Pemimpin jubah hitam tidak menyangka rencananya akan di gagalkan seperti ini, dan orang yang mengagalkan itu masih beyonder dengan tipe bayangan yang langka.
Pemimpin jubah hitam sangat tertekan, dia sudah menyiapkan rencana ini dengan matang.
Sebelumnya, ia yakin bahwa dengan membuat kesepakatan dengan Robbert, rencananya akan berhasil.
Robbert adalah musisi terkenal di Kekaisaran malam, dengan memanfaatkan identitas ini sekte kekacauan bisa masuk ke dalam Santanio music Hall melalui Robbert tanpa sepengetahuan Biro dan bermaksud melakukan ritual pemangilan dewa jahat.
Sekte kekacauan mengetahui bahwa Robbert merindukan istri dan putrinya, jadi sekte kekacauan datang ke Robbert dan memberikan penawaran yang sulit di tolaknya, jika rencana ini berhasil, mereka akan memberikan metode kebangkitan orang mati pada Robbert.
Robbert yang saat itu notabenenya masih orang biasa, setelah mendengar penawaran dari sekte kekacauan dia masih ragu, mana mungkin orang mati bisa di hidupkan kembali? Tanpa basa basi dia menolaknya.
Namun setelah sekte kekacauan menunjukan kekuatan yang tidak manusia padanya, dia langsung terkejut, Robbert tidak menyangka bahwa di dunia ini terdapat kekuatan misterius yang tersembunyi di sisi lain dunia.
Walaupun masih ragu, Robbert mau tidak mau harus setuju, karena ini adalah kesempatan baginya untuk menghidupkan kembali istri dan putrinya. Robbert menyetujui kesepakatan dengan sekte kekacauan.
Pemimipin pria jubah hitam tidak tahan lagi melihat Lin yang selalu muncul melalui bayangan dan terus membunuh anak buahnya.
"Robbert! Kamu harus membantu kami menahannya!" Pemimpin jubah hitam berteriak sambil menatap Robbert.
"Kenapa aku harus membantumu, dalam kesepakatan, kamu tidak mengatakan hal itu!" Robbert sedikit mencibir setelah mendengar perkataan pemimpin jubah hitam.
"Kamu harus! Jika kami mati di sini kamu tidak akan bisa mendapatkan metode itu!"
Robbert mengerutkan kening. "Sialan kamu!" dia menatap pemimpin jubah hitam dengan penuh amarah.
Pemimpin hitam jubah hitam sedikit tersenyum, ancamannya berhasil. "Kamu hanya perlu menahannya, setelah itu aku akan membunuhnya dengan benda terkutuk." pemimpin jubah hitam mengeluarkan cincin merah dari balik jubahnya.
Robbert segera memainkan pianonya, kekuatan yang di bangkitkan Robbert berhubungan dengan suara, karena itu dia melatih seni rahasia Musical, untuk melatih seni rahasia ini, penggunanya harus mempunyai alat musik sebagai media.
Saat itu hanya pianolah yang dia punya, jadi dia tidak punya pilihan selain menggunakan piano sebagai media untuk menampilkan kekuatan luar biasa. jadi sekarang dia bisa menyerang dengan memainkan piano.
Ding!
Lin yang selama ini asik memburu anggota jubah hitam melalui bayangan, Tiba-tiba saja dia mendengar suara piano dari jauh dan seketika tubuhnya membeku, pada saat ini Lin tidak bisa menggerakkan tubuhnya lagi.
Lin mencoba melebur ke dalam bayangan, namun hasilnya nol, dia tidak bisa menggunakan seni rahasianya dalam keadaanya saat ini, pemimpin jubah hitam tampaknya sudah menantikan hal ini, dia langsung menggunakan benda terkutuknya.
Cincin merah di jarinya bersinar, selanjutnya tombak berwarna darah terbentuk di udara, tidak lama tombak darah di udara bergerak lalu dengan cepat meluncur ke arah Lin.
"Gawat!" Lin berkata dalam hatinya.
Tombak darah mengenai Lin dan terjadi sebuah ledakan.
Boom!
Walaupun banyak asap dan debu yang bertebaran di udara, hal itu tidak menghalangi penglihatan pemimpin jubah hitam.
Dia mengerutkan kening, bukannya senang karena serangannya mengenai Lin, dia sekarang malah menatap ke arah Lin dengan serius.
Saat debu menghilang pemimpin jubah hitam melihat bayangan hitam yang mengeliat dengan mata merah dan gigi putih di sekitar tubuh Lin.
Pemimpin jubah hitam melebarkan matanya dengan tidak percaya. 'Monster apa itu?!' pemimpin jubah hitam berkata dalam hatinya.
"Robbert!" dia memalingkan wajahnya ke Robbert, setelah itu pupil matanya segera mengecil, karena saat ini Robbert telah mati! Ekspresi wajahnya setelah kematian sangat menyedihkan seperti di siksa ribuan kali.
Dia di bunuh oleh Vivian, Jasadnya Robbert sekarang di genggam oleh tangan raksasa transparan di udara.
"Bagaimana mungkin, ada Beyonder lainnya?!" pemimpin jubah hitam terkejut, karena selama ini perhatiannya tertuju pada Lin, dia sama sekali tidak menyadari keberadaan Vivian.
"Black, aku serahkan sisanya padamu." Lin menatap Black di sampingnya.
Mengikuti kata tuannya, seketika tubuh hitam Black memanjang ke segala arah, mereka semua mendekati anak buah pemimpin jubah hitam.
"Tolong!"
"Tidak!"
"Ah!"
Dalam keputusasaan mereka berteriak meminta tolong, tapi tidak ada yang akan menyelamatkan mereka, karena sekarang Black membuka giginya lalu mengigit mereka. tubuhnya terbelah menjadi dua bagian lalu di telan oleh Black.
Black bergerak seperti ular yang kelaparan sambil membuka giginya lebar-lebar, satu per satu dari mereka tewas di telan oleh Black.
[ Bayanganmu memakan manusia. Kini Bayanganmu telah bertambah kuat, dia sangat puas, kamu mendapatkan 10 poin sumber. ]
[ Bayanganmu memakan manusia. Kini Bayanganmu telah bertambah kuat, dia sangat puas, kamu mendapatkan 10 poin sumber. ]
[ Bayanganmu memakan manusia. Kini Bayanganmu telah bertambah kuat, dia sangat puas, kamu mendapatkan 10 poin sumber. ]
[ Bayanganmu memakan manusia. Kini Bayanganmu telah bertambah kuat, dia sangat puas, kamu mendapatkan 10 poin sumber. ]
[ Bayanganmu memakan manusia. Kini Bayanganmu telah bertambah kuat, dia sangat puas, kamu mendapatkan 10 poin sumber. ]
.......
.............
...................
Setiap Black menelan seseorang, pesan pada panel sistem sering terdengar di kupingnya, hal ini sedikit membuatnya anoying, tapi juga membawa kebahagiaan. Lin mendapatkan banyak poin sumber.
Pada saat ini Black telah selesai melahap semua anggota jubah hitam, bahkan setelah memakan banyak dari mereka, rasa lapar akan daging masih belum terpuaskan, Tatapannya tiba-tiba menajam ke arah pemimpin jubah hitam.
Pemimpin jubah hitam melihat raksasa berbentuk ular berwarna hitam dengan mata merah yang sedang menatapnya dari kejauhan, segera bulu kuduknya merinding.
Black dengan cepat menghampirinya, gigi putih di tubuh hitamnya terbuka lebar.
Pemimpin berjubah hitam yang melihat Black mencoba mendekat, wajahnya segera menjadi pucat, dengan panik dia membentuk tombak darah dan melemparkannya ke arah raksasa hitam.
Black menghindarinya dengan cara menyelam ke dalam bayangan, kini dia terlihat seperti garis hitam yang bergerak-gerak di lantai.
Pemimpin jubah hitam kali ini membentuk tiga tombak darah di udara, lalu secara bersamaan tiga tombak darah menuju arah Lin.
'Jika aku tidak bisa membunuh monster ini, aku akan membunuh pemiliknya terlebih dahulu!'
Black melihat tombak darah tidak mengincarnya lagi, tapi setelah melihat tujuan tombak darah Black menjadi marah.
Tubuhnya yang menyatu dengan bayangan di lantai, kini telah muncul di permukaan, kali ini masih berbentuk ular dengan mata merah dan gigi putih.
Membuka gigi putihnya lebar-lebar, setelah itu dia langsung menelan tiga tombak darah ke mulutnya. tidak ada ledakan seperti sebelumnya.
Black telah memakan banyak orang tadi, kini tubuh bayangannya telah meningkat dan menjadi lebih kuat. Serangan tombak darah sudah tidak mempengaruhinya lagi.
Black meraung ke arah jubah hitam dan bersiap untuk menelannya. Tapi masalah terjadi, ketika Black benar-benar akan menelan pemimpin jubah hitam, sebuah dinding transparan tiba-tiba muncul dan melindungi pemimpin jubah hitam.
"Tunggu Lin! Jangan bunuh dia dulu, kita masih membutuhkannya!" Vivian berteriak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Terus...
2022-10-11
0
DEWA KEGELAPAN
hoho mantab jiwaaaa
2022-08-05
0
Si Paling Lanjut
lanjut
2022-08-05
0