Kiss Him

Hujan deras membuat mereka terjebak di dalam toko. Tak ada pelanggan, tak ada suara kecuali Hujan sebab baik Kana maupun Krishan sibuk pada pekerjaan masing-masing.

Sesekali Kana melirik Krishan yang tampak serius menata dan menghitung tangkai mawar di dalam bucket yang telah dipesan orang untuk malam ini.

Wajah serius itu tampak memikat Kana. Dia terus menatap Krishan yang pasti tidak menyadari bahwa ada seorang gadis di ujung ruangan yang tengah menatapnya sambil tersenyum.

"Dia benar-benar mempesona." Gumamnya lalu terkekeh sendiri.

Kana ingin mengerjai Krishan. Dia bergerak perlahan tanpa menimbulkan suara. Setelah dekat, dia duduk pelan-pelan sambil menahan napasnya.

Kana sepertinya berhasil karena Krishan tampak tak terganggu sedikitpun.

Kana menopang dagu menatap Krishan disebelahnya, pria itu begitu gagah dan benar-benar membuatnya terkesima. Memandangnya saja tidak ada bosannya. Tetapi Krishan sepertinya bukan tipe laki-laki imut nan romantis. Karena kadang nada tinggi dan terdengar kasar keluar dari mulutnya.

"Jia.."

"Iya.."

Hmp! Kana langsung menutup mulut dengan kedua tangannya. Bisa-bisanya dia menyahut saat wajahnya sangat dekat pada telinga Krishan.

"Eh, sejak kapan disitu?" Krishan memutar posisi duduknya, menghadap ke arah sumber suara.

"Oh, hehe. Aku sebenarnya ingin mengagetkanmu. Tapi malah aku yang terkejut." Jawab Kana menutup rasa malunya.

Mendengar itu, Krishan tertawa renyah. Membuat seluruh tubuh Kana bergetar saat mendengar tawa seksinya itu.

"Biasanya tahu, kenapa ini tidak?" Tanya Kana penasaran.

"Suara Hujan lebih dominan. Harummu juga sudah masuk hidungku sejak kau datang pertama". Jawabnya dengan menyipitkan mata karena senyuman lebarnya.

"Kau lapar, Jia?"

"Sedikit. Oh ya, Krish. Nanti malam aku akan keluar dengan Alana, mengganti janjinya yang lalu. Kau ingin sesuatu untuk dibeli?"

Krishan menggelengkan kepalanya dengan lambat. Menurutnya, istrinya itu terlalu sering keluar. Walau begitu, dia tidak bisa melarang Kana sesuai dengan perjanjian mereka dari awal.

"Krish, aku ingin bertanya."

"Hm.." Krishan mulai menghitung lagi.

"Apa dulu.. kau juga minum dan merokok?" Tanya Kana sedikit ragu. Melihat tato disekujur tubuh Krishan membuatnya sedikit penasaran dengan masa lalu pria disampingnya itu.

"Ya, kadang-kadang. Tapi sekarang aku menghentikannya."

"Lho, Kenapa??"

Krishan menolehkan wajahnya pada Kana. "Memangnya terlihat memungkinkan dengan kondisiku yang begini?"

"Oh hahaa." Kana tertawa sambil memukul-mukul bahu Krishan. "Maaf, aku lupa."

"Jangan pulang terlalu larut. Kau perempuan, aku khawatir."

"Iya, tenang saja. Aku sudah biasa, kok." Jawabnya dan mulai ikut menghitung tangkai mawar.

...♡♥︎♡♥︎...

"Kanaaaa!!' Teriak Alana dan langsung memeluk sahabatnya yang tengah minum hingga air tegukannya tumpah.

"Hah, kau ini!" Pekik Kana yang bajunya ketumpahan air.

"Hahaha, aku rindu, tahuuu." Alana terus memeluk Kana. "Biasanya aku akan memasak untukmu, sekarang aku tidak pernah masak lagi."

Alana duduk disebelah Kana lalu meletakkan sebuah paperbag di atas meja.

"Apa itu?"

"Tanamanmu. Sudah kurawat, selanjutnya kau yang merawatnya, ya. Aku tidak sempat." Jawabnya dan langsung menenggak minumannya.

"Bagaimana menikah? Kalau dilihat dari wajahmu sepertinya sengsara." Alana mencebik.

"Hahaha" Kana langsung menoyor kepala Alana. "Kau pasti tahu jawabannya."

"Bagaimana bisa dia membuatmu bahagia? Katakan, apa malam pertamamu berjalan lancar?"

Kana menahan tawanya. "Malam pertama apanya, kami bahkan tidur terpisah."

"Hah? Yang benar??"

Kana menyalakan rokoknya, "Iya. Itu perjanjian yang kami buat sebelum menikah."

"Yah, tidak seru, dong. Hahaha" tawa Alana. "Padahal dia tampan sekali. Aku sempat iri, kenapa kau bisa mendapatkan laki-laki segagah dia. Sialan, beruntung betul bisa melihat lelaki itu setiap membuka mata."

Kana menghembuskan asap rokoknya. "Benar, dia sangat tampan dan mempesona."

"Apa dia tidak normal?" Tanya Alana lagi.

"Gila, dia sangat normal. Bahkan aku sangat bisa merasa kalau dia menyukaiku padahal dia tidak melihat wajahku. Aneh sekali."

"Wah, yang begitu berarti laki-laki luar biasa, dong. Tipe laki-laki yang akan memberikan apapun asal kau bahagia." Tukas Alana lalu menyesap rokok di tangannya.

"Kau apa tidak mau disentuh?" Alana tersenyum jahil.

"Weh, aku mana berani." Kana menenggak minumannya.

"Haha. Kalau begitu, bagaimana kalau kita mencari laki-laki tampan malam ini?"

"Kau mau menyesatkanku, ya? Tidak mau. Kau saja sana. Suamiku itu sudah sangat sempurna." Jawab kana.

Alana tersenyum menatap Kana. "Kau mulai cinta, ya? Kalau begitu, coba masuk kamarnya diam-diam. Aku yakin dia pasti meresponmu. Tidak masuk akal laki-laki kuat menahannya saat ada perempuan dirumahnya."

"Apa? Yang benar saja. Kau ini benar-benar teman racun!"

Alana tertawa terbahak-bahak. "Tapi aku benar, kan? Jangan-jangan dia menahan diri karenamu. Hahaa, aku curiga dia punya simpanan."

"Sialan. Sana pulang!" Kana merengut dan menuang minuman, meneguknya hingga tandas.

"Haha.. duh, sensi amat sekarang. Yuk, minum sampai puas!" Ucap Alana sembari mencium pipi Kana.

"Pesan, aku yang akan bayarrr!!" Kana mengangkat minuman hingga tumpah.

"Yeee, akhirnya dari bertahun-tahun, Kana mampu membayarku Hahaa". Tawa Alana tak terhenti bahkan saat Kana menoyor kepalanya lagi.

...♡♥︎♡♥︎...

Pintu rumah terbuka, Kana berjalan sempoyong. Sesekali dia menggelengkan kepalanya, berharap sedikit kabur di matanya menghilang.

Kana menuju kamar Krishan, dia membuka pintunya dan tersenyum miring melihat tubuh pria itu yang duduk di sofa panjang menghadap jendela.

"Krish.." suaranya hampir tak terdengar, menatap laki-laki yang duduk membelakanginya.

Kana berdiri tepat di depan Krishan. "Aku pulang cepat, kan.." Kana tersenyum, matanya mulai sulit terbuka lebar.

"Kau menungguku, yaa.." Kana duduk di pangkuan Krishan. Dia melingkarkan tangannya di leher pria itu.

"Hm.." Kana menghirup aroma di tubuh pria itu. "Kau harum seperti biasa."

"Kau selalu mabuk." Ucap Krishan lembut, membuat aliran darah di sekujur tubuh Kana mengalir kencang.

"Tidak, aku tidak mabuk." Kana menangkupkan kedua tangannya di pipi Krishan. "Coba cium, aku tidak mabuk.."

Kana menatap wajah itu, wajah yang setiap hari dia lihat dan sangat memikatnya.

Perlahan Kana mendekatkan wajahnya, harum Krishan membuatnya candu.

Krishan menegang saat Kana mencium bibirnya. Tangan gadis itu mengenggam belakang lehernya seperti mengerti bahwa puncak lelaki itu berada disana.

"Kau sadar apa yang kau lakukan?" Tanya Krishan saat gadis itu melepas ciumannya.

Tanpa menjawab, Kana menyesap bibir Krishan lagi. Bibir yang begitu lembut, membuatnya benar-benar kehilangan kesadaran total. Napas Krishan yang hangat, sentuhan tangannya yang memegang pinggul Kana seolah diapun ikut menikmatinya.

Krishan membiarkan Kana melakukannya, dia menyukai gadis itu. Dia sangat menyukainya. Dia benar-benar menginginkan malam ini terjadi terus menerus, dia menyukai Kana yang kehilangan kesadaran sesaat demi bisa berciuman dengannya. Hari yang sudah lama ia inginkan.

Tanpa sadar, Krishan ikut hanyut dan membalas ciumannya yang seketika membuat Kana membuka mata, namum perlahan menikmati apa yang Krishan kini berikan padanya.

Malam yang begitu indah, malam yang Krishan pikir tidak akan pernah terjadi. Kana yang memulai, Kana yang menyesapnya. Maka, bukan salahnya jika dia hanya membalas ciuman Kana dengan pantas, hingga membuat keduanya tak sadar berapa lama bibir mereka saling memberikan sentuhan. Malam itu senyap, hanya terdengar dentingan jam yang mengiringi cumbuan sepasang suami istri yang saling menyukai dalam diam.

TBC

(Visual Alana)

Terpopuler

Comments

Intan Anggraeny

Intan Anggraeny

Kayak nya asyik

2023-06-08

0

fitriani

fitriani

visual tmn racun kana cantik bgt🤭🤭🤭🤭

2023-01-14

0

Wiwin Ikawati

Wiwin Ikawati

up thor ...kadung kesengsem nih...

2022-08-19

1

lihat semua
Episodes
1 First Meet
2 Get Closer
3 Florist
4 Krishan's Ex Invitation
5 Marriage Proposal
6 Wedding Day
7 Kana Meets her Mom
8 Preman Pasar
9 Yohan
10 Krishan's sick
11 Dissapointed
12 Feelings
13 Kiss Him
14 Krish's Ex Appearance
15 Hidden Affection
16 Vengeance's waiting
17 Un-normal Marriage
18 the meaning of Love
19 Beautiful Night
20 No-status Relationship
21 Ex-Lover Approaching
22 Unconfident
23 Insecurity
24 UPSET
25 Screwdriver, eh?
26 Mistake
27 Taken I
28 Taken II
29 Don't Touch My Jia.
30 Punishment
31 Touch Me!
32 Krishan's Tattoo
33 Tattoo's Meaning
34 That Damn Tattoo
35 Bloodspot
36 Accident I
37 Accident II
38 Save Kana!
39 Identity Revealed
40 Begging You
41 Dealing
42 Give up
43 Runaway
44 A Big Swindler
45 Firstsight
46 Meets Kana
47 Kana's Appearance
48 Old Feeling
49 Met Inka
50 Doctor's Diagnosis
51 Kissing You Again
52 Deep Explanation
53 Deep Talk
54 Playing with CEO
55 A Request for Noah
56 Thank You, Noah
57 Asking for Help
58 Mom's Regret
59 Kana's Jewelry
60 Yohan Comes Out
61 Inna's Bashfulness
62 Kana's Kindness
63 All Feelings Unite
64 New Gravel
65 Istri Bos
66 New Confession
67 Be Caught
68 New Store
69 Showing Affection
70 Swindler
71 Women Support Women
72 Unbelievable
73 Depressed
74 Torturing Felix
75 Subsided Emotion
76 Affirmation
77 Deliverance
78 Realize Something
79 The suspicious One
80 Find him Out
81 Prank
82 A Way
83 Another Voice
84 a little hope
85 Translation
86 Tricked
87 Flashback
88 Start the Game
89 Get Caught by Krish
90 Starting the Game (2)
91 The Game
92 End Game
93 Prisoner Free
94 New Slave
95 Dinner with Coach
96 The Last Life of Bastian
97 Wedding Day (END)
98 Spesial Bab 1
99 Spesial Bab 2
100 Spesial Bab 3
101 Special Bab 4
102 Special Bab 5
103 Special Bab 6
104 Special Bab 7 (End)
105 MY RELATIONSHIT!!
Episodes

Updated 105 Episodes

1
First Meet
2
Get Closer
3
Florist
4
Krishan's Ex Invitation
5
Marriage Proposal
6
Wedding Day
7
Kana Meets her Mom
8
Preman Pasar
9
Yohan
10
Krishan's sick
11
Dissapointed
12
Feelings
13
Kiss Him
14
Krish's Ex Appearance
15
Hidden Affection
16
Vengeance's waiting
17
Un-normal Marriage
18
the meaning of Love
19
Beautiful Night
20
No-status Relationship
21
Ex-Lover Approaching
22
Unconfident
23
Insecurity
24
UPSET
25
Screwdriver, eh?
26
Mistake
27
Taken I
28
Taken II
29
Don't Touch My Jia.
30
Punishment
31
Touch Me!
32
Krishan's Tattoo
33
Tattoo's Meaning
34
That Damn Tattoo
35
Bloodspot
36
Accident I
37
Accident II
38
Save Kana!
39
Identity Revealed
40
Begging You
41
Dealing
42
Give up
43
Runaway
44
A Big Swindler
45
Firstsight
46
Meets Kana
47
Kana's Appearance
48
Old Feeling
49
Met Inka
50
Doctor's Diagnosis
51
Kissing You Again
52
Deep Explanation
53
Deep Talk
54
Playing with CEO
55
A Request for Noah
56
Thank You, Noah
57
Asking for Help
58
Mom's Regret
59
Kana's Jewelry
60
Yohan Comes Out
61
Inna's Bashfulness
62
Kana's Kindness
63
All Feelings Unite
64
New Gravel
65
Istri Bos
66
New Confession
67
Be Caught
68
New Store
69
Showing Affection
70
Swindler
71
Women Support Women
72
Unbelievable
73
Depressed
74
Torturing Felix
75
Subsided Emotion
76
Affirmation
77
Deliverance
78
Realize Something
79
The suspicious One
80
Find him Out
81
Prank
82
A Way
83
Another Voice
84
a little hope
85
Translation
86
Tricked
87
Flashback
88
Start the Game
89
Get Caught by Krish
90
Starting the Game (2)
91
The Game
92
End Game
93
Prisoner Free
94
New Slave
95
Dinner with Coach
96
The Last Life of Bastian
97
Wedding Day (END)
98
Spesial Bab 1
99
Spesial Bab 2
100
Spesial Bab 3
101
Special Bab 4
102
Special Bab 5
103
Special Bab 6
104
Special Bab 7 (End)
105
MY RELATIONSHIT!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!