Zhao Jian melihat isi Kantung Penyimpanannya dan hanya ada Dua Tael Emas saja. Bila ia menghabiskan semua uang itu, maka hanya cukup untuk biaya satu minggu saja—sementara jatah bulanan dari Pamannya datang Dua minggu lagi.
Namun, tiba-tiba energi spritual di sekitar mereka berfluktuasi dan berkumpul ke arah Daji, kemudian basis Kultivasi-nya naik ke Ranah Penempaan Tubuh Tahap Huang Tingkat Dua.
Zhao Jian memperhatikannya dan heran kenapa Huli Jing tidak menyerap energi spritual seperti Daji.
Tiga batang dupa kemudian, Basis Kultivasi Daji telah mencapai Ranah Penempaan Tubuh Tahap Huang Tingkat Empat dan ia pun terbangun. Energi spritual di sekitar mereka juga berhenti berfluktuasi.
“Baiklah, kalian jangan pernah keluar dari kamar ini dan aku akan mencari makanan untuk kalian,” kata Zhao Jian sembari meletakkan Huli Jing ke kasur. “Ingat jangan ke mana-mana, nanti kalian malah ditangkap orang jahat yang akan memakan kalian!” Zhao Jian menakut-nakuti mereka.
Zhao Jian menuju Paviliun Mawar Merah yang merupakan tempat jual beli sumberdaya terbesar di Kerajaan Zhao dan dikelola langsung oleh Menteri Perdagangan yang merangkap sebagai Menteri Keuangan juga.
Zhao Jian biasanya sangat jarang melangkahkan kaki ke Paviliun Mawar Merah—karena ia tak mau menghabiskan uangnya membeli Sumberdaya. Toh, Basi Kultivasi-nya tetap berkembang sangat lambat.
“Untuk memasuki Paviliun Mawar Merah, Anda harus membayar tiket masuk sebesar Satu Tael Perak,” kata Kultivator yang berjaga di depan gerbang masuk Paviliun Mawar Merah.
Kalau dulu, Zhao Jian akan dengan mudah memberikan Satu Tael Perak. Namun, kini situasi telah berubah, ia memerlukan banyak dana untuk merawat Beasts-nya, sehingga ia menunjukkan Token Emas yang menandakan ia adalah Pelanggan VVIP—sehingga tak akan dikenakan tarif masuk.
Kultivator itu tercengang dengan mulut menganga, karena tampilan Zhao Jian sangat sederhana dan tidak menunjukkan kesan kalau ia berasal dari Klan besar, walaupun ia cukup tampan. Namun, bila tak memiliki bakat beladiri maka para gadis-gadis dari kalangan Klan besar tidak akan mau juga padanya. Buktinya saat di Akademi Kerajaan tak ada gadis yang mencoba dekat dengannya walaupun ia adalah Pria paling tampan di sana.
“Maafkan Aku tuan muda Zhao... aku telah lancang mencegatmu!” Kultivator itu menundukkan wajahnya serta menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat.
“Santai saja, tak perlu gugup!” sahut Zhao Jian menepuk pundak Kultivator itu dan ia pun melangkah masuk ke dalam Paviliun Mawar Merah.
Kultivator itu menatap punggung Zhao Jian dan sangat menyayangkan ternyata selama ini ada tuan muda dengan basis kultivasi rendah di Klan Zhao-nya. Namun, ia tetap akan merahasiakan kejadian ini—karena sangat memalukan bila Klan besar lainnya tahu kalau Zhao Jian ternyata salah satu tuan muda Klan Zhao.
Gadis cantik yang merupakan Pelayan di Paviliun Mawar Merah langsung tersenyum cerah saat melihat Zhao Jian. “Hei, apa Aku salah lihat, nih? Kamu Zhao Jian tetanggaku, kan?”
“Jangan ledek aku senior Yue... cepat berikan Aku Seratus Rumput Musim Dingin kualitas rendah dan Daging Beasts Hiu seharga Satu Tael Emas!” sahut Zhao Jian—kesal pada gadis cantik satu Klan-nya itu, karena semua karyawan di Paviliun Mawar Merah berasal dari Klan Zhao.
Zhao Jian sendiri berencana akan melamar kerja di sini bila Ayahnya tak memberikan pekerjaan untuknya—apalagi mereka sangat jarang bertemu dan bila ayahnya memiliki hal penting dengannya, maka Pamannya, Zhao Tu yang akan menyampaikannya.
“Hei, Tampan... jangan marah begitu, dong ha-ha-ha ....” Gadis cantik itu segera mengambil pesanan Zhao Jian. “Banyak sekali daging ini, apakah kamu akan melakukan pesta? Kalau tak ada yang memasaknya bagaimana kalau Aku akan membantumu. Namun, kamu harus memberikan beberapa potong untukku!” Dia menjulurkan lidahnya—menggoda Zhao Jian.
“Oh, baiklah aku akan tunggu senior Yue di rumah, tapi kamu harus menemaniku di ranjang he-he-he ....” Zhao Jian tersenyum dan matanya jelalatan menatap gadis cantik itu dari ujung kaki hingga ujung kepala.
“Cih, mesumm sialan! Pergi sana hush! hush!” Gadis cantik itu menyilang kan kedua tangannya di dada dan menatap jijik ke arah Zhao Jian.
“Ha-ha-ha... padahal senior Yue tadi sangat genit, tapi kini seperti ayam kedinginan saja,” ejek Zhao Jian sembari melangkah keluar dari Paviliun Mawar Merah.
Namun, tiba-tiba ia berjumpa dengan Liu Ruxu, kecantikan nomor satu di Akademi Kerajaan Zhao dan juga peringkat pertama dalam ujian kelulusan yang diumumkan pagi tadi.
Semua mata laki-laki menatap Liu Ruxu dengan tatapan berbinar-binar, akan tetapi Liu Ruxu hanya bersikap acuh saja dan langsung menuju lantai Dua Paviliun Mawar Merah bersama Lima Wanita cantik yang berjalan di belakangnya.
“Dia cantik sekali, ya!” Pria muda berkata di sebelah Zhao Jian.
“Ah, biasa saja, palingan bedaknya saja yang tebal!” sahut Zhao Jian yang sebenarnya ikut terpesona juga melihat kecantikan Liu Ruxu, walaupun mereka sering berjumpa di Akademi Kerajaan Zhao.
Semua mata menatap tajam ke arah Zhao Jian, mereka tak terima Dewi kecantikan mereka dikatakan sebagai wanita biasa saja. Bahkan rekan Liu Ruxu segera menghunus Pedang, tetapi Liu Ruxu menggelengkan Kepala agar rekannya itu tak membuat onar di Paviliun Mawar Merah.
“Dia itu hanya sampah nomor dua terakhir di Akademi Kerajaan!” kata Liu Ruxu dengan suara pelan—sehingga teman-temannya akhirnya menduga kalau Pemuda tampan itu mungkin iri dengan bakat beladiri Nona muda mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 225 Episodes
Comments
Indah Hidayat
semoga si mc tdk buaya darat
2024-08-06
0
Laaaanjuuut
2024-01-13
1
Melanie Dewi
gasspolll
2023-06-17
0