Preman Pasar

"Ibu..." Gumam Kana, wanita itu langsung menoleh dan ikut membelalakkan mata saat melihat gadis yang menolongnya.

"Si-siapa?" Wanita itu gelagapan, dia cepat-cepat memasukkan barangnya lalu beranjak.

Kana menahan lengannya, matanya mulai berkaca. "Ibu.. ini Jia. Kanaziya. Anakmu, Bu."

"A-apa yang kau bicarakan. Aku tidak mengenalmu". Ucapnya lalu memalingkan wajahnya.

Kana pindah ke arah wajah wanita itu menoleh. "Ibu, lihatlah. Ini Jia. Ini anak perempuan Ibu. Kita dulu.."

"Aku tidak punya anak! Kau jangan mengaku-ngaku!" Pekiknya sampai orang-orang menoleh lagi pada mereka.

Wanita itu pergi, meninggalakan Kana yang telah meneteskan air matanya, hatinya amat sakit saat Ibunya tidak mengakuinya, terlebih mengatakan bahwa ia tidak punya anak. Padahal, Kana masih sangat mengenal wajah Ibunya.

"Kana, ada apa? Ayo, masuk dulu". Lusy, teman kerjanya menggandeng tangan Kana yang melemas karena kejadian yang baru saja ia alami.

Apakah yang dikatakan ibunda Alana benar bahwa Ibunya berhubungan dengan suami orang? Kana semakin terisak, sebab selama ini ia tidak bisa menemui Ibunya.

Hari ini, setelah sekian tahun tidak bertemu, justru Ibunyalah yang tidak mengakuinya.

Kana memilih pulang, dia tidak bisa bekerja karena perasannya yang tidak enak.

Lalu entah tahu dari mana, Krishan juga sampai di rumah tak berapa lama setelah Kana sampai.

"Apa Jia di rumah?" Tanyanya pada Marry.

"Ada di kamarnya, Tuan".

Krishan menuju kamar Kana, pintunya sedikit terbuka, dan suara sesegukan tedengar dari dalam.

"Jia.." Krishan mengetuk pintunya walau pintu itu tidak tertutup.

"Masuklah". Ucapnya dengan suara parau.

Krishan masuk, dia meraba tempat lalu duduk di tepi tempat tidur.

"Kau menangis?"

Kana bangkit dan duduk di dekat Krishan.

"Kau tahu, Aku tidak bekerja karena tadi aku bertemu ibuku tetapi dia tidak mengakuiku." Ucapnya menangis lagi. "Apa yang orang-orang katakan ternyata benar, Ibuku menjadi perempuan yang mengganggu rumah tangga orang lain." Ucap Kana, dia menunduk karena malu pada kelakuan Ibunya yang bahkan tak menganggapnya.

Krishan hanya menjadi pendengar, dia lalu menepuk-nepuk pundak Kana, dan menggantungkan tangannya. "Jia, kau tidak pakai baju?" Tanyanya tiba-tiba karena merasakan tali tipis di bahu Kana.

"Aku hanya pakai tanktop-ku saja. Kenapa? Kau juga tidak bisa lihat". Ucapnya sambil menghapus air matanya.

Krishan tersenyum, "Aku tidak pandai menghibur orang. Kalau kau mau, aku akan menemanimu jalan-jalan hari ini."

"Kemana?"

"Kemanapun."

"Baiklah." Kana berdiri lalu membuka baju dan celananya di sana, dia mengganti pakaiannya saat Krishan masih ada di dalam kamarnya.

"Jia, Kau membuka bajumu?"

"Iya."

"Jia, seharusnya kau bilang biar aku keluar."

"Kenapa? Kau kan, tidak bisa melihatku."

Krishan menutup matanya, walau ia tidak bisa melihat, tetapi ia bisa mendengarnya dengan jelas, itu juga mengganggunya karena detak jantung yang meningkat saat mengetahui seorang perempuan bertelanjang di dekatnya.

"Lain kali, kau bilang supaya aku keluar."

"Iya, baiklah. Ayo keluar". Kana menuntun Krishan, menggandeng tangannya lalu keluar dari rumah.

"Krish, kau menutup toko?" Tanya Kana sambil berjalan bersama Krishan.

"Ya, hanya hari ini."

"Kau tahu dari mana kalau aku pulang?"

Krishan tampak berpikir. "Aku tidak tahu, hanya ingin pulang dan ternyata kau juga di rumah".

Kana mengangguk lambat.

"Kau ingin berbulan madu?"

"Apa?"

"Maksudku berjalan-jalan jauh. Tidak ada makna apa-apanya."

"Tidak usah, Krish. Untuk apa jika hanya aku yang menikmatinya." Ucap Kana sambil memperhatikan wajah tampan suaminya.

"Aku akan senang jika kau senang."

Kana tertawa pelan. "Benarkah? Kau menyukaiku sampai seperti itu?".

Krishan tersenyum malu, dia tidak bisa menyembunyikan perasannya.

"Karena mungkin cuma kau yang menerimaku".

Kana terhenti, dia menggenggam tangan Krishan. "Juga kau yang mau menerimaku, dengan keluargaku dan citra buruk ibuku, memangnya siapa yang mau menerima perempuan yang Ibunya menjadi perebut suami orang?"

Krishan meraba wajah Kana, pipinya terasa basah. "Kau tidak perlu khawatir, aku akan selalu ada untukmu. Aku janji."

Kana tersentuh, dia mencium telapak tangan Krishan yang menyentuh pipinya. "Terima kasih banyak, Krish." Ucapnya lalu melanjutkan jalan mereka sambil bercerita banyak hal.

Lalu tiba-tiba, jalanan terasa ramai, orang-orang ada yang berterika juga lari.

"Ada apa?" Tanya Krishan yang mendengar suara kegaduhan.

"Aku juga tidak tahu, sepertinya ada preman yang memporak-porandakan pasar." Ucap Kana yang melihat segerombol pemuda menghancurkan barang-barang para penjual.

"Apa mereka mafia itu? Krish, ayo kembali. Ayo pulang." Kana menarik tangan Krishan.

"Siapa, Jia? Kenapa kita kembali?"

"Gawat Krish, mereka mengarah kemari. Ayo lari.." Kana menarik tangan Krishan masuk ke dalam satu gang kecil, namun terlambat. Seorang dari preman itu mengetahuinya dan langsung ikut masuk ke dalam gang.

"Halo, Nona. Kenapa lari?"

Kana menyelinap di balik tubuh Krishan yang wajahnya tampak amat dingin.

"Kenapa bersembunyi dibalik orang buta?" Tanya lelaki itu sambil tertawa lebar.

"Krishan, aku takut.." Bisik Kana dengan suara gemetar di belakangnya.

"Hahaa, Sayang, kenapa malu-malu? Kemarilah dan ikut aku. Aku akan membawamu bersenang-senang, bagaimana?"

BRUK!

Krishan menendang perut lelaki itu sampai terhempas di tembok belakangnya.

"Ka-kau!!" Pekiknya sambil menahan sakit di perutnya.

Krishan memasang wajah berangnya. Dia amat tidak suka mendengar ucapan lelaki tadi kepada istrinya.

"Pergilah sebelum kupotong lidahmu." Ucap Krishan penuh amarah.

Lelaki itu mundur beberapa langkah lalu berlari menghampiri teman-temannya.

"Krish, ayo lari. Dia akan membawa teman-temannya."

Kana berlari kecil sambil menggandeng tangan Krishan masuk ke dalam gang-gang sempit sampai akhrinya jalan mereka terhenti karena gang buntu.

"Krish, bagaimana ini?" Tanya Kana panik karena ia mendengar banyak suara kaki menuju ke arah mereka.

Kana berjalan kesana kemari, dia mencari cara untuk kabur namun tidak bisa apa-apa.

Beberapa preman itu muncul, lalu tertawa saat melihat Kana dan Krishan yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa di lorong sempit itu.

"Siapa yang menendangmu tadi!" Pekik salah satu orang dibelakang mereka.

"Bos, dia yang menendang perutku!" Jawab laki-laki tadi menunjuk Krishan.

Lelaki itu terdiam saat melihat Krishan dan Kana yang bersembunyi di belakangnya.

"Dia pura-pura buta! Kurang ajar, Ayo serang!" Pekiknya lagi.

"Ayo, pergi. Cepat!" Orang yang dipanggil Bos itu malah memutar badannya dan berjalan cepat.

"Bos, ada apa?"

"Kubilang cepat pergi!" Bentaknya marah lalu semua pasukannya ikut pergi dengan keheranan.

Begitu juga Kana yang tampak bingung. "Krish, kenapa mereka pergi?" Tanya Kana sambil menatap wajah Krishan yang masih memerah karena berang.

"Krish, sudahlah. Mereka sudah pergi. Ayo, kita juga pergi dari sini." Ucap Kana lalu menggandeng tangan Krishan berjalan keluar dari gang sempit itu.

TBC

Terpopuler

Comments

Mystera11

Mystera11

Krn Krishan pasti ketua mafia...

2023-02-15

1

Heny Lismawaty

Heny Lismawaty

kana belum tau aja siap suaminya 😎

2022-08-29

3

Novita Sari

Novita Sari

masih menunggu😘😘

2022-07-26

0

lihat semua
Episodes
1 First Meet
2 Get Closer
3 Florist
4 Krishan's Ex Invitation
5 Marriage Proposal
6 Wedding Day
7 Kana Meets her Mom
8 Preman Pasar
9 Yohan
10 Krishan's sick
11 Dissapointed
12 Feelings
13 Kiss Him
14 Krish's Ex Appearance
15 Hidden Affection
16 Vengeance's waiting
17 Un-normal Marriage
18 the meaning of Love
19 Beautiful Night
20 No-status Relationship
21 Ex-Lover Approaching
22 Unconfident
23 Insecurity
24 UPSET
25 Screwdriver, eh?
26 Mistake
27 Taken I
28 Taken II
29 Don't Touch My Jia.
30 Punishment
31 Touch Me!
32 Krishan's Tattoo
33 Tattoo's Meaning
34 That Damn Tattoo
35 Bloodspot
36 Accident I
37 Accident II
38 Save Kana!
39 Identity Revealed
40 Begging You
41 Dealing
42 Give up
43 Runaway
44 A Big Swindler
45 Firstsight
46 Meets Kana
47 Kana's Appearance
48 Old Feeling
49 Met Inka
50 Doctor's Diagnosis
51 Kissing You Again
52 Deep Explanation
53 Deep Talk
54 Playing with CEO
55 A Request for Noah
56 Thank You, Noah
57 Asking for Help
58 Mom's Regret
59 Kana's Jewelry
60 Yohan Comes Out
61 Inna's Bashfulness
62 Kana's Kindness
63 All Feelings Unite
64 New Gravel
65 Istri Bos
66 New Confession
67 Be Caught
68 New Store
69 Showing Affection
70 Swindler
71 Women Support Women
72 Unbelievable
73 Depressed
74 Torturing Felix
75 Subsided Emotion
76 Affirmation
77 Deliverance
78 Realize Something
79 The suspicious One
80 Find him Out
81 Prank
82 A Way
83 Another Voice
84 a little hope
85 Translation
86 Tricked
87 Flashback
88 Start the Game
89 Get Caught by Krish
90 Starting the Game (2)
91 The Game
92 End Game
93 Prisoner Free
94 New Slave
95 Dinner with Coach
96 The Last Life of Bastian
97 Wedding Day (END)
98 Spesial Bab 1
99 Spesial Bab 2
100 Spesial Bab 3
101 Special Bab 4
102 Special Bab 5
103 Special Bab 6
104 Special Bab 7 (End)
105 MY RELATIONSHIT!!
Episodes

Updated 105 Episodes

1
First Meet
2
Get Closer
3
Florist
4
Krishan's Ex Invitation
5
Marriage Proposal
6
Wedding Day
7
Kana Meets her Mom
8
Preman Pasar
9
Yohan
10
Krishan's sick
11
Dissapointed
12
Feelings
13
Kiss Him
14
Krish's Ex Appearance
15
Hidden Affection
16
Vengeance's waiting
17
Un-normal Marriage
18
the meaning of Love
19
Beautiful Night
20
No-status Relationship
21
Ex-Lover Approaching
22
Unconfident
23
Insecurity
24
UPSET
25
Screwdriver, eh?
26
Mistake
27
Taken I
28
Taken II
29
Don't Touch My Jia.
30
Punishment
31
Touch Me!
32
Krishan's Tattoo
33
Tattoo's Meaning
34
That Damn Tattoo
35
Bloodspot
36
Accident I
37
Accident II
38
Save Kana!
39
Identity Revealed
40
Begging You
41
Dealing
42
Give up
43
Runaway
44
A Big Swindler
45
Firstsight
46
Meets Kana
47
Kana's Appearance
48
Old Feeling
49
Met Inka
50
Doctor's Diagnosis
51
Kissing You Again
52
Deep Explanation
53
Deep Talk
54
Playing with CEO
55
A Request for Noah
56
Thank You, Noah
57
Asking for Help
58
Mom's Regret
59
Kana's Jewelry
60
Yohan Comes Out
61
Inna's Bashfulness
62
Kana's Kindness
63
All Feelings Unite
64
New Gravel
65
Istri Bos
66
New Confession
67
Be Caught
68
New Store
69
Showing Affection
70
Swindler
71
Women Support Women
72
Unbelievable
73
Depressed
74
Torturing Felix
75
Subsided Emotion
76
Affirmation
77
Deliverance
78
Realize Something
79
The suspicious One
80
Find him Out
81
Prank
82
A Way
83
Another Voice
84
a little hope
85
Translation
86
Tricked
87
Flashback
88
Start the Game
89
Get Caught by Krish
90
Starting the Game (2)
91
The Game
92
End Game
93
Prisoner Free
94
New Slave
95
Dinner with Coach
96
The Last Life of Bastian
97
Wedding Day (END)
98
Spesial Bab 1
99
Spesial Bab 2
100
Spesial Bab 3
101
Special Bab 4
102
Special Bab 5
103
Special Bab 6
104
Special Bab 7 (End)
105
MY RELATIONSHIT!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!