Krishan's sick

Kana menopang dagu di jendela yang terbuka lebar. Pikirannya menerawang jauh, menatap ke halaman yang penuh tanaman hijau.

Krish mendekat, dia duduk di belakang Kana yang tak sadar akan kehadirannya.

"Jia.."

Kana tak menoleh, dia teramat fokus dalam pikirannya.

Krishan menghela napas, dia mendengar penjelasan anggotanya tentang lelaki bernama Bastian itu. Dialah pemilik toko tempat Kana bekerja dan nampaknya lelaki itu menyukai istrinya.

"Jia.." panggil Krishan lagi dan Kana terperanjat.

"Krish.." Kana membalikkan bada dan duduk di sebelah Krishan. "Ada apa? Apa butuh sesuatu?"

Krishan menggelengkan kepalanya. "Aku memanggilmu beberapa kali tapi kau tak mendengar. Apa ada sesuatu?"

Kana tak langsung menjawab, dia menyandarkan punggungnya ke sofa. "Aku heran, aku hanya bercanda meminta kenaikan gaji pada orang asing, lalu gajiku benar-benar naik tiga kali lipat dari biasanya sampai aku bertanya-tanya, siapa sebenarnya lelaki itu." Tanyanya terheran-heran.

"Bukankah itu bagus?"

"Aneh saja.." Kana lalu teringat sesuatu. "Krish, kenapa kau mengaku sebagai kakakku?"

Krishan tersenyum, "supaya kau tak malu."

"Apa? Kau ini sedang bicara apa? Aku tidak pernah malu!" Tukas Kana dengan kesal.

"Aku tidak masalah dengan hal itu. Kau bisa mengaku saja sebagai adikku atau temanmu". Ucap Krishan lalu berdiri meninggalkan Kana, masuk ke dalam kamarnya.

Kana hanya diam, melihati tubuh Krishan yang perlahan hilang. Dia tidak paham apa yang Krishan pikirkan.

Pada malam harinya, Kana keluar dari kamar, dia sudah membuat janji dengan Alana untuk bertemu di sebuah pub.

Kana ingin pamit pada Krishan, dia mengetuk pintu lelaki itu, namun tidak ada jawaban. Lalu Kana membukanya perlahan, menyapu sudut ruang dan mendapati Krishan tengah tertidur dengan gelisah di atas ranjang besarnya.

Kana melihati kamar Krishan yang belum pernah dia masuki sebelumnya, lalu menoleh pada Krishan saat mendengar erangan tertahan dari mulutnya.

Melihat keringat yang keluar dari wajah Krishan, Kana meletakkan tangannya di dahi pria itu dan terkejut karena badannya amat panas.

"Astaga, Krish, badanmu panas. Kita harus ke rumah sakit sekarang!" Pekik Kana yang panik.

Krishan langsung membuka matanya, lalu menangkap tangan Kana yang memegang dahinya.

Kana terperangah, Krishan menggenggam tangannya dengan erat. "Krish, ayo aku akan mengantarmu ke rumah sakit."

"Pergilah.." Lirih Krishan dengan suara berat.

"Apa? Aku tidak mungkin pergi.."

"Aku bilang pergi." Bentak Krishan dengan nada yang agak meninggi membuat Kana perlahan melangkahkan kakinya menuju pintu.

Kana keluar, menutup pintu dengan perasaan gundah.

"Nyonya, pergi saja. Biar saya yang akan mengurusnya." Marry menghampiri Kana yang masih berdiri menatap pintu kamar Krishan.

"Tapi, dia.."

"Tuan Krishan memang seperti itu. Dia jarang sekali sakit, jika sakitpun dia tidak ingin di rawat oleh siapapun. Saya akan meletakkan air hangat dan kompres di atas mejanya, nanti dia sendiri yang akan mengurusnya. Nyonya tidak perlu khawatir." Jelas Marry pada Kana yang masih tidak paham, ada apa dengan Krishan yang tidak ingin dirawat.

"Baiklah. Kalau ada apa-apa segera hubungi aku ya, Bi." Ucap Kana dan Marry mengangguk.

Kana melangkahkan kakinya keluar walau hatinya tidak tenang.

Sesampainya di tempat yang ia sudah janjikan dengan Alana, dia duduk dan belum menemukan sahabatnya itu disana.

Ponsel Kana bergetar, dia mengangkat telepon dari Alana.

"Kana, maaffff.. aku tidak bisa datang. Ada hal mendadak. Maaafff nanti kita bertemu lagi, ya. Aku akan traktir. Nanti akan aku hubungi lagi!!"

Kana belum mengatakan apa-apa, telepon sudah terputus. Dia berdecak, lalu karena sudah sampai disini, dia memilih duduk sebentar sebelum pulang.

"Berikan aku segelas Bir." Ucap Kana pada bartender lalu mengeluarkan rokok dari saku celana panjangnya.

Kana meletakkan rokok di mulutnya dan tangannya meraba seluruh kantong dan tak menemukan korek.

"Ck!" Decaknya lalu melepaskan rokok dari mulutnya, menyelipkannya di sela jari-jari kirinya.

Kana melihat ke arah rokoknya yang sudah berapi.

"Thanks". Ucap Kana tanpa melihat lelaki itu lalu menyesap rokoknya, mengadahkan pandangannya ke atas.

"Sama-sama."

Mendengar suara lelaki itu, Kana langsung menoleh. Benar saja, Noah duduk disebelahnya dengan senyum menawan yang dulu disukai Kana.

"Kenapa menatapku begitu?" Tanya Noah sambil memutar-mutarkan korek api di tangannya.

Kana tak menyahut, dia menatap ke depan lagi, menyesap rokoknya lebih dalam.

"Kana, apa kau.."

"Pergilah." Tukas Kana lalu meneguk bir di depannya.

"Kau masih marah padaku? Kana, aku hanya melakukan kesalahan kecil."

Kana tersenyum miring, kesalahan kecil, katanya? "Menyingkir dari hadapanku. Kau menjijikan". Ucap Kana yang langsung membuat Noah naik pitam.

Noah berdiri dan menunjuk-nunjuk Kana. "Apa kau bilang? Kau bilang menjijikan? Hei, kau sadari siapa dirimu?"

Kana tidak peduli, dia menyesap rokoknya lagi.

Noah menarik tangan Kana. "Kau harusnya bersyukur masih ada laki-laki yang mau denganmu, kau pikir kau siapa sampai aku harus membujukmu? Anak yang Ibunya murahan sama sepertimu.. PLAK!!"

Kana menampar Noah dan membuang rokok yang ada dimulutnya.

Noah dengan mata melotot, langsung melayangkan tamparan ke wajah Kana, namun tangannya tertahan karena seseorang yang memegang kuat tangan Noah.

"Kau! Beraninya!" Pekik Noah.

"Enyah, jangan sampai kau tidak diizinkan lagi masuk kesini!" Tukas lelaki itu dengan menatap tajam ke arah Noah.

"Kau pikir, kau siapa, Sialan!" Pekik Noah lagi dan Tumbukan keras diwajahnya mendarat tajam, hingga membuat Noah terjatuh ke lantai.

"Seret dia keluar." Titah lelaki itu pada bawahannya.

Noah diseret keluar dengan teriakan tak terimanya, hingga membuat banyak orang memperhatikan.

"Kau baik-baik saja?"

Kana melihat Bastian, lelaki yang dia temui siang tadi kini berada di tempat yang sama dengannya.

"Terima kasih, Bas." Ucap Kana lalu menghembuskan napasnya karena merasa lega.

"Duduklah, aku akan mentraktirmu". Ucapnya lalu memesan minuman pada bartender di depannya.

Sementara Krishan tengah duduk di tepi tempat tidurnya sambil meletakkan ponselnya di telinga.

"Biar aku yang menangani dia. Kau awasi saja." Ucapnya lalu menurunkan ponselnya. Krishan sudah mendengar kabar yang baru dilaporkan bawahannya tentang istrinya.

Suara ketukan pintu terdengar, Marry masuk ke dalam kamarnya.

"Tuan, ini air hangatnya." Marry meletakkan seember kecil air hangat dan handuk untuk mengompres tubuh Krishan.

"Apa Jia sudah pulang?"

"Belum tuan, apa mau saya telepon?" Tanya Marry.

"Tidak perlu. Biarkan saja." Ucapnya lalu Marry keluar dari kamarnya.

Krishan menggenggam erat ponsel di tangannya, dia merasa marah sebab ada lelaki lain yang mendekati istrinya.

Juga merasa bersalah sebab membentak Kana padahal wanita itu tidak salah. Hanya saja, mendengar laporan bahwa Kana banyak tertawa bersama Bastian membuatnya geram.

Namun di satu sisi, dia menyadari kekurangannya juga perjanjian yang ia buat pada istrinya untuk tidak menyentuhnya.

"Jia.." gumamnya pelan dengan mata yang sayu karena panas badannya yang belum turun.

Dia merindukan istrinya, merindukan suara dan harum khas Kana yang selalu terasa di hidungnya.

To Be Continued...

Terpopuler

Comments

Euis Yohana

Euis Yohana

atuuuh,,,kenapa tadi padahal Kana mau merawat kamu Kris ,malah kamu bentak ...

2023-01-24

0

Novita Sari

Novita Sari

yaaah..vote q terlanjur kuberikan sama richi😔😔maafin ya thor🙏🙏😁,terima kasih buanyaaaak udah up...aq dah nunggu jia n krish berhari2 looh🤭

2022-08-08

1

Yoan

Yoan

ayo Krishan kasih tau kalau kau cinta sama Kana

2022-08-05

2

lihat semua
Episodes
1 First Meet
2 Get Closer
3 Florist
4 Krishan's Ex Invitation
5 Marriage Proposal
6 Wedding Day
7 Kana Meets her Mom
8 Preman Pasar
9 Yohan
10 Krishan's sick
11 Dissapointed
12 Feelings
13 Kiss Him
14 Krish's Ex Appearance
15 Hidden Affection
16 Vengeance's waiting
17 Un-normal Marriage
18 the meaning of Love
19 Beautiful Night
20 No-status Relationship
21 Ex-Lover Approaching
22 Unconfident
23 Insecurity
24 UPSET
25 Screwdriver, eh?
26 Mistake
27 Taken I
28 Taken II
29 Don't Touch My Jia.
30 Punishment
31 Touch Me!
32 Krishan's Tattoo
33 Tattoo's Meaning
34 That Damn Tattoo
35 Bloodspot
36 Accident I
37 Accident II
38 Save Kana!
39 Identity Revealed
40 Begging You
41 Dealing
42 Give up
43 Runaway
44 A Big Swindler
45 Firstsight
46 Meets Kana
47 Kana's Appearance
48 Old Feeling
49 Met Inka
50 Doctor's Diagnosis
51 Kissing You Again
52 Deep Explanation
53 Deep Talk
54 Playing with CEO
55 A Request for Noah
56 Thank You, Noah
57 Asking for Help
58 Mom's Regret
59 Kana's Jewelry
60 Yohan Comes Out
61 Inna's Bashfulness
62 Kana's Kindness
63 All Feelings Unite
64 New Gravel
65 Istri Bos
66 New Confession
67 Be Caught
68 New Store
69 Showing Affection
70 Swindler
71 Women Support Women
72 Unbelievable
73 Depressed
74 Torturing Felix
75 Subsided Emotion
76 Affirmation
77 Deliverance
78 Realize Something
79 The suspicious One
80 Find him Out
81 Prank
82 A Way
83 Another Voice
84 a little hope
85 Translation
86 Tricked
87 Flashback
88 Start the Game
89 Get Caught by Krish
90 Starting the Game (2)
91 The Game
92 End Game
93 Prisoner Free
94 New Slave
95 Dinner with Coach
96 The Last Life of Bastian
97 Wedding Day (END)
98 Spesial Bab 1
99 Spesial Bab 2
100 Spesial Bab 3
101 Special Bab 4
102 Special Bab 5
103 Special Bab 6
104 Special Bab 7 (End)
105 MY RELATIONSHIT!!
Episodes

Updated 105 Episodes

1
First Meet
2
Get Closer
3
Florist
4
Krishan's Ex Invitation
5
Marriage Proposal
6
Wedding Day
7
Kana Meets her Mom
8
Preman Pasar
9
Yohan
10
Krishan's sick
11
Dissapointed
12
Feelings
13
Kiss Him
14
Krish's Ex Appearance
15
Hidden Affection
16
Vengeance's waiting
17
Un-normal Marriage
18
the meaning of Love
19
Beautiful Night
20
No-status Relationship
21
Ex-Lover Approaching
22
Unconfident
23
Insecurity
24
UPSET
25
Screwdriver, eh?
26
Mistake
27
Taken I
28
Taken II
29
Don't Touch My Jia.
30
Punishment
31
Touch Me!
32
Krishan's Tattoo
33
Tattoo's Meaning
34
That Damn Tattoo
35
Bloodspot
36
Accident I
37
Accident II
38
Save Kana!
39
Identity Revealed
40
Begging You
41
Dealing
42
Give up
43
Runaway
44
A Big Swindler
45
Firstsight
46
Meets Kana
47
Kana's Appearance
48
Old Feeling
49
Met Inka
50
Doctor's Diagnosis
51
Kissing You Again
52
Deep Explanation
53
Deep Talk
54
Playing with CEO
55
A Request for Noah
56
Thank You, Noah
57
Asking for Help
58
Mom's Regret
59
Kana's Jewelry
60
Yohan Comes Out
61
Inna's Bashfulness
62
Kana's Kindness
63
All Feelings Unite
64
New Gravel
65
Istri Bos
66
New Confession
67
Be Caught
68
New Store
69
Showing Affection
70
Swindler
71
Women Support Women
72
Unbelievable
73
Depressed
74
Torturing Felix
75
Subsided Emotion
76
Affirmation
77
Deliverance
78
Realize Something
79
The suspicious One
80
Find him Out
81
Prank
82
A Way
83
Another Voice
84
a little hope
85
Translation
86
Tricked
87
Flashback
88
Start the Game
89
Get Caught by Krish
90
Starting the Game (2)
91
The Game
92
End Game
93
Prisoner Free
94
New Slave
95
Dinner with Coach
96
The Last Life of Bastian
97
Wedding Day (END)
98
Spesial Bab 1
99
Spesial Bab 2
100
Spesial Bab 3
101
Special Bab 4
102
Special Bab 5
103
Special Bab 6
104
Special Bab 7 (End)
105
MY RELATIONSHIT!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!