“Mungkinkah itu Beast berbeda, tetapi Beast itu sangat buas sekali dan memakan rumput dengan rapi—seperti ada yang membimbingnya saja!” Zhao Fu berspekulasi.
“Benar, sepertinya Beast itu sedang membuat jalan menuju Puncak Gunung Kun Lun!” sahut Lin Tao yang datang bersama satu sesepuh Klan Lin dengan basis Kultivasi Ranah Spirit.
Klan Lin kini menjaganya dengan ketat karena takut kejadian yang menimpa Lin Mochen terjadi padanya—mengingat kematian Mu Qingqing terjadi karenanya juga, sebab gadis Pelayan itu tak mau duduk di pangkuannya—makanya Lin Mochen memukulnya hingga tewas.
Sesepuh Klan Ling membelai jenggot putihnya dan berkata, “Sepertinya ada Beast Master di Kerajaan Zhao kita ini. Namun, dia sepertinya Pendekar yang pemalu, karena ia tetap merahasiakan kemampuan hebatnya itu atau ia berasal dari Klan kecil atau rakyat jelata yang tiba-tiba mendapatkan warisan dari suatu tempat. Dia sengaja merahasiakan kemampuannya karena takut akan dipaksa menjadi bawahan Klan besar atau menjadi Prajurit Kerajaan!”
Zhao Fu, Liu Ruxu dan yang lainnya setuju dengan pendapat sesepuh Klan Lin tersebut. Namun, Zhao Fu telah memerintahkan Prajurit Kerajaan memperketat penjagaan ke lereng gunung Kun Lun dan melarang siapapun memasukinya.
Zhao Fu curigai mungkin Beast Master misterius itu adalah Zhao Jian, sepupunya—karena hanya dialah yang tiba-tiba bersinar terang, padahal sebelumnya ia memiliki bakat beladiri rendah dengan Dantian Angin. Namun, saat ia membunuh Lin Mochen—Zhao Fu merasakan energi spritual Es dari serangannya tersebut.
“Ada apa tuan muda Fu?” tanya Liu Ruxu—karena Zhao Fu malah melamun.
“Tidak ada apa-apa... ayo kita ikuti jalan ini, mungkin kita akan bertemu dengan Beast Master tersebut di Puncak Gunung Kun Lun!” sahut Zhao Fu yang berpikir tidak mungkin Zhao Jian pelakunya karena saat ini ia sedang di Penjara di Penjara bawah tanah—yang terkenal memiliki penjagaan sangat ketat, sehingga tak mungkin Zhao Jian kabur dari sana.
Pria tua Klan Zhao dan Sesepuh Klan Lin, tak sabar ingin bertemu dengan Beast Master tersebut dan keduanya memiliki pemikiran untuk merekrutnya ke Klan mereka.
“Cih, kalau tahu boleh membawa Sesepuh, maka aku akan membawa Sesepuh juga,” gerutu Mo Chang'an dalam hatinya—karena ia tahu seringai tipis yang terpancar dari sudut bibir kedua Pria tua di hadapannya menunjukkan mereka berminat dengan Beast Master misterius itu.
Mo Chang'an berpikir, siapa pun yang berhasil merekrut Beast Master tersebut maka Klan mereka akan menjadi jauh lebih kuat—karena bila Beast dipelihara dengan sungguh-sungguh maka Beast itu dapat melampaui basis Kultivasi Ranah Spirit yang merupakan Ranah beladiri tertinggi di Kerajaan Zhao.
Dengan menggunakan Beast Master tersebut, maka Klan yang merawatnya akan menguasai negeri ini—bahkan mereka bisa menggunakan Beast tersebut untuk berburu Gui Dao (Pulau Kura-kura) lain.
Mo Chang'an menghela nafas panjang dan berjalan mengikuti Zhao Fu menelusuri jalan yang dibuat oleh Beast milik Beast Master misterius tersebut.
...***...
Beast Ulat Ungu berhenti melahap rerumputan, ia tak bisa menggerakkan tubuhnya yang kini telah membesar—sehingga ia terlihat sangat lucu dan tidak terlihat seperti ulat lagi.
“Kenapa kau berhenti, Violet?” Zhao Jian mengelus kepalanya dan Violet hanya mengedipkan matanya—karena ia tak bisa menggerakkan tubuhnya.
Namun, tiba-tiba Beast Rubah dengan simbol matahari di keningnya mengeluarkan Niat Membunuh—sembari menatap tajam ke arah Pohon besar di depan mereka.
Zhao Jian segera memasukkan Violet ke Kantung Penyimpanan-nya dan menghunus Pedang Zhengyi, kemudian mendekati Beasts-nya. “Tenang saja Daji, Aku akan melindungimu!”
“Grgrgrgrgrgrgrgrg!”
Beruang yang tingginya dua kali lebih tinggi dari Zhao Jian muncul dari Pohon besar, sehingga Zhao Jian mengerutkan keningnya.
“Be-besar sekali!” Zhao Jian memasang kuda-kuda beladiri. “Walaupun dia hanya binatang buas biasa, tetapi aku yakin dia pasti sangat kuat!”
Zhao Jian tidak meminjam energi spritual Beast-nya. Kini ia ingin mencoba kekuatan aslinya, karena saat di Akademi Kerajaan Zhao—Dia selalu menjadi samsak tinju murid lain saat latih tanding.
Daji dan Huli Jing mundur beberapa langkah di belakang Zhao Jian dan masih dengan posisi siap bertarung membantu tuannya itu.
Suhu udara di sebelah kanan belakang Zhao Jian sangat panas, sedangkan di sebelah kiri belakangnya menjadi dingin.
Zhao Jian tak menyangka Beast yang masih kecil tersebut sudah bisa mengenali musuh, bahkan rela bertarung bila disuruh mundur olehnya.
Beruang besar itu berlari ke arah Zhao Jian dan segera mencakar tubuhnya.
Zhao Jian tidak mundur atau menghindar, ia segera mengayunkan Pedang Zhengyi dan mengalirkan energi spritual Angin ke bilah Pedang-nya. “Gerakan Pertama Jurus Pedang Dewa Mata Angin!”
Dari bilah Pedang Zhengyi keluar angin sejuk berbentuk bulan sabit yang langsung melesat ke arah Beruang. Ranting-ranting Pohon disekitar mereka terpotong, seperti dipotong oleh Pedang yang sangat tajam.
“Grgrgrgrgrgrgrgrgrgrgr!”
Beruang tersebut meraung marah, karena di dadanya muncul luka tebasan. Namun, itu hanya luka ringan saja dan Beruang itu masih memiliki tenaga yang besar untuk bergerak mencakar Zhao Jian.
Bilah Pedang Zhengyi mendarat di telapak tangan Beruang dan meninggalkan sayatan kecil di sana.
“Sial! tebasanku hanya menggelitiknya!” gerutu Zhao Jian terdorong mundur selangkah.
Kalau Pedang Zhengyi adalah Pedang yang ditempa dari besi biasa maka Pedang Zhengyi mungkin telah dihancurkan oleh Beruang tersebut. Karena Beruang tersebut sebenarnya sedang memasuki fase menuju binatang spritual atau Beast—makanya kekuatan fisiknya jauh lebih besar dari Beruang lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 225 Episodes
Comments
Sok Kuat akirnya kualat
2024-01-13
1
mochamad ribut
up
2023-02-27
1
fiskal
ditunggu thor
2023-02-19
3