Paginya, Sipir Penjara bawah tanah datang kembali menggiring para tahanan menuju tambang Kristal Batu.
“Senior... bolehkah aku ikut ke tambang?” Zhao Jian penasaran apakah ia boleh keluar—karena ia mendapatkan hak istimewa di penjara bawah tanah tersebut.
Dia juga teringat kalau hari ini Zhao Fu dan yang lainnya akan melakukan perburuan Beast yang muncul di Gunung Kun Lun.
Penjara bawah tanah dan tambang Kristal Batu sendiri ada di lereng gunung Kun Lun tersebut, maka bila ia diijinkan berkeliaran di sekitar gunung Kun Lun—itu adalah kesempatan bagus melatih kemampuan bertarungnya melawan binatang buas dan binatang yang telah mampu menyerap energi spritual atau disebut dengan Beast.
Sipir penjara bawah tanah yang juga anggota Klan Zhao tersebut mengerutkan keningnya, karena ia hanya diinstruksikan oleh Kepala Sipir Penjara untuk melayani Hakim muda yang juga salah satu tuan muda Klan Zhao mereka.
“Tenang saja senior, Aku hanya berlatih di sekitar Gunung Kun Lun dan tidak akan pergi ke Kota Tianwu!” Zhao Jian membujuk Sipir tersebut.
Sipir penjara tersebut menghela nafas dalam-dalam dan berkata, “Baiklah, tapi tuan muda Jian harus berjanji tak akan keluar dari area Gunung Kun Lun!”
Zhao Jian tersenyum cerah dan mengangguk pelan. Kemudian Sipir penjara bawah tanah tersebut membuka pintu terali besi kurungan dan membiarkan Zhao Jian keluar tanpa merantai tangannya seperti tahanan lainnya.
Mereka berjalan menyusuri jalan sempit bawah tanah selama setengah batang dupa. Zhao Jian tak menyangka ternyata tambang tersebut ada di kedalaman seratus tombak dari permukaan lereng gunung Kun Lun.
“Tuan muda Jian, apakah kamu bisa melompat ke bekas sumur itu!” Sipir penjara menengadah ke atas dan menunjukkan lubang berdiameter dua tombak yang dulunya adalah sumur air—sebelum dasarnya ditemukan Kristal Batu.
Zhao Jian mengerutkan keningnya, karena lubang itu terlalu tinggi atau sangat sulit dijangkau walaupun ia menggunakan tehnik beladiri meringankan tubuh.
Zhao Jian merasa seperti sedang dikerjai oleh Sipir penjara, kalau tahu begini maka ia akan memilih berkultivasi di ruang tahanan untuknya saja.
Namun, ia teringat dengan Beast Ulat Ungu-nya yang bisa membentuk Benang Sutera dengan energi spritual-nya. “Violet... alirkan energi spritual-mu padaku, mungkin dengan menggunakan Benang Sutera aku bisa keluar dari sini!”
Zhao Jian segera merasakan aliran energi spritual memenuhi meridian dan Dantian-nya, kemudian mengalirkan energi spritual tersebut ke titik meridian jari tangannya.
Benang Sutera berwarna putih tiba-tiba keluar dari jari tangan Zhao Jian—yang membuat Sipir penjara dan para tahanan yang sedang menambang Kristal Batu tercengang.
“Hakim Jian hebat sekali!”
“Bukankah kabarnya dia hanya sampah yang memiliki bakat beladiri lemah?”
“Mungkin ia adalah tipe orang yang suka menyembunyikan kekuatannya!”
Para tahanan saling berspekulasi, sedangkan Sipir penjara bawah tanah mengerutkan keningnya, takut Zhao Jian tak akan kembali lagi ke Penjara sehingga ia akan mendapatkan hukuman berat dari Kepala Sipir penjara nantinya. Namun, ia tak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikan kepergian Zhao Jian dan berharap tuan mudanya itu akan menepati janjinya, kembali sebelum menjelang malam nanti.
“Dia pasti meminjam kekuatan Beast-nya!” gumam tahanan yang ruangan tahanannya berada di depan ruang tahanan Zhao Jian.
“Akhirnya aku menghirup udara segar lagi?” Zhao Jian merentangkan kedua tangannya setelah keluar dari tambang Kristal Batu.
Dia menoleh ke sekelilingnya dan lereng Gunung Kun Lun terlihat sangat sunyi. Sepertinya kabar kemunculan Beast tersebut, membuat para Penebang Pohon dan pemburu binatang tak berani menginjakkan kaki ke Gunung Kun Lun.
Zhao Jian mengeluarkan Kedua Beast Rubah-nya dan Beast Ulat Ungu dari Kantung Penyimpanan-nya.
Ketiga Beast tersebut sangat senang dan langsung berlari-lari ke sana kemari. Itu sangat wajar sekali, karena usia mereka masih sangat belia—sehingga sikap mereka masih kekanak-kanakan walaupun mereka terlahir langsung menjadi Beast, bukan binatang biasa.
Violet langsung memakan rumput dan dedaunan di depannya—ia malah terlihat seperti mesin pemotong rumput, karena area yang ia lalui akan menjadi bersih.
“Kau sangat berguna juga, Violet!” Zhao Jian tersenyum cerah. “Kalau begitu buka jalan menuju puncak Gunung Kun Lun!” katanya lagi, karena jalan yang dibuat Violet akan berguna sebagai tanda—agar mereka tidak tersesat atau kesulitan mencari bekas sumur, yang merupakan pintu kembali menuju Penjara bawah tanah.
...***...
Pria tua yang merupakan Penebang Pohon menuntun Zhao Fu dan yang lainnya menuju tempat ia bertemu dengan Beast saat sedang menebang Pohon beberapa hari yang lalu.
“Apakah kamu benar-benar tidak bisa menebak jenis Beast apa yang kamu temui saat menebang Pohon tersebut?” Gu Cang‘an bertanya pada Pria tua itu—karena sangat berbahaya melawan musuh yang tidak diketahui seperti apa kekuatan dan basis Kultivasi-nya, ini sama saja seperti perjudian yang di mana rasio kemenangannya sangat kecil dibandingkan potensi kekalahannya. Namun, seperti perjudian juga, perburuan Beast ini tetap membuatnya makin penasaran walaupun tahu ada marabahaya yang akan mengintainya.
Pria tua itu menggelengkan kepala dan berkata, “Tekanan energi spritual-nya sudah membuat tubuhku menggigil, makanya aku langsung berlari turun gunung. Namun, satu rekan Penebang-ku tak kembali lagi dan aku yakin Beast itu telah memakannya!”
Gu Chang'an juga sependapat kalau Penebang Pohon itu pasti sudah mati, karena tak mungkin Manusia biasa bisa menang saat melawan Beast, bahkan melawan Binatang Buas saja mereka pasti akan kesulitan dan banyak yang berakhir tragis.
Zhao Fu berhenti melangkah dan mengangkat tangannya saat melihat area di sekitar bekas sumur tua menjadi sangat bersih. Rumput dan ranting-ranting Pohon seperti di potong dengan rapi.
Ranah Spirit yang merupakan Pria tua dan pensiunan Jenderal Klan Zhao segera menyentuh bekas ranting pohon yang dipotong rapi tersebut. “Ini dilakukan oleh Beast, karena ada jejak energi spritual yang masih tertinggal. Namun, Beasts ini seperti pemakan tumbuh-tumbuhan dan ukurannya cukup pendek. Ini bertentangan dengan keterangan dari saudara Cheng!” Dia menatap Cheng, Penebang Pohon yang menjadi penunjuk jalan mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 225 Episodes
Comments
mochamad ribut
up
2023-02-27
1
fiskal
👍👍👍👍👍👍👍👍
2023-02-19
2
Reymundo Hidayat
violet beraksi
2022-10-17
1