Dissapointed

Krishan membuka matanya, dia mendengar pintu rumah terbuka. Samar-samar mendengar Kana berbicara pada Marry.

Lalu ia mendengar kana memasuki kamarnya. Krishan tak bergeming di atas tempat tidurnya. Dia memperkirakan ini pukul 12 malam dan Kana baru pulang tanpa melihat keadaannya. Dia sedikit kecewa, namun juga menyesali perbuatannya yang mengisir Kana tadi. Krishan memilih memejamkan matanya lagi.

Kana keluar dari kamarnya, dia sudah mandi dan membersihkan diri dari alkohol dan rokok yang gampang tercium di hidung Krishan.

Kana ingin mengetuk tapi tidak ingin mengganggu tidur Krishan. Dengan perlahan dia membuka pintu Krishan tanpa membuat suara. Dia lalu mendekat pada Krishan yang tengah tertidur.

Perlahan Kana menempelkan telapak tangannya pada dahi Krishan, panasnya belum juga turun.

Kana mengambil handuk basah dan mengompres kening Krishan.

"Cepatlah sembuh.." lirihnya lalu menyentuh pipi Krishan dengan lembut.

Kana memandangi wajah Krishan yang terlelap. Wajah tampan yang menggugahnya. Ingin sekali dia menciumi wajah itu. Sungguh, Krishan adalah laki-laki yang sempurna di matanya. Senyumnya saja sudah sangat mempesona.

Tapi itulah dunia, tidak bisa sempurna. Pasti mempunyai kekurangan. Seperti Krishan yang buta.

Kana mengecup pipi Krishan, lalu ia naik ke tempat tidur, memiringkan tubuhnya, meletakkan kepalanya di atas telapak tangannya. Dia memandangi wajah lelap Krishan, sampai dia pun ikut tertidur di sana.

Dengkuran halus keluar dari mulut Kana, sudah yakin dia tidur, Krishan membuka matanya dan mengambil kain basah di keningnya.

Krishan menyelimuti tubuh Kana, wanita itu langsung bergerak mendekat kepelukan Krishan yang membeku.

Krishan tersenyum, dia lalu merapatkan tubuh Kana ke dekapannya. Dia menyapu wajah Kana dengan hidung mancungnya lalu berhenti di tempat yang ia sadari, itu bibir Kana.

Krishan diam, dia ingin sekali mengecup bibir itu, namun takut Kana terbangun. Dia lalu mencium kening Kana dan memilih tidur sebelum Kana terbangun.

~

Kana mengerjap, dia menggeliat namun tertahan saat merasa sesuatu yang besar berada di depannya.

Dengan malas Kana membuka matanya, mengerjap beberapa kali untuk menghilangkan kabur di matanya.

Kana membelalak saat ternyata dia menyadari bahwa kini tubuhnya di dekapan Krishan. Dia menahan napasnya, merasakan napas Krishan yang lembut berada di ubun-ubunnya.

Kana mendongak, memandang wajah Krishan yang tampan di pagi hari. Sesuatu yang ia tidak pernah lihat selama ini, sebab Krishan selalu keluar saat sudah mandi dan rapi.

Dia memegang dahi Krishan dan tersenyum saat panasnya sudah turun.

Kana merasa berat untuk bangkit, sebab dia merasa nyaman sekali berada di dekapan Krishan, tetapi jika lelaki itu bangun, bukankah itu akan menjadi hal yang memalukan baginya?

Dengan perlahan, Kana memindahkan lengan besar Krishan ke bawahnya, lalu dia bergerak dengan sangat hati-hati supaya Krishan tidak terbangun.

Dia melepas napasnya yang tertahan, akhirnya bisa bangkit tanpa membangunkam Krishan.

Kana membuka pintu dengan hati-hati, lalu keluar dan menutupnya dengan hati-hati pula. Dia langsung berhambur menuju kamarnya untuk bersiap kerja.

Sementara Krishan tengah tersenyum cerah. Baginya, malam tadi adalah hal yang paling menyenangkan hatinya.

Dia sebenarnya sudah terbangun sejak tadi, hanya saja dia ingin berlama-lama dengan Kana di dekapannya. Hal yang mungkin tidak akan terulang untuk kedua kalinya.

~

Kana mengendap-endap, keluar dari kamarnya dengan hati-hati. Dia tak ingin bertemu Krishan karena sedikit malu.

Dia melihat Krishan seperti biasa, menyeduh kopi di taman kecil tengah ruang.

Kana berjinjit dengan perlahan, dia sadar kalau telinga Krishan amat peka sampai bisa tahu dirinya datang.

Krishan yang baru mengangkat kopinya, tertahan sebab hidungnya mencium bau Kana, tetapi orangnya tidak muncul, sebab tidak mengeluarkan suara dari langkahnya.

"Jia.." panggil Krishan.

Kana mematung, dia bingung apakah harus menghampiri atau pergi saja pura-pura tidak tahu.

"Jia, kau kah?"

Kana mendesah, dia mengalah lalu melangkah mendekati Krishan.

"Sudah sembuh?" Tanya Kana basa-basi padahal dia jelas tahu.

"Sudah. Kau mau pergi kerja? Mau pergi bersama?"

"Ah, Krish, aku akan pergi bersama temanku."

"Siapa?" Tanya Krishan penasaran.

"Bastian. Aku pergi dulu, ya." Ucapnya lalu bangkit tanpa persetujuan Krishan.

"Jia.."

Kana berbalik, "iya?"

"Apa nanti malam kita bisa makan, berdua?" Pintanya dengan penuh harap.

"Tentu." Jawabnya.

Kana berlalu, meninggalkan Krishan dengan rahang yang mengeras.

"Kau dengar? Ikuti dia." Ucap Krishan lalu mencabut Earpiece di telinganya.

~

"Sudah menunggu lama? Maafkan aku." Ucap Kana lalu memasang seatbelt-nya.

"Tidak, aku juga baru sampai." Ucapnya lalu melirik ke rumah Kana. "Rumahmu indah." Pujinya lalu menjalankan mobilnya.

"Kana, apa kau sibuk nanti malam?"

"Tidak, kenapa?" Jawabnya tanpa berpikir.

"Aku ingin mengajakmu kesuatu tempat, apa kau mau?"

"Begitu? Baiklah aku mau." Ucapnya dengan menyunggingkan senyum.

"Nanti malam aku akan menjemputmu sepulang kerja. Aku akan mengajakmu ke tempat yang amat indah."

"Wah, aku penasaran sekali.." Terang Kana lalu mengulas senyumnya pada Bastian yang sangat baik hati dimatanya.

Saat malam hari, Krishan sudah berpakaian rapi dengan jas dan kemejanya. Dia juga sudah meminta anak buahnya untuk memesankan sebuah tempat yang indah untuk makan malam mereka. Mobilnya pula sudah terparkir di depan rumahnya.

Krishan berdiri di depan jendela, rasanya sudah tidak sabar menunggu Kana pulang dari kerjanya.

Tak lama, telepon rumah berdering. Dengan cepat Marry mengangkatnya lalu menemui Krishan.

"Tuan, Nyonya Kana menelpon.." ucapnya lalu pergi.

Krishan dengan hati riang berjalan mendekati telepon dan meraba hingga gagangnya ia letakkan di telinga.

"Jia, apa sudah pulang?"

"Krish, maafkan aku, ya. Temanku mengajak keluar malam ini, katanya ada acara keren di dekat sini. Kita undur jadi besok saja, tidak apa, kan?"

Senyum Krishan perlahan memudar, dia berdehem, mencoba memulihkan suaranya yang bisa saja terdengar menyedihkan.

"Iya, Jia. Tidak apa-apa. Kau nikmatilah waktumu." Ucapnya datar.

"Besok kita akan makan malam, aku akan membawamu ke tempat yang bagus, oke?"

"Iya baiklah." Ucapnya lalu menutup telepon.

Krishan masih berdiri disana, dia lalu mengendurkan dasinya dan melamun sebentar sambil beberapa kali menarik napas berat.

Krishan mengambil ponselnya di saku, lalu memencet satu nomor.

"Batalkan semua." Tukasnya lalu menyimpan lagi ponselnya, berjalan menuju kamar dan mengunci pintunya. Dia merasa amat kecewa. Namun tidak mau menyalahkan Kana. Menurutnya, Kana mau bersamanya saja sudah anugrah yang indah. Entah bagaimana nantinya jika Kana memilih pisah darinya, dia tidak bisa membayangkannya.

Ponsel Krishan bergetar.

"Tuan, Nyonya menuju salah satu taman malam pinggir kota berdua dengan pria itu."

"Awasi dia." Ucapnya lalu merebahkan tubuhnya, dia memilih tidur karena tidak suka membayangkan Kana bersama pria lain, apalagi Bastian selalu membuatnya tertawa.

Ingin sekali Krishan menghajar dan melenyapkan pria itu. Tapi dia urungkan, karena pria itu melindungi Kana malam itu dari Yohan. Hal yang tidak bisa dia lakukan.

Ponsel Krishan bergetar lagi, dia langsung mengangkatnya.

"Tuan, mereka belum mendapatkan donor mata, tuan."

Mendengar itu, Krishan mencampakkan ponselnya. Sudah berbulan-bulan dia menunggu, tapi belum juga mendapatkan donor mata.

Keinginannya sangat meningkat semenjak dia mengenal Kana. Dia ingin sekali hidup bersama wanita itu. Dia tak ingin Kana meninggalkannya karena muak bersama pria buta sepertinya.

TBC

Terpopuler

Comments

🌛Dee🌜

🌛Dee🌜

jhtnyaa🙈

2023-06-29

0

guntur 1609

guntur 1609

kana kadang taj tahu diri. sdh di tiling dan di cibrai. dengan se enaknya saja dia memntingkan janji sama.org di bandingkan sm suaminya

2023-05-10

0

Tiadayanglain

Tiadayanglain

Jangan jadi murahan kayak ibu Ku kana
Udah punya suami masih jlan dengan lelaki lain

2023-04-28

0

lihat semua
Episodes
1 First Meet
2 Get Closer
3 Florist
4 Krishan's Ex Invitation
5 Marriage Proposal
6 Wedding Day
7 Kana Meets her Mom
8 Preman Pasar
9 Yohan
10 Krishan's sick
11 Dissapointed
12 Feelings
13 Kiss Him
14 Krish's Ex Appearance
15 Hidden Affection
16 Vengeance's waiting
17 Un-normal Marriage
18 the meaning of Love
19 Beautiful Night
20 No-status Relationship
21 Ex-Lover Approaching
22 Unconfident
23 Insecurity
24 UPSET
25 Screwdriver, eh?
26 Mistake
27 Taken I
28 Taken II
29 Don't Touch My Jia.
30 Punishment
31 Touch Me!
32 Krishan's Tattoo
33 Tattoo's Meaning
34 That Damn Tattoo
35 Bloodspot
36 Accident I
37 Accident II
38 Save Kana!
39 Identity Revealed
40 Begging You
41 Dealing
42 Give up
43 Runaway
44 A Big Swindler
45 Firstsight
46 Meets Kana
47 Kana's Appearance
48 Old Feeling
49 Met Inka
50 Doctor's Diagnosis
51 Kissing You Again
52 Deep Explanation
53 Deep Talk
54 Playing with CEO
55 A Request for Noah
56 Thank You, Noah
57 Asking for Help
58 Mom's Regret
59 Kana's Jewelry
60 Yohan Comes Out
61 Inna's Bashfulness
62 Kana's Kindness
63 All Feelings Unite
64 New Gravel
65 Istri Bos
66 New Confession
67 Be Caught
68 New Store
69 Showing Affection
70 Swindler
71 Women Support Women
72 Unbelievable
73 Depressed
74 Torturing Felix
75 Subsided Emotion
76 Affirmation
77 Deliverance
78 Realize Something
79 The suspicious One
80 Find him Out
81 Prank
82 A Way
83 Another Voice
84 a little hope
85 Translation
86 Tricked
87 Flashback
88 Start the Game
89 Get Caught by Krish
90 Starting the Game (2)
91 The Game
92 End Game
93 Prisoner Free
94 New Slave
95 Dinner with Coach
96 The Last Life of Bastian
97 Wedding Day (END)
98 Spesial Bab 1
99 Spesial Bab 2
100 Spesial Bab 3
101 Special Bab 4
102 Special Bab 5
103 Special Bab 6
104 Special Bab 7 (End)
105 MY RELATIONSHIT!!
Episodes

Updated 105 Episodes

1
First Meet
2
Get Closer
3
Florist
4
Krishan's Ex Invitation
5
Marriage Proposal
6
Wedding Day
7
Kana Meets her Mom
8
Preman Pasar
9
Yohan
10
Krishan's sick
11
Dissapointed
12
Feelings
13
Kiss Him
14
Krish's Ex Appearance
15
Hidden Affection
16
Vengeance's waiting
17
Un-normal Marriage
18
the meaning of Love
19
Beautiful Night
20
No-status Relationship
21
Ex-Lover Approaching
22
Unconfident
23
Insecurity
24
UPSET
25
Screwdriver, eh?
26
Mistake
27
Taken I
28
Taken II
29
Don't Touch My Jia.
30
Punishment
31
Touch Me!
32
Krishan's Tattoo
33
Tattoo's Meaning
34
That Damn Tattoo
35
Bloodspot
36
Accident I
37
Accident II
38
Save Kana!
39
Identity Revealed
40
Begging You
41
Dealing
42
Give up
43
Runaway
44
A Big Swindler
45
Firstsight
46
Meets Kana
47
Kana's Appearance
48
Old Feeling
49
Met Inka
50
Doctor's Diagnosis
51
Kissing You Again
52
Deep Explanation
53
Deep Talk
54
Playing with CEO
55
A Request for Noah
56
Thank You, Noah
57
Asking for Help
58
Mom's Regret
59
Kana's Jewelry
60
Yohan Comes Out
61
Inna's Bashfulness
62
Kana's Kindness
63
All Feelings Unite
64
New Gravel
65
Istri Bos
66
New Confession
67
Be Caught
68
New Store
69
Showing Affection
70
Swindler
71
Women Support Women
72
Unbelievable
73
Depressed
74
Torturing Felix
75
Subsided Emotion
76
Affirmation
77
Deliverance
78
Realize Something
79
The suspicious One
80
Find him Out
81
Prank
82
A Way
83
Another Voice
84
a little hope
85
Translation
86
Tricked
87
Flashback
88
Start the Game
89
Get Caught by Krish
90
Starting the Game (2)
91
The Game
92
End Game
93
Prisoner Free
94
New Slave
95
Dinner with Coach
96
The Last Life of Bastian
97
Wedding Day (END)
98
Spesial Bab 1
99
Spesial Bab 2
100
Spesial Bab 3
101
Special Bab 4
102
Special Bab 5
103
Special Bab 6
104
Special Bab 7 (End)
105
MY RELATIONSHIT!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!