Get Closer

Kana ikut berjalan di sebelah pria itu.

"Sebaiknya jangan jalan sendirian di malam hari, tempat ini sepi jika sudah jam segini. Kau tidak takut gelap-gelapan begini?" Celetuk kana yang mensejajarkan jalannya dengan pria itu.

"Apa bedanya siang dan malam. Aku kan, buta". Tukas lelaki itu membuat Kana bungkam.

"Kau sendiri, apa tidak takut?"

"Aku kekasih tuan Yohan. Mana mungkin aku takut."

"Siapa itu?"

"Ah, kau tidak tahu, ya? Dia itu lelaki yang ditakuti di tempat ini. Kau juga harus membayar pajak untuk bisa berjualan disini."

"Kau memacari lelaki seperti itu?"

"Ya"

"Apakah dia yang kau sebut bodoh dan tukang selingkuh?"

"Apa? Bukan!" Sentaknya lalu berhenti dan berbisik "Dia itu bos mafia yang haus darah".

Pria itu tertawa. "Kau menakutiku seperti aku ini anak kecil".

"Hei, aku tidak bercanda tahu!" Ucapnya dengan cemberut.

"Baiklah, Nona. Aku mengerti". Tukas pria itu dengan senyuman di bibirnya. "Siapa namamu?"

Kana sedikit berpikir.

"Kau panggil saja Jia". Dia lalu mengulurkan tangan. "Dan kau?"

"Aku Krishan". Pria itu mengulurkan tangan ke arah yang salah.

Kana tersenyum lalu mengarahkan tangan Krishan ke tangannya.

"Oh, disitu rupanya". Krishan tertawa.

"Jadi, kau sedang galau?" Tanya Krishan sambil mulai berjalan lagi.

"Hm. Begitulah."

"Itu sebabnya kau minum dan merokok?"

Kana berhenti lagi dan menatap ke arah Krishan.

"Kau tahu?"

"Aku bisa mencium baunya".

"Ah, begitu rupanya. Ya, aku hanya merokok jika sangat stres". Akunya sambil tertunduk melihat kakinya yang tengah melangkah.

"Lain kali, kau tanam saja pohon. Itu akan membuatmu lebih baik". Krishan memberi saran sambil tersenyum.

Kana ikut tersenyum mendengar saran Krishan. "Ya, baiklah. Aku sudah sampai di persimpangan rumahku dan belok ke sana". Ucapnya dengan menunjuk jalan. "Maksudku, sebelah kiri."

"Baiklah. Hati-hati di jalan". Ujar Krishan dan melanjutkan jalannya.

"Ya, kau juga. Terima kasih bunganya". Teriaknya pada Krishan yang berjalan tanpa respon.

Kana masih berdiri di tempatnya, memperhatikan Krishan yang berjalan dengan tongkat.

Dia sedikit kasihan, padahal pria itu tampan dan mempesona. Sayang sekali dia buta. Apa dia sudah menikah? Kana menepis rasa ingin tahunya dan melanjutkan perjalanannya.

...🐾...

Kana membuang 2 kantung sampah di depan rumahnya. Pagi-pagi di hari minggu tidak membuatnya bermalas-malasan, dia justru bersih-bersih rumah supaya bisa menghilangkan rasa letih otaknya yang terus memikirkan laki-laki bajingan itu, walau bengkak di matanya belum hilang karena dia begadang sambil membakar semua kenangan mereka.

Noah, laki-laki yang berpacaran dengannya hampir tiga tahun sebenarnya adalah laki-laki yang tampan, seksi dan juga romantis. Tipe yang benar-benar disukai Kana.

Nyatanya, lelaki sepertinya malah sering menggoda perempuan lain dengan alasan mengisi kejenuhan. Lalu entah bagaimana, Kana selalu saja memaafkan lelaki seksinya itu.

"Kana"

Perempuan itu menoleh, terpaku saat Noah menghampirinya.

Lelaki itu tetap tampan dan memikat, pesonanya membuat Kana hampir saja lupa dengan kesalahannya.

"Kana, maafkan aku.." Noah menunduk. Dia mengakui kesalahannya.

"Kau jahat sekali, Noah". Kana meneteskan air matanya lagi.

"Maafkan aku, aku janji tidak akan melakukannya lagi. Aku janji akan menjadi pria yang setia". Lirihnya pada Kana.

"Baiklah".

"Kau memaafkan aku? Kau kembali padaku?" Noah mengkat kepala, dia mulai tersenyum.

"Tidak."

Noah menunduk lagi. "Maafkan aku. Aku janji akan setia."

"Ya, janjilah untuk setia. Tapi tidak denganku, janji pada dirimu sendiri untuk pacarmu yang lain."

Kana berjalan masuk ke dalam rumah.

"Tunggu, Kana. Aku mohon jangan begini". Noah menahan lengan Kana.

"Kau gila, ya? Menyuruhku kembali padamu setelah apa yang kau lakukan?" Pekik Kana sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Noah.

"Aku khilaf, Kana. Aku janji tidak akan melakukannya lagi."

"Aku bilang lepas!"

PLANG!

Noah merintih memegang kepalanya yang dipukul oleh Alana dengan wajan penggoreng.

Kana melotot melihat adegan di depannya, karena itu ternyata berhasil membuat Noah melepaskan tangannya.

"Cepat masuk!" Alana menarik tangan Kana yang masih bengong di tempatnya.

Noah terjongkok memegang kepalanya yang benjol akibat pukulan Alana tadi.

Alana dengan cepat menutup dan mengunci pintu.

"Alan, Kenapa kau.."

"Ssstt! Aku menyelamatkan kebodohanmu yang akan memaafkannya." Alana mengintip dari jendela sambil memegang wajan.

"Apa!"

"Sudahlah. Kali ini kau harus menurut. Jangan pernah temui dia lagi!" Bentak Alana yang masih mengintip Noah. Laki-laki itu mulai beranjak dari tempatnya sambil meringis kesakitan.

"Rasain!" Lirihnya sambil terkekeh melihat Noah.

"Kana, kau.., Eh?"

Kana sudah tidak ada disana, dia sudah di kamarnya, membaringkan tubuh di atas ranjang.

Yang diucapkan Alana benar, dia memang sudah saatnya berlepas diri dari hubungan yang tidak menguntungkannya. Tetapi melihat wajah Noah yang ia cintai itu membuatnya sedikit luluh.

Lagipula, selama ini Noah memang tidak melirik gadis-gadis. Justru para gadis itulah yang menggodanya dan brengseknya, Noah selalu saja tergoda.

"Kana, ini apa?"

Alana berteriak dari dapur.

"Apa?" Teriak Kana yang malas bergerak.

"Cepatlah kemari!"

Kana dengan berat menyeret langkahnya menuju dapur.

"Oh? Itu tanaman baruku" Kana mengambil air lalu menyiramkannya ke dalam pot.

"Hah? Sejak kapan kau menanam pohon?"

Kana menggantungkannya di sebelah jendela dapur. "Sejak kemarin. Katanya tanaman ini akan membuat mood-ku membaik dan dia akan tumbuh cantik". Ungkapnya lalu tersenyum melihat daun kecil yang mulai melebar.

"Baguslah. Setidaknya kau masih waras." Alana membuka celemeknya. "Cepat makan. Aku sudah terlambat".

"Kau mau kemana?" Kana menarik kursinya dan duduk.

"Aku ada proyek baru. Dan hari ini aku harus segera mengurusnya sampai tuntas".

Kana mengangguk sambil mengunyah, masakan Alana selalu pas di lidahnya.

"Kau jangan sampai bertemu lagi dengan si Brengsek Noah!"

"Ya ya.. baiklah". Jawab Kana pasrah. Karena dia tahu, Alana menyayanginya melebihi apapun.

...🐾...

Kana berjalan-jalan. Cuaca pagi yang hangat membuatnya suntuk berada seharian di kamar.

Dia melewati toko bunga yang tadi malam ia datangi, toko itu masih tutup.

Kana mendatanginya, mengintip dari pintu kaca yang melihatkan isi di dalamnya.

"Oh? Bukankah itu dia?"

Kana mendekati pintu, krincingnya berbunyi saat Kana membukanya.

"Maaf, kami belum buka". Ucap Krishan yang wajahnya menghadap pintu.

Kana tersenyum karena ingin menjahili Krishan. Dia mendekat dan..

"Jia?"

"Eh?"

Kana terperangah. Pria itu mengetahuinya. Apakah dia benar-benar buta?

"Kenapa belum buka?" Kana melirik jam tangannya.

"Aku mendapat pesanan seribu tangkai bunga mawar. Jadi, aku sedang menghitungnya sekarang".

Kana melihat banyak sekali tangkai mawar tergeletak di atas lantai.

"Mau kubantu?" Kana mulai duduk di atas lantai. Dia mengumpulkan satu demi satu mawar di tangannya.

"Jika tidak merepotkanmu". Ucapnya lalu tersenyum. Kana menatap wajah pria yang tersenyum itu. Sangat menawan. Sayang sekali dia sendiri tidak menyadari kalau dirinya begitu tampan.

"Bagaimana kau tahu aku? Kau pura-pura buta, ya!" Seru Kana pada Krishan yang dengan tenang menyusun bertangkai-tangkai bunga mawar di dalam keranjang.

"Harummu masih terasa."

Kana mengendus bahunya kiri dan kanan. Dia mencium sedikit sisa harum di sana.

"Apa tercium? Padahal tidak begitu terasa" tukas Kana.

"Bagiku sangat terasa".

"Benarkah? berarti, itu artinya aku tidak bisa menipumu?"

Krishan tertawa kecil. "Kau diam dulu, aku sedang menghitung". Ucapnya lalu memasukkan lagi satu persatu bunga ke dalam keranjang.

Terpopuler

Comments

S.Syahadah

S.Syahadah

kenapa novel mu selalu menarik pen aku baru mampir, kmren sempat galau pengen baca yg dua garis merah tp aku takut hehe jd ga lanjut, aku baca ini dulu deh

2023-08-15

0

🌛Dee🌜

🌛Dee🌜

hh😂🤫

2023-06-29

0

🌛Dee🌜

🌛Dee🌜

😂🤣hhh

2023-06-29

0

lihat semua
Episodes
1 First Meet
2 Get Closer
3 Florist
4 Krishan's Ex Invitation
5 Marriage Proposal
6 Wedding Day
7 Kana Meets her Mom
8 Preman Pasar
9 Yohan
10 Krishan's sick
11 Dissapointed
12 Feelings
13 Kiss Him
14 Krish's Ex Appearance
15 Hidden Affection
16 Vengeance's waiting
17 Un-normal Marriage
18 the meaning of Love
19 Beautiful Night
20 No-status Relationship
21 Ex-Lover Approaching
22 Unconfident
23 Insecurity
24 UPSET
25 Screwdriver, eh?
26 Mistake
27 Taken I
28 Taken II
29 Don't Touch My Jia.
30 Punishment
31 Touch Me!
32 Krishan's Tattoo
33 Tattoo's Meaning
34 That Damn Tattoo
35 Bloodspot
36 Accident I
37 Accident II
38 Save Kana!
39 Identity Revealed
40 Begging You
41 Dealing
42 Give up
43 Runaway
44 A Big Swindler
45 Firstsight
46 Meets Kana
47 Kana's Appearance
48 Old Feeling
49 Met Inka
50 Doctor's Diagnosis
51 Kissing You Again
52 Deep Explanation
53 Deep Talk
54 Playing with CEO
55 A Request for Noah
56 Thank You, Noah
57 Asking for Help
58 Mom's Regret
59 Kana's Jewelry
60 Yohan Comes Out
61 Inna's Bashfulness
62 Kana's Kindness
63 All Feelings Unite
64 New Gravel
65 Istri Bos
66 New Confession
67 Be Caught
68 New Store
69 Showing Affection
70 Swindler
71 Women Support Women
72 Unbelievable
73 Depressed
74 Torturing Felix
75 Subsided Emotion
76 Affirmation
77 Deliverance
78 Realize Something
79 The suspicious One
80 Find him Out
81 Prank
82 A Way
83 Another Voice
84 a little hope
85 Translation
86 Tricked
87 Flashback
88 Start the Game
89 Get Caught by Krish
90 Starting the Game (2)
91 The Game
92 End Game
93 Prisoner Free
94 New Slave
95 Dinner with Coach
96 The Last Life of Bastian
97 Wedding Day (END)
98 Spesial Bab 1
99 Spesial Bab 2
100 Spesial Bab 3
101 Special Bab 4
102 Special Bab 5
103 Special Bab 6
104 Special Bab 7 (End)
105 MY RELATIONSHIT!!
Episodes

Updated 105 Episodes

1
First Meet
2
Get Closer
3
Florist
4
Krishan's Ex Invitation
5
Marriage Proposal
6
Wedding Day
7
Kana Meets her Mom
8
Preman Pasar
9
Yohan
10
Krishan's sick
11
Dissapointed
12
Feelings
13
Kiss Him
14
Krish's Ex Appearance
15
Hidden Affection
16
Vengeance's waiting
17
Un-normal Marriage
18
the meaning of Love
19
Beautiful Night
20
No-status Relationship
21
Ex-Lover Approaching
22
Unconfident
23
Insecurity
24
UPSET
25
Screwdriver, eh?
26
Mistake
27
Taken I
28
Taken II
29
Don't Touch My Jia.
30
Punishment
31
Touch Me!
32
Krishan's Tattoo
33
Tattoo's Meaning
34
That Damn Tattoo
35
Bloodspot
36
Accident I
37
Accident II
38
Save Kana!
39
Identity Revealed
40
Begging You
41
Dealing
42
Give up
43
Runaway
44
A Big Swindler
45
Firstsight
46
Meets Kana
47
Kana's Appearance
48
Old Feeling
49
Met Inka
50
Doctor's Diagnosis
51
Kissing You Again
52
Deep Explanation
53
Deep Talk
54
Playing with CEO
55
A Request for Noah
56
Thank You, Noah
57
Asking for Help
58
Mom's Regret
59
Kana's Jewelry
60
Yohan Comes Out
61
Inna's Bashfulness
62
Kana's Kindness
63
All Feelings Unite
64
New Gravel
65
Istri Bos
66
New Confession
67
Be Caught
68
New Store
69
Showing Affection
70
Swindler
71
Women Support Women
72
Unbelievable
73
Depressed
74
Torturing Felix
75
Subsided Emotion
76
Affirmation
77
Deliverance
78
Realize Something
79
The suspicious One
80
Find him Out
81
Prank
82
A Way
83
Another Voice
84
a little hope
85
Translation
86
Tricked
87
Flashback
88
Start the Game
89
Get Caught by Krish
90
Starting the Game (2)
91
The Game
92
End Game
93
Prisoner Free
94
New Slave
95
Dinner with Coach
96
The Last Life of Bastian
97
Wedding Day (END)
98
Spesial Bab 1
99
Spesial Bab 2
100
Spesial Bab 3
101
Special Bab 4
102
Special Bab 5
103
Special Bab 6
104
Special Bab 7 (End)
105
MY RELATIONSHIT!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!