Melihat ramainya orang di dalam aula musik, Lin dan Vivian terdiam sejenak, ketika mereka berdua melihat banyak orang yang mulai duduk, Vivian dan Lin yang melihat ini tidak ingin ke tinggalan, kini mereka berdua juga duduk di barisan penonton.
"Aku sungguh tidak sabar melihat pertunjukan musik yang di bawa tuan Robbert!"
Lin mendengar suara dari belakang tempat duduknya, tanpa sadar dia meliriknya sekilas. Ternyata itu adalah seorang gadis muda yang sedang bergosip.
"Sama aku juga! Saya adalah penggemar garis berat tuan Robbert! Setiap tuan Robbert tampil dalam acara, aku selalu menghadirinya!"
"Hei jika kamu pengemar garis berat berat tuan Robbert, seharusnya kamu pernah mendengar cerita tentang tuan Robbert, kan?"
"Cerita apa?"
"Apa? kamu tidak tau? Kalau begitu aku jelaskan."
"Dikatakan bahwa tuan Robbert telah menikah, dia dulunya mempunyai anak perempuan dengan istrinya, suatu hari saat pergi berlibur musim panas, dalam perjalanan keluarga, kereta yang mereka tumpangi tiba-tiba terkena musibah yang menyebabkan istri dan anaknya meningga, hanya tuan Robbert yang selamat, hal itu membuat tuan Robbert sedih, namun kesedihan itu menghilang saat dia mengingat keinginan yang pernah di katakan putrinya."
Dengan penasaran teman di sampingnya bertanya. "keinginan apa?"
"Keinginan itu adalah, putrinya ingin sekali belajar memainkan piano, jadi saat itu karena putrinya telah meninggal, tuan Robbertlah yang harus meneruskan keinginan putrinya, dia percaya jika dia memainkan piano, dia selalu merasa putrinya berada di sampingnya."
"Jadi itu adalah alasannya kenapa sampai sekarang tuan Robbert masih memainkan piano."
"Sungguh masa lalu yang menyedihkan..." gadis itu mengusap air matanya dengan sapu tangan.
Lin yang mendengar ini biasa-biasa saja, wajahnya tidak menunjukan reaksi apapun, pandangannya segera beralih ke atas panggung di depan.
Di atas panggung sekarang ada banyak pembantu dengan wajah pucat yang membawa piano besar ke tengah-tengah panggung.
Semua orang yang menonton tampaknya mengerti bahwa acara akan segera di mulai, mereka yang berbicara telah lama berhenti, sekarang suasana Music Hall menjadi hening.
Tiba-tiba sesosok pria dengan jas hitam dan topi muncul dari belakang panggung, dia berjalan ke tengah-tengah piano, lalu membungkuk ke para penonton.
Prok! Prok! Prok!
Para penonton bertepuk tangan dengan meriah.
"Chaa! Tuan Robbert anda sangat tampan!" seorang wanita muda berteriak.
"Menikahlah denganku! Aku juga baik-baik saja menjadi simpananmu!"
"Tidak! Tuan Robbert bukan milikmu, dia adalah milik kami!"
Banyak gadis-gadis muda yang berteriak, mereka semua berkelahi untuk memperebutkan Robbert. Mereka tampaknya sangat menyukai Robbert ini, Lin melihat penampilan Robbert.
Aku akui orang yang bernama Robbert ini memang tampan, rambut hitam yang agak keriting, mata biru mempesona beserta hidung yang mancung. Tidak heran jika orang ini di inginkan banyak para gadis.
Pria tua bangsawan yang mendengar ocehan para gadis tidak bisa tahan untuk tidak memarahinya. "Hei! Bisakah kalian diam? Jika kalian ingin berkelahi lebih baik kalian keluar dari sini! Kami orang tua juga ingin menikmati!"
"Ugh.. " gadis-gadis muda segera terdiam, wajahnya sedikit memucat, karena omelan pria tua bangsawan banyak penonton yang memerhatikan mereka. Mereka menjadi malu, tidak berani berbicara lagi dan berhenti bertengkar.
Pria tua bangsawan yang melihat suasananya membaik segera menjadi lega. "Dasar anak muda."
Robbert juga melihat keributan dari atas panggung, setelah dia yakin bahwa semuanya baik-baik saja, dia segera duduk di dekat piano. siap untuk memainkannya.
Ding!
Suara alunan lembut piano mulai terdengar dan itu sangat indah. semua orang menikmatinya. Termasuk Lin, dia juga tampaknya sedikit menikmati.
Robbert memainkannya dengan serius di atas panggung, sehingga suara yang di hasilkan piano sangat merdu.
Lin yang sebelumnya menikmati, tiba-tiba segera sadar, seolah-olah tadi ada yang menghipnosisnya.
"Ada yang salah." Lin melihat Robbert di atas panggung, ketika dia mendengar suara alunan piano yang di mainkannya, ia merasa ada sesuatu yang mencoba mengendalikannya, karena semangatnya kuat sesuatu itu tidak berhasil mengendalikannya.
Lin mengalihkan pandangannya pada seseorang di samping kanannya, ia melihat orang itu terdiam datar dan tidak bergerak menatap ke atas panggung, anehnya, mata pada orang itu berubah menjadi abu-abu.
"Benar-benar ada yang salah!" Kata Lin sambil melihat Robbert di atas, setelah itu dia menatap Vivian di samping kirinya.
Vivian mengganguk, dia juga tampak sadar dengan kelainan ini, ia sudah membuat dinding pikiran di sekitar tubuhnya, ini adalah salah satu seni rahasianya.
"Aku telah memberi pesan pada kapten Roger, mereka akan segera datang." ucap Vivian.
Robert di atas panggung masih memainkan pianonya dengan baik, dia tidak peduli apa yang terjadi dengan para penonton.
Tiba-tiba sekelompok jubah hitam menerobos masuk lewat atas aula musik. Mereka turun satu per satu.
Jubah hitam melihat semua orang yang terhipnosis, dan senyuman muncul dari balik jubahnya.
"Kerja bagus Robbert, dengan korban sebanyak ini kita bisa memanggil dewa kami ke dunia ini."
Robbert berhenti memainkan piano, dia berkata pada jubah hitam. "Hmp! Jangan lupakan janjimu padaku."
"Hahaha, tentu saja organisasi kami tidak akan melupakannya, kami akan memberimu metode untuk membangkitkan orang mati sesuai kesepakatan nanti."
"Tapi sekarang, adalah moment yang kita tunggu-tunggu, Ayo! Jalankan ritualnya sesegera mungkin!" jubah hitam memerintahkan anak buahnya.
Semua jubah hitam segera mengambar garis berdarah di lantai di sertai simbol-simbol aneh di dalam lingkaran segitiga.
Setelah itu mereka mulai melantunkan doa untuk memanggil dewa jahat.
Lin yang melihat ini dari bawah tidak akan membiarkan mereka berhasil, dia segera menyelinap dalam bayangan.
"Dewa kekacauan yang hebat, pengikutmu yang terkasih nempersembahkan orang-orang ini untukmu, kami harap--! Apa! " salah satu pria hitam terkejut ketika mereka melihat seseorang tiba-tiba muncul di dekatnya.
Lin tanpa ragu menembakan pistolnya.
Bang!
Peluru menembus kepalanya dan sebuah kembang darah yang segar berterbangan di langit.
"Ada musuh!" salah satu pria jubah hitam beteriak.
"Sialan kamu menganggu ritual suci kami! Mati!" pemimpin dari jubah hitam sangat marah, cahaya merah pekat muncul pada tangannya lalu di luncurkan ke Lin.
Lin melihat cahaya merah menuju arahnya, dia segera menghindar, tubuhnya melebur menjadi bayangan lagi.
Pemimpin jubah hitam mengerutkan kening. "Dia seorang beyonder? Hati-hati!" tiba-tiba pemimpin jubah hitam melihat Lin muncul dari belakang anak buahnya.
Pemimpin jubah hitam ingin menghentikan tindakan Lin, tapi sudah terlambat, Lin sudah menembaknya dengan pistol, orang itu segera mati.
"Ketua, orang ini tampaknya memiliki kekuatan tipe bayangan." anak buah jubah hitam mengigatkan.
"Bayangan?! Kemampuan langka itu benar-benar muncul di sini?" Pemimpin jubah hitam terkejut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Nice...
2022-10-11
0
DEWA KEGELAPAN
hoho mantab jiwaaaa gassss
2022-08-05
0
Si Paling Lanjut
mantap lanjut
2022-08-04
0