Zhao Jian langsung kembali ke kediamannya setelah keluar dari Paviliun Mawar Merah, ia bahkan berjalan dengan tergesa-gesa, sehingga terlihat sangat mencurigakan sekali.
“Aku tak pandai memasak, karena biasanya aku membeli makanan di restoran,” gumam Zhao Jian setelah sampai di kediamannya.
Namun, Zhao Jian langsung tersenyum lebar saat melihat ada ranting-ranting pohon berserakan di sebelah kediamannya. Dia memutuskan akan membuat daging bakar saja, karena di Kantung Penyimpanannya ada garam.
Saat akhir pekan, ia biasanya akan mengisi waktu luangnya dengan memancing di telaga dekat Kediamannya, berbeda dengan murid lain—yang akan berlatih di Klan masing-masing karena tidak semua pelajaran didapatkan di Akademi Kerajaan Zhao.
Beberapa saat kemudian aroma daging bakar tercium oleh Dua Beasts Rubah Zhao Jian yang sedang rebahan di kamarnya. Keduanya langsung melompat dari jendela dan Beasts Ulat Ungu juga tak mau ketingalan—ia menyusul kedua Beasts Rubah merayap keluar jendela.
“Dasar Beasts nakal! Padahal sudah kukatakan agar tetap di kamar apapun yang terjadi!” gerutu Zhao Jian saat melihat mereka mendekatinya.
Bila orang lain yang melakukan hal ini, maka mereka pasti akan dibawa kabur—sehingga Zhao Jian berpikir akan membawa mereka bila ia meninggalkan kediamannya.
“Kalian pasti lapar, kan?” Zhao Jian memberikan dua potong daging bakar pada Huli Jing dan Daji yang langsung memakan daging bakar tersebut dengan lahap, sedangkan Violet memakan Rumput Musim Dingin.
Zhao Jian juga memakan daging bakar tersebut walaupun rasanya tidak enak—karena hanya ditaburi garam saja. Namun, tiba-tiba ia tercengang basis Kultivasi ketiga Beasts-nya itu meningkat lagi. Ini membuat iri Zhao Jian saja, karena ia tak berbakat dalam Dunia Beladiri. Namun, dengan perkembangan mereka yang cukup cepat—maka ini akan membawa secercah harapan untuknya, karena menurut Pria misterius yang memberikan Beasts ini—dirinya dapat meminjam kekuatan mereka.
Malam semakin larut, Huli Jing tertidur di pangkuan Zhao Jian. Hal aneh kembali terjadi, tiba-tiba energi spritual di sekitar mereka berfluktuasi dan bermuara ke Huli Jing, sedangkan Daji tidak ada terjadi apapun.
“Aku mengerti, ternyata inilah yang dimaksud menyerap esensi Bulan.” Zhao Jian tersenyum bahagia. “Ketika Huli Jing tertidur di malam hari, maka secara naluriah tubuhnya menyerap esensi bulan. Dan Daji akan menyerap esensi Matahari.”
Zhao Jian akhirnya bernafas lega, karena kedua Beasts Rubah-nya sebenarnya tak membutuhkan sumberdaya eksternal. Dia hanya perlu menyediakan sumberdaya untuk Beasts Ulat Ungu saja dan biayanya juga cukup murah, karena Rumput Musim Dingin itu harganya cukup murah.
“Sepertinya besok aku akan menemui Paman Tu, agar ia merekomendasikanku ke Raja untuk menjadi Hakim dan menjadi Penegak Keadilan!” Zhao Jian mengepal tangannya. “Ah, aku terlalu bersemangat menjadi tokoh yang ditakuti para penjahat seperti legenda di cerita dongeng ha-ha-ha!” Zhao Jian tertawa terkekeh-kekeh.
...***...
Zhao Tu datang ke Kediaman Zhao Jian setelah mendapatkan pesan dari keponakannya itu. Dia sangat terkejut saat mengetahui kalau Zhao Jian ingin menjadi Hakim Kerajaan.
Bagaimana ia tak terkejut, Zhao Jian yang biasanya menghindari masalah dan lebih suka membaca buku itu akan memilih pekerjaan yang akan membuatnya berhadapan dengan banyak masalah ke depannya.
“Apa yang sebenarnya merasuki anak ini? Apa ia bermimpi bertemu Pertapa Agung dan mendapatkan pencerahan, kemudian akan menjadi Ranah World Master di masa depan. Ah, itu tak mungkin terjadi, karena kejadian seperti itu hanya ada di cerita karangan para Sastrawan saja,” gumamnya.
“Paman Tu, sudah mengatur pertemuanku dengan Raja, kan?” Zhao Jian membuyarkan lamunan Zhao Tu.
“Oh, kamu ternyata sudah menungguku!” sahut Zhao Tu mengerutkan keningnya—karena tak menyangka Zhao Jian benar-benar serius ingin menjadi Hakim Kerajaan. Bahkan ia telah mengenakan jubah Klan Zhao yang biasanya tak pernah ia kenakan. “Apa kamu yakin ingin menjadi Hakim? Kenapa tak menjadi Sastrawan saja atau Pegawai istana?” selidiknya—penasaran kenapa Zhao Jian ingin menjadi Hakim Kerajaan.
“Guruku mengatakan aku menjadi Pendekar Penegak Keadilan dan aku berpikir menjadi Hakim lah cara paling mudah serta legal yang cocok menjadi Penegak Keadilan,” sahut Zhao Jian sembari mengepal tangannya.
Zhao Tu tercengang melihat Keponakannya kini memiliki semangat menggebu-gebu, tidak seperti dulu; hidup segan mati tak mau saja.
Dia tak ingin mematahkan semangat Zhao Jian dan setuju mempertemukannya dengan Raja Zhao Tian. “Aku senang kamu memiliki tujuan hidup yang mulia. Namun, aku tak bisa memutuskan apakah kamu bisa menjadi Hakim. Semua tergantung Raja dan kamu jangan berkecil hati bila kamu ditolak menjadi Hakim nantinya!” Zhao Tu menasehatinya.
“Diterima atau tidak diterima, Aku akan tetap akan menjadi Pendekar Penegak Keadilan,” sahut Zhao Jian melangkah ke dalam istana—karena istana masih satu komplek dengan Kediaman Klan Zhao.
Zhao Tu tersenyum, keponakannya kini telah tumbuh menjadi Pria Dewasa. Sembilan Belas Tahun ternyata berlalu sangat cepat, kalau Zhao Jian diterima menjadi Hakim Kerajaan maka ia tak perlu lagi memberikan jatah bulanan pada keponakannya itu.
Zhao Jian dan Zhao Tu bertekuk lutut sembari menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada Raja Zhao Tian yang duduk di singgasananya.
“Zhao Jian menghadap Yang Mulia!” sapa Zhao Jian.
Raja bertubuh gemuk itu tidak menyahut sapaan Zhao Jian. Dia menatap Zhao Tu dan berkata, “Apa kamu yakin dia bisa menjadi Hakim, basis Kultivasi-nya sangat rendah. Aku takut bukan dia yang menghukum penjahat, ia yang malah dihajar habis-habisan!”
Zhao Jian mengerutkan keningnya. “Babi gemuk ini malah menilai orang dari penampilan luarnya saja,” gumamnya menggerutu.
“Hei, kau jangan mengumpat di dalam hatimu, Aku mengatakan apa adanya saja!” Raja Zhao Tian berkata dengan seringai tipis terpancar dari sudut bibirnya.
Zhao Jian menghela nafas dalam-dalam, ia sudah menduga hal ini akan terjadi. Kemudian ia mengeluarkan Pedang Zhengyi dan Kitab Keadilan dari Kantung Penyimpanannya. “Aku akan menegakkan Keadilan Mutlak dengan ini!” Zhao Jian berkata dengan tegas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 225 Episodes
Comments
hcomrusnam meila
weeee kok MC bya ngunu ya...atau itu bukan MC nya
2024-03-19
2
😂😂😂😂😂 masak langsung mengeluarkan pedang dan kitap keadilan
2024-01-13
0
Solar Lardi
😀😀😀😀😀😀👍
2023-07-11
0