kita tinggalin si aldo cs sama si ulet keket (marisa) kita ke rora cs
setelah kejar kejaran rora berhenti dia menghirup udara banyak banyak karena patokan udara di dadanya terasa sudah habis karena habis kejar kejaran bersama jeni.
"hosh.... hosh..... huft.... ra loe larinya kenceng banget"sela jeni setelah ikut berhenti karena capek juga kejar kejaran sama rora.
"he.. he.. biasa aja, kita kan habis makan jadi kita bakar lemak sedikit saja "kata rora, dia melihat teman temannya mendekati mereka berdua
"guys balik ke kelas yak dah mau bel masuk bih"ucap rosa
"ok " jawab mereka serempak
"Oh ya nanti habis pulang sekolah ke mall yak, dah lama kita shopping, dan hang out bareng" ucap risa memberi ide ke teman temannya
"waaahhh....... bener sudah lama kita nongki bareng, ra gimana loe mau ikut kita nongki bareng gak"kata jeni penuh semangat dan binar bahagia melihat rora dan dengan mata memohon
"baiklah gue Ikut kalian, tapi gue naik motor gue sendiri ya "sela rora, karena dia tau kalau teman temannya pasti bawa mobil dan temen ten rora hanya menganggukkan kepala tanda setuju.
setelah kelas mereka menuju meja mereka masing masing dan tak berselang lama datanglah guru mata pelajaran dan guru itu datang tidak sendiri dia di temani sama cewek yang mereka sudah lihat saat di kantin.
"anak anak ini ada teman baru, pindahan dari luar negri, dan perkenalkan nama kamu nak"ucap ibu sari
"baik bu"jawab marisa
"hai..... kenalkan nama aku marisa, murid pindahan dari Amerika "marisa memperkenalkan dirinya dengan senyum palsunya
semua siswa di sana tidak ada yang bicara hanya melihat saja.
"baiklah nak marisa boleh duduk sebelah lisa "ucap bu sari
"baik bu"
pelajaran segera di mulai tidak ada drama lagi seperti di kantin tadi. mereka serius mendengarkan bu sari menjelaskan pelajaran di depan. sampai bel pulang berbunyi dan bu sari mengakhiri penjelasannya.
"baiklah anak anak sudah waktunya pulang, hati hati di jalan dan langsung pulang jangan main nongkrong sana sini, faham"ucap bu sari di sela sela jam pulang
"baik bu"jawab semua murid serempak
akhirnya para murid pergi ke luar sekolah begitu juga dengan rosa cs mereka sudah sampai di parkiran, dn pergi sesuai rencana yang mereka buat tadi. dari kejauhan ada mata melihat rora dengan sedih karena setelah kejadian tadi dia tidak melihat senyum rora yang jarang dia lihat, hari ini dia pusing sendiri memikirkan masalahnya sendiri yang belum dia tuntaskan.
akhirnya rora mengikuti mobil jeni dari belakang, dan mereka melewati jalan pintas untuk menghindari kemacetan dan cepat sampai tujuan.
tapi di tengah jalan yang sepi dan jarang kendaraan berlalu lalang, mobil jeni dan motor aurora di hadang oleh beberapa mobil hitam, dan keluarlah 20 orang berjas hitam, tampang mereka sangat menyeramkan.
"keluar kalian semua dari mobil, dan kamu turun dari motor kamu"ucap pria 1 sambil menggedor pintu mobil milik jeni
sopir, jeni, rosa, raisa dan dewi keluar dengan ketakutan, dan aurora dengan santainya berjalan mendekati jeni cs.
"siapa kalian kenapa kalian menghadang jalan kami"ucap rora dengan santai tanpa rasa takut sama sekali pada para pria berbadan besar itu.
"Di antara kalian putri dari keluarga hendrawan siapa"ucap pria 1 lagi
"kenapa kami harus memberi tahu kalian ,kalian saja tidak memberi tahu kami siapa kalian "jawab rora tenang
"sialan kau bocah tengil, apa kau tidak takut pada kami, kami adalah para mafia"ucap pria 2
"max, apakah benar yang di ucapkan pria itu"tanya rora ke max
"benar nona, mereka di suruh untuk menculik teman nona yang bernama jeni, saya sudah pindai mereka nona, kenapa nona bertanya kepada saya, bukannya nona punya kekuatan baca fikiran seseorang "
"aku tidak bisa membaca fikiran mereka max"
"max apakah kau punya pistol di fiturmu ,tolong belikan 2 pistol untukku dan simpan di Iventory saja, buat jaga jaga siapa tau nanti saya membutuhkannya"
"**baik nona
membeli pistol 2, poin di potong 20 poin
proses berhasil dan pistol sudah ada di Iventory** "
"terimakasih max"
"sama sama nona"
"**misi terdeteksi musnahkan kelompok mafia black rose sampai ke akar akarnya
hadiah misi 5 kotak misteri
hadiah poin 500 poin
hadiah uang 3M
waktu 24 jam
misi gagal semua aset yang nona punya akan hilang**"
"Aish.... kenapa misinya cepet sekali max waktunya, dan apa apa itu hukumannya ,Huft..... sungguh tidak adil"
"baiklah semangat rora, ada kak alfa yang akan membantu mu "rora bermonolog sendiri dan memberi semangat pada diri nya sendiri. baiklah ayo kita mulai .
"terus kalau kalian mafia,aku harus bilang wow gitu"dengan gaya tengil nya
"ra loe jangan kayak gitu, mereka itu mafia lo"kata jeni takut karena dia yang diinginkan oleh mereka, dia berfikir bahwa mereka pasti pasti orang suruhan rekan bisnis papanya yang tidak suka dengan papa nya
"iya ra, bisa bisa nyawa kita semua taruhannya "sela rosa
dewi dan raisa sudah meneteskan air mata mereka, mereka takut mati. rora hanya diam saja berfikir bagimana caranya supaya teman teman mereka tidak dalam bahaya.
"pak",panggil rora ke pak sopir milik jeni
"i. I.... iya non"ucap pak sopir gugup karena takut
"bawa mereka masuk ke mobil, kunci mobilnya jangan ada yang keluar"rora memberi perintah kepada sopir jeni
jeni cs tidak setuju dengan ide rora itu mereka tidak mau teman mereka kenapa napa.
"gue gak akan apa apa tenang saja, gue janji gue akan baik baik saja"menenangkan teman temannya
"baiklah janji loe akan baik baik saja "jeni
jeni sudah menatap mereka satu persatu, tanpa babibu rora menyerang mereka semua ,rora memukul, menghajar mereka tanpa ampun. dan rora semakin tersudut karena mereka terlalu banyak, pertarungan yang tak seimbang. dan akhirnya rora mengeluarkan pistolnya dia menembak ke titik vital mereka.
melihat gadis yang menyerang mereka membawa pistol ,mereka terkejut termasuk jeni cs, mereka hanya bisa berteriak dan menutup telinga merek karena takut.
suara adu tembak pun tak ter elakkan karena mereka juga membawa pistol.
dor...
dor....
dor...
suara tembakan saling saut menyaut satu sama lain, aurora bersembunyi di belakang tubuh salah satu mafia yang sudah meninggal,dia harus cepat menyelesaikan ini supaya cepat pergi dari sana.
sekarang tinggal beberapa saja, para mafia itu kalah telak, padahal pertarungan tadi tidaklah seimbang tapi sekarang justru terbalik, mereka kalah telak.
dor... dor...
dor... dor...
dor... dor...
mereka tumbang semua tak tersisa ,lalu rora menuju mobil jeni,
"pak, bawa mereka pulang sekarang sepertinya mereka ketakutan"kata rora ke sopir jeni
"baik non"
"loe gimana ra, gak ikut ke rumah gue saja "ucap jeni
"tidak terimakasih, gue akan urus yang di sini, kalian pulang saja, dan acara jalan jalannya di pending saja lain kali kita jalan jalan barwng"
mereka kompak hanya menganggukkan kepala mereka. setelah kepergian teman temannya rora menghubungi alfa.
"halo kak, kakak di mana "
"...."
"bantu aku berjalan sisa para hama kak"
"aku share lokasinya ke kakak sekarang ya"
beberapa menit kemudian alfa datang bersama para bodyguard nya dan menyuruh mereka membereskan kekacauan itu.
"kamu gak papa dek, kenapa kamu sering berurusan dengan hama hama itu sekarang, bukannya kita baru di kota ini, dan tidak punya musuh"
"mereka bukan musuh kita kak, tapi mereka tadi mau menculik temen aku, ya gitu dech akhirnya "ucap rora sambil melihat orang orang sudah tak bernyawa.
"ya sudah kita pulang sekarang, biar motor kamu nanti di bawa oleh salah satu dari mereka "
"Ok, kak nanti malam ikut rora yuk"mereka ngobrol sambil menuju arah pulang dengan mobil di setir sendiri oleh alfa
"Emangnya malam malam mau kemana dek"
"menghabisi sisa hama itu, kalau tidak di habisi sampai akarnya pasti mereka akan balas dendam ke rora"
"benar katamu dek, baiklah nanti kakak temenin"
(*apakah misi kali ini dari max akan berhasil tanpa hambatan )
jangan lupa dukung karya author ya*.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Diah Susanti
di bab 5 Hendrawan itu nama belakang aurora, kok disini yg mau diculik si jeni
2024-06-29
0
Al^Grizzly🐨
nona hendrawan bukannya nama Rora juga itu dulu...salah thor..yg mau di culik jeni temannya..kok nma nona hendrawan?
2024-04-13
0
Delyna Juu
Keren ...thorr
2024-03-13
0