat mengandung banyak polusi dan radiasi, yang terlalu berbahaya untuk manusia biasa, sehingga tempat tersebut sudah di tutup dan tidak pernah di tinggali lagi.
Bukan itu saja, polusi dan radiasi menyebabkan banyaknya monster atau makhluk aneh yang bermunculan.
Tempat yang terkena dampak Dewa Jahat bukan tidak mungkin untuk di tinggali, karena Polusi dan radiasi yang kuat, butuh waktu lama untuk menghilang sepenuhnya. Mungkin 10 tahun atau lebih.
"Aku mengunakan hipnosis pada anggota sekte Chaos ini, dia mengatakan bahwa keberadaan Paul Arbetto saat ini berada di hotel pingiran Kekaisaran Malam." Vivian melirik pemimpin jubah hitam yang masih dalam keadaan terhipnotis.
"Apakah cuma dia yang masih hidup?"
"Benar, ini semua karena Lin telah membunuh semuanya." Kata Vivian.
"Apa maksudmu? Lin baru saja menjadi beyonder, bagaimana mungkin dia melakukannya, dan lagi dia masih belum mempelajari seni rahasia."
"Kalau tidak percaya, tanya saja orangnya sendiri." Vivian melirik Lin di samping.
Lin di samping bingung harus menjelaskan apa, kini dia di tatap oleh Roger dan Vivian mau tidak mau dia harus mengatakan.
"Yang di katakan Vivian benar, aku membunuh semuanya kecuali orang ini."
"Tapi bagaimana kamu melakukannya? Bukannya kamu belum mempelajari seni rahasiamu?"
"Tidak, aku sudah mempelajarinya salah satu." Tiba-tiba Tubuh Lin mencair menjadi tinta hitam dan jatuh ke tanah, sekarang dia telah menyatu dengan bayangan.
"Astaga bakat seperti ini! Aku tidak menyangka kamu bisa mempelajarinya hanya dengan hitungan jam, aku belum pernah melihat seorang beyonder pemula yang bisa mempelajari seni rahasiannya dalam hitungan jam, kecuali kamu."
"Bahkan Vivian yang di sebut jenius hanya bisa mempelajarinya dalam seminggu."
Roger belum pernah melihat orang dengan bakat monster seperti Lin di Kekaisaran malam, 'Bakat seperti ini harus di pertahankan di biro.' kata Roger dalam hatinya.
Lin tidak menyangkal dirinya berbakat, kata berbakat di gunakan untuk menutupi ketidakjelasan dalam dirinya, faktanya ini semua berkat bantuan sistem, jika tidak ada sistem yang membantunya mungkin Lin hanya bisa mempelajari satu seni rahasia dalam satu bulan lebih. Pikir Lin itu sangat lama.
"Baiklah, jangan buang waktu lagi, mari kita tangkap Paul, orang ini sangat berhati-hati dan pandai melarikan diri. Aku membutuhkan kalian berdua untuk memancing Paul keluar, sisanya biarkan aku yang melakukannya."
Paul Arbetto adalah orang yang licik, jika dia mengetahui bahwa Roger datang untuk menangkapnya, dia pasti akan melarikan diri, tapi kalau Lin dan Vivian yang datang, dia pasti akan memilih menyerang dari pada melarikan diri.
Hal ini di karenakan Vivian dan Lin adalah beyonder tingkat 1, sedangkan Paul adalah beyonder tingkat 2, dengan ini Paul pasti akan meremehkan Lin Dan Vivian yang mencoba menangkapnya.
"Kalian tidak bisa menangkap tuan Paul!"
Tiba-tiba suara tua terdengar dari belakang Lin Dan Vivian, mereka berdua segera berbalik dan melihatnya. Ternyata itu adalah pemimpin jubah hitam.
"Apa!? Hipnosisku terlepas!" Vivian menatap pemimpin jubah hitam dengan tidak percaya.
Seni rahasia hipnosinya telah di tingkatkan menjadi dering kedua, mustahil bagi beyonder tingkat 1 bisa menahannya, kecuali....
Tiba-tiba Vivian melihat pemimpin jubah hitam mengeluarkan sesuatu dari balik jubah hitamnya.
"Tidak mungkin! dia menggunakan benda terkutuk!"
Vivian Melihat pemimpin jubah hitam memegang totem berwarna coklat yang telah retak di beberapa bagian sisinya, tidak lama cahaya unggu keluar dari dalam retakan totem.
Roger menjadi cemas, jelas dia tahu benda apa itu. "Kalian berdua cepat menjauh darinya, dia akan meledakan diri!"
"Hahaha! Sudah terlambat! Kalian semua akan mati disini! Semuanya untuk Tuan Chaos!" pemimpin jubah hitam tertawa seperti orang gila.
Ledakan!
Suara Ledakannya sangat kencang, sampai-sampai pasukan yang megevakuasi korban di luar menutup kupingnya.
Seluruh bangunan Aula musik Santanio Runtuh menjadi bebatuan, asap bertebaran di udara, banyak batu bata yang berhamburan di tanah.
Meja dan kursi pada aula musik sudah menghilang menjadi abu, kini yang terlihat hanyalah puing-puing kecil bangunan.
Lin membuka matanya.
"Di mana ini?" Lin menemukan dirinya sekarang berada di ruangan aneh yang gelap dan sempit, hanya sedikit obor di dinding yang menerangi ruangan tersebut. Yang lebih anehnya lagi banyak jalan yang berliku-liku di depan dan di belakang.
"Sebelumnya aku hanya melihat cahaya unggu yang terang dan entah kenapa tiba-tiba aku sampai di sini... "
"Jangan khawatir, kita aman di sini." Suara wanita yang lembut terdengar dari belakang Lin.
"Vivian? Kamu juga di sini, di mana kita sebenarnya?" Lin melihat Vivian yang sudah berdiri sambil menyentuh dinding ruangan aneh itu.
"Ini adalah kemampuan seni rahasia kapten Roger, 'Labirin Luar angkasa!' Kemampuan ini hanya bisa di gunakan ke orang lain dan kekurangan dari seni rahasia ini ialah pemiliknya tidak bisa memasuki ruang labirin."
"Sekarang ini yang aku khawatirkan adalah kapten Roger, bagaimana keadannya di luar." Kata Vivian.
"Lalu bagaimana kita keluar dari sini?"
"Tidak ada jalan keluar dari sini, kecuali pemilik seni rahasia ini sendiri yang mengeluarkan kita."
Tidak lama tubuh Lin Dan Vivian menjadi transparan, di mulai dari kaki yang transparan, selanjutnya tubuh yang transparan menghilang di udara.
"Apa yang terjadi?" Sebelum menghilang sepenuhnya Lin melihat tangannya bertanya pada Vivian.
"Aku tidak tau, mungkin kapten Roger yang ingin mengeluarkan kita." jawab Vivian.
Akhirnya penghilatan mereka berdua menjadi rabun, dan ketika sadar kembali, mereka berdua telah kembali ke gedung Aula Musik Santanio, segera mereka berdua di kejutkan oleh pemandangan di Aula musik.
Karena saat ini keadaan Aula Musik Santanio telah menjadi puing-puing bangunan yang runtuh, tidak ada lagi pemandangan yang bagus sebelumnya.
"Aku tidak menyangka ledakannya sampai sebesar ini? Benda terkutuk apa yang di miliki orang tadi?" Lin sedikit mendesis.
"Kalau tidak salah ingat orang sebelumnya harus memegang totem kehancuran, kekuatan benda ini bisa membuat ledakan dahsyat hingga 70 meter, walaupun daya ledak yang di dapat sangat kuat, tapi menggunakan benda luar biasa ini juga harus membayar harga yang mahal."
Lin menatap Vivian dengan serius, kemudian dia berkata dengan ragu. "Harga? Apakah nyawa orang tersebut?"
"Benar, setelah menggunakan totem kehancuran harga yang harus di bayar adalah kehidupan kita. Satu nyawa, satu ledakan."
Mendengar jawaban Vivian, wajah Lin tiba-tiba menjadi pucat, dia menelan air liurnya sendiri dan berkata diam-diam pada dirinya.
"Kenapa dia sampai segitunya, hanya untuk menahan kita...?"
Vivian mendengarnya walaupun suaranya pelan, tapi dia memilih untuk tidak menjawabnya, siapa yang tahu pemikiran orang yang sesat?
"Bagus! Kalian semua baik-baik! Sepertinya aku menggunakan seni rahasia pada waktu yang tepat."
"Kapten Roger!" Lin dan Vivian segera melihat Kapten Roger di kejauhan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Nice...
2022-10-11
0
ⁱ'ᵐ ᵗʰᵉ ⁿⁱᵍʰᵗ ᵈᵉᵛⁱˡ
do you all need help?
2022-09-11
1
Si Paling Lanjut
lanjut
2022-08-14
0