Benda aneh itu makin mendekat dan Zhao Jian terkejut, ternyata itu adalah mayat manusia yang dipenuhi luka-luka.
Zhao Jian mendekati mayat manusia yang ternyata adalah Pria yang tampak seumuran dengan Prajurit yang berjaga di pintu gerbang tembok besar. Dia mengambil ranting pohon di dekatnya dan menusukkan ujung ranting pohon ke wajah Pria itu.
Namun, tiba-tiba Pria membuka matanya, sehingga Zhao Jian segera berbalik badan. Namun, karena terlalu takut—ia malah jatuh tersungkur mencium Pasir.
“Hei, Nak! Sepertinya kamu memiliki hati yang baik, walaupun beberapa saat yang lalu kamu mengotori sedikit hatimu. Namun, itu tak terlalu jadi masalah!” kata Pria itu dengan suara sangat lemah, dengan nafas terengah-engah. “Apakah kamu ingin menjadi Penegak Keadilan?” tanyanya tanpa menatap Zhao Jian yang sedang menyeka pasir dari wajahnya.
“Penegak Keadilan? Omong kosong apa itu, di Akademi Kerajaan saja aku malah jadi samsak tinju,” gerutu Zhao Jian dalam hatinya.
“Itu tak masalah, aku akan memberikanmu Tiga Beasts yang masih belia dan bila kamu membesarkannya dengan baik—maka kamu akan menjadi Kultivator terkuat di Pulau ini. Eh, bukan hanya di Pulau ini, mungkin kamu bisa melawan ahli beladiri dari Gui Dao besar. Namun, kamu harus berjanji untuk menjadi Penegak Keadilan, maka aku akan memberikan Beasts-ku, Pedang Zhengyi dan Kitab Keadilan,” sahut Pria itu—sehingga Zhao Jian terkejut, bagaimana Pria ini bisa membaca pikirannya.
“Mungkinkah ia Ranah World Master?” gumam Zhao Jian.
“Kamu terlalu tinggi menilaiku ha-ha-ha... uhuk-uhuk!” Pria itu muntah darah—karena tertawa disaat tubuhnya mengalami luka dalam yang sangat mengerikan. “Aku tak memiliki banyak waktu lagi, aku akan menganggap kamu menerima warisanku. Ambillah ini dan besarkan mereka!”
Pria itu mengeluarkan Dua Rubah kecil dan sebuah telur, kemudian seberkas cahaya menembus kening Zhao Jian—sehingga ia langsung memahami cara menggunakan Kitab Keadilan serta langsung memiliki ikatan Kontrak Jiwa dengan ketiga Beasts tersebut.
“Hebat sekali ha-ha-ha... Aku akan menjadi Protagonis di dunia beladiri!” Zhao Jian tertawa bangga. “Ah, aku harus rendah hati lebih dulu, karena aku masih terlalu lemah. Masih belum terlambat untuk menjadi Pahlawan di masa depan,” gumamnya lagi.
Namun, bila pihak lain mengetahui ia memiliki tiga beasts yang sangat berharga ini—maka mereka pasti akan berebutan mengambil beasts tersebut darinya, sehingga Zhao Jian mengepal tangannya. Bagaimana cara mengatasi masalah ini.
“Ah, kenapa aku lupa dengan Paman Zhao Tu, ha-ha-ha... ia pasti bisa mempertemukanku dengan Raja dan Aku akan memintanya untuk menjadikanku sebagai Hakim yang akan menegakkan keadilan mutlak!” gumam Zhao Jian senang. Kemudian ia menoleh ke arah Pria tadi yang kini tak bergerak lagi.
Zhao Jian menekan dada Pria itu dan tak ada lagi detak jantungnya, sehingga Zhao Jian mengerutkan keningnya. “Hei, senior... setidaknya berikan padaku Kantung Penyimpanan-mu agar tidak sia-sia!” gerutunya. “Apa aku melakukan nafas buatan saja, mana tahu ia masih bisa hidup beberapa tarikan nafas?” pikirnya lagi.
Namun, Zhao Jian hanya menghela nafas panjang, karena tak ingin ciuman pertamanya justru dilakukan dengan mayat Pria. Dia kemudian menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat.
Zhao Jian juga sangat menyayangkan Pria ini hanya memintanya merawat Ketiga Beasts saja dan tidak mengungkapkan siapa yang telah melukainya. Zhao Jian berpikir mungkin lawan yang ia hadapi sangat kuat—sehingga Pria ini tak mau dirinya terlibat dalam masalahnya.
Zhao Jian berlari ke pintu gerbang tembok besar dengan ekspresi wajah panik dan sengaja bernafas dengan terengah-engah, seperti melakukan latihan fisik ekstrim saja.
Prajurit yang disuap oleh Zhao Jian tadi langsung mengerutkan keningnya dan berkata, “Ada apa, Nak? Kenapa kamu sangat panik?”
“Di-di sana... ada mayat Pria yang dibawa ombak ke Pantai!” sahut Zhao Jian sembari menitikkan air mata. “Dia dipenuhi luka-luka, mungkin ia disergap beasts liar di lautan saat memancing. Namun, Pakaian yang ia kenakan seperti pakaian yang sering dipakai para Kultivator!” Zhao Jian berpura-pura bodoh.
“Apaaaaa?”
Prajurit itu terkejut dan rekan-rekannya yang lain juga segera mendekat.
Bila ada mayat asing yang terdampar di Pantai maka kemungkinan besar ada Gui Dao yang mendekati Gui Dao Kerajaan Zhao.
“Kau pulang lah, Nak. Nenekmu pasti menunggumu!” kata Prajurit yang disuap oleh Zhao Jian—karena tak ingin Zhao Jian diperiksa sebagai saksi nantinya dan bila ia ketahuan telah disuap—maka karirnya sebagai Prajurit Kerajaan Zhao akan habis, bahkan ia juga akan dihukum berat oleh Pengadilan.
Zhao Jian tersenyum cerah dan segera kembali ke Kediamannya yang masih berada di sekitar Kediaman utama Klan Zhao dan juga berdekatan dengan Istana Kerajaan, karena Raja—Kerajaan Zhao itu turun temurun berasal dari Klan Zhao.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 225 Episodes
Comments
Indah Hidayat
beastnya disimpan dimana?
2024-08-06
0
Akira
terus di mana 2 rubah dan 1 telur di simpan nya ?
2024-05-27
1
Dapat warisan kok Nyleneh
2024-01-13
1