Yohan

Seorang laki-laki berusaha bangkit. Wajahnya penuh luka lebam dan mulutnya mengeluarkan darah akibat hantaman yang keras.

Tubuhnya yang hampir bisa berdiri di tendang lagi dengan keras hingga tersungkur tepat di bawah kaki seorang pria dengan tubuh kekar yang penuh tato.

Pria itu menginjak kepala lelaki itu hingga ia merintih.

"Ma-maafkan saya, tuan.." lirihnya dengan tubuh gemetar. "Ja-jangan bu-bunuh saya, Tuan Yohan.."

Pria dengan rokok di mulutnya itu membuka kacamatanya.

"Kau merusak hariku dengan istriku. Apa kau masih membutuhkan pengampunan?"

"Ampunkanlah saya tu-tuan.."

Pria itu menendang hingga kepala lelaki tadi terhempas. Dia lalu berdiri dan seorang dibelakangnya memakaikan jeketnya.

"Kau kuampuni kali ini, anak buah sialanmu itu, jangan sampai aku mendengar suaranya di telingaku!" Titahnya dengan nada pelan namun terdengar membunuh di telinga lelaki tadi.

Lelaki itu bersujud, merasa amat berterima kasih karena pengampunannya.

"Pergilah, Yohan tidak ingin kau disini!" Tukas Daniel, salah satu sahabat Yohan yang memegang anak cabang perusahaan Yohan.

Dengan cepat lelaki itu bangkit dengan mengumpulkan tenaga dan berlari sebisanya.

"Han, apa mau ku antar?" Tawar Daniel.

"Ya, antar aku hanya sampai simpang rumah. Pastikan tubuhku tanpa darah dan noda apapun yang mencurigakan." Tukasnya, lalu dengan cepat anggotanya membersihkan sisa darah yang ada di sepatu tuan mereka.

"Tuan, kami mempunyai informasi penting." Ucap Robert, orang kepercayaan Yohan untuk mengurus bisnisnya.

"Katakan". Ucapnya sembari mengelapkan tangannya dengan kain basah.

"Perusaahan Wellgroup mengutus satu orang anggotanya untuk masuk ke K-Group. Kami menyelidikinya dan dia memata-matai perusahaan kita dari dalam."

"Singkirkan".

"Baik, Tuan. Segala penurunan bulan lalu sudah tertutupi di bulan ini, tuan. Beberapa masalah sudah diatasi dengan baik." Lanjut Robert lagi.

"Bagus, usaha yang bagus. Lalu Pastikan hal semacam ini tidak terjadi lagi. Aku tidak suka mengotori tanganku sendiri."

"Kami akan menjaga Nyonya Krishan dari belakang, tuan."

"Jangan sampai perusahaan saingan mengetahui Jia sebagai istriku." Tukasnya lagi dan serentak semua anggota mematuhinya.

Krishan beranjak, semua anggotanya menunduk saat lelaki itu berjalan keluar dan pergi dari markasnya.

~

"Kau sudah pulang?" Tanya Kana saat melihat Krishan masuk ke dalam rumah.

Krishan tersenyum, kini seseorang menyambutnya saat dia pulang ke rumahnya.

"Kau sedang apa?" Tanya Krishan.

"Aku memasak untuk makan malam".

"Kemana Marry?"

"Maaf tuan, Nyonya menyuruh saya untuk.."

"Ah, tidak apa. Aku lagi kepingin masak". Ucap Kana tanpa menoleh, sementara Krishan menganggukkan kepala karena tahu ketakutan Marry padanya.

"Permisi, tuan.." Marry beranjak dari tempatnya.

"Krish, coba kau icip ini.." Kana membawa sesendok makanan ke tempat Krishan duduk.

"Bagaimana?" Mata Kana berbinar saat Krishan mulai mengunyah dengan tenang.

"Enak.."

"Aah. Akhirnya.." Kana beralih ke masakannya, mematikan kompor dan menuang makanan di atas piring.

Kana duduk di depan Krishan, dan mengambil sendok untuk mulai memakan masakannya.

"Hueek!" Kana dengan cepat menuju westafel dan mengeluarkan isi dimulutnya.

"Krish..!" Ucapnya lalu meminum air putih.

"Ya?" Krishan mulai tertawa.

"Kau bilang masakanku enak.."

"Bagiku itu enak." Jawabnya tetap dengan senyumannya.

"Enak apanya! Kau bohong saja. Aku jadi malas makan." Kana mulai ngambek.

"Kau tinggal bilang pada Marry mau makan apa, dia akan memasakkanmu apapun yang kau mau."

"Tidak, aku akan belajar pada Marry." Ucapnya lalu membuang makanan yang ada di piringnya.

"Kau tidak perlu repot, Jia."

"Aku menumpang padamu, jelas aku harus tahu diri."

Mendengar kalimat itu, wajah Krishan berubah tegas. "Jia, jangan pernah ucapkan itu lagi."

Kana tersentak, Krishan terlihat agak menakutkannya.

"Aku menikahimu karena aku menyukaimu. Kau hanya perlu menemaniku di rumah ini, kau tidak perlu memikirkan apapun selain aku." Pintanya dengan nada yang tegas dan membuat Kana tidak berkedip. Aura menyeramkan itu keluar lagi walau Krishan nada bicara Krishan tidak meninggi. Kana belum mengenal suaminya dengan baik.

"Kau mengerti?"

"I-iya, aku mengerti." Ucap Kana terbata. Lalu Krishan beranjak dari tempatnya menuju kamarnya.

Sementara Kana masih terdiam di tepatnya. Adakalanya wajah Krishan menggugah hatinya, dan sekarang wajah itu membuatnya sedikit takut.

"Jangan takut.." Marry datang, membereskan bekas masakan Kana. "Tuan Krishan orang baik, dia begitu karena sayang pada Nyonya." Ucap wanita paruh baya itu namun Kana hanya diam saja.

"Tuan lebih banyak tersenyum sekarang. Dan itu berkat Nyonya". Lanjut Marry lalu membuang sisa sampah keluar rumah.

Kana mengangguk lambat, dia mencoba memaklumi sifat Krishan yang mungkin lebih sensitif karena matanya.

...♡♥︎♡♥︎...

Kana membereskan meja bekas pelanggan duduk, matanya langsung menuju pintu saat seseorang masuk.

"Selamat datang" Sapanya dengan ramah lalu terkaget saat yang masuk ternyata Krishan.

"Eh? Kau datang?" Kana mendekati suaminya, lalu menuntunnya duduk di meja dekatnya berdiri.

"Aku hanya ingin membeli kopi sambil meminta maaf padamu atas ucapanku kemarin."

Kana tersenyum. "Ah, tidak apa. Kau tunggu disini, aku akan mengambilkan pesananmu."

Kana lalu menuju ke meja bartender dan membuatkan kopi untuk Krishan yang dengan sengaja berjalan jauh untuk meminta maaf padanya, padahal Krishan bisa meminta maaf sepulang bekerja.

Kana menggenggamkan kopi di tangan Krishan. "Ada lagi?" Tanyanya dan Krishan menggeleng sambil tersenyum cerah.

"Aku akan pergi." Ucapnya lalu berdiri dan Kana membantunya dengan memegang legan Krishan.

Pintu terbuka dan seseorang masuk.

"Bagaimana kabarmu?" Bastian menyapa langsung saat melihat Kana di depan pintu.

"Baik, semuanya baik. Jangan khawatir". Ucap Kana tersenyum.

"Siapa?" Tanya Krishan pada Kana.

"Dia pelanggan disini, Krish." Bisik Kana ditelinga Krishan.

"Oh, ini siapamu? " Bastian menanyakan lelaki yang tengah digandeng Kana.

"Kakaknya." Jawab Krishan langsung dan Kana terkejut. "Saya permisi." Ucap Krishan dan melanjutkan jalannya. Sementara Bastian duduk di salah satu meja disana.

Kana memperhatikan Krishan berjalan dan sedikit merasa aneh kenapa Krishan malah memperkenalkan diri sebagai Kakaknya.

"Pesan apa, tuan?" Tanya Kana pada Bastian.

"Nanti aku akan pesan sendiri. Apa aku bisa minta waktumu?"

Kana mengerutkan alisnya. "Ada apa, tuan?"

Bastian tertawa pelan. "Panggil saja namaku, jangan panggil tuan. Aku butuh kau untuk duduk disini."

"Maaf, tapi aku sedang bekerja."

Bastian tersenyum, dia lalu mengangkat tangan memanggil manager Kana yang sejak tadi berdiri tak jauh dari mereka.

"Apa aku boleh meminjamnya sebentar?" Tanya Bastian dengan ramah dan anehnya, manager yang galak itu mengangguk dengan ramah.

"Nah, silakan duduk, kau sudah diizinkan." Ucap Bastian lalu membuka laptopnya.

Kana terus menatap ke arah managernya yang beranjak dari tempatnya, dia merasa ada yang aneh sebab tak sedikitpun managernya itu bertanya.

Kana duduk di hadapan Bastian yang sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya. "Apa yang ingin anda katakan, tuan?"

"Sudah aku katakan, panggil aku Bastian."

"Baiklah, Bastian." ralat Kana membiasakan.

"Aku hanya memintamu menemaniku hari ini sampai jam kerjamu selesai."

"Apa?"

"Kau akan tetap mendapat gaji, jangan khawatir." Ucap Bastian dengan tenang.

"Yang benar saja, Bas. Apa kau pikir Kafe ini milikmu?" Kata Kana sambil memutar bola matanya.

"Memangnya kalau iya, kenapa?" Tukasnya tanpa beralih dari latptopnya.

"Kalau iya, aku ingin meminta kenaikan gaji." Jawab Kana asal.

"Dikabulkan!" Bastian lalu menutup laptopnya dan Kana tertawa renyah.

"Mengada-ngada." Ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.

Sementara tak jauh dari Kafe itu, Krishan berhenti dan mengeluarkan ponselnya.

"Selidiki pria yang menyapa istriku." Ucapnya lalu memutuskan sambungan telepon.

TBC

Terpopuler

Comments

ega

ega

sukaaaa

2023-07-14

0

🌛Dee🌜

🌛Dee🌜

🤔hm

2023-06-29

0

Mystera11

Mystera11

sukaaaaaa😍😍😍😍😍

2023-02-15

0

lihat semua
Episodes
1 First Meet
2 Get Closer
3 Florist
4 Krishan's Ex Invitation
5 Marriage Proposal
6 Wedding Day
7 Kana Meets her Mom
8 Preman Pasar
9 Yohan
10 Krishan's sick
11 Dissapointed
12 Feelings
13 Kiss Him
14 Krish's Ex Appearance
15 Hidden Affection
16 Vengeance's waiting
17 Un-normal Marriage
18 the meaning of Love
19 Beautiful Night
20 No-status Relationship
21 Ex-Lover Approaching
22 Unconfident
23 Insecurity
24 UPSET
25 Screwdriver, eh?
26 Mistake
27 Taken I
28 Taken II
29 Don't Touch My Jia.
30 Punishment
31 Touch Me!
32 Krishan's Tattoo
33 Tattoo's Meaning
34 That Damn Tattoo
35 Bloodspot
36 Accident I
37 Accident II
38 Save Kana!
39 Identity Revealed
40 Begging You
41 Dealing
42 Give up
43 Runaway
44 A Big Swindler
45 Firstsight
46 Meets Kana
47 Kana's Appearance
48 Old Feeling
49 Met Inka
50 Doctor's Diagnosis
51 Kissing You Again
52 Deep Explanation
53 Deep Talk
54 Playing with CEO
55 A Request for Noah
56 Thank You, Noah
57 Asking for Help
58 Mom's Regret
59 Kana's Jewelry
60 Yohan Comes Out
61 Inna's Bashfulness
62 Kana's Kindness
63 All Feelings Unite
64 New Gravel
65 Istri Bos
66 New Confession
67 Be Caught
68 New Store
69 Showing Affection
70 Swindler
71 Women Support Women
72 Unbelievable
73 Depressed
74 Torturing Felix
75 Subsided Emotion
76 Affirmation
77 Deliverance
78 Realize Something
79 The suspicious One
80 Find him Out
81 Prank
82 A Way
83 Another Voice
84 a little hope
85 Translation
86 Tricked
87 Flashback
88 Start the Game
89 Get Caught by Krish
90 Starting the Game (2)
91 The Game
92 End Game
93 Prisoner Free
94 New Slave
95 Dinner with Coach
96 The Last Life of Bastian
97 Wedding Day (END)
98 Spesial Bab 1
99 Spesial Bab 2
100 Spesial Bab 3
101 Special Bab 4
102 Special Bab 5
103 Special Bab 6
104 Special Bab 7 (End)
105 MY RELATIONSHIT!!
Episodes

Updated 105 Episodes

1
First Meet
2
Get Closer
3
Florist
4
Krishan's Ex Invitation
5
Marriage Proposal
6
Wedding Day
7
Kana Meets her Mom
8
Preman Pasar
9
Yohan
10
Krishan's sick
11
Dissapointed
12
Feelings
13
Kiss Him
14
Krish's Ex Appearance
15
Hidden Affection
16
Vengeance's waiting
17
Un-normal Marriage
18
the meaning of Love
19
Beautiful Night
20
No-status Relationship
21
Ex-Lover Approaching
22
Unconfident
23
Insecurity
24
UPSET
25
Screwdriver, eh?
26
Mistake
27
Taken I
28
Taken II
29
Don't Touch My Jia.
30
Punishment
31
Touch Me!
32
Krishan's Tattoo
33
Tattoo's Meaning
34
That Damn Tattoo
35
Bloodspot
36
Accident I
37
Accident II
38
Save Kana!
39
Identity Revealed
40
Begging You
41
Dealing
42
Give up
43
Runaway
44
A Big Swindler
45
Firstsight
46
Meets Kana
47
Kana's Appearance
48
Old Feeling
49
Met Inka
50
Doctor's Diagnosis
51
Kissing You Again
52
Deep Explanation
53
Deep Talk
54
Playing with CEO
55
A Request for Noah
56
Thank You, Noah
57
Asking for Help
58
Mom's Regret
59
Kana's Jewelry
60
Yohan Comes Out
61
Inna's Bashfulness
62
Kana's Kindness
63
All Feelings Unite
64
New Gravel
65
Istri Bos
66
New Confession
67
Be Caught
68
New Store
69
Showing Affection
70
Swindler
71
Women Support Women
72
Unbelievable
73
Depressed
74
Torturing Felix
75
Subsided Emotion
76
Affirmation
77
Deliverance
78
Realize Something
79
The suspicious One
80
Find him Out
81
Prank
82
A Way
83
Another Voice
84
a little hope
85
Translation
86
Tricked
87
Flashback
88
Start the Game
89
Get Caught by Krish
90
Starting the Game (2)
91
The Game
92
End Game
93
Prisoner Free
94
New Slave
95
Dinner with Coach
96
The Last Life of Bastian
97
Wedding Day (END)
98
Spesial Bab 1
99
Spesial Bab 2
100
Spesial Bab 3
101
Special Bab 4
102
Special Bab 5
103
Special Bab 6
104
Special Bab 7 (End)
105
MY RELATIONSHIT!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!