Zhao Jian pingsan selama tiga hari akibat cambukan dari Petugas Pengadilan Kerajaan tersebut, ia berjanji bila sudah mencapai Ranah Spirit nanti—maka ia akan mencari-cari kesalahan mereka agar ia bisa melakukan balas dendam.
Setelah sadarkan diri, ia tak bisa langsung menjalankan tugas sebagai Hakim Kerajaan, karena masih butuh seminggu untuk kembali pulih dari cedera yang ia alami—bahkan bekas cambukan masih berbekas di punggung dan bokongnya.
Zhao Jian sangat gugup di hari pertama tugasnya sebagai Hakim Kerajaan, ia memasukkan Beasts-nya ke dalam Jubahnya—karena tak aman meninggalkan mereka di rumah sendirian.
Zhao Jian berkaca di cermin dan menyisir rambut hitam panjangnya sampai mengkilap, bahkan lalat pasti tergelincir bila hinggap di sana saking mengkilapnya. “Ha-ha-ha... ternyata Aku sangat tampan dan berwibawa mengenakan Jubah Hakim Kerajaan ini!” Zhao Jian memuji dirinya sendiri.
Dia meraih Topi Caping Hitam yang merupakan Topi yang digunakan Petugas Pengadilan Kerajaan bila keluar dari Pengadilan atau saat menjalankan tugas.
“Siapa Pria tampan itu?”
Gadis-gadis muda Klan Zhao terpesona melihat Zhao Jian berjalan dengan seragam Hakim Kerajaan yang merupakan salah satu profesi penting dan disegani di Kerajaan Zhao. Tak sembarangan orang yang bisa menjadi Hakim Kerajaan, mereka harus memiliki pengalaman bertahun-tahun sebagai Petugas Pengadilan Kerajaan dan memiliki basis Kultivasi Ranah Spirit.
“Apakah Kerajaan Zhao kita makin amburadul? Masa Pria lemah sepertinya bisa menjadi Hakim Kerajaan, kelihatan sekali kalau dia masuk melalui jalur belakang!” kutuk gadis yang lain.
“Hei, tak boleh begitu, dia itu masih anggota Klan Zhao kita!” sela gadis yang terpesona dengan ketampanan Zhao Jian.
“Ya, tetap saja itu Nepotisme dan itu akan membuat Klan besar cemburu, karena Raja Zhao Tian tidak berlaku adil!” sahut gadis yang masih memegang teguh kebenaran di hatinya—karena ia belum mengetahui bagaimana cara Dunia bekerja, idealisme masih tinggi.
Zhao Jian mempercepat langkahnya, awalnya ia sangat senang dipuji oleh gadis-gadis Klan Zhao-nya. Namun, saat ia mendengar kata Nepotisme, ia langsung mengerutkan keningnya, gadis itu terlalu jujur sekali—padahal saat ia Dewasa nanti, ia mungkin akan menggunakan jalur tikus juga untuk mendapatkan pekerjaan.
...***...
Gedung Pengadilan Kerajaan Zhao masih satu komplek dengan Istana Kerajaan, sehingga tak butuh waktu lama bagi Zhao Jian ke sana.
Pria berusia Empat Puluhan tahun langsung menyambut kedatangan Zhao Jian, ia langsung menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat. “Zhao Chen menyapa Hakim Jian!” sapanya.
“Hanya Paman Jian saja, di mana yang lain?” sahut Zhao Jian—menangkupkan tinju juga untuk menunjukkan rasa hormat.
“Mereka sedang mengisi dokumen mutasi tugas menjadi bawahan Hakim Jian,” sahut Zhao Chen yang sengaja menunggu Zhao Jian di luar gedung Pengadilan Kerajaan—karena takut Zhao Jian malah memasuki ruangan Hakim lain, apalagi Hakim Agung memintanya untuk mengawasi Zhao Jian agar tidak menyelidiki kasus besar.
Zhao Jian mengangguk pelan dan memasuki gedung Pengadilan, mengikuti Zhao Chen yang menuntunnya ke ruangan khusus untuknya.
Setumpuk dokumen telah tergeletak di atas meja dan Zhao Jian segera melihat isi Dokumen itu. Dia mengerutkan kening, karena sebagian besar hanya biodata bawahannya saja—yang semuanya berasal dari Klan Zhao dan lima laporan kehilangan ayam, dua kehilangan kambing dan satu kasus wanita tanpa identitas yang ditemukan dengan tubuh terbakar di dekat rumah bordil Meigui—yang merupakan tempat pelacuran terbesar di Kota Tianwu ini.
Zhao Jian mengambil berkas kematian wanita misterius itu dan berkata, “Suruh para Petugas Pengadilan Kerajaan Pemula menyelidiki kasus kemalingan ayam dan kambing itu, sedangkan kasus ini... aku yang akan turun tangan langsung!”
Zhao Jian menyeringai dan mengeluarkan Aura Pembunuh yang membuat Zhao Chen mengerutkan kening—karena dugaan Hakim Agung itu benar, kalau Zhao Jian ini sangat sulit dijinakkan—bahkan hari pertama kerja saja sudah memilih kasus yang cukup rumit untuk dipecahkan masalahnya.
“Maaf Hakim Jian, untuk penyelidikan perkara itu adalah tugas kami para Petugas Pengadilan Kerajaan, sedangkan Anda hanya memutuskan keputusan akhir di Persidangan nanti!” sahut Zhao Chen.
“Ha-ha-ha... jangan samakan aku dengan para Hakim tua yang makan gaji buta itu, Paman Chen. Mulai sekarang Pengadilan Kerajaan akan melakukan sidang di tempat perkara dan jangan membantah. Lihat ini ....” Zhao Jian menunjukkan Token khusus dari Raja Zhao Tian—yang membolehkannya melakukan sidang di tempat perkara apabila tidak berkaitan dengan syarat yang ia berikan, termasuk salah satunya tidak menyelidiki kasus dari petinggi Klan besar
Zhao Chen hanya menghela nafas panjang dan tak bisa membantah ucapan Zhao Jian, karena Token tersebut benar-benar asli dan di Pengadilan Kerajaan hanya Hakim Agung saja yang memilikinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 225 Episodes
Comments
Lanjut... ke TKP
2024-01-13
0
Izhal
Yes, langsung meluncur ke TKP 👍😁
2023-06-30
1
Melanie Dewi
up
2023-06-17
1