Zhao Fu mengadakan perjamuan di restoran terbesar di Kota Tianwu. Dia telah memesan lantai Ketiga restoran tersebut—sehingga pengunjung yang tidak memiliki kartu undangan akan dilarang masuk ke sana.
“Nona muda Liu Ruxu sangat cantik!” bisik Pengunjung di lantai bawah Restoran.
“Dia pasti menghadiri jamuan dari tuan muda Zhao Fu!” kata yang lainnya.
“Aku mendengar kabar kalau ulang tahunnya yang Kedua Puluh nanti, Patriark Klan Liu akan mengundang semua tuan muda dan Pendekar hebat ke Kediamannya. Liu Ruxu akan memilih sendiri siapa yang akan menjadi suaminya nanti!”
Liu Ruxu terkejut kabar tersebut telah menyebar sangat cepat, padahal ayahnya mengatakan itu saat di hari kelulusannya dari Akademi Kerajaan beberapa hari yang lalu.
Zhao Fu langsung tersenyum cerah saat Liu Ruxu dan seorang gadis cantik yang datang bersamanya memasuki Lantai Tiga Restoran. Lin Tao, Gu Chang'an dan yang lainnya langsung menangkupkan tinju pada kecantikan nomor satu di Kota Tianwu tersebut.
Liu Ruxu menangkupkan tinju dan tersenyum hangat, ia langsung duduk di salah satu kursi kosong.
“Aku sangat senang sebagai teman satu angkatan di Akademi Kerajaan ternyata kita masih kompak walaupun telah kembali ke Klan masing-masing,” kata Zhao Fu yang berdiri di ujung meja Panjang dengan Lima Kursi di kiri dan kanan—yang diisi murid-murid terkuat dari satu angkatannya selama di Akademi Kerajaan Zhao. “Kalian pasti sudah tahu kalau Aku akan mengajak kalian berburu Beasts yang baru-baru ini muncul di Gunung Kun Lun. Menurut saksi mata yang melihatnya, Beasts itu setara dengan Ranah Penempaan Tubuh Tahap Tian Tingkat Tiga!”
“Tingkat Tiga?”
Mereka terkejut mendengarnya, karena basis Kultivasi mereka hanya Ranah Penempaan Tubuh Tahap Tian Tingkat Satu saja, ada dua tingkat perbedaan basis Kultivasi mereka dengan Beasts tersebut.
“Jangan khawatir, nanti kita akan dikawal oleh Ranah Spirit Klan Zhao kami. Ini adalah kesempatan kita untuk menguji sejauh mana kekuatan bertarung kita secara langsung, apalagi ada kita akan bertarung secara tim—aku yakin kita mampu mengalahkan Beasts tersebut!” sahut Zhao Fu.
“Beasts jenis apa yang akan kita buru itu?” tanya Liu Ruxu—penasaran.
“Itu... Aku tidak tahu, karena saksi mata yang melihatnya langsung kabur saat merasakan keberadaan Beasts tersebut!” jawab Zhao Fu.
Mereka saling berdiskusi apakah akan ikut dalam perburuan Beasts tersebut, ada yang takut dan sebagian besar langsung mengatakan akan ikut berburu—termasuk Liu Ruxu, Lin Tao dan Gu Chang'an.
Namun, tiba-tiba Petugas Keamanan Restoran yang berjaga di pintu masuk lantai tiga terhempas ke dalam ruangan tersebut bersama dengan Pintunya, sehingga Zhao Fu dan yang lainnya terkejut.
Pemuda tampan yang mengenakan Topi Caping dan Jubah Hakim tersenyum menatap mereka, Dua Puluh Petugas Pengadilan Kerajaan berjalan mengikuti Pemuda tersebut mendekati Meja perjamuan Zhao Fu.
“Apa yang kamu lakukan Sepupu Jian?” Zhao Fu bertanya dengan ekspresi wajah masam.
Dia sudah mendengar kabar kalau Zhao Jian telah menjadi Hakim Kerajaan setelah tiba-tiba muncul dengan Kitab Keadilan yang rumornya dapat mengetahui kejahatan seseorang. Namun, ia tak menyangka Sepupu yang dulunya pendiam dan sangat menghindari masalah itu—dengan lancang mengganggu acara perjamuannya.
“Bukankah itu Zhao Jian, murid nomor Dua terakhir. Apa yang dilakukannya di sini?” Gu Chang'an berkata dengan seringai tipis terpancar dari sudut bibirnya.
“Mungkinkah ia ingin ikut dalam acara berburu Beasts ke Gunung Kun Lun?” sahut Lin Tao dengan nada mengejek.
Liu Ruxu tak mengatakan apa-apa, tetapi keningnya mengkerut—karena tak suka melihat tindakan arogan yang ditunjukkan oleh Zhao Jian. Bagaimana bisa seorang Hakim malah menendang Petugas Keamanan restoran hanya gara-gara ia tidak diperbolehkan masuk. Menurutnya seharusnya Zhao Jian menunggu di lantai bawah hingga acara perjamuan Zhao Fu selesai dilaksanakan, kemudian menangkap tersangka yang ingin ia tangkap.
“Hei, di mana sopan santun kalian? Begini kah sikap murid-murid terbaik lulusan akademi Kerajaan di hadapan Hakim Kerajaan?” Zhao Que berkata dengan sinis.
Zhao Fu dan yang lainnya segera berdiri, kemudian menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat—walaupun dilakukan dengan enggan, karena mereka merasa jauh lebih hebat dari Zhao Jian. Namun, yang menjadi perbedaan adalah Zhao Jian lahir di Klan Zhao yang menguasai Kerajaan ini—makanya nasibnya tetap beruntung walaupun ia hanyalah sepotong sampah yang tidak berbakat dalam Beladiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 225 Episodes
Comments
Lanjut
2024-01-13
0
fiskal
ditunggu updatenya
2023-02-19
1
Lin.
Ini kan foto saudari Xiao Yan di btth.
2023-01-03
0