"Roger?"
Pria tua dengan rambut putih terdiam sejenak lalu dia mengingat sesuatu dan berkata. "Ah! Aku ingat, apakah kamu bocah yang dikatakan telah membangkitkan kekuatan tipe bayangan?"
"Kalau anda berbicara tentang kekuatan bayangan, aku memang memilikinya." Ucap Lin sambil mengendalikan beberapa bayangannya.
Pria tua melihat bayangan Lin dengan wajah yang menarik. "Haha, Lin Anston bukan? Maaf, akhir-akhir ini ingatanku sering kabur, maklum aku sudah sangat tua."
Lin mengerti. Di lihat dari penampilan orang di depannya memang sudah seperti kakek-kakek, wajah keriput, rambut yang memutih dan brewok tebal di dagunya, jadi tidak heran jika dia sedikit pikun.
"Tidak apa-apa, aku tidak mempermasalahkannya, kalau boleh tau aku harus memanggilmu apa?" kata Lin.
"Panggil saja aku Ben." jawab pria tua itu.
"Jadi pak tua Ben, selanjutnya bagaimana dengan pendaftarannya?"
"Duduk dulu, aku akan menanyakan beberapa pertanyaan kecil." Kata pak tua Ben sambil mengeluarkan sebuah berkas dari bawah laci meja kayu.
Lin datang ke pak tua Ben dan segera duduk di hadapannya.
"Nama?"
"Lin Anston."
"Umur?"
"21 tahun."
..
........
...............
Setelah sekian lama sesi pertanyaan dengan pria tua, akhirnya mereka selesai juga. Lin menjawab semua pertanyaan pak tua Ben dengan baik, tidak ada kekurangan sama sekali.
Pak tua Ben merapihkan berkas-berkas yang baru saja dia tulis, setelah itu berkata.
"Baiklah semuanya sudah selesai, karena kamu sudah menyelesaikan proses formalitas, kini kamu bisa mendapatkan seni rahasiamu."
Ok ini dia!
Mata Lin memanas, dia sangat bersemangat sekarang, karena dengan seni rahasia dia bisa lebih mahir dalam menggunakan kekuatan bayangan.
Lin melihat pak tua Ben segera pergi ke dalam, tidak butuh waktu lama dia kembali sambil membawa tiga buku di tangannya.
"Karena tipe bayangan sangat langka, jadi kami hanya mempunyai tiga seni rahasia yang berhubungan dengan bayangan." pak tua Ben menaruh tiga buku di meja agar Lin bisa melihatnya.
Lin segera melihat tiga buku seni rahasia yang di dijejerkan di depannya, di sampul buku depan terdapat nama dari seni rahasia itu sendiri, Shadow Blade, Shadow Body, dan Shadow Bind.
"Hanya Ini?" Lin bingung dan menatap pak tua Ben, berharap dia dapat menjelaskannya.
"Ya, hanya tiga ini." jawab pak tua Ben.
"Bukan, maksudku, kamu biro kan organisasi yang cukup besar, bukankah tidak mustahil untuk mendapatkan banyak seni rahasia?" ucap Lin.
Mendengar kata-kata Lin, pak tua Ben segera menjadi marah. "Hei-hei, dari mana pemikiran itu datang? Kamu kira seni rahasia mudah di dapatkan seperti mencari ikan di sungai? Aku perjelas di sini, itu tidak mudah sama sekali, bahkan untuk Biro sekalipun."
"Seni rahasia datang dari Era Terakhir, Era terakhir adalah Era yang penuh dengan kekacauan mitos dan Epos yang bermunculan, itu artinya semua seni rahasia di dunia ini adalah sisa-sisa dari Era Terakhir itu sendiri! Apakah kamu mengerti?" Pak tua Ben menatap Lin dengan tajam.
Lin memikirkan sesuatu di benaknya, setelah itu dia berkata. "Jika seni rahasia lahir di era terakhir, bukankah orang-orang di zaman itu sangat kuat? kenapa mereka semua bisa musnah?"
"Entahlah, ada yang mengatakan bahwa mereka sebenarnya tidak musnah melainkan mereka sedang tertidur dan belum terbangun." jawab pak tua Ben.
"Tertidur... itu berarti ada kemungkinan jika mereka akan terbangun?" Lin memperhatikan kelainan ini, jika orang kuat di era terakhir bangun di era saat ini, bukankah akan sangat kacau? Lin tidak bisa memikirkan bahwa hari itu akan datang.
"Mungkin, tapi itu hanya rumor saja, buktinya sekarang sudah 10 ribu tahun semenjak era terakhir musnah, dan itu tidak terjadi apa-apa." kata pak tua Ben sambil meminum tehnya.
Apa yang di katakan pak tua Ben ada benarnya juga, jika makhluk dari era terakhir terbangun mungkin sudah dari dulu, tidak mungkin menunggu selama 10 ribu tahun.
Tapi tetap saja, walaupun ini hanya rumor, hati Lin masih sangat gelisah.
Lin dengan cepat menenangkan dirinya, dia menyimpan tiga buki seni rahasia tipe bayangan, selanjutnya dia berkata.
"Terima kasih untuk pak tua Ben, karena telah mempercayakan tiga seni rahasia ini padaku, aku akan mencoba memahami seni rahasia ini secepatnya, sekarang aku harus pergi dulu." Lin dengan hormat pamit ke pak tua Ben.
"Ya, hati-hati." kata pak tua Ben.
Lin meninggalkan pak tua Ben di dalam, membuka pintu dia langsung melihat Roger yang menunggunya di depan pintu. Tangannya di lipat dan bersandar di dinding.
"Apakah kamu sudah selesai?" Tanya Roger.
"Ya, kini aku sudah mendapatkan seni rahasia ku." Lin sedikit memperlihatkan buku seni rahasia di sakunya.
Roger yang melihatnya juga tampak puas. "Itu bagus, karena kita baru saja mendapatkan misi."
Lin sedikit terkejut. "Sekarang?" dia baru saja mendapatkan seni rahasianya dan belum sempat membacanya, dan roger berkata bahwa dia baru saja mendapatkan misi? Apa kamu bercanda?
"Hehehe, Kenapa? Kamu Takut?" Roger sedikit bercanda dengannya.
"Tentu saja tidak, aku hanya sedikit terkejut." Jawab Lin.
"Omong-omong misi tentang apa?"
"Biro baru saja mendapat kabar bahwa sekelompok sekte jahat ingin mengadakan pertemuan di acara pianis malam ini, tugas kita adalah untuk menangkapnya." jawab roger.
"Ayo kita bahas rencananya di kantorku, di sana juga ada rekanmu yang ingin aku perkenalkan."
Roger mengajak Lin pergi ke kantornya, dalam perjalanan Lin melihat buku-buku seni rahasia yang di dapatnya.
Setelah di pegang tiba-tiba sebuah panel hitam muncul di hadapannya memberikan penjelasan yang rinci.
[ Shadow Blade: Buat bayangan menjadi bentuk pedang yang tajam yang bisa di lempar di udara dan di gunakan di tangan. Gunakan 10 Poin Sumber untuk memahami seni rahasia ini. ]
[ Shadow Body: Tubuh menyatu dengan bayangan, Setelah memahami keterampilan ini kamu bisa menyelinap di antara bayangan dan juga dapat berteleportasi di antara bayangan. Gunakan 10 Poin Sumber untuk memahami seni rahasia ini. ]
[ Shadow Bind: Seperti namanya, kamu bisa mengikat seseorang dengan bayanganmu. Gunakan 10 Poin Sumber untuk memahami seni rahasia ini. ]
Setelah melihat ini Lin segera menjadi terkejut, ternyata poin sumber bisa di gunakan seperti ini.
Jadi ini kegunaan poin sumber!
Lin segera memikirkan seni rahasia mana yang harus dia pelajari terlebih dahulu. Shadow Blade bisa membentuk bayangan menjadi pedang, ini memang seni rahasia bagus untuk menyerang, tapi bagi dia yang sudah mempunyai Black, hal ini di kesampingkan dulu.
Lin melihat pilihan yang kedua dan ketiga. dia membandingkannya bersama.
Pilihan ketiga tidak ada yang spesial, itu hanya seni rahasia untuk mengunci lawan dengan bayangan. Tujuannya sekarang beralih ke pilihan yang kedua.
Shadow Body ini adalah hal yang paling di butuhkan Lin sekarang, selain bisa menyelinap di antara bayangan fungsi lainnya dia bisa berteportasi, dia tidak mempunyai kemampuan menghindar yang baik sekarang, jika musuh mendekatinya dia akan langsung dalam bahaya.
Bagaimana jika ada banyak orang yang mengepungnya? Kali ini dia ada misi yang akan bertarung dengan sekelompok sekte jahat.
Walaupun ada Black yang melindunginya, tapi dia masih ragu. kekuatan beyonder ada berbagai macam tipe, dan mereka semua unik.
Pikirkan, bagaimana jika lawan mempunyai kekuatan beyonder bertipe negatif yang bisa menyerang langsung ke jiwanya. Bukankah Lin akan segera mati?
Makanya itu pilihan kedua adalah yang terbaik baginya untuk menyelamatkan jiwa, Selain bisa berteleportasi dan melarikan diri, itu juga bisa menyelinap di antara bayangan orang lain dan melakukan serangan dadakan padanya yang akan membuatnya terkejut.
Lin sudah membulatkan keputusannya. dia tanpa ragu memilih opsi dua.
Klik!
[ Konsumsi 10 poin sumber untuk memahami seni rahasia Shadow Body. ]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Sippp...
2022-10-11
0
⚜DEWA GABUT🔱
jadi mc hanya mengandalkan bayangan untuk menyerang ya?
2022-09-12
1
ⁱ'ᵐ ᵗʰᵉ ⁿⁱᵍʰᵗ ᵈᵉᵛⁱˡ
slaughter…….slaughter……😏😈😈😈
2022-09-11
1