Krish's Ex Appearance

Kana menguap. Dia memiringkan tubuhnya untuk melanjutkan tidur. Tetapi hidungnya tiba-tiba mencium bau yang berbeda dari kamarnya. Bau harum dari Krishan menempel di bantalnya.

Perlahan Kana membuka matanya dan mengerjap beberapa kali untuk menghilangkan buram di pandangannya.

Bukan pandangan cerah yang muncul, namun potongan ingatan mulai memenuhi otaknya dan berhasil membuatnya langsung melotot.

Kana terduduk. Tangannya langsung meraba tubuh yang ternyata masih berpakaian lengkap, kecuali kemejanya yang terbuka 3 kancing.

"A-apa yang..." Kana menyentuh bibirnya. Aroma napas Krishan dan bibirnya yang lembut masih terasa hingga membuat jantungnya langsung berdegub kencang.

"Hah, sudah gila aku!" Kana menangkupkan kedua tangan ke wajahnya. "Sialan, ini karena ucapan Alana!" Kana menyugar rambutnya kebelakang. Dia berusaha mengatur detakan jantungnya yang tidak stabil.

Kana berusaha mengingat lagi, tapi otaknya berhenti saat mereka berciuman di sofa panjang itu. Dia tidak tahu selanjutnya kenapa dia bisa tidur di atas tempat tidur Krishan dan dia yakin, mereka tidak melakukan apa-apa sebab pakaian Kana benar-benar menempel sempurna.

Kana bergegas membuka pintu lalu keluar secara perlahan. Dia bisa melihat Krishan duduk dengan kopinya di taman ruang tengah itu.

Kana berjinjit supaya Krishan tidak mendengar langkahnya.

"Oh, Nyonya sudah bangun. Selamat pagi, Nyonya."

Kana menutup matanya dengan kesal, 'Marry sialan!' Umpatnya dalam hati.

Tanpa menjawab dan enggan melihat reaksi Krishan, dia langsung berjalan cepat dan masuk ke dalam kamarnya.

Sementara Krishan yang memegang secangkir kopi, tersenyum lebar sembari menunduk. Dia tahu, gadis itu pasti merasa sangat malu sekarang. Tapi dalam hatinya, dia merasa senang sebab apa yang gadis itu rasakan tadi malam, pasti benar adanya. Kana selalu jujur dengan dirinya saat setengah sadar, dan Krishan menyukai itu.

...♡♥︎♡♥︎...

Kana berdiri dan bersandar pada loker ruang ganti tempatnya bekerja. Dia masih saja terpikir adegan ciumannya yang begitu panas bersama Krishan. Lelaki itu, pandai sekali berciuman hingga mampu membuat kesan dan terus dipikirkan oleh Kana.

Pada awalnya, Kana mengutuki dirinya sebab dengan mudahnya ia masuk dan mencium lelaki itu. Tapi begitu menyadari balasan yang diberikan Krishan, rasa bersalahnya kian memudar. Balasan Krishan yang ikut menyesap bibirnya membuat Kana yakin, Krishan juga menyukainya. Kana lalu teringat sentuhan bibir Krishan yang ternyata membuatnya semakin mabuk tak sadarkan diri.

Tadi, dia sengaja keluar lambat sebab menunggu Krishan pergi dulu. Dia belum bisa menemui Krishan karena rasa malu masih menyelimuti dirinya.

Kana menggigit bibirnya. Entah bagaimana ciuman itu masih begitu terasa hingga membuat jantungnya tidak juga mereda. Hatinya berdesir, ada sedikit keinginan di dalamnya untuk mengulanginya lagi sebab rasanya membuat dirinya ketagihan.

"Asshitt, kenapa malah terus menginginkan itu!" Pekiknya lalu berjalan keluar ruangan.

"Aahhhh..!" Kana memegang dadanya. Dia terkejut saat mendapati Lusy berdiri diambang pintu.

"Ada apa denganmu? Melamun, bergumam sendiri. Sedang mabuk?" Lusy bersedekap.

Kana tampak mencebikkan bibir, "sudahlah, ayo bekerja." Ucapnya lalu berjalan melewati Lusy.

~

Sementara Krishan terus mengembangkan senyuman, membuat para pelanggannya seperti mendapat bonus yang banyak.

"Wah, sepertinya tuan Krishan kita sedang bahagia." Seorang perempuan paruh baya yang berpakaian modis duduk di sebelah Krishan sambil memeluk satu pot bunga yang sudah ia beli.

"Benar, terlihat lebih cerah dari biasanya. Apa ada sesuatu?" Tanya temannya yang berambut keriting.

Krishan semakin mengembangkan senyum, mengingat apa yang terjadi malam tadi. "Tidak, sama seperti biasa."

"Benar, yang biasa juga Krishan suka tersenyum." Seorang berambut merah ikut menanggapi.

"Duh, Ibu-ibu. Kalau sudah belanja, silakan pulang. Jangan ganggu Krishan, dong." Alissa tiba-tiba muncul dan merasa kesal dengan beberapa orang tua yang menggoda Krishan.

"Ada apa dia?" Bisik salah satu yang merasa terganggu dengan kehadiran Alissa.

"Krishan saja tidak masalah, kenapa kau malah marah-marah."

"Benar. Kalau kau mau beli, ya tinggal beli saja. Anak muda, kok tidak sopan pada orang tua!"

"Iya. Lagipula kau siapa?" Tanya mereka pada Alissa yang mengerutkan alisnya saat mendengar pertanyaan dari Ibu-ibu itu.

"Aku ini istrinya, sudah sana pergi. Mengganggu saja!" Jawabnya dengan ketus lalu duduk disebelah Krishan saat Ibu itu bangkit dari duduknya.

Mereka keluar ruangan sambil menggerutu kesal pada kegalakan Alissa.

"Kenapa kau begitu?" Tanya Krishan setelah mendengar pintu tertutup.

"Kenapa apanya! mereka sangat mengganggu. Aku bisa tahu hanya dengan mendengar helaan napasmu." Jawabnya sambil mengunyah permen karet.

"Lalu kau, mau beli apa?" Tanya Krishan.

"Hm..." Alissa tampak berpikir. Matanya menangkap satu pot yang berdiri sendirian di sudut ruang.

"Tanaman apa yang kau sembunyikan itu?" Alissa berdiri dan mengambil pot putih.

Krishan yang tahu kemana arah Alissa berjalan, langsung berdiri. "Jangan. Itu tidak dijual."

"Tidak dijual? Bunga apa ini?"

"Chocolate Cosmos."

Alissa terbelalak. "Chocolate Cosmos katamu? Gila, kau dapat darimana? Aku mau beli ini!"

"Aku sudah bilang, tidak dijual!" Suara Krishan terdengar lebih tegas.

"Ah, ayolah. Kau kan, penjual bunga. Masa tidak dijual. Memangnya untuk apa bunga ini??" Rengek Alissa.

"Untuk istriku."

Alissa terdiam sejenak. "Cih. Istri-istri terus. Yang mana sih, istrimu itu! Jangan-jangan kau berbohong supaya aku tidak mendekatimu, kan?"

"Aku memang sudah menikah, kau juga tidak harus tahu. Sekarang, letakkan bunga itu di tempatnya semula. Susah payah aku merawatnya supaya dia tumbuh."

Alissa meletakkan pot bunga ke tempat semula. "Hah, ya sudah aku pulang saja."

Krishan bisa mendengar hentakan kaki Alissa yang kesal.

Krishan membuang kasar napasnya dan duduk lagi ditempatnya. Ponselnya berbunyi, Krishan menekan satu tombol dan meletakkannya ditelinganya.

"Tuan, Nona Jia sudah menerima brosur lowongan pekerjaan yang sudah kami buat."

Suara dari seberang memberi laporan pada tuannya.

"Bagus." Krishan tersenyum lagi. Dia akan mencoba membujuk istrinya itu supaya mau pindah bekerja di perusahaannya dan jauh dari laki-laki bernama Bastian itu.

Pada sore Hari saat Krishan menutup toko, dia bisa merasakan kehadiran seseorang dibelakangnya.

Krishan pura-pura tidak menyadarinya, dia terus mengunci pintu dan berjalan dengan tongkatnya.

"Krish.."

Suara yang Krishan kenali, suara yang dulu sering tertangkap manja di telinganya. Dia Sherly, mantan calon istrinya.

"Siapa?" Tanya Krishan pura-pura.

"A-aku.. ingin membeli bunga.." Suara perempuan itu terbata, dia terlihat kaget saat Krishan ternyata tidak mengenali suaranya.

"Maaf, kami sudah tutup. Silakan datang lagi besok, permisi." Krishan berjalan lagi, namun perempuan itu menggenggam lengan Krishan.

"Ini aku, Sherly."

Langkah Krishan tertahan, dia pula tidak menoleh ke arah suara wanita itu.

"Ada apa?"

Sherly tak langsung menjawab, dia melepaskan genggamannya.

"Aku.. hanya ingin mengunjungimu."

"Sudah, kan? Kalau begitu pulanglah." Ucap Krishan tegas.

"Kenapa kau bersikap angkuh? Bukankah seharusnya kau senang kalau aku merindukanmu?"

"Pergilah, hubungan kita sudah selesai sejak kau dengan bangga mengatakan akan menikah dengan laki-laki itu." Tukas Krishan dan berhasil membuat Sherly bungkam.

Krishan berjalan lagi, dia tidak ingin terlibat apapun pada wanita itu karena kini dia sudah memiliki Jia, istrinya.

"Aku akan membantumu, Krish. Aku akan mengembalikan perusahaanmu lagi dan aku juga sudah menemukan donor mata untukmu. Aku tahu matamu masih bisa disembuhkan. Aku bisa membantumu."

Ucapan Sherly membuat Krishan berhenti melangkah dan Sherly mendekati Krishan.

"Aku tahu kau masih mencintaiku. Jadi, pikirkanlah ucapanku ini. Aku akan membatalkan pertunanganku dan kembali bersamamu lagi."

Sherly mengecup pipi Krishan lalu pergi begitu saja, meninggalkan Krishan yang masih diam di tempatnya.

Sementara Kana ikut membeku menyaksikan apa yang terjadi jauh dari sana. Dia tidak mendengar ucapan suami dan mantan calon istri suaminya itu. Yang Kana tahu, wanita itu mencium Krishan dan tersenyum cerah sambil berlalu pergi. Entah bagaimana respon Krishan, dia tidak bisa melihat itu karena Krishan membelakanginya.

Kana meremas kertas yang ia genggam, entah dari mana timbul rasa kecewa dalam hatinya. Padahal, dia pernah mengatakan pada Krishan jika pria itu menyukai perempuan lain, maka tidak masalah bagi Kana. Karena dia hanya menginginkan tempat tinggal dan seseorang yang menanggung kehidupannya.

Setelah melihat itu, Kana menyadari dirinya yang keliru. Sampai kapan Krishan mau menanggung kebutuhannya? Jika suatu hari Krishan menyukai perempuan lain, pasti Krishan akan meninggalkannya juga.

Kana menatap kertas yang ia genggam, perusahaan besar di kota ini membuka lowongan sebagai sekretaris tanpa banyak persyaratan. Dia tergerak untuk mencobanya, perusahaan besar itu pasti memberikan gaji yang besar. Dia bisa hidup dari gajinya itu jika ia diterima.

Kana melihat Krishan yang mulai meraba jalan dengan tongkatnya. Ingin dia berjalan pulang bersama, tapi dia mengurungkan niatnya. Padahal dia hanya lewat untuk pulang sekaligus melihat Krishan dari jauh, tapi pemandangan lain yang malah tertangkap di matanya.

Kana menghela napas, "baiklah, mari lamar pekerjaan ini." Ucapnya lalu berjalan ke arah yang berlawanan dengan Krishan.

...♡♥︎♡♥︎...

Pintu kamar Kana diketuk, dia bangkit dari tempat tidur dan membukanya.

Krishan di depannya tengah tersenyum seperti biasa, tak ada perubahan dari perilaku maupun raut wajahnya walau pria itu sudah melewati malam hangat bersama dirinya, kemudian bertemu lagi dengan mantannya. Hidupnya sangat menyenangkan untuk ukuran laki-laki buta sepertinya. Batin Kana.

"Jia, mari makan malam."

Kana tak langsung menjawab, dia terus menatap wajah suaminya yang entah bagaimana memang sangat memikatnya.

Kana membuang wajahnya. "Aku sudah makan, Krish." jawabnya bohong.

"Begitu, kah? Baiklah. Aku akan keluar sebentar, ada urusan penting." Ucap Krishan lalu diam, seperti menunggu jawaban dari Kana.

"Aku sudah mengangguk." Jawab Kana dengan malas.

Krishan tertawa pelan. "Aku tidak tahu itu. Baiklah, istirahat ya." Krishan melangkah pergi dan Kana langsung menutup pintunya, bersandar di daun pintu.

Dia tengah berpikir, apa yang membuatnya begitu kecewa pada Krishan. Bukankah hubungan suami istri hanya status pada negara supaya hidupnya dijamin suaminya? Bukankah dia sudah membuat perjanjian dengan Krishan? Bukankah...

Semua kalimat muncul di pikirannya dan semua mengatakan bahwa Kana tidak punya alasan atas kekecewaannya. Soal malam itu, bukankah memang kesalahannya? Krishan adalah laki-laki normal, wajar jika Krishan membalas ciumannya yang bukan berarti apa-apa. Semua orang di dunia ini pun banyak yang melakukan ciuman tanpa perasaan yang berarti.

Kana menghempaskan tubuhnya di kasur. "Tapi bagaimana kalau Krishan kembali pada perempuan itu? Aku sudah nyaman.." gumam Kana sambil memejamkan matanya lalu Kana pun tertidur.

TBC

(Jia)

Terpopuler

Comments

Maliqa Effendy

Maliqa Effendy

yaelah...emang ga tau apa perasaan hati Krhisan waktu pergi sm Bastian.sampe batalin janji lg...giliran liat sherly nyium ...hatimu senat senut

2023-05-25

1

Mystera11

Mystera11

pasti ada sesuatu yg diketahui Sherly ttg Krish,,,knp tiba2 pingin balik lg😒

2023-02-15

0

fitriani

fitriani

sherly gak jlz bgt... udh tunangan malah pgn balikan lagi sm krishan

2023-01-14

0

lihat semua
Episodes
1 First Meet
2 Get Closer
3 Florist
4 Krishan's Ex Invitation
5 Marriage Proposal
6 Wedding Day
7 Kana Meets her Mom
8 Preman Pasar
9 Yohan
10 Krishan's sick
11 Dissapointed
12 Feelings
13 Kiss Him
14 Krish's Ex Appearance
15 Hidden Affection
16 Vengeance's waiting
17 Un-normal Marriage
18 the meaning of Love
19 Beautiful Night
20 No-status Relationship
21 Ex-Lover Approaching
22 Unconfident
23 Insecurity
24 UPSET
25 Screwdriver, eh?
26 Mistake
27 Taken I
28 Taken II
29 Don't Touch My Jia.
30 Punishment
31 Touch Me!
32 Krishan's Tattoo
33 Tattoo's Meaning
34 That Damn Tattoo
35 Bloodspot
36 Accident I
37 Accident II
38 Save Kana!
39 Identity Revealed
40 Begging You
41 Dealing
42 Give up
43 Runaway
44 A Big Swindler
45 Firstsight
46 Meets Kana
47 Kana's Appearance
48 Old Feeling
49 Met Inka
50 Doctor's Diagnosis
51 Kissing You Again
52 Deep Explanation
53 Deep Talk
54 Playing with CEO
55 A Request for Noah
56 Thank You, Noah
57 Asking for Help
58 Mom's Regret
59 Kana's Jewelry
60 Yohan Comes Out
61 Inna's Bashfulness
62 Kana's Kindness
63 All Feelings Unite
64 New Gravel
65 Istri Bos
66 New Confession
67 Be Caught
68 New Store
69 Showing Affection
70 Swindler
71 Women Support Women
72 Unbelievable
73 Depressed
74 Torturing Felix
75 Subsided Emotion
76 Affirmation
77 Deliverance
78 Realize Something
79 The suspicious One
80 Find him Out
81 Prank
82 A Way
83 Another Voice
84 a little hope
85 Translation
86 Tricked
87 Flashback
88 Start the Game
89 Get Caught by Krish
90 Starting the Game (2)
91 The Game
92 End Game
93 Prisoner Free
94 New Slave
95 Dinner with Coach
96 The Last Life of Bastian
97 Wedding Day (END)
98 Spesial Bab 1
99 Spesial Bab 2
100 Spesial Bab 3
101 Special Bab 4
102 Special Bab 5
103 Special Bab 6
104 Special Bab 7 (End)
105 MY RELATIONSHIT!!
Episodes

Updated 105 Episodes

1
First Meet
2
Get Closer
3
Florist
4
Krishan's Ex Invitation
5
Marriage Proposal
6
Wedding Day
7
Kana Meets her Mom
8
Preman Pasar
9
Yohan
10
Krishan's sick
11
Dissapointed
12
Feelings
13
Kiss Him
14
Krish's Ex Appearance
15
Hidden Affection
16
Vengeance's waiting
17
Un-normal Marriage
18
the meaning of Love
19
Beautiful Night
20
No-status Relationship
21
Ex-Lover Approaching
22
Unconfident
23
Insecurity
24
UPSET
25
Screwdriver, eh?
26
Mistake
27
Taken I
28
Taken II
29
Don't Touch My Jia.
30
Punishment
31
Touch Me!
32
Krishan's Tattoo
33
Tattoo's Meaning
34
That Damn Tattoo
35
Bloodspot
36
Accident I
37
Accident II
38
Save Kana!
39
Identity Revealed
40
Begging You
41
Dealing
42
Give up
43
Runaway
44
A Big Swindler
45
Firstsight
46
Meets Kana
47
Kana's Appearance
48
Old Feeling
49
Met Inka
50
Doctor's Diagnosis
51
Kissing You Again
52
Deep Explanation
53
Deep Talk
54
Playing with CEO
55
A Request for Noah
56
Thank You, Noah
57
Asking for Help
58
Mom's Regret
59
Kana's Jewelry
60
Yohan Comes Out
61
Inna's Bashfulness
62
Kana's Kindness
63
All Feelings Unite
64
New Gravel
65
Istri Bos
66
New Confession
67
Be Caught
68
New Store
69
Showing Affection
70
Swindler
71
Women Support Women
72
Unbelievable
73
Depressed
74
Torturing Felix
75
Subsided Emotion
76
Affirmation
77
Deliverance
78
Realize Something
79
The suspicious One
80
Find him Out
81
Prank
82
A Way
83
Another Voice
84
a little hope
85
Translation
86
Tricked
87
Flashback
88
Start the Game
89
Get Caught by Krish
90
Starting the Game (2)
91
The Game
92
End Game
93
Prisoner Free
94
New Slave
95
Dinner with Coach
96
The Last Life of Bastian
97
Wedding Day (END)
98
Spesial Bab 1
99
Spesial Bab 2
100
Spesial Bab 3
101
Special Bab 4
102
Special Bab 5
103
Special Bab 6
104
Special Bab 7 (End)
105
MY RELATIONSHIT!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!