Krishan's Ex Invitation

"Lalu kau, apakah bersama orang tuamu?"

Pertanyaan Krishan membuat Kana menunduk.

"Ibuku pergi saat aku usia 12 tahun, lalu tak lama ayahku meninggal dunia".

Mendengar itu, Krishan merasa bersalah. "Maafkan aku".

"Tidak apa. Lagipula aku sudah biasa melakukan apa-apa sendiri."

"Berarti, kau wanita mandiri. Aku salut padamu." Pujinya lalu mendapat tawa kecil dari Kana.

"Lalu kau, kenapa bisa sendiri?" Tanya Kana balik.

"Aku dibuang waktu bayi. Aku besar di panti asuhan."

"Astaga, Krish. Kau meminta maaf karena mendengar ceritaku sementara kau bahkan tidak pernah melihat orang tuamu."

"Aku tidak bersedih sedikitpun. Bahkan Di usia 12 tahun, aku keluar dari panti."

Kana membelalakkan matanya. "Kau keluar dari panti? Bagaimana bisa, siapa yang menuntunmu?"

"Dulu aku tidak buta". Krishan berdiri dan berjalan menuju salah satu rak. Dia meraba dan mengambil selembar foto.

"Aku bekerja di salah satu rumah makan milik orang yang mengangkatku sebagai anak, setelah merasa mampu, aku mendirikan perusahaanku sendiri". Krishan memberi selembar foto itu pada Kana.

Foto itu menunjukkan wajah Krishan muda yang tampan dengan setelan jas hitam dan dasi senada. Dia begitu kharismatik dengan senyum yang menawan, benar-benar memikat.

"Kau takjub?" Krishan tertawa karena keheningan yang diciptakan Kana.

"Ya, kau sangat tampan, aku sudah katakan itu, kan? Lalu, bagaimana kau bisa seperti sekarang?"

Krishan duduk lagi, dia mulai bercerita.

"Setahun lalu, aku mengalami kecelakaan. Dan setelah aku sadar dari koma, ternyata dua mataku sudah tidak berfungsi."

Kana ternganga mendengar cerita Krishan. Dia merasa kasihan pada lelaki itu.

"Waktu itu, aku sudah bertunangan dengan seorang perempuan. Karena mengetahui keadaanku sekarang, dia mengundurkan diri."

"Maksudnya dia memutuskanmu?"

Krishan mengangguk. "Aku mencoba mengerti. Aku berusaha untuk paham, walau setelah itu dia berpacaran dengan sahabatku dan itu adalah puncak aku merasa gagal dalam hidupku."

Wajah lelaki itu berubah. Raut sedih terlihat disana.

"Dunia seperti mematikanku secara perlahan. Aku merasa benar-benar ingin mati saat itu, semua hal yang kupunya hancur seketika."

"Setelah beberapa bulan, aku mencoba bangkit dari keterpurukan. Aku memilih membuka toko bunga untuk menghidupkan pikiranku". Jelasnya dengan tersenyum di akhir kalimatnya.

"Ah, aku merasa hidupku tidak ada apa-apanya dibandingkanmu."

"Kau tahu, nanti malam adalah malam pertunangan mantan tunanganku dan dia dengan sengaja mengundangku."

"Jadi, apa kau akan datang?"

Krishan menggelengkan kepalanya. "Untuk apa? jika aku datang, mereka akan semakin merendahkanku."

"Bukankah kau sudah bangkit, Krish? Sebagai balasan atas pertolonganmu padaku tadi, aku juga akan pergi sebagai pasanganmu. Kau harus tunjukkan bahwa kau sudah bahagia". Kana berdiri dari tempatnya.

"Aku akan masuk kerja siang ini supaya bisa pergi denganmu malam nanti, bagaimana?"

Krishan tersenyum, semangatnya semakin bangkit setelah Kana mengatakan hal barusan.

"Kau ragu, ya? Aku ini sangat cantik, tahu. Aku yakin mantanmu itu akan sangat iri. Aku akan berdandan secantik mungkin supaya dia benar-benar menyesal telah meninggalkanmu." Ucap Kana dengan percaya diri.

Krishan tertawa lebar. "Aku percaya karena kekasihmu sampai memintamu kembali dengan seribu mawar."

Kana ikut tergelak. "Baiklah, jam berapa aku kemari?"

"Beritahu aku alamatmu, aku akan datang kesana menjemputmu".

"Baiklah, tuan". Kana memberitahu alamatnya, lalu dia keluar dari toko bunga dengan perasaan yang lebih baik. Apalagi, dia mempunyai misi yang dia sukai malam nanti, dengan tidak sabar Kana terus tersenyum memikirkannya.

Krishan mengambil ponselnya dari saku celana, dia lalu memencet satu tombol dan menelponnya.

"Cari tahu tentang perempuan yang tinggal di alamat ini.." Ucapnya pada seseorang diseberang telepon. Dia selalu harus tahu dengan siapa dia berurusan, walau dia bisa merasakan kejujuran Kana, dia tetap penasaran dengan latar belakang gadis itu.

Setelah beberapa menit, ponselnya berdering.

"Tuan, ada dua orang gadis yang tinggal disana. Satunya merupakan manager di salah satu perusahaan besar, dan satu lagi bekerja sebagai bartender kedai kopi."

"Beritahu yang bekerja di kedai kopi".

"Dia gadis biasa, tuan. Dari sekilas info yang kami dapatkan, gadis itu seorang yatim piatu, tidak punya catatan buruk. Dan satu lagi tuan, dia sangat cantik.."

"Siapkan mobilku untuk nanti malam." Krishan memutuskan sambungan telepon, dia hanya ingin tahu sedikit tentang gadis itu, bukan wajahnya. Dia lalu tersenyum, suara gadis itu mulai terngiang di telinganya.

...♡♥︎♡♥︎...

Krishan duduk di mobilnya dengan tenang, sementara supirnya memencet bel di depan pagar rumah yang Kana berikan alamatnya pagi tadi.

Tak lama, Kana keluar dengan balutan Dress panjang semata kaki namun belahannya di bagian depan hingga memperlihatkan paha mulusnya.

"Krishan, kau sudah datang?"

Kana langsung masuk ke dalam mobil saat supir itu membukakan untuknya.

"Wah, kau sampai menyewa mobil untuk datang kesana. Sangat totalitas!" Kana mengacungkan kedua jempolnya di hadapan Krishan. Lelaki itu hanya tertawa.

Sesampainya disana, Krishan dan Kana keluar dari mobil. Tangannya digandeng oleh Kana dengan mesra sepanjang karpet merah itu di bentangkan.

"Wah, Krishan, baru kusadari kau tampan sekali dengan jas ini. Terlihat sangat mewah."

"Kau sepertinya senang sekali". Kata Krishan saat mendengar nada Kana yang amat girang.

"Tentu, aku paling suka datang ke acara orang-orang kaya. Karena aku terlihat lebih berlevel dan bisa makan makanan mahal. Hehe". Mendengar ucapan Kana, Krishan hanya tertawa.

Banyak pasang mata melihat ke arah mereka, bahkan sorotan itu terlihat seperti pandangan yang penuh curiga.

"Krish, kenapa mereka menatap kita?"

"Tegakkan badanmu, jangan hiraukan mereka. Berjalanlah seperti gadis berkelas". Bisiknya di telinga Kana.

Dia lalu melingkarkan tangannya di pinggang Kana dan merasakan langsung sentuhan kulitnya ke kulit pinggang belakang gadis itu.

"Hei, Jia. Bajumu ini, apakah kau membolongi tengahnya?"

Kana tergelak. "Aku memakainya karena kau tidak bisa melihatnya. Kalau kau lihat, kau pasti terpesona."

Mereka berhenti di sebuah meja yang kosong.

"Krish, semua meja ada namanya. Apakah memang begitu?"

"Ya, tanya saja pada pelayan untuk nama Krishan".

Kana lalu bertanya, dan pelayan itu menunjukkan satu meja kosong di depan.

"Wah, mantanmu itu benar-benar sialan. Dia membuatmu duduk di meja paling depan." Kana lalu melirik kesetiap sudut.

Kana membaca nama kedua pasangan yang tertera di depan dengan jelas, mereka adalah Sherly dan Danny.

"Oh, apakah yang itu tunanganmu?"

Kana melihat seorang perempuan berkulit putih dan tinggi berpakaian mewah nan elegan sedang mengobrol asyik bersama beberapa temannya. Lalu, perempuan itu melihat ke arah Krishan dan tentu saja Kana.

"Dia kemari, Krish". Bisik Kana pada Krishan.

"Oh, lihatlah siapa yang datang."

Perempuan itu mendekat, seorang laki-laki mengikuti dan memeluknya dari belakang.

"Hai, Krishan. Sudah lama sekali tidak bertemu. Kau terlihat semakin tampan". Puji perempuan itu.

"Kau memujinya di depanku, sayang". Danny mengecup puncak kepala Sherly, membuat Kana ingin muntah mengingat lelaki itu dan Krishan dulunya teman baik.

"Tetap kau yang jauh lebih tampan darinya, sayang". Ucapnya sambil mengeratkan pelukan Danny.

"Apa kau menyewa seorang perempuan, Krish?" Ledek Danny dengan tawaan bersama Sherly.

"Apa kau melihatku seperti perempuan sewaan?" Kana menaikkan dagunya dan memandang keduanya dengan sedikit senyuman.

Sherly melihat Kana dari atas hingga bawah. Dress yang dikenakannya memang sangat menawan dan perempuan itu pula sangat mempesona. "Jadi, kau.."

"Tentu saja kekasihnya." Kana menggandeng erat lengan Krishan.

"Tidak mungkin." Pekik Sherly.

"Oh, apa kau sedang cemburu?" Kana melirik Danny sekilas, wajah laki-laki itu tampak amat kesal.

"Tidak! Buat apa aku cemburu padamu, jelas-jelas pasanganmu itu buta!" Pekiknya pada Kana, namun Kana hanya tertawa.

"Tidak masalah bagiku, yang terpenting dia sangat seksi dan pastinya..." Kana merapatkan wajahnya ke Sherly. "Dia Hot sekali di ranjang".

Wajah Sherly berang, matanya melotot tajam ke arah Kana yang tengah tersenyum manis.

"Aku pikir sebaiknya kita keluar saja, sayang." Krishan meletakkan tangannya di belakang kana, menyentuh kulit belakang gadis itu yang tidak tertutup kain.

"Kau benar, Krishy. Aku khawatir ada rencana yang gagal karena kehadiran kita malam ini". Ucapnya sembari ternyum melihat Danny.

Krishan tersenyum mendengar panggilan Kana untuknya, Krishy, begitu imut.

Mereka berjalan keluar, Kana menggandeng tangan Krishan dengan penuh percaya diri. Lalu tiba-tiba, matanya menangkap seseorang di sudut ruang, tengah menggenggam tangan wanitanya begitu erat, hingga wajah wanita itu tersipu. Entah apa yang diucapkan lelaki itu.

"Ada apa, Jia?" Krishan merasakan longgarnya genggaman Kana di lengannya.

"Dia disana, Krish." Lirihnya.

"Siapa?"

"Noah. Dia bersama perempuan. Bermesraan disana." Ucapnya dengan suara yang nyaris hilang.

TBC

(Visual Kanazya/Jia)

Terpopuler

Comments

Lia Liya

Lia Liya

cantiknyaaaa..

2024-01-24

0

zahra ou

zahra ou

seksoy banget jia

2024-01-16

0

🌛Dee🌜

🌛Dee🌜

🥰🥰melting

2023-06-29

0

lihat semua
Episodes
1 First Meet
2 Get Closer
3 Florist
4 Krishan's Ex Invitation
5 Marriage Proposal
6 Wedding Day
7 Kana Meets her Mom
8 Preman Pasar
9 Yohan
10 Krishan's sick
11 Dissapointed
12 Feelings
13 Kiss Him
14 Krish's Ex Appearance
15 Hidden Affection
16 Vengeance's waiting
17 Un-normal Marriage
18 the meaning of Love
19 Beautiful Night
20 No-status Relationship
21 Ex-Lover Approaching
22 Unconfident
23 Insecurity
24 UPSET
25 Screwdriver, eh?
26 Mistake
27 Taken I
28 Taken II
29 Don't Touch My Jia.
30 Punishment
31 Touch Me!
32 Krishan's Tattoo
33 Tattoo's Meaning
34 That Damn Tattoo
35 Bloodspot
36 Accident I
37 Accident II
38 Save Kana!
39 Identity Revealed
40 Begging You
41 Dealing
42 Give up
43 Runaway
44 A Big Swindler
45 Firstsight
46 Meets Kana
47 Kana's Appearance
48 Old Feeling
49 Met Inka
50 Doctor's Diagnosis
51 Kissing You Again
52 Deep Explanation
53 Deep Talk
54 Playing with CEO
55 A Request for Noah
56 Thank You, Noah
57 Asking for Help
58 Mom's Regret
59 Kana's Jewelry
60 Yohan Comes Out
61 Inna's Bashfulness
62 Kana's Kindness
63 All Feelings Unite
64 New Gravel
65 Istri Bos
66 New Confession
67 Be Caught
68 New Store
69 Showing Affection
70 Swindler
71 Women Support Women
72 Unbelievable
73 Depressed
74 Torturing Felix
75 Subsided Emotion
76 Affirmation
77 Deliverance
78 Realize Something
79 The suspicious One
80 Find him Out
81 Prank
82 A Way
83 Another Voice
84 a little hope
85 Translation
86 Tricked
87 Flashback
88 Start the Game
89 Get Caught by Krish
90 Starting the Game (2)
91 The Game
92 End Game
93 Prisoner Free
94 New Slave
95 Dinner with Coach
96 The Last Life of Bastian
97 Wedding Day (END)
98 Spesial Bab 1
99 Spesial Bab 2
100 Spesial Bab 3
101 Special Bab 4
102 Special Bab 5
103 Special Bab 6
104 Special Bab 7 (End)
105 MY RELATIONSHIT!!
Episodes

Updated 105 Episodes

1
First Meet
2
Get Closer
3
Florist
4
Krishan's Ex Invitation
5
Marriage Proposal
6
Wedding Day
7
Kana Meets her Mom
8
Preman Pasar
9
Yohan
10
Krishan's sick
11
Dissapointed
12
Feelings
13
Kiss Him
14
Krish's Ex Appearance
15
Hidden Affection
16
Vengeance's waiting
17
Un-normal Marriage
18
the meaning of Love
19
Beautiful Night
20
No-status Relationship
21
Ex-Lover Approaching
22
Unconfident
23
Insecurity
24
UPSET
25
Screwdriver, eh?
26
Mistake
27
Taken I
28
Taken II
29
Don't Touch My Jia.
30
Punishment
31
Touch Me!
32
Krishan's Tattoo
33
Tattoo's Meaning
34
That Damn Tattoo
35
Bloodspot
36
Accident I
37
Accident II
38
Save Kana!
39
Identity Revealed
40
Begging You
41
Dealing
42
Give up
43
Runaway
44
A Big Swindler
45
Firstsight
46
Meets Kana
47
Kana's Appearance
48
Old Feeling
49
Met Inka
50
Doctor's Diagnosis
51
Kissing You Again
52
Deep Explanation
53
Deep Talk
54
Playing with CEO
55
A Request for Noah
56
Thank You, Noah
57
Asking for Help
58
Mom's Regret
59
Kana's Jewelry
60
Yohan Comes Out
61
Inna's Bashfulness
62
Kana's Kindness
63
All Feelings Unite
64
New Gravel
65
Istri Bos
66
New Confession
67
Be Caught
68
New Store
69
Showing Affection
70
Swindler
71
Women Support Women
72
Unbelievable
73
Depressed
74
Torturing Felix
75
Subsided Emotion
76
Affirmation
77
Deliverance
78
Realize Something
79
The suspicious One
80
Find him Out
81
Prank
82
A Way
83
Another Voice
84
a little hope
85
Translation
86
Tricked
87
Flashback
88
Start the Game
89
Get Caught by Krish
90
Starting the Game (2)
91
The Game
92
End Game
93
Prisoner Free
94
New Slave
95
Dinner with Coach
96
The Last Life of Bastian
97
Wedding Day (END)
98
Spesial Bab 1
99
Spesial Bab 2
100
Spesial Bab 3
101
Special Bab 4
102
Special Bab 5
103
Special Bab 6
104
Special Bab 7 (End)
105
MY RELATIONSHIT!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!