Bintang-bintang berkedip, Aurora memancar terang. Lin menatap dirinya yang terpantul di permukaan.
Dia mengerti sekarang, bukan tubuhnya yang masuk ke dunia sumber, tapi jiwanya yang masuk. tubuhnya masih sama tapi terlihat transparan, seolah-seolah akan menghilang kapan saja.
"Aku harus menemukan Asal-ku dengan cepat!" kata Lin.
Jika tidak salah ingat, Roger pernah mengatakan bahwa ketika ia datang ke dunia sumber dia akan mengetahui sumber Asalnya.
"Tapi aku tidak merasakannya, apa yang terjadi?" Lin sedikit cemas karena tidak bisa merasakan Asalnya.
"Tenang Lin.... kamu harus tenang.... "Lin memejamkan matanya dan berusaha tenang.
Lin membiarkan tubuhnya tenggelam dalam perasaan hangat yang menyentuh jiwanya, seolah-seolah dia berada di pelukan seorang ibu.
Dunia sumber seperti ibu yang menjaga anaknya. karena dunia sumber menganggapnya sebagai anaknya, sebagai ibu dia tau keinginan anaknya.
Dunia sumber memberikan petunjuk kepada lin.
Lin membuka matanya dan mengerti bahwa ini adalah perasaan yang pernah di katakan Roger saat itu.
Perasaan ini sangat akrab baginya, seperti saudara kembar yang sedang memanggilnya. perasaan ini menariknya menuju sesuatu.
"Di sana." lin menyipitkan matanya dan berjalan ke arah yang di tunjukan.
Lin melewati banyak kabut putih ke ungguan, setelah sekian lama berjalan dia masih belum menemukan sumbernya.
Dia tidak segera menyerah, karena perasaannya mengatakan bahwa dia sudah dekat dengan Asalnya.
Lin tetap berjalan dan akhirnya dia melihat area yang di penuhi kabut hitam. seperti dinding pemisah di area kabut hitam. karena tidak ada kabut putih ke ungguan yang biasanya terlihat diluar, hanya ada kabut hitam pekat.
"Apakah Asal-ku ada di dalam sana?" Lin cukup ragu untuk mendekat karena kabut hitam ini sangat aneh.
Tapi keraguannya berhenti ketika perasaannya mengatakan, Ya.
Itu berarti Asal-ku memang berada di dalam sana. tanpa ragu sedikitpun Lin melangkah ke dalam kabut hitam.
Setelah memasukinya, Lin melihat sebuah kristal yang berwarna hitam pekat yang bersinar.
Tidak ada yang menarik di dalam kabut hitam selain kristal hitam yang bersinar jadi lin mulai mendekatinya.
Perasaannya tiba-tiba berkata bahwa kristal hitam inilah Asalnya.
"Apakah kristal ini Asal-ku? jadi apa yang harus aku lakukan selanjutnya?" Lin bertanya kepada perasaannya.
Sentuh. kata perasaan itu.
"Sentuh?" Lin menyentuhnya seperti yang di katakan perasaannya. selanjutnya perubahan aneh terjadi.
Kristal hitam bergetar dan setelah itu masuk ke dalam tubuh lin melalui tangan.
Seolah terkena sengatan listrik, Lin merasa tubuhnya tengelam lagi seperti saat dia memasuki dunia sumber pertama kali, dia tidak bisa bernafas dan pingsan.
Ketika sadar dia sudah kembali ke ruangan ritual.
"Ha---! uhuk-uhuk!" Lin segera menghirup udara banyak-banyak. tubuhnya sedikit lemas dan dia merasa ada yang menganjal di tengorokannya.
Roger yang melihat ini tidak membiarkan lin begitu saja, dia membawa Lin untuk bersandar di dinding ruangan.
"Bagaimana perasaanmu?" tanya Roger yang melihat lin berkeringat.
"Sangat baik!" Lin susah payah tersenyum.
"Kau bocah...." Roger menggelengkan kepalanya ketika melihat lin tersenyum main-main.
Dia mengeluarkan sebuah teko dan gelas dari cincin penyimpanannya, ia menuangkan air dalam teko ke dalam gelas lalu menyerahkannya kepada Lin.
"Minum dulu."
Lin tidak menolak, segera ia mengambilnya lalu meminumnya sekali teguk.
Setelah meminumnya Lin merasa nyaman, vitalitasnya yang menurun dengan cepat mulai kembali dan tubuhnya berangsur-angsur membaik.
Melihat kondisi Lin yang sudah membaik, Roger mulai mengajukan pertanyaan. "Apakah kamu sudah mengerti kekuatan supranatural mu?"
"Ya, aku tau kekuatan supranatural ku sekarang." Lin menjawab pertanyaan Roger sambil melihat ke bawah.
Roger mengikuti pandangan Lin dia melihat ke arah bawah Lin. Selanjutnya bayangan Lin mulai menggeliat dan bergerak memanjang dan mengecil.
"Sistem bayangan!" Roger terkejut.
"Kamu benar-benar membangunkan kekuatan supranatural tipe bayangan yang langka!"
"Apakah selangka itu?" Lin bertanya dengan penasaran.
"Sangat langka! kau tau, bahkan di era terakhir tidak ada yang benar-benar membangunkannya. sekarang apa lagi, mungkin kamulah di era ini satu-satunya yang mempunyai kekuatan bayangan."
Lin merasa bahwa dirinya istimewa karena telah membangunkan kekuatan yang kuat. dia juga cukup senang di dalam hatinya.
[ Karena syarat telah di penuhi, Sistem telah di aktifkan.]
[ Nama : Lin Anston
Umur : 21 Tahun.
Tingkat : Beyonder Tingkat 1
Kemampuan : Bayangan.
Seni Rahasia : Tidak ada.
Poin Sumber : 0. ]
Lin melihat panel hitam pribadi muncul di hadapannya dan dia tidak tahan untuk tidak bertanya.
"Panel apa ini?" Lin bertanya ke roger.
"Panel apa?" Roger melihat bahwa Lin sedang mengerahkan jari-jari nya di udara.
"Kamu sedang apa?" Ini membuat Roger agak bingung dengan situasinya.
"Ini yang ada di hadapanku." Lin menunjuk ke arah Panel yang mengambang di udara.
"Apa? Aku tidak melihat apa-apa." Roger melihat arah yang di tunjuk lin tapi dia tidak melihat apa-apa di sana.
"Lin apakah kamu cukup lelah sehingga membuatmu berhalusinasi?" Roger hanya bisa memikirkan ini, karena Lin telah melakukan ritual kebangkitan, sehingga efeknya membuatnya lelah dan berhalusinasi. Roger tidak akan heran.
"Apakah kamu sungguh tidak melihatnya?" Lin menatap roger dengan ragu-ragu.
Panel itu benar-benar ada di depannya dan anda tidak melihatnya? Apakah benar aku berhalusinasi?
Tiba-tiba dia ingat bahwa Panel di depannya benar-benar akrab. Bukankah ini sistem ekslusif yang akan di dapatkan orang para pasukan penyeberang? Jadi apakah novel yang ku baca sebelumnya benar?!
Tunggu..... Jika di pikir-pikir lagi, saya juga penyeberang! Jadi tidak heran dia mendapatkan sistem.
Mulut Lin tersenyum lebar. Roger yang memperhatikannya dari tadi tatapannya berubah menjadi aneh.
Anak ini pasti sedang berhalusinasi!
Dengan ragu Roger berkata. "Apakah kamu baik-baik saja?"
Senyum Lin membeku. segera dia memikirkan sesuatu dan berkata. "Roger kamu benar, mungkin aku mengalami halusinasi." Lin berpura-pura menyentuh kepalanya.
"Kalau begitu kamu harus pulang dan istirahat, besok kamu harus datang lagi untuk menyelesaikan pendaftaran. bawa catatan ini bersamamu, ini adalah pengetahuan di dunia beyonder yang cukup lengkap, pastikan untuk membacanya dengan cermat."
Roger mengeluarkan buku catatan hitam, di depan sampulnya terdapat nama Biro pertahanan kekaisaran malam dengan font besar dan tebal.
"Aku mengerti." Lin membawa catatan yang di berikan Roger lalu pergi keluar ruangan, di luar dia melihat resepsionis wanita lagi tapi kali ini Lin mengabaikannya.
"Hati-hati." resepsionis berbicara tanpa melihat Lin. dia tampaknya sibuk dengan tulisannya.
Lin berhenti di depan pintu dan melirik nya sebentar. "Terima kasih." Lin keluar dari pintu.
Resepsionis berhenti menulis, tiba-tiba dia tersenyum ke arah kepergian lin dan berkata.
"Sama-sama."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Ayo...ayo...
2022-10-11
0
louise
( ̄ヘ ̄)ᴴᴹᴹ
2022-09-15
1