Kana Meets her Mom

Acara selesai, Kana dan Krishan kembali ke rumah mereka. Barang-barang Kana sudah disana, Marry membantunya menyusun di kamarnya.

"Jia, kau kemarlah dan istirahat. Aku akan ke kamarku juga istirahat. Selamat malam". Ucap Krishan lalu berjalan dengan tongkat menuju kamarnya.

Kana masih diam di tempatnya, baru beberapa jam acara pernikahan, perasaannya sudah aneh. Dia juga sedikit canggung pada pria itu.

"Nyonya, apa ada sesuatu?" Tanya Marry yang melihat Kana masih diam di tempatnya.

"Nyonya?" Dia tidak terbiasa dengan panggilan itu. "Panggil saja saya Jia."

"Maaf, Nyonya. Saya menyesuaikan saja. Jika ada sesuatu yang Nyonya perlukan, panggil saja saya." Ucapnya lalu menundukkan kepala dan pergi.

Kana terperangah. Krishan, bukankah dia hanya penjual bunga saja? Kana mulai berpikir.

Dia masuk dan mendapati semua barang-barangnya telah ada di dalam, tersusun dengan rapi. Dia menghempaskan tubuhnya, walau tidak banyak tamu, tetap hari ini adalah hari yang melelahkannya.

~

"Selamat pagi". Sapa Krishan yang sudah duduk dengan pakaian rapi, di taman kecil tengah rumahnya dengan sarapan dan kopi di atas mejanya.

"Kau tahu aku datang?" Tanya Kana dengan heran, padahal dia tidak bersuara.

"Tentu saja, aku mengenal harum tubuhmu". Ucapnya sambil merapikan lengan kemejanya.

"Aku akan buka toko, kau bekerja?"

"Ya, sebentar lagi."

Krishan menggeser sebuah kartu di atas meja, "ini, ambillah untuk keperluanmu. Aku akan mentansfer setiap bulan dan jika kau merasa ini belum cukup, katakan saja padaku." Ucapnya lalu berdiri dari tempatnya.

"Pinnya tanggal pernikahan kita. Aku akan pergi, kau sarapanlah." Krishan berjalan tanpa tongkat, dia sudah mengenal rumahnya sendiri.

"Hati-hati." Ucap Kana dan mendapat senyum menawan dari Krishan.

Ah, Kana meleleh. Suaminya amat tampan dan mempesona, sayang sekali dia dan Krishan seperti terhalang satu tembok padahal status mereka adalah suami istri.

Kana membersihkan diri dan berangkat kerja.

Dia singgah ke ATM untuk mengecek saldo yang diberikan Krishan padanya.

Kana terbelalak, dia melihat tiga digit angka di depan enam angka nol.

Dia langsung mengeluarkan kartunya, "Se-seratus juta?" Kana masih tidak percaya dengan deretan angka di dalam kartu yang ia pegang.

Kana memasukkan lagi kartunya, siapa tahu dia salah lihat, pikirnya.

Angka itu masih sama. Jantungnya berdegub kencang sebab belum pernah melihat deretan angka yang begitu banyak.

Kana dengan cepat menuju toko bunga milik Krishan. Dia ingin bertanya mengapa Krishan sekaya itu. Bukankan Krishan sendiri yang mengatakan dirinya bangkrut dan seluruh kekayaannya terkuras habis? Lalu, apakah dengan berjualan bunga bisa menghasilkan uang sebanyak itu?

Kana tiba di depan toko suaminya, dia melihat beberapa perempuan paruh baya membeli bunga sambil bercengkrama dengan Krishan. Dia menunggu, sampai orang-orang itu pergi.

"Jia, kau datang?" Krishan tersenyum, dia menghentikan aktifitasnya.

"Krish, aku..." Kana menghentikan ucapannya. Bagaimana pun, bukankah tidak sopan jika dia langsung bertanya pendapatan Krishan di hari pertamanya menjadi istri?

"Ya? Ada apa?"

Kana memilih tidak mengatakannya. "Tidak ada, aku hanya singgah sebentar sebelum bekerja. Apa ada yang bisa kubantu?"

"Tidak, pergilah. Nanti kau terlambat." Ucapnya.

Kana mengangguk. "Baiklah, aku berangkat."

"Jia.." Panggil Krishan, menghentikan langkah Kana.

"Hm?"

"Bisa kau mendekat?" Pintanya dan Kana benar-benar mendekat.

"Ya?"

Krishan menyentuh pipi Kana. "Tidak ada, hanya ingin menghirup aroma parfummu." Ucapnya dengan senyum lebar. Terlihat kebahagiaan disana, membuat Kana meleleh.

Cup

Kana mencium pipi Krishan. "Aku pergi." Ucapnya lalu beranjak, tanpa menoleh ke belakang, dimana Krishan menyentuh pipinya dan tersenyum senang.

...♡♥︎♡♥︎...

Kana berdiri di belakang kasir, dia mencatat pesanan orang-orang dan menggantungkannya di jendala kecil penghubung dapur.

Sejak tadi, Kana melihat ke arah perempuan paruh baya yang terlihat anggun membelakangi dirinya. Wanita itu seperti tengah bersedih. Dia duduk menopang dagu, sesekali Kana melihat bahu wanita itu terguncang, seperti tengah menangis.

Seorang laki-laki datang, membuyarkan lamunan Kana.

"Halo, aku pesan segelas kopi dan makanan itu".

Lelaki itu menunjuk satu gambar makanan favorit di toko

.

"Sebentar, akan saya siapkan. Silakan duduk." Ucap Kana dengan senyuman.

Laki-laki itu duduk di dekat kasir, dia terlihat sibuk dengan laptopnya.

Kana mengambil nampan dan membawakan segelas kopi menuju meja lelaki itu.

Namun, pada saat Kana mendekat, lelaki itu tiba-tiba berdiri dan melangkah ke Kana tanpa melihat, membuat kopi panas itu tumpah ke baju Kana.

Kana meringis, mengibaskan bajunya yang lengket ke tubuhnya karena air kopi yang panas.

"Maaf, maafkan aku." Ucapnya lalu mengikuti Kana berlari ke arah toilet, memebersihkan pakaiannya yang kotor dan juga kulitnya yang memerah.

Kana keluar dan mendapati lelaki itu menunggu dengan cemas.

"Ah, apa kau terluka? Aku akan membawamu ke dokter dan membiayai pengobatannya." Tutur lelaki itu dengan khawatir.

"saya tidak apa. Anda tidak perlu khawatir."

"Tetap saja aku merasa tidak enak. Mari ku antar ke dokter"

Kana tersenyum. "Tidak perlu, pak. Saya akan mengganti seragam. Permisi". Ucap Kana sopan. Lelaki itu termangu, dia melihat gadis yang amat cantik di hadapannya.

Setelah mengganti seragam, Kana terus memegang perutnya yang terasa perih.

Lelaki itu masih menunggu Kana. Dia memegang sebuah salep di tangannya.

"Ini, salep untuk luka perih. Aku berharap kau memaafkanku karena kesalahanku. Aku benar-benar merasa bersalah." Ucapnya sembari memberikan salep itu padanya.

"Saya sudah maafkan, pak. Anda tidak perlu cemas". Ucapnya mengambil salep itu.

"Jika terjadi apa-apa, ku harap kau menghubungiku. Aku Bastian". Ucapnya mengulurkan tangan, mengajak gadis di depannya untuk berkenalan.

"Kana".

"Baiklah. Aku permisi, tapi ingat kau harus menghubungiku. Ini kartu namaku."

Kana menerima kartu namanya dan menyimpan tanpa melihatnya. Dia kembali bekerja.

Tak lama, seorang wanita berpenampilan mewah datang ke arah meja dimana wanita yang tengah bersedih tadi duduk.

Wanita mewah itu tiba-tiba menjambak wanita yang tengah bersedih tadi hingga ia terjatuh. Pertengkaran terjadi, membuat suasana kafe menjadi ramai. Banyak orang yang melihat adegan itu hingga beberapa kali wanita yang bersedih itu mendapat tamparan keras.

Wanita mewah itu memaki dengan sumpah serapah yang ia lontarkan. Sepertinya, dia marah karena suaminya mempunyai hubungan dengan wanita yang ia tampar itu.

"Jangan sesekali kau menghubungi suamiku lagi!" Bentak wanita mewah itu. Dia lalu pergi setelah merasa puas dengan siksaan yang ia berikan kepada wanita yang bahkan tidak melawan dan hanya menangis.

Kana dengan segera menghampiri wanita itu, dia membantunya duduk lagi di kursi. Dengan cepat Kana membereskan barang-barang yang berserakan di lantai.

"Apa anda baik-baik saja?" Tanya Kana. Wanita itu menangkup kedua tangannya di wajah, dia menangis dan pasti merasa malu.

"Saya akan membuatkan anda teh". Ucap Kana, lalu wanita itu menahannya.

"Tidak perlu, saya akan pergi."

Kana terperangah mendengar suara wanita itu. Dia menunduk, melihat rupa wanita yang tengah memasukkan barangnya ke dalam tas.

"Ibu..." Gumam Kana, wanita itu langsung menoleh dan ikut membelalakkan mata saat melihat gadis yang menolongnya.

TBC

Terpopuler

Comments

Novita Sari

Novita Sari

sampek sini ceritanya bagus,dan aq yakin selanjutnya selalu bikin penasaran,kata2nya jg bagus,jarang typo😘😘😘

2022-07-23

6

Yoan

Yoan

lanjut Thor semangat. ceritanya bagus

2022-07-22

2

lihat semua
Episodes
1 First Meet
2 Get Closer
3 Florist
4 Krishan's Ex Invitation
5 Marriage Proposal
6 Wedding Day
7 Kana Meets her Mom
8 Preman Pasar
9 Yohan
10 Krishan's sick
11 Dissapointed
12 Feelings
13 Kiss Him
14 Krish's Ex Appearance
15 Hidden Affection
16 Vengeance's waiting
17 Un-normal Marriage
18 the meaning of Love
19 Beautiful Night
20 No-status Relationship
21 Ex-Lover Approaching
22 Unconfident
23 Insecurity
24 UPSET
25 Screwdriver, eh?
26 Mistake
27 Taken I
28 Taken II
29 Don't Touch My Jia.
30 Punishment
31 Touch Me!
32 Krishan's Tattoo
33 Tattoo's Meaning
34 That Damn Tattoo
35 Bloodspot
36 Accident I
37 Accident II
38 Save Kana!
39 Identity Revealed
40 Begging You
41 Dealing
42 Give up
43 Runaway
44 A Big Swindler
45 Firstsight
46 Meets Kana
47 Kana's Appearance
48 Old Feeling
49 Met Inka
50 Doctor's Diagnosis
51 Kissing You Again
52 Deep Explanation
53 Deep Talk
54 Playing with CEO
55 A Request for Noah
56 Thank You, Noah
57 Asking for Help
58 Mom's Regret
59 Kana's Jewelry
60 Yohan Comes Out
61 Inna's Bashfulness
62 Kana's Kindness
63 All Feelings Unite
64 New Gravel
65 Istri Bos
66 New Confession
67 Be Caught
68 New Store
69 Showing Affection
70 Swindler
71 Women Support Women
72 Unbelievable
73 Depressed
74 Torturing Felix
75 Subsided Emotion
76 Affirmation
77 Deliverance
78 Realize Something
79 The suspicious One
80 Find him Out
81 Prank
82 A Way
83 Another Voice
84 a little hope
85 Translation
86 Tricked
87 Flashback
88 Start the Game
89 Get Caught by Krish
90 Starting the Game (2)
91 The Game
92 End Game
93 Prisoner Free
94 New Slave
95 Dinner with Coach
96 The Last Life of Bastian
97 Wedding Day (END)
98 Spesial Bab 1
99 Spesial Bab 2
100 Spesial Bab 3
101 Special Bab 4
102 Special Bab 5
103 Special Bab 6
104 Special Bab 7 (End)
105 MY RELATIONSHIT!!
Episodes

Updated 105 Episodes

1
First Meet
2
Get Closer
3
Florist
4
Krishan's Ex Invitation
5
Marriage Proposal
6
Wedding Day
7
Kana Meets her Mom
8
Preman Pasar
9
Yohan
10
Krishan's sick
11
Dissapointed
12
Feelings
13
Kiss Him
14
Krish's Ex Appearance
15
Hidden Affection
16
Vengeance's waiting
17
Un-normal Marriage
18
the meaning of Love
19
Beautiful Night
20
No-status Relationship
21
Ex-Lover Approaching
22
Unconfident
23
Insecurity
24
UPSET
25
Screwdriver, eh?
26
Mistake
27
Taken I
28
Taken II
29
Don't Touch My Jia.
30
Punishment
31
Touch Me!
32
Krishan's Tattoo
33
Tattoo's Meaning
34
That Damn Tattoo
35
Bloodspot
36
Accident I
37
Accident II
38
Save Kana!
39
Identity Revealed
40
Begging You
41
Dealing
42
Give up
43
Runaway
44
A Big Swindler
45
Firstsight
46
Meets Kana
47
Kana's Appearance
48
Old Feeling
49
Met Inka
50
Doctor's Diagnosis
51
Kissing You Again
52
Deep Explanation
53
Deep Talk
54
Playing with CEO
55
A Request for Noah
56
Thank You, Noah
57
Asking for Help
58
Mom's Regret
59
Kana's Jewelry
60
Yohan Comes Out
61
Inna's Bashfulness
62
Kana's Kindness
63
All Feelings Unite
64
New Gravel
65
Istri Bos
66
New Confession
67
Be Caught
68
New Store
69
Showing Affection
70
Swindler
71
Women Support Women
72
Unbelievable
73
Depressed
74
Torturing Felix
75
Subsided Emotion
76
Affirmation
77
Deliverance
78
Realize Something
79
The suspicious One
80
Find him Out
81
Prank
82
A Way
83
Another Voice
84
a little hope
85
Translation
86
Tricked
87
Flashback
88
Start the Game
89
Get Caught by Krish
90
Starting the Game (2)
91
The Game
92
End Game
93
Prisoner Free
94
New Slave
95
Dinner with Coach
96
The Last Life of Bastian
97
Wedding Day (END)
98
Spesial Bab 1
99
Spesial Bab 2
100
Spesial Bab 3
101
Special Bab 4
102
Special Bab 5
103
Special Bab 6
104
Special Bab 7 (End)
105
MY RELATIONSHIT!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!